twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Laskar Pelangi, sebuah novel fenomenal peraih best-seller di Indonesia dan diterbitkan pula dalam berbagai bahasa di berbagai negara adalah karya seorang pemuda Belitung bernama Andrea Hirata. Masih ingat dalam benak saya ketika semangat dalam diri saya yang kala itu masih duduk di bangku SMP begitu membara, termotivasi usai membaca Laskar Pelangi. Setelah novelnya begitu digemari dan diangkat menjadi sebuah film, Belitung yang menjadi latar cerita Laskar Pelangi turut 'naik daun' menjadi salah satu tujuan wisata favorit.  Sang penulis pernah berjanji bahwa ia akan menyisihkan sebagian royalti penjualan bukunya untuk pendidikan. Maka, lima tahun setelah Laskar Pelangi diterbitkan pertama kali, ia mendirikan Museum Kata Andrea Hirata di Gantong, Belitung Timur. Museum yang didaulat menjadi museum sastra pertama di Indonesia ini didirikan dengan tujuan agar para pengunjungnya berani bermimpi dan mewujudkan impian, seperti Laskar Pelangi. Museum Kata Andrea Hirata kemudian menjadi penambah daya tarik pariwisata Belitung, sebuah alternatif wisata selain pantai-pantai dengan batu granit raksasanya.

Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Bagian depan Museum Kata Andrea Hirata.
Pintu ini bukan pintu utamanya,
pintu utama berada di samping tempat saya berfoto hehe.

Dua puluh enam Agustus 2015 (lima hari sebelum penarikan Tim KKN, pulang ke kampus), saya berkesempatan mengunjungi museum ini bersama sebagian keluarga KKN-PPM UGM Unit BBL-11. Kami berangkat dari lokasi KKN kami di Pulau Seliu pagi hari, naik kapal angkutan kecil untuk menyeberang menuju Dermaga Teluk Gembira di Desa Padang Kandis. Sebuah bus pariwisata ukuran sedang (kapasitas sekitar 35 kursi) yang menanti di Teluk Gembira akan mengangkut kami mengunjungi sejumlah tempat iconic di Belitung. Seingat saya, guru-guru di sekolah yang ada di Pulau Seliu-lah yang membantu kami mencarikan bus pariwisata ini. Terima kasih :)
Oh iya, ini kalau ada yang tanya "Situ KKN apa maen?", hmmm yha KKN, tapi gimana yak, KKN kami emang se-seru ini sih dari awal sampai akhir. Suka duka kami nikmati bersama. Kalau kata lagunya Mas Ipank sih "kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli" atau kalau Sherina bilang "rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan" (hmm....baper lagi saya haha). Lanjuttt....

Jika Anda ke Belitung, sempatkanlah berkunjung ke museum yang satu ini. Seingat saya, Museum Kata Andrea Hirata terletak tak jauh dari replika SD Muhammadiyah Gantong (atau lebih dikenal dengan replika Sekolah Laskar Pelangi) dan tak jauh dari tempat wisata Kampung Ahok. Saya mencoba memanfaatkan Google Map untuk melihat seberapa jauh museum ini dari Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, dan ternyata jarak museum dari bandara adalah kurang lebih satu jam perjalanan darat. Museum ini terletak di pinggir jalan, tanpa pagar pembatas atau semacamnya. Cat warna-warni mencolok yang menghiasi museum pasti akan menarik perhatian Anda. Sebuah artikel di situs berita CNN online menuliskan bahwa atas nama idealisme, Andrea memilih tidak membangun museum ini di kota besar, melainkan di kampung halamannya. Selain terasa lebih berarti,  Andrea juga berniat memberdayakan orang lokal di daerahnya. Misalnya, ia mempekerjakan enam orang lokal untuk operasional museum sehari-hari.

Letak Museum Kata Andrea Hirata Belitung
Ini plang utamanya, akan terlihat mencolok dari jalan hehe.
Mengamati es krim yang kian  mencair, Belitung panas rek!

