twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Di Sabtu pertama bulan Desember ini saya ingin membahas lagi tentang kartu pos. Well, setelah bergabung dengan Komunitas Postcrossing (klik di sini untuk informasi cara bergabung dengan Postcrossing) selama beberapa lama, saya mencoba sebuah aktivitas yang namanya Direct Swap. Awalnya sih saya nggak terlalu tertarik sama Direct Swap, tapi karena terlalu ngebet pengen dapet postcard dari Negeri Gingseng alias negerinya Kim Jongin, tetangganya Kim Jong Un, maka saya memberanikan diri mencoba proyek Direct Swap.


cara daftar postcrossing

Apa itu direct swap?

Jadi, direct swap adalah suatu kegiatan dimana kita bisa bertukar kartu pos dengan langsung menghubungi orang yang bersangkutan. Ini artinya aktivitas kita nggak terdaftar di proyek Postcrossing dan nggak bakal dapet nomor registrasi postcard dari Postcrossing. Jadi kayak say hi langsung ke orang yang mau kita ajak tukeran, kalo doi setuju maka saling bertukar alamat, dan kirim postcard.


View this post on Instagram



Fascinating sunrise in Borobudur Temple, Magelang and the illustration postcard of people celebrating our Independence Day 🇲🇨 - #borobudurtemple #borobudursunrise #sunrise #worldheritagesite #illustration #directswap #snailmail #postcard #postcardswap #postcrossingswap #Postcrossing #postcardexchange #postcrosser #mail #stamps #stampcollecting #indonesianstamp #forswap #airmail #swap #indonesia #temple #indonesianpostcard
A post shared by A Wonderful Life Blog (@nurullatif_) on Oct 12, 2018 at 6:12pm PDT

Bagaimana cara mendapatkan partner direct swap?

Mendapatkan partner direct swap sepertinya tak sesulit untuk mendapatkan partner untuk mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini. Saya sarankan, sebaiknya join Postcrossing dulu biar lebih mudah. Kalau saya, berhubung udah punya akun Postcrossing, maka saya langsung klik tab menu Explore, lalu pilih submenu Countries di web-nya Postcrossing, lalu cari South Korea, abis itu cari member-member Postcrossing teratas, klik profil mereka dan kalau mereka ada keterangan "Interested in direct swap" maka saya kirim pesan pribadi (memanfaatkan fitur DM dari Postcrossing) ke mereka. Kalau nggak ada keterangan interested in direct swap, berarti mereka nggak bersedia...so pastikan ada tanda itu di profil penggunanya. Atau untuk lebih jelasnya, silakan disimak gambar panduan di bawah ini :)

direct swap lewat postcrossing
Perhatikan dua tulisan yang saya beri tanda lingkaran merah. Ada keterangan "Interested in direct swap" dan fitur untuk menghubungi pengguna dengan pesan pribadi pada tab "Send message".

Well, rule yang pertama: use your common sense!! Ketika mau ngontak si calon partner dari negara lain yang tentu saja nggak kita kenal sama sekali, buatlah kalimat sesopan mungkin (in english tentu saja). Pake kalimat sapaan - perkenalkan diri kita - tujuan kita mau direct swap - kenapa pengen direct swap - tuliskan gambaran postcard yang kalian tawarkan - closing - say thanks. Well setidaknya itu yang saya tulis. Maaf, kayak gini harus saya tulis banget...karena bahkan, di urusan profesional sekalipun nggak semua orang paham urusan berkomunikasi secara tertulis hiks.

Oh iya, jangan lupa cantumkan email di pesan kalian. Biasanya, si calon partner akan langsung bales via email daripada DM-an lewat Postcrossing untuk diskusi lebih lanjut.
Kalau sudah deal dan tukeran alamat, selanjutnya kita tinggal siapkan postcard dan mengirimnya ke yang bersangkutan.


Bisakah request kartu pos tertentu?

Bisa iya, bisa tidak. Biasanya kita akan mencantumkan postcard seperti apa yang bakal kita pengen, misal nih kalau saya: saya pengan gambar Gyeongbyokgung Palace, hanok (rumah tradisional Korea), gambar baju tradisional hanbok, atau juga bangunan landmark-nya Korea. Kalau mereka ada stock pasti mereka kirimkan sesuai permintaan kita.

Tapi, jangan lupa. Ketika kita request sesuatu ke orang tesebut, berarti kita juga harus siap dengan yang mereka inginkan. Sebisa mungkin penuhilan keinginan mereka, just be kind and give the best.




Apakah ikut direct swap harus memiliki akun Postcrossing?


Untuk lebih mudahnya sih iya. Karena nyari partner lewat website postcrossing lebih mudah. Cara lain adalah lewat Instagram. Ya, di instagram ada banyak banget akun-akun direct swap. Coba aja dicarai pake #directswap. Tapi, kan bisa kecampur ya sama akun-akun postcrosser lainnya, jadi agak susah juga nemu akun yang bener-bener khusus direct swap. Serunya, pemilik akun IG direct swap biasanya bahkan mengunggah stok kartu pos yang mereka punya, jika tertarik, kita bisa DM langsung dengan menawarkan kartu pos yang kita punya. Jadi masing-masing bisa dapat sesuai keinginan :)

Oke, jadi kemarin saya mencoba direct swap ke empat orang warga negara Korea Selatan. Alhamdulillah keempatnya ramah-ramah banget dan chat saya dibales dalam waktu singkat. Setelah mengutarakan keinginan masing-masing kamipun bertukar alamat dan mengirim kartu pos. Kami sengaja nggak menunjukkan foto kartu posnya, seperti layaknya semboyan Postcrossing: keep it surprise. Tapi, biar mereka percaya kalo saya udah kirim, saya kirimkan foto bagian belakang yang ada nama+alamat mereka yang udah ada cap pos-nya.



