Pesona Warna dan Kata di Museum Kata Andrea Hirata

by - February 06, 2018

Laskar Pelangi, sebuah novel fenomenal peraih best-seller di Indonesia dan diterbitkan pula dalam berbagai bahasa di berbagai negara adalah karya seorang pemuda Belitung bernama Andrea Hirata. Masih ingat dalam benak saya ketika semangat dalam diri saya yang kala itu masih duduk di bangku SMP begitu membara, termotivasi usai membaca Laskar Pelangi. Setelah novelnya begitu digemari dan diangkat menjadi sebuah film, Belitung yang menjadi latar cerita Laskar Pelangi turut 'naik daun' menjadi salah satu tujuan wisata favorit.  Sang penulis pernah berjanji bahwa ia akan menyisihkan sebagian royalti penjualan bukunya untuk pendidikan. Maka, lima tahun setelah Laskar Pelangi diterbitkan pertama kali, ia mendirikan Museum Kata Andrea Hirata di Gantong, Belitung Timur. Museum yang didaulat menjadi museum sastra pertama di Indonesia ini didirikan dengan tujuan agar para pengunjungnya berani bermimpi dan mewujudkan impian, seperti Laskar Pelangi. Museum Kata Andrea Hirata kemudian menjadi penambah daya tarik pariwisata Belitung, sebuah alternatif wisata selain pantai-pantai dengan batu granit raksasanya.

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Bagian depan Museum Kata Andrea Hirata.
Pintu ini bukan pintu utamanya,
pintu utama berada di samping tempat saya berfoto hehe.

Dua puluh enam Agustus 2015 (lima hari sebelum penarikan Tim KKN, pulang ke kampus), saya berkesempatan mengunjungi museum ini bersama sebagian keluarga KKN-PPM UGM Unit BBL-11. Kami berangkat dari lokasi KKN kami di Pulau Seliu pagi hari, naik kapal angkutan kecil untuk menyeberang menuju Dermaga Teluk Gembira di Desa Padang Kandis. Sebuah bus pariwisata ukuran sedang (kapasitas sekitar 35 kursi) yang menanti di Teluk Gembira akan mengangkut kami mengunjungi sejumlah tempat iconic di Belitung. Seingat saya, guru-guru di sekolah yang ada di Pulau Seliu-lah yang membantu kami mencarikan bus pariwisata ini. Terima kasih :)
Oh iya, ini kalau ada yang tanya "Situ KKN apa maen?", hmmm yha KKN, tapi gimana yak, KKN kami emang se-seru ini sih dari awal sampai akhir. Suka duka kami nikmati bersama. Kalau kata lagunya Mas Ipank sih "kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli" atau kalau Sherina bilang "rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan" (hmm....baper lagi saya haha). Lanjuttt....

Jika Anda ke Belitung, sempatkanlah berkunjung ke museum yang satu ini. Seingat saya, Museum Kata Andrea Hirata terletak tak jauh dari replika SD Muhammadiyah Gantong (atau lebih dikenal dengan replika Sekolah Laskar Pelangi) dan tak jauh dari tempat wisata Kampung Ahok. Saya mencoba memanfaatkan Google Map untuk melihat seberapa jauh museum ini dari Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, dan ternyata jarak museum dari bandara adalah kurang lebih satu jam perjalanan darat. Museum ini terletak di pinggir jalan, tanpa pagar pembatas atau semacamnya. Cat warna-warni mencolok yang menghiasi museum pasti akan menarik perhatian Anda. Sebuah artikel di situs berita CNN online menuliskan bahwa atas nama idealisme, Andrea memilih tidak membangun museum ini di kota besar, melainkan di kampung halamannya. Selain terasa lebih berarti,  Andrea juga berniat memberdayakan orang lokal di daerahnya. Misalnya, ia mempekerjakan enam orang lokal untuk operasional museum sehari-hari.

Letak Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Ini plang utamanya, akan terlihat mencolok dari jalan hehe.
Mengamati es krim yang kian  mencair, Belitung panas rek!

Quote Museum Kata Andrea hirata
Keterangan tentang Museum Kata Andrea Hirata.

Jujur, ketika berada di museum ini, saya pribadi kurang menikmati feel sastra-nya, karena saya takjub dengan fisik bangunannya. Habis gimana, segala sesuatu di tempat seluas sekitar 100x60 meter persegi ini sungguh eye-catching!! Interiornya yang dipenuhi barang-barang antik seperti radio lawas, televisi jaman dahulu, mesin jahit, kursi-kursi antik, dll juga telah memanjakan mata saya. Ditambah terbatasnya waktu berada di sini (karena kami manut Pak Sopir dan kru bus heheh) membuat saya tidak sempat membaca koleksi yang ada di museum yang dibangun dengan dana satu miliar ini. Hanya membaca sekilas-sekilas saja. Jadi, saya hanya akan berbagi sejumlah foto ketika saya dan teman-teman KKN berada di sana (biar nggak mubazir hehehe)  dan hal-hal yang saya ingat saja. Itupun maaf jika tak banyak yang dapat saya ingat, karena hamper tiga tahun berlalu sejak kunjungan itu. Maafkan. Suatu saat saya ingin mengunjungi Belitung lagi, mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata lagi untuk melihat lebih detail tentang museum ini.