Quote Museum Kata Andrea hirata
Keterangan tentang Museum Kata Andrea Hirata.

Jujur, ketika berada di museum ini, saya pribadi kurang menikmati feel sastra-nya, karena saya takjub dengan fisik bangunannya. Habis gimana, segala sesuatu di tempat seluas sekitar 100x60 meter persegi ini sungguh eye-catching!! Interiornya yang dipenuhi barang-barang antik seperti radio lawas, televisi jaman dahulu, mesin jahit, kursi-kursi antik, dll juga telah memanjakan mata saya. Ditambah terbatasnya waktu berada di sini (karena kami manut Pak Sopir dan kru bus heheh) membuat saya tidak sempat membaca koleksi yang ada di museum yang dibangun dengan dana satu miliar ini. Hanya membaca sekilas-sekilas saja. Jadi, saya hanya akan berbagi sejumlah foto ketika saya dan teman-teman KKN berada di sana (biar nggak mubazir hehehe)  dan hal-hal yang saya ingat saja. Itupun maaf jika tak banyak yang dapat saya ingat, karena hamper tiga tahun berlalu sejak kunjungan itu. Maafkan. Suatu saat saya ingin mengunjungi Belitung lagi, mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata lagi untuk melihat lebih detail tentang museum ini.

Meski didirikan tahun 2010, namun berdasarkan plakat yang saya baca, museum ini baru diresmikan oleh Menteri Pariwisata (Pak Arif Yahya) pada tanggal 1 Maret 2015. Hal yang paling menarik perhatian dari museum adalah warna-warni cat yang menghiasi dinding-dindingnya. Bangunannya sederhana, tapi penuh warna. Ada beberapa ruang dalam museum yang diberi nama berdasarkan karakter di novel Laskar Pelangi (Ruang Lintang, Ruang Ikal, Ruang Mahar). Masing-masing ruang memiliki desain yang unik dan kreatif. Di dalam museum begitu banyak kutipan kata-kata dari sastrawan dunia yang tertulis di dinding bahkan di lantai. Terdapat koleksi 200 literatur berbagai genre dari seluruh dunia dalam museum. Sejumlah lukisan dalam berbagai ukuran juga hadir. Novel sang empunya museum pun tentu saja terpasang di dalamnya. Novel dalam berbagai bahasa berjajar rapi di salah satu dinding ruangan. Begitu pula foto-foto adegan dari film Laskar Pelangi.


Backpacker Belitung
Duo sahabat Geodesi, Sapta dan Ria berpose di hadapan
edisi internasional dari novel Laskar Pelangi.
This is my favorite photo, the way they look at each other is sooo daebak!!

Wisata Belitung yang wajib dikunjungi
Ada kutipan kata-kata yang tertulis di lantai museum.

Wisata Murah Belitung
Sebuah kalimat fenomenal dari Andrea Hirata.

Di museum privat ini disediakan pula ruang-ruang membaca yang cukup luas dengan kursi-kursi kayu yang nyaman. Mau membaca sambil ngopi? Bisa banget, sebab di bagian belakang museum juga terdapat dapur Kopi Kuli yang menyajikan kopi khas Belitung. Kopi yang dimasak dalam ketle dengan tungku kayu tradisional untuk memanaskannya. Maklum, Belitung  terkenal dengan kebiasan ngopi dan warung-warung kopi. Suatu ciri khas yang sering digambarkan Andrea Hirata dalam novel-novelnya, mungkin ia ingin menghadirkan kearifan lokal itu di museum ini. Sayangnya, saya pun tak sempat mencicipi kopi di tempat ini, satu-satunya kopi Belitung yang saya minum selama disana adalah kopi bikinan warga Pulau Seliu (yang menurut saya itu kopi enak banget, apalagi diminum sambal menyaksikan purnama aiiih). Di samping itu saya sesungguhnya adalah orang yang sudah cukup bahagia dengan sekedar kopi sachet.