View this post on Instagram


Not for the Postcrossing project. Trying to do the "Direct Swap" for the first time, means you can contact someone in @postcrossing community personally and ask for exchanging the postcard. So grateful, the postcrossers who I contact for the direct swap were so kind and friendly. Hope they'll like the postcard I've sent to them ♥ - #directswap #snailmail #postcard #postcardswap #postcrossingswap #Postcrossing #postcardexchange #postcrosser #mail #stamps #stampcollecting #indonesianstamp #forswap #airmail
A post shared by A Wonderful Life Blog (@nurullatif_) on Sep 16, 2018 at 2:12am PDT

Karena waktu itu masih dalam euforia Asian Games 2018, maka saya tempelkan Prangko Edisi Khusus Asian Games 2018 yang sudah saya bahas di tulisan ini untuk masing-masing mereka nggak lupa mengucapkna selamat buat kontingen Korea terutama sepak bolanya hehe. Tanpa kasih tau ke si calon penerima, saya kirimkan dua kartu pos buat masing-masing orang, semoga mereka seneng ya hehehe.


Berapa lama waktu pengiriman kartu pos?

Meskipun sama-sama tujuan South Korea, tapi waktu yang dibutuhkan buat sampai ke masing-masing penerima ternyata beda. Begitu juga ketika mereka ngirim ke kita, tanggal pengiriman dua partner direct swap saya cuma selisih dua hari, tapi sampai ke Indonesia selisihnya seminggu lebih. Ya, memang begitulah dunia berkirim kartu pos ini, seringkali random soal waktu penerimaan. Nggak apa-apa, disyukuri aja masih sampai, karena ada kemungkinan ilang dan gak sampai alamat juga loh. Kartu pos saya ada yang sampai dalam dua minggu tapi ada juga yang sebulan lebih, bahkan ada satu yang belum ada kabarnya hingga kini, so saad.

Dan inilah postcard yang saya dapat dari Korea. Lalala yeyeye. 
Which one is your favorite?

kartu pos dari korea

menulis kartu pos
 
Ini adalah kartu pos yang pertama sampai. Gambar hanbok dan sebuah kantong kecil gitu. Si pengirim sedikit cerita tentang hanbok dan kantongnya. Silakan baca pesan di baliknya (gambar di bawahnya). Btw, tulisan mbak-mbak bernama Yun ini rapi banget ya. Suka :D Dibutuhkan skill trsendiri buat nulis sebanyak itu di postcard, karena kalau tulisan kita gede-gede jatuhnya cuma muat sedikit informasi haha.



Yang ini foto Gyeongbukgung Palace bersama eonni-eonni yang lagi pake hanbok. Nggak dijelaskan juga ini ceritanya lagi ngapain atau emang cuma disitu buat kepentingan foto doang. Ketika pertama kali menerima kartu pos ini saya langsung kepikiran kalau ini adalah tempat yang sama yang dipakai Dian Pelangi dan Barli Asmara foto bareng pas mereka ke Korea beberapa bulan lalu hahaha. Emang cantik banget sih ini spot fotonya, mana ada danaunya juga. Semoga suatu saat bisa kesana yaa hehehe.


kartu pos hanbok korea

Ini ada semacam lukisan raja (era Joseon kayaknya) pakai jubah kebesaran warna biru. Di bawahnya ada tulisan "Iksungwan-po (King's official robe in red)". Si pengirim nggak mencantumkan keterangan apapun tentang gambarnya. Awalnya, saya mikir tulisan di bawah itu berarti: jubah raja tuh kayak gini, tapi yang resmi harusnya warna merah. Well, mungkin aja yang di gambar itu adalah lukisan Putra Mahkota. Kan kalau di drama-drama jubah putra mahkota warnanya biru, sedangkan jubah raja warna merah hahaha (korban drama banget). Tapi teman KKN saya yang pernah riset tentang kebudayaan Korea demi bikin komik (yes, let's adore her effort) menjelaskan bahwa yang membedakan jubah raja dengan jubah putra mahkota adalah jumlah cakar naganya. Kalau empat, berarti putra mahkota. Sedangkan lima kuku cakar berarti jubah raja. Sehingga saya pun berkesimpulan: yang di gambar adalah baju raja (five dragon claws) kalo lagi sante (karena biru), kalo lagi acara resmi nanti pakenya merah. Well, kalo salah mohon dikoreksi yaa :D

Nah, abis itu karena saya dan mereka mencantumkan username sosial media masing-masing, jadilah kita berteman di Instagram hehehe. Ya gitu, bertukar kartu pos memang jadi bikin kita berteman dengan banyak orang dengan hobi yang sama :)


Sabtu, 1 Desember 2018
Hujan deras diiringi alunan suara Jongdae
yang makin kusuka :') 
December 01, 2018 1 comments
Meskipun sebulan lebih nggak nulis di blog karena alasan sibuk (well meski sebenernya juga nggak gitu) dan karena mood nulis lagi beneran nggak ada...hari ini saya tetep ingin mengucapkan: Selamat Hari Blogger Nasional untuk semua blogger di Indonesia. Hope we always put a little love in every post we made :) Harusnya ini juga diucapkan kemarin sih, tapi kemarin saya cuma menjadikan gambar di bawah ini sebagai story WA, hahaha, jadi baru sempet sekarang yaa nggak apa-apa ya. Mohon dimaafkan hehe.