Meski didirikan tahun 2010, namun berdasarkan plakat yang saya baca, museum ini baru diresmikan oleh Menteri Pariwisata (Pak Arif Yahya) pada tanggal 1 Maret 2015. Hal yang paling menarik perhatian dari museum adalah warna-warni cat yang menghiasi dinding-dindingnya. Bangunannya sederhana, tapi penuh warna. Ada beberapa ruang dalam museum yang diberi nama berdasarkan karakter di novel Laskar Pelangi (Ruang Lintang, Ruang Ikal, Ruang Mahar). Masing-masing ruang memiliki desain yang unik dan kreatif. Di dalam museum begitu banyak kutipan kata-kata dari sastrawan dunia yang tertulis di dinding bahkan di lantai. Terdapat koleksi 200 literatur berbagai genre dari seluruh dunia dalam museum. Sejumlah lukisan dalam berbagai ukuran juga hadir. Novel sang empunya museum pun tentu saja terpasang di dalamnya. Novel dalam berbagai bahasa berjajar rapi di salah satu dinding ruangan. Begitu pula foto-foto adegan dari film Laskar Pelangi.


Backpacker Belitung
Duo sahabat Geodesi, Sapta dan Ria berpose di hadapan
edisi internasional dari novel Laskar Pelangi.
This is my favorite photo, the way they look at each other is sooo daebak!!

Wisata Belitung yang wajib dikunjungi
Ada kutipan kata-kata yang tertulis di lantai museum.

Wisata Murah Belitung
Sebuah kalimat fenomenal dari Andrea Hirata.

Di museum privat ini disediakan pula ruang-ruang membaca yang cukup luas dengan kursi-kursi kayu yang nyaman. Mau membaca sambil ngopi? Bisa banget, sebab di bagian belakang museum juga terdapat dapur Kopi Kuli yang menyajikan kopi khas Belitung. Kopi yang dimasak dalam ketle dengan tungku kayu tradisional untuk memanaskannya. Maklum, Belitung  terkenal dengan kebiasan ngopi dan warung-warung kopi. Suatu ciri khas yang sering digambarkan Andrea Hirata dalam novel-novelnya, mungkin ia ingin menghadirkan kearifan lokal itu di museum ini. Sayangnya, saya pun tak sempat mencicipi kopi di tempat ini, satu-satunya kopi Belitung yang saya minum selama disana adalah kopi bikinan warga Pulau Seliu (yang menurut saya itu kopi enak banget, apalagi diminum sambal menyaksikan purnama aiiih). Di samping itu saya sesungguhnya adalah orang yang sudah cukup bahagia dengan sekedar kopi sachet.


Wisata Belitung Laskar Pelangi
Salah satu ruang membaca atau lebih tepatnya reading and writing space.

Jam buka Museum Kata Andrea Hirata adalah dari jam 10.00 pagi hingga jam 17.00 sore. Berada di dalamnya kita tidak akan bisa menahan diri untuk tidak berfoto-foto ria hehehe. Begitu banyak spot menarik yang sayang dilewatkan. Harga tiket masuk ke Museum Kata Andrea Hirata berdasarkan informasi yang saya baca adalah Rp50.000,00/orang. Harga itu termasuk CD OST Laskar Pelangi dan buku saku (yang saya gak tau apa isinya). Ada juga beberapa artikel yang bilang kalau masuk sana gratis. Ketika saya kesana, saya bahkan mengira kalau itu gratis (atau waktu itu gratis tapi sekarang udah bayar ya?). Waktu kami kesana tahun 2015, kami juga tidak mendapat CD OST Laskar Pelangi maupun buku saku. Ketika saya bertanya kepada teman KKN yang menjadi bendahara kala itu, ia mengatakan kalau ia sudah lupa perihal harga-harga. Hmmm....jadi soal harga masih misteri hehehe.

Itulah cerita saya tentang Museum Kata Andrea Hirata, sempatkanlah berkunjung kesini suatu hari nanti. Enjoy the tranquility in Belitung too! And...here some photograph about this lovely place! I put caption under the photos, make sure you read it! Semoga foto-foto ini bikin Anda terpanggil buat main ke Belitung heheheheh. 


Wisata Belitung Timur wajib dikunjungi
Hani, di salah satu furniture lawas dalam museum.


Wisata unik di belitung
Mbak Fitra, sang fotografer kebanggaan kami
dan Athia, biduan tersayang haha.
Bisa dilihat, ada sejumlah lukisan-lukisan pula dalam museum ini.


Backpacker Murah ke Belitung
Jendela pun dilukisi dan ditulisi.
Di ruang ini ada sepeda kuno yang keranjangnya dihiasi bunga-bunga, so cute.
Sayangnya, foto dari sepeda itu nggak ada yang bagus
jadi nggak saya unggah huhu.

Tips Wisata Laskar Pelangi
Sejumlah poster dari film Laskar Pelangi dan cerita di balik novelnya.


The others vintage furniture di sekitar Princess Mojokerto, Choiri.


Kak Ria, Geodesi Hitz mantan Paskib Bengkulu
dan Paskib kebanggaan Pulau Seliu.

Ini ruang favorit saya!
Ruang baca yang sangat berwarna. LOVE!!!
I took soo much photos in this room hahaha.

August 26, 2015. Did you know how much I miss you?
I really wish you to be here by my side.
#HALAHCURHAT

I'm coming home, Love.

Maaf ada saya lagi hahaha. 

Kira-kira, ini ruang Lintang, Mahar, apa Ikal??
Jujur, saya juga lupa hahah





My favorite quote!!!



Dan jangan lupa untuk terus semangat mewujudkan impian-impian!!
Semoga impian-impian kecilmu atau juga impian terbesarmu terwujud di tahun ini! :)

Minggu, 04 Februari 2018

Seluruh foto dari Tim KKN-PPM UGM 2015 Unit BBL-11
Sejumlah informasi didapat dari CNN Indonesia

You May Also Like

0 comments