Wisata Belitung Laskar Pelangi
Salah satu ruang membaca atau lebih tepatnya reading and writing space.

Jam buka Museum Kata Andrea Hirata adalah dari jam 10.00 pagi hingga jam 17.00 sore. Berada di dalamnya kita tidak akan bisa menahan diri untuk tidak berfoto-foto ria hehehe. Begitu banyak spot menarik yang sayang dilewatkan. Harga tiket masuk ke Museum Kata Andrea Hirata berdasarkan informasi yang saya baca adalah Rp50.000,00/orang. Harga itu termasuk CD OST Laskar Pelangi dan buku saku (yang saya gak tau apa isinya). Ada juga beberapa artikel yang bilang kalau masuk sana gratis. Ketika saya kesana, saya bahkan mengira kalau itu gratis (atau waktu itu gratis tapi sekarang udah bayar ya?). Waktu kami kesana tahun 2015, kami juga tidak mendapat CD OST Laskar Pelangi maupun buku saku. Ketika saya bertanya kepada teman KKN yang menjadi bendahara kala itu, ia mengatakan kalau ia sudah lupa perihal harga-harga. Hmmm....jadi soal harga masih misteri hehehe.

Itulah cerita saya tentang Museum Kata Andrea Hirata, sempatkanlah berkunjung kesini suatu hari nanti. Enjoy the tranquility in Belitung too! And...here some photograph about this lovely place! I put caption under the photos, make sure you read it! Semoga foto-foto ini bikin Anda terpanggil buat main ke Belitung heheheheh. 


Wisata Belitung Timur wajib dikunjungi
Hani, di salah satu furniture lawas dalam museum.


Wisata unik di belitung
Mbak Fitra, sang fotografer kebanggaan kami
dan Athia, biduan tersayang haha.
Bisa dilihat, ada sejumlah lukisan-lukisan pula dalam museum ini.


Backpacker Murah ke Belitung
Jendela pun dilukisi dan ditulisi.
Di ruang ini ada sepeda kuno yang keranjangnya dihiasi bunga-bunga, so cute.
Sayangnya, foto dari sepeda itu nggak ada yang bagus
jadi nggak saya unggah huhu.

Tips Wisata Laskar Pelangi
Sejumlah poster dari film Laskar Pelangi dan cerita di balik novelnya.


The others vintage furniture di sekitar Princess Mojokerto, Choiri.


Kak Ria, Geodesi Hitz mantan Paskib Bengkulu
dan Paskib kebanggaan Pulau Seliu.

Ini ruang favorit saya!
Ruang baca yang sangat berwarna. LOVE!!!
I took soo much photos in this room hahaha.

August 26, 2015. Did you know how much I miss you?
I really wish you to be here by my side.
#HALAHCURHAT

I'm coming home, Love.

Maaf ada saya lagi hahaha. 

Kira-kira, ini ruang Lintang, Mahar, apa Ikal??
Jujur, saya juga lupa hahah





My favorite quote!!!



Dan jangan lupa untuk terus semangat mewujudkan impian-impian!!
Semoga impian-impian kecilmu atau juga impian terbesarmu terwujud di tahun ini! :)

Minggu, 04 Februari 2018

Seluruh foto dari Tim KKN-PPM UGM 2015 Unit BBL-11
Sejumlah informasi didapat dari CNN Indonesia
February 06, 2018 No comments
Hari pertama di tahun 2018 ini saya mulai dengan berkondangan ke Kebumen, mendatangi pernikahan salah seorang teman kuliah bernama Ela. Sang mempelai wanita pernah ngekos sekamar selama tiga bulan bareng saya. Sekarang sih, dia udah resmi jadi temen sekamar suaminya hahaha. Turut berbahagia buat Ela, semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warohmah dan dikaruniai keturunan yang sholeh/sholihah. Amin.