Saya bikin postingan ini karena tiba-tiba aja dapet semangat buat nulis lagi setelah membaca tulisan berjudul Zona Nyaman, Rumah, dan Tempo (klik here to read more, bagus wis!). Seorang blogger yang juga penggemar per-korea-an yang membuat tulisan itu, dan mungkin karena apa yang dia tulis sangat dekat dengan problematika kehidupan yang saya alami saat ini, maka saya jadi terharu dan entah bagaimana menggerakan hati buat nulis lagi di blog meski hanya secuil. Jujur, tadinya aku niat buat skip nulis lagi minggu ini, tapi oh...tulisan itu membangkitkan semangat nulisku hahah. So, thanks a lot, Mas atas tulisanmu. See? Maybe you didn't know me in person, but something that you wrote in your blog sincerely helped me to post this simple thing in my blog. Keep writing! Seperti itulah kehidupan para blogger mungkin hehe, hanya saja efeknya beda-beda antara yang punya banyak pembaca dengan yang kayak saya hehehe.

Saya menulis di blog kadang memang didasari niatan 'bikin konten', tentu saja yang sesuai minat saya yang pada akhirnya saya jadikan kelompok-kelompok menu tulisan di bawah halaman judul. Namun adakalanya saya menulis semata-mata buat curhat, buat diri sendiri untuk kelak dibaca-baca lagi hehe. Lalu, kenapa nggak nulis buku harian aja? Hmm...dulu sih saya rajin nulis buku harian, tapi sekarang enggak. Saya lebih senang dan menikmati memunculkan tulisan lewat blog, meski dengan demikian materi yang saya ungkapkan tentu saja terbatas dalam artian nggak bisa curhat sepuasnya karena bagaimanapun blog adalah media sosial.

Tentang pembaca blog, saya juga nggak yakin hahaha. Pembaca blog saya mungkin adalah teman-teman INKspiration yang akhir-akhir ini lagi pada nggak semangat nulis hehe, mungkin juga anggota Komunitas Blogger Perempuan yang ndilalah melihat tulisan saya di web komunitas, atau juga orang-orang yang kebetulan cari info lewat google dan nemu tulisan saya, dan bisa jadi juga pembacanya adalah fans-fans saya yang sedang kepo hahaha...layaknya saya ngepoin Kai EXO hahaha. Siapapun kalian, terima kasih...semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat atau setidaknya menghibur kalian. Doakan saya bisa tetep semangat nulis dan bisa makin menghasilkan konten berfaedah ya!

Tentang pembaca ini, sempat ada kejadian yang bikin saya terharu. Yaitu ketika suatu hari saya kondangan dan bertemu dengan seorang teman sekolah yang udah bertahun-tahun banget nggak ketemu dan nggak kontak, tapi ketika bertegur sapa...kalimat pertama yang muncul darinya adalah: "Hai, aku sering baca blog kamu lho!". That's amazing! Hahaha. I don't know why but I can feel a sincerity in those words. Sungguh, jadi semangat nulis lagi wkwkw. Thank you!

Karena saya lagi demen sama makhluk ini, maka saya kasih GIF ini sbg ucapan terima kasih hehe.
Sebenernya, saya pengen bikin tulisan-tulisan semacam Friendship in Twenty-Something yang saya unggah beberapa bulan lalu, atau juga semacam yang ditulis Mas Ron berjudul Zona Nyaman, Rumah, dan Tempo tadi...tapi kadang saya ragu, saya terlalu insekyur untuk mengungkapkan pemikiran ke publik, tidak seperti Nurul di tahun 2013-2014 yang segala curhat berceceran di blog HAHAHAH. Saya ingin bisa menuliskan uneg-uneg dan pemikiran saya dengan bahasa yang...yang apa ya...yang gak emosional banget gitu kali ya. Semoga ke depan bisa ya, heheh.

Well, that's all for today! Good night!


28/10/2018 22:22
Habis liat teaser-nya Zhang Yixing dan aku makin terpesona
Help! Nggak ngerti lagi aku tu huhuhu
October 28, 2018 2 comments
Mojokerto mungkin bukan tujuan wisata favorit Jawa Timur layaknya Malang atau Banyuwangi, namun Mojokerto memiliki sisi menarik dari segi sejarahnya. Sekitar enam ratus tahun silam, tanah itu merupakan pusat salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, yakni Majapahit. Beberapa hari lalu, saya ke Mojokerto dan merasa beruntung dapat mengunjungi sejumlah situs bersejarah di kota itu. Sebenarnya, tujuan utama saya bukan untuk explore Mojokerto. Lima jam saya menempuh perjalanan dengan kereta dari Jogja dalam rangka "ngeterke nganten" sepupu saya yang menikah dengan pria keturunan Gadjah Mada hehehe. Nah kebetulan, saya memiliki teman KKN yang tinggal di Mojokerto, jadi sekalian silaturahim ke rumah dia dan jalan-jalan keliling Mojokerto, atau lebih tepatnya Trowulan.


Pengalaman Wisata Hits Mojokerto
Setelah melewati Gapura Wringin Lawang ini, saya akan berubah jadi Tribhuwana Tunggadewi.

Sebagai penggemar drama kolosal Korea dan suka ha-hal bertema kerajaan, saya antusias mengunjungi Mojokerto. Setelah beberapa hari sebelumnya mencari informasi di internet, saya mengutarakan kepada Choiri tempat mana saja yang ingin saya kunjungi. Pada dasarnya, daftar tempat wisata yang kami kunjungi adalah candi-candi di kompleks Cagar Budaya Trowulan plus Museum Trowulan. Pada hari yang dijanjikan, saya dan Choiri bertemu di Polsek Bangsal (saya berangkat dari kediaman keluarga suami kakak saya di Mojosari naik Go-Jek, Mojokerto ada Gojek kok jadi don't worry). Pagi-pagi sekitar pukul delapan, petualangan kami dimulai saya disupiri Cho naik Supra kesayangan. Saya sengaja milih start pagi biar nggak terlalu panas. Mojokerto nggak seadem Magelang tentu saja haha.

Awalnya, Museum Trowulan ada dalam list tempat yang ingin saya kunjungi, namun Choiri mengatakan bahwa museum tersebut tutup di hari Minggu. Wah, sayang sekali padahal saya berharap mendapat pengetahuan sejarah dari museum. Jadinya saya hanya mengunjungi tempat-tempat yang saya ceritakan di bawah ini. Nah jika ingin tau how to get those tourism destination, sesungguhnya saya hanya mengandalkan Choiri dan Google Map, kalau ada dari kalian yang ingin ke Mojokerto atau ndilalah lagi ke Mojokerto dan ingin main, turun saja di stasiun Mojokerto, trus nanti naik Gojek menuju lokasi. Memanfaatkan Gojek buat wisata hehe.



Candi Tikus

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Candi Tikus. Ketika sampai di lokasi, mas-mas penjaga masih bersiap-siap, sepertinya kami adalah pengunjung pertama di hari itu. Candi Tikus terletak di tengah kolam persegi. Di sisi luar candi, tertulis bahwa tempat ini merupakan "petirtaan", namun saat saya ke candi, tirtanya lagi gak ada. Mungkin lagi kemarau kan ya, jadi gak diisi. Ada sih airnya, tapi cuma dikit banget. Hanya ada lumpur hijau cukup tebal di dasar candi, bekas endapan ketika ada airnya. 


Backpacker Mojokerto
Candi Tikus, difoti dari tangga untuk menuruni kolam.
Harusnya candi dikelilingi air, tapi pas ga ada huhu.

Candi Tikus tampak dari samping.
Awalnya, saya mengira diberi nama Candi Tikus karena ukurannya kecil cuma muat buat tikus hehe, tapi Choiri menjelaskan bahwa nama itu disematkan dengan alasan ketika pertama ditemukan, banyak tikus berada di lokasi. Beberapa bangunan candi kecil terdapat di tengah menara, dikelilingi kolam besar berbentuk persegi panjang. Tepat di hadapan candi, ada tangga untuk turun menuju kolam, nah di sisi kanan kiri tangga ini ada kotak kecil, semacam ada kolam dalam kolam gitu. Dua kolam kecil di kanan kiri tangga inilah yang masih terisi air dan ada ikannya kecil-kecil pada mabok (kayak lagunya Joshua, hehe maap receh). Ada juga semacam pancuran-pancuran berukir di beberapa sisi candi, kira-kira dulu air di pancuran itu dialirkan dari mana ya? 

Candi Tikus  diperkirakan dulunya difungsikan sebagai tempat pemandian para raja dan ratu Majapahit. Hmm, jadi kebayang, pasti butuh persiapan yang nggak sebentar tuh kalau raja atau ratu mau mandi di situ, belum lagi kalo misal mandinya pake kembang-kembang gitu haha. Yang bikin saya penasaran adalah, kalau tempat mandinya disitu kira-kira istananya dimana ya. Hmm. Oh iya, selain sebagai pemandian, ada juga yang menyebutkan bahwa candi ini digunakan sebagai tempat upacara.

Puas melihat bangunan candi, kami keluar dan...jajan pentol. Btw, salah satu makanan khas di Mojokerto adalah pentol. Saya beli pentol lima ribu di penjual yang mangkal di depan Candi Tikus, saya nggak nyangka rasanya enak sekali huhu ingin coba lagi. Kalau ke Mojokerto, kayaknya wajib deh nyobain pentol yang asli dari sini, rasanya lezatnya membahagiakan.



Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu Mojokerto
Candi Bajang Ratu dari sisi Timur.