Kondangan sebenarnya adalah ajang reunian dan saya bahagia sekali bisa bertemu dengan teman-teman kuliah Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Fisipol UGM angkatan 2012 ini hahahaha. Terakhir kami ketemu berbanyak gini pada tahun 2015 ketika kami menyelenggarakan makrab angkatan di somewhere deket Pantai Glagah, Kulonprogo. Waktu itu tagline makrab kami adalah: Lupakan MPAN, Lupakan KKN, I will always love you! #Again. Ya, makrab itu diadakan di semester enam ketika kami disibukkan oleh mata kuliah Metode Penelitian Administrasi Negara (MPAN) yang isinya adalah riset-riset, yaa bisa dibilang ini pra-skripsi laah. Setiap mahasiswa wajib mengumpulkan judul riset dan menyusun proposalnya, bahkan sudah mulai dikasih dosen pembimbing. Selain itu, kami juga disibukkan dengan persiapan KKN, rapat-rapat KKN, jualan something alias danus-an buat nambah uang saku KKN, dan mungkin juga berurusan dengan LPPM. Jadi, makrab ini bener-bener sebuah short escape bagi kami kala itu. Kalau tentang I will always love you, sebenernya itu adalah nama makrab jaman kami maba dulu. Makanya di tahun 2015, makrab angkatannya dikasih tagline I will always love you #Again hahaha.

Sebagian kecil gadis-gadis MKP 2012 bersama manten.
Me? That one who wear royal blue dress.
Balik ke momen 1 Januari 2018. Hari itu ada tiga rombongan yang berangkat ke nikahan Ela. Sebenarnya kami harus berangkat jam 06.00 pagi, tapi tentu saja molor. Bahkan rombongan saya baru berangkat dari Jogja jam 09.00 pagi. Why? Tentu saja karena menunggu Lord Adam Calon Bupati Sleman bangun dari tidurnya, maklum doi tuh makhluk nocturnal yang akan lebih aktif saat malam gitu hahaha. Meski begitu, karena rombongan lain berhenti untuk sarapan dan mungkin juga dandan, jadilah tiga rombongan sampe lokasi dengan jeda waktu nggak jauh-jauh amat. Rombongan saya sih sampe sana ketika acara udah kelar hahaha.



Sampai disana, ngobrol-ngobrol-lah kami dan tentu saja foto-foto. Sama makan-makan juga, tapi saya udah nggak nafsu makan. Pada dasarnya saya udah nggak enak badan sejak dua hari sebelum berangkat, bahkan malam sebelum berangkat itu saya pusing banget dan mengandalkan pertolongan pertama dengan Tolak Angin. Ditambah rute Jalan Daendels yang penuh lubang membuat sang supir harus nyetir zig-zag demi menghidari lubang. Sungguh kombinasi yang kurang menyenangkan bagi kesehatan saya hehehe. Untungnya, saya bertahan hingga akhir meskipun dengan lemas hahaha.


Sempetin foto dulu di tengah keramaian Pantai Suwuk.

Pulang dari kondangan, seluruh rombongan memutuskan untuk mampir ke Pantai Suwuk yang hanya tiga puluh menit ditempuh dengan mobil dari lokasi nikahannya Ela. Mengingat ini adalah libur tahun baru, maka...pantai ini sungguh ramai. SANGAT RAMAI! Jadilah, kami hanya duduk-duduk sambil memesan makanan, ngobrol-ngobrol, dan nyanyi-nyanyi. Tapi meskipun "cuma" kayak gitu ternyata saya seneng hehe. Saya sendiri juga tadinya gak nyangka bakal bahagia gini hahaha. Cerita-cerita sama teman tentang aktivitas mereka sekarang, tentang perjuangan job-seeker (tentu saja) dan guyon-guyon receh ala jaman kuliah. Benar-benar bisa dibilang refreshing di tengah segala kesuntukan ini haha.

Alhamdulillah, thanks God for that amazing day!!

05 Januari 2018

January 08, 2018 No comments
Libur panjang di penghujung tahun ini, sudah ada rencana kah hendak liburan kemana? Atau ingin merencanakan liburan di beberapa bulan ke depan? Mungkin kota kelahiran saya, Magelang, bisa manjadi pilihan untuk mengisi liburan. Mau menikmati indahnya matahari terbit, merasakan segarnya air terjun, mengagumi peninggalan situs bersejarah, hingga mendaki gunung (yang nggak terlalu tinggi), bisa Anda lakukan di Magelang. Ada tempat wisata apa sajakah yang ada di kota kecil ini yang menarik untuk dikunjungi? Saya akan merekomendasikan 10 tempat wisata berikut ini:

Candi Borobudur

This is a must! Nggak lengkap rasanya kalau mampir ke Magelang tapi nggak mengunjungi candi Buddha terbesar di dunia ini. Cara menuju kesini? Oh tinggal google maps saja, tempat ini sangat mudah ditemukan :) Terakhir saya kesana itu beberapa hari setalah lebaran Idul Fitri tahun ini,harga tiket masuknya Rp40.000,-. Mahal? Menurut saya cukup murah. Dengan biaya masuk sebesar itu, kita tak hanya bisa masuk candinya, tapi juga bisa masuk museum-museum di dalamnya. Ada Museum Samudraraksa yang berisikan replika Kapal Samudraraksa (kayak yang ada di relief candi). Ada juga Museum Karmawibangga, yang memuat relief Karmawibangga, relief tentang hukum karma dan cerita manusia ketika masih dikuasai hawa nafsu (karena pada candi relief ini ditutup, jadi kalau mau lihat harus ke museum). Ada juga Museum Rekor yang isinya berbagai keunikan-keunikan yang pastinya tak lazim kita temui di kehidupan sehar-hari gitu. Saran saya sih, kalau ke candi yaa harus sekalian masuk semua museumnya hehe.

wisata hits magelang


Perjalanan dari pintu masuk menuju candi cukup jauh dan panas, jadi...pakailah alas kaki dan pakaian yang nyaman, juga topi atau payung untuk melindungi diri hehe. Kalau mau nggak panas sih kesini pagi aja, toh Candi Borobudur sudah buka sejak jam 06.00 pagi.
Oh iya, pastikan Anda berfoto di dekat pohon bodhi sisi Selatan candi, karena disitu kamu bakal dapet background candi yang paling mantap (menurut saya) hehehe. Buktikan saja deh! :D

Gereja Ayam

Nah, tempat yang kemudian menjadi booming gara-gara menjadi lokasi syuting Mbak Cinta dan Mas Rangga ini berada tak jauh dari Candi Borobudur. Dari candi, Anda bisa lewat jalan raya depan Hotel Manohara, karena jalan selanjutnya adalah jalan desa kecil dan banyak belokan, Anda mungkin harus sesekali bertanya kepada warga selain mengandalkan google map. Tidak jauh, mungkin 10-15 menit berkendara Anda akan menemukan lokasi parkirnya. Dari tempat parkir menuju Gereja Ayam, Anda harus berjalan kaki. Harap untuk tetap semangat demi memperoleh foto seperti Dian Sastro yaa haha. Saya sudah pernah menulis cerita tentang wisata Gereja Ayam (silakan klik disini).


rute gereja ayam
Gereja Ayam, Borobudur.

wisata gereja ayam AADC
Pemandangan dari atap Gerja Ayam.
Dulu sih waktu saya kesana, masuk ke Gereja Ayam bayar seikhlasnya, tapi sekarang konon harga tiket masuknya Rp10.000,- dan nggak bisa foto-foto sepuasnya di atap jengger ayam yang fenomenal itu, melainkan diberi batas waktu tertentu. Tapi pemandangan dari atap ini nggak mengecewakan kok.


Di sekitaran Candi Borobudur banyak spot-spot 'bukit kecil' atau 'punthuk' yang merupakan spot bagus untuk melihat matahari terbit. Dari punthuk-punthuk ini, kita (seharusnya) bisa melihat sunrise dengan latar Gunung Sumbing, Gunung Andong, Bukit Telomoyo, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan di kejauhan sana tampak samar-samar Gunung Lawu. Apa saja Punthuk-punthuk itu? Mari simak:

Punthuk Setumbu

wisata punthuk setumbu magelang
Pemandangan di Punthuk Setumbu.
Jika diperhatikan, sebelah atas tangan kiri saya terlihat Candi Borobudur.
Dari semua punthuk yang pernah saya kunjungi, saya hanya melihat sunrise yang lumayan indah di Setumbu. Selain itu, jalan menuju Setumbu juga tidak sulit. Dari candi, pergilah ke arah Jalan Salaman-Purworejo. Pelan-pelan saja, setelah pertigaan dekat pom bensin Kujon Anda akan menemukan Toko Besi Lancar di kiri jalan (catnya hijau kekuningan), nah tepat setelah toko besi itu ada jalan kecil, masuk saja. Ikuti jalan sampai ketemu Hotel Plataran, Setumbu letaknya tak jauh dari Hotel Plataran, mungkin Anda bisa bertanya kepada warga sekitar untuk arah lebih jelasnya. Tapi seingat saya ada plang-plang penunjuk jalan kecil yang mengarahkan ke Setumbu. So, don't worry! :) Harga tiket masuk Punthuk Setumbu dipatok Rp15.000,-/orang.

Sekarang di Setumbu Anda tak hanya bisa menikmati matahari terbit tapi juga berfoto kekinian di salah satu spot foto berbentuk 'love' atau di ayunan yang keduanya dihiasi daun-dunan dan bunga-bunga indah :)

Punthuk Gupakan

pemandangan punthuk gupakan magelang
Salah satu "panggung" bambu di Punthuk Gupakan.
wisata hits magelang
Gunung Sumbing terlihat dari Punthuk Gupakan.

Ketika mengunjungi Punthuk Gupakan sesungguhnya kami agak kesiangan, jadi matahari udah agak tinggi dan agak berkabut. Tapi perjalanan cukup terbayar dengan pemandangan pagi yang indah. Di tempat ini banyak 'panggung' kecil yang terbuat dari bambu gitu, untuk apa lagi kalau bukan untuk spot foto. Oh iya, di tempat ini sepertinya juga bisa digunakan untuk berkemah sambil menunggu pagi. Saya melihat ada rombongan camping disini. Tapi mungkin tidak bisa memuat banyak tenda. Harga tiket masuk Punthuk Gupakan kala itu (Januari 2017) adalah Rp5.000,-. Cukup murah, bukan?

Punthuk Sukmojoyo

wisata hits puthuk sukmojoyo
Sisi lain Punthuk Sukmojoyo selain spot foto iconic di "panggung" bambu.
Saya ke Sukmojoyo memang tidak diniati untuk menyaksikan matahari terbit, tapi simply karena ingin main bersama teman-teman, refreshing dari kesibukan (yang katanya) mengerjakan skripsi kala itu. Jadi kami berangkat sekitar jam 08.00 pagi dari rumah kawan saya untuk menuju kesini. Sama dengan di Punthuk Gupakan, Sukmojoyo juga memiliki aneka 'panggung' bambu untuk mendukung eksistensi di media sosial. Punthuk ini terbilang paling luas di antara semua punthuk yang saya kunjungi. Selain panggung bambu, Punthuk Sukmojoyo juga memiliki beberapa batu besar yang cukup kukuh untuk berpijak, bisa dijadikan spot berfoto juga. Oh iya,di punthuk ini juga terdapat sebuah makam, jadi bersikap sopanlah :) Ketika saya ke Punthuk Sukmojoyo, saat itu tidak dikenakan tiket masuk dan hanya membayar parkir.

Punthuk Mongkrong

Melihat matahari terbit, sebenarnya adalah untung-untungan. Mengunjungi Mongkrong dengan berangkat subuh, saya dan teman-teman tidak mendapat pemandangan matahari terbit yang didambakan. Kabut tebal menutupi pemandangan hampir selama kami disana. Tapi tak apalah, bertemu kawan lama dan bertukar cerita telah membayar perjuangan kami untuk sampai sini. Anda akan dikenakan harga tiket masuk sekitar Rp10.000,- untuk masuk Mongkrong yang lagi-lagi memiliki panggung-panggung bambu.



Kabut begitu tebal menutupi pemandangan dari Punthuk Mongkrong.

Konon, Punthuk Mongkrong ini letaknya nggak jauh dari Sukmojoyo, tapi menurut saya jalan menuju Mongkrong adalah yang paling ekstrem dari semua punthuk yang pernah saya kunjungi. Pastikan rem kendaraan Anda dalam keadaan baik. Selain itu, rasanya punthuk ini yang terjauh (atau mungkin karena track-nya tidak bersahabat saja?". Jalannya adalah jalan beton dan sesekali jalan tanah atau berkerikil yang cukup menanjak dan berkelok, banyak-banyaklah berdoa selama perjalanan haha.

Ketep Pass

Dari sisi selatan Magelang, mari beranjak ke sisi utara yaitu di daerah Kecamatan Sawangan. Jika dari punthuk-punthuk Anda dapat melihat Gunung Merapi dan Merbabu dari jauh, di Ketep Pass kedua gunung itu akan tampak lebih dekat. Pemandangan sangat menawan akan diperoleh jika cuaca benar-benar cerah. Ada penjual jasa sewa teropong jika Anda ingin mengamati Gunung Merapi atau Merbabu lebih dekat. Ada juga penjual jagung bakar di depan pintu masuk yang lezat disantap kala cuaca dingin hehe.

ketep pass fotografi
Gunung Merapi terlihat dari Ketep Pass.
Jalan menuju kesini juga tak sulit. Anda dapat berpegang teguh pada google map hehe. Kalau dari arah Jogja, di pertigaan Palbapang Magelang, lurus saja (arah Semarang) nanti Anda akan menemukan lampu merah pertama yang di sisi kanannya ada plang Pesantren Gontor , nah disitu masuk saja lurus ikuti jalan hingga Ketep Pass terlihat di sisi kanan Anda. Jalannya agak menanjak tapi sudah diaspal halus, jadi tidak perlu khawatir :) Harga tiket masuk Ketep Pass adalah Rp7.500,-/orang dan tambah biaya parkir.

Selain menikmati pemandangan Anda juga dapat menyaksikan film dokumenter letusan Gunung Merapi dan masuk ke museumnya (semua sudah ter-cover tiket masuk, jadi nggak perlu membayar lagi). 

Air Terjun Kedung Kayang 

jalur air terjun kedung kayang magelang
Air Terjun Kedung Kayang dari sisi atas.
Turun dari Ketep Pass, Anda akan menemukan pertigaan cukup besar. Beloklah ke kiri dan ikuti jalan, niscaya Anda akan menemukan gang masuk menuju Air Terjun Kedung Kayang. Dari parkiran, Anda harus berjalan menuju lokasi air terjun setinggi sekitar 40 meter ini. Ada dua jalan yang seluruhnya berupa tangga yang dapat dipilih. Satu tangga menuju spot untuk melihat air terjun dari atas, dan satu tangga lagi menuju spot air terjun untuk melihat lebih dekat dari bawah (dengan jumlah anak tangga yang lebih banyak tentunya). Saya memutuskan untuk melihat dari atas saja karena terlalu lelah untuk turun hehehe. Pastikan Anda membawa pakaian ganti jika ingin bermain air di area air terjun dan tetap berhati-hati. 

Pinus Top Selfie

Kalau Air Terjun Kedung Kayang dapat ditempuh setelah turun dari Ketep, Pinus Top Selfie bisa ditempuh dari Ketep, naik lagi. Lurus saja, sekitar 5-10 menit Anda akan menemukan plang masuk wisata ini di kiri jalan, silakan berbelok dan Anda telah memasuki kawasan hutan pinus ini. Dulu ketika tahun 201 saya kesana, jalannya masih