Saya dan Choiri tidak menentukan itinerary perjalanan, hanya menentukan tujuannya dan waktunya fleksible. Setelah dari Candi Tikus, Choiri membawa saya ke Candi Bajang Ratu yang jaraknya hanya beberapa menit dari lokasi pertama. Menurutku candi ini anggun sekali, bentuknya menawan. Nggak heran, tempat ini tuh sering dipakai buat foto pre-wedding. Sayangnya, ketika sampai di Candi Bajang Ratu, cahaya matahari sedang tidak dalam posisi mendukung pengambilan foto ciamik. Jadi, setelah saya pikir lagi, kayaknya lebih seru ke candi-candi di Trowulan kalau pas sore deh. Lighting-nya bagus haha. Yha terkecuali Anda bermodal kamera canggih yang bisa take a great photo kapan aja hehe. Ini saya cuma modal kamera handphone soalnya, ya biar kayak Nicholas Saputra yang bio-nya tertulis "all photo taken by smart phone". Hanya saja, selisih harga smartphone saya sama punya Mas Nicholas tuh jauh hahaha.


Relief kala di sisi atas Candi Bajang Ratu.

Tempat Foto Hits Mojokerto

Ngomong-ngomong tentang Candi (ada juga yang menyebutnya Gapura) Bajang Ratu konon dulunya merupakan pintu masuk menuju tempat suci buat memperingati kematian Raja Jayanegara, raja kedua Kerajaan Majapahit yang meninggal karena dibunuh. Sebagai raja, Jayanegara dikenal sebagai raja yang kurang arif dalam memimpin. Selain itu, beliau juga mendapat beragam pertentangan terkait kelayakannya menjadi raja karena ia adalah putra dari selir Raden Wijaya. Nama Bajang Ratu sendiri sering dihubungkan dengan usia Jayanegara ketika naik tahta yang masih sangat muda (bajang/bujang). Cerita itu terdapat dalam Kitab Pararaton. Di Candi Bajang Ratu dijumpai sejumlah relief, salah satunya adalah relief kala yang erat dikaitkan dengan pengusir roh-roh jahat sebelum masuk ke tempat suci.



Kolam Segaran

Dari Candi Bajang Ratu, kami geser lagi ke Candi Brahu. Sebelum sampai ke lokasi, Choiri menunjukkan kepada saya sebuah kolam sangat besar yang kami lewati dalam perjalanan. Kata Cho, kolam yang saat saya lewat banyak orang-orang lagi mancing itu dulunya merupakan tempat cuci piring keluarga Majapahit. "Tapi nek kolamnya segede itu apa dulu piringnya juga gede-gede banget ya?" Cho mengutarakan pertanyaan. Hmm, kalau saya lihat ukuran kolamnya sih, muat itu buat cuci piring orang sekampung saya plus kampung tetangga. Mungkin dulu kan keluarga kerajaan banyak banget, abdi dalemnya juga banyak, jadi kitchen utensil yang harus diasahi juga banyak makanya dibikin kolam segede itu. Ukuran kolam segede itu mungkin juga biar nggak najis, kalau kata kitab Takrib sih kan udah lebih dari dua kaulah wkwkwk. Itu sih cocoklogi ala saya. Btw, Kolam Segaran ini kayaknya nggak terlalu dalam, soalnya saat itu di tengah kolam ada sejumlah pria yang tengah berdiri (mungkin sedang nyeser ikan) dan ketinggian air hanya seukuran dada mereka. Oh iya, mohon maaf nggak ada fotonya karena cuma lewat doang kemaren heheh.




 Candi Brahu

Pesona Candi di Mojokerto

Diantara candi-candi yang saya kunjungi sebelumnya, Candi Brahu ini yang paling ramai oleh penjual di sekitarnya sekaligus yang paling besar. Ahli sejarah memperkirakan, Candi Brahu juga merupakan candi tertua yakni dibangun pada masanya Mpu Sindok. Seinget saya, berdasar materi yang diberikan guru Sejarah jaman SMA (Pak Joko) Mpu Sindok ini yang dulunya memindahkan pusat kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah ke Jawa Timur untuk menghindari bencana letusan Gunung Merapi dan menghindari ekspansi Sriwijaya. Berarti Candi Brahu dibangun jauh banget sebelum masa Majapahit, karena sejak era Mpu Sindok, masih ada era Medang, Kediri, Singasari, dan baru Majapahit. Nggak heran banyak batu-batu candi yang udah rusak.

Pada masa Majapahit, ada yang memperikirakan bahwa tempat ini dulunya digunakan untuk menyimpan abu raja-raja Majapahit, namun hal ini lemah karena nggak ada sisa-sisa abu manusia yang ditemukan di dalam candi. Maka, muncul spekulasi lain bahwa Brahu dulunya diapaki buat upacara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya benda-benda untuk upacara di di sekitar candi.





Candi Brahu memiliki lubang yang cukup besar, semacam pintu tapi nggak bisa dimasuki karena terlalu tinggi. Mungkin dulu ada tangga yang menghubungkan ke pintu itu, kalau sekarang sih udah nggak ada jadi kalau mau masuk harus penekan dulu. Tapi tetep nggak boleh dimasuki sih haha, udah terlalu ringkih mungkin. Di dalam candi konon ada ruangan yang cukup luas dan muat buat sekitar tiga puluh orang. Sungguh ya, kalau liat candi-candi gitu jadi inget adegan upacara-upacara adat di drama kolosal Korea, trus bayangin ada upacara serupa tapi versi jaman Majapahit. Make me wanna travel the time haha.

Matahari pas ganas-ganasnya pas kami sampai di Candi Brahu. Saya bilang ke Choiri, bahwa masih ada Gapura Wringin lawang dan Patung Buddha tidur yang ingin saya kunjungi. Di sisi lain, saya juga ingin mampir ke Jombang buat ziarah ke Makam Pondok Pesantren Tebuireng. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Jombang dulu, karena kompleks makam Tebuireng tutup jam empat sore dan kami nggak mau kesorean haha. Setelah re-apply sunblock, kami melanjutkan perjalanan ke Jombang, sungguh ngantuk aku sepanjang jalan hahaha.

Sedikit cerita tentang Jombang: tempat yang pertama kami datangi adalah Makam Pesantren Tebuireng. Usai ziarah kami jalan kaki ke Museum Islam Nusantara KH. Hasyim Asy'ari (MINHA) yang terletak tak jauh dari makam (tapi tetep panas banget sih jalannya huhu). Sayangnya, museum tersebut belum buka dan belum boleh masuk karena belum diresmikan.Yah, padahal pensaran isinya. Yaudah nggak apa-apa, semoga lain kali bisa kesini lagi pas udah buka. Berdasarkan artikel yang saya baca sih, bangunan lima lantai itu nantinya bakal dipakai untuk menyimpan peninggalan Hadratussyekh dan dokumen sejarah Islam masuk ke Nusantara. MINHA juga rencananya akan menjadi tempat kegiatan seni dan budaya. Menarik ya. Oh iya, di depan museum terdapat Monumen At Tauhid dengan panel-panel bertuliskan Asmaul Husna.


Pengalaman ke Museum Islam Nusantara

Selain mengunjungi Kompleks Makam Gus Dur di Tebuireng, saya juga sempet mencicipi kuliner sekitaran Jombang. Menu makan siang saya dan Choiri adalah tahu campur yang kami beli di warung pinggir jalan. Makanan ini tuh semacam kupat tahu kalau di Magelang, bedanya tahu campur pake kuah petis. Trus yang bikin beda karena ada kikil atau apalah namanya, something dari sapi. Lumayan sih rasanya, hanya saja saya nggak bisa makan kikilnya karena aromanya terlalu menyengat heheh.



Patung Buddha Tidur

Harga Tiket Patung Buddha Tidur Mojokerto
Sorry I can't take a proper pic cause it's too crowded.
Setelah makan, sholat, dan istirahat sejenak di sebuah masjid kami kembali ke Mojokerto dan mengunjungi patung Buddha Tidur, tempat wisata yang katanya ikonik di Mojokerto. Bentuk patung Buddha Tidur nggak kalah estetik daripada patung serupa di Thailand, bahkan patung yang dibangun oleh seniman patung lokal YM Viryanadi Mahateria, pada tahun 1993 ini dinobatkan sebagai Patung Buddha Tidur terbesar ketiga di Asia Tenggara. Nggak heran, peminat wisatanya sangat banyak. Literally, tempat ini ramaiiiii sekaliii...atau mungkin karena bertepatan dengan hari minggu kali ya.

Patung setinggi empat setengah meter dengan panjang dua puluh dua meter ini berada di kompleks Maha-Vihara Majapahit, Trowulan. Semula, tempat ini hanya dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Buddha, namun sejak tahun 2012, patung Buddha tidur dinobatkan sebagai obyek wisata. Posisi patung yang menggambarkan Buddha tertidur ini tentu ada artinya, jadi konon ketika Sang Buddha meninggalkan dunia menuju Nirwana, posisinya tidur miring ke sisi kanan kayak gitu. Trus patung yang menghadap Selatan menggambarkan kiblat umat Buddha yaitu menghadap ke Selatan.

Salah satu patung Buddha dengan mudra  yang berbeda-beda di pintu masuk vihara.

Sebagian relief yang ada di salah satu dinding bangunan vihara.

Di dekat pintu masuk vihara, terdapat beberapa patung Buddha yang berdiri berjajar dengan sikap tangan (mudra) yang berbeda-beda. Dahulu, pas SMP saya pernah tuh dikasih materi tentang mudra-nya Sidharta Gautama, tapi sekarang udah lupa hehehe. Jika berjalan mengitari vihara, kita akan menemukan dinding yang dihiasi panel relief berukuran besar dari semacam logam kalo nggak salah. Kalau saya nggak salah mengenali, di relief ini ada posisi Buddha yang lagi tidur kayak di patung (Reclining Buddha), posisi Buddha yang lagi meditasi, dan posisi Buddha kayak gambar di atas. Apa ya itu? Apakah itu menggambarkan ketika Buddha memberikan pencerahan? Hmm...saya juga tidak sepenuhnya paham. Boleh share kalau ada yang paham hehe.


Candi Wringin Lawang

\Trowulan mendung ketika kami sampai di Candi Wringin Lawang. Menurut informasi bapak-bapak penjaga parkir di Maha Vihara Majapahit, Candi Wringin Lawang buka hanya sampai jam emapt sore, namun ketika kami sampai disana jam empat lewat, kami masih bisa masuk. Bahkan free, tidak ada gerbang yang menghalangi kami masuk dan tidak ada petugas. Banyak arek cilik yang lagi bersepeda ria di area candi.


Harga Tiket Wisata Candi Mojokerto


Candi Wringin Lawang dikenal pula sebagai Gapura Wringin Lawang konon merupakan pintu gerbang menuju Kerajaan Majapahit, tapi saya dan Choiri berpikir, kalau misal ini pintu gerbangnya tuh kayak kurang sesuai. Soalnya kan di tengah gapura itu ada tangganya, nah masa kalau ada arak-arakan pangeran naik kuda, kayaknya kurang pas kalau lewat tangga hahaha. Apalagi saya lagi-lagi keinget kalau di K-Drama tuh, gerbang kerajaan mesti besar dan muat untuk lewat kereta kuda, dan bentuknya kayak semacam benteng gitu hehe. Untungnya, saya nemu referensi lain yang menyebutkan bahwa Gapura Wringin Lawang adalah tapal batas negoro, jadi ini pintu penghubung Negoro dan Monco Negoro, nah kalau itu make sense kan ya. Jadi nanti kalau ada raja mau ke luar negeri atau ada utusan luar negeri mau masuk Majapahit, nanti disambutnya di gapura ini gitu. Well. 


Gapura Wringin Lawang dari samping.
Bentuk Gapura Wringin Lawang kayaknya dipake buat inspirasi pembangunan gapura di area Mojokerto. Hampir semua bangunan di Mojokerto, mulai dari gapura kampung, pintu masuk sekolah, kantor pemerintahan, rumah sakit, dll. tuh menerapkan bentuk gapura ala candi bentar ini. Saya sampai mikir bahwasanya basic skill yang harus dimiliki para tukang di Mojokerto adalah untuk membuat gapura bentuk candi bentar hahaha. Gapura-gapura itu kemudian menjadi ciri khasnya Mojokerto. Menarik ya!

Selain gapura-gapura ala candi bentar, saya juga menjumpai hal unik lainnya di Mojokerto, khususnya di daerah Trowulan. Di tempat ini bangunan rumah tuh dibikin hampir serupa satu sama lain, kayak gambar di bawah ini. Mungkin ini ceritanya menyerupai rumah-rumah zaman Majapahit. Bangunan ini nggak melingkupi keseluruhan rumah, hanya menutup bagian terasnya saja. Kalau dilihat dari samping, bagian "inti rumah" ya tetep dicat warna-warni kayak rumah-rumah di Jawa pada umumnya, jadi keliatan kayak tempelan aja gitu hehe. Mungkin bangunan coklat yang terlihat adem ini adalah anjuran dari pemerintah yang dibangun belakangan setelah rumah inti jadi. Tapi, menurut saya itu bagus sih, jadi sesuatu yang khas dari Trowulan.


Ciri khas rumah di daerah Trowulan.

Rumah Majapahit kuno ala Trowulan.


Yes, itulah tadi cerita perjalanan saya selama di Mojokerto dan Jombang. Seneng banget bisa mengunjungi sisa-sisa kejayaan Majapahit di Trowulan. Harga tiket masuk obyek wisata pun cukup murah, masing-masing obyek dipatok Rp3.000,- plus parkirnya jugga Rp3.000,-, kecuali Gapura Wringin Lawang yang entah kenapa free haha. Sayangnya, situs-situs sejarah itu tidak dilengkapi dengan informasi tertulis apapun yang menceritakan kisah di baliknya atau fungsi bangunan pada zaman dahulu. Jadi wisatawan cuma bisa sebatas datang dan foto. Saya aja, dapet semua informasi itu dari hasil browsing di internet. Semoga hal ini bisa jadi perhatian pemerintah dan pengelola Badan Pelestarian Cagar Budaya Trowulan agar candi-candi di Trowulan nggak cuma bisa dinikmati indahnya tapi juga bisa jadi wisata sejarah yang mengedukasi pengunjung akan nenek moyangnya. 

Terima kasih kepada rekan seper-KKN-an, Choiri yang udah jadi supir saya eh travelmate saya dan menemani #ExploreMojokerto sekaligus jadi tukang fotonya Duchess of Mungkid hahaha. Terima kasih juga untuk keluarga Choiri yang mengizinkan saya menginap, mandi, dan makan heheheh. Terima kasih juga untuk keluarga paklik-nya Mas Ulum yang menyediakan tempat istirahat untuk rombongan keluarga mempelai wanita. Semoga kebaikannya dibalas Allah SWT. Terkhusus untuk ibuknya Choiri, semoga perjalanan hajinya lancar dan senantiasa sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur ya, Bu :)


Wisata Murah Mojokerto
Bidadari Seliu 2/18: Nurul dan Choiri.
Btw, kakak sepupu saya baru saja melangsungkan pernikahan. Rasa bahagia dan haru turut melingkupi saya dengan momen bersejarah itu. Kakak saya adalah sosok yang saya yakin bisa menjadi panutan bagi orang-orang di sekitarnya, sendiri saja dia sudah begitu hebat. Kini, ia telah bersama orang hebat lainnya yang akan menemani perjuangan, tak lain suaminya. Pria yang melabuhkan cinta pada kakak saya adalah orang Mojokerto, maka sesuai adat pernikahan di Jawa, setelah mengadakan pesta di mempelai wanita, biasanya akan ada boyongan keluarga besar ke kediaman mempelai pria. (Itulah kenapa saya ada datang ke Mojokerto.) Sekali lagi selamat menempuh hidup baru untuk Mbak Nisa dan Mas Ulum, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah warohmah.

Sabtu, 04 Agustus 2018
Ditulis dengan latar suaranya
Jung Joon Young - Sympathy (playing in repeat)
He has a very powerful voice!! I wanna cry...
August 04, 2018 3 comments
Selain menyulam yang telah saya bahas sebelumnya, di tahun 2018 ini saya juga mulai bikin kristik lagi. Sejauh ini, sudah ada dua kristik yang saya buat, satunya adalah bentuk hati kecil-kecil yang banyak dan bergabung jadi bentuk hati besar haha. Ini saya dapat polanya dari Pinterest lalu stitch sendiri. Sekali lagi kristik selalu bisa lebih rapi karena nggak butuh keterampilan menggambar dan hanya ngitungin pola aja. Satu kristik lagi adalah bentuk flamingo, burung berwarna cantik. Kalau dari info yang saya baca, konon warna yang dimiliki flamingo ini didapat dari beta karoten yang mereka dapatkan dari makanannya. Semakin sehat burung flamingo, warnanya akan semakin jelas. Sementara flamingo yang kurang gizi warnanya bakal pucat. Lah, kok malah jadi kayak majalah hewan-hewan ini. Nah, berarti flamingo yang saya buat ini adalah flamingo super sehat karena warnanya super terang hehehe.

My flamingo.
사랑
Berbeda dengan sulam yang butuh hoop untuk menjaga kainnya tetep kaku ketika kita menyulam, kristik tidak membutuhkan hoop. Hoop bisa dipakai bisa juga tidak. Jadi, hoop di sini sifatnya hanya alat bantu saja  buat gaya-gayaan, bukan alat utama. 

Benang
Kalau sulaman pakainya benang sulam Rose Brand, benang yang saya pakai untuk membuat kristik adalah benang wol (acrylic yarn) yang bisa ditemui di segala tempat toko jahit dengan ukuran dan warna yang bervariasi. Saya punya beraneka ragam ukuran benang wol yang saya beli dengan harga bervariasi, tapi saya cuma ingat yang ukuran agak gede kayak yang warna pink dan biru di gambar itu harganya Rp2.000,-. Saya kurang paham itu ukuran berapa meter, tapi yang jelas itu cukup bisa bikin kristik gede, bisa laah cover ukuran 10x10 cm full kristik, atau bahkan mungkin lebih. Saya beli benang yang ukuran kuning itu jelas kegedean, kecuali kalau mau dipakai buat bikin yang super gede.

Benang-benang yang saya pakai.


Kain
Untuk kain kristik, saya beli kain strimin yang dijual Rp20.000,- per meter. Ada aneka warna kain yang bisa dipilih. Alasan saya pilih strimin yang bentuknya kayak gini adalah karena lebih kuat untuk menopang segala sulaman kristik di atasnya. 

Detail tekstur kain strimin yang saya gunakan.

Ini pola kristik yang saya beli sepaket.
(Maaf kalau nggak keliatan jelas).
Ada kertas pola, foto pola, benang, dan jarum.
Sebenarnya ada striminnya tapi sudah saya buang :(

Pola
Pola yang saya dapat untuk kristik ini yaa lagi-lagi mengandalkan google lalu saya cetak sendiri (agar lebih mudah ngitungin polanya) atau cukup disimpan di telepon seluler. Sebenarnya bisa juga beli pola, nanti kalau beli temen-temen bakal mendapat pola, foto kalau polanya udah jadi, jarum, strimin, sekaligus benang-benang yang diperlukan. Ukuran polanya bisa beragam, saya pernah beli yang ukuran 20x20 cm seharga Rp15.000,- (tahun 2013) udah mencakup segalanya. Waktu itu saya belinya di Krapyak, di toko alat jahit sebelah Indomaret Krapyak, Jogja. Ada beraneka ragam pola juga yang bisa dipilih, ada bunga, ada kartun, hewan, dll. Hanya saja, saya pasti mengganti strimin bawaan dari paket pola tadi dengan strimin kain seperti yang saya pakai ini, biar lebih kuat. Intinya saya tidak menyukai kerapuhan sih sebenarnya hahaha.

Yap, itu tadi sedikit yang dapat saya bagikan terkait kristik. Semoga lain kali bisa cerita lagi :)
February 16, 2018 3 comments
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Sekilas tentang Departemen MKP Fisipol UGM
    Saya adalah mahasiswa semester delapan yang memiliki seorang adik yang tengah menempuh tahun terakhirnya di SMA, bulan-bulan ini ia tengah ...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • Serunya "Berbagi" Kartu Pos Lewat Proyek Postcrossing
    Postcrossing adalah sebuah proyek online yang memfasilitasi para anggotanya untuk mengirim dan menerima kartu pos dari dan ke seluruh penj...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • Mata Najwa on Stage (Metro TV on Campus UGM)
    Kalian tahu Najwa Shihab kan? Jurnalis pinter lagi cantik yang punya acara talkshow berjudul Mata Najwa? Tahu kan? Tahu dong? Ada apa den...
  • A Drama that So Much Impress Me
    Saya tidak banyak menonton drama Korea, beberapa drama yang pernah saya tonton hanyalah Boys Over Flower , The Moon That Embraces The Sun ...
  • [K-DRAMA] Mr. Sunshine: Salah Satu Drama Recommended 2018
    The saddest thing about nonton K-Drama adalah ketika kamu nggak ada temen buat membahasnya. Apalagi kalau genre drama yang kamu suka adal...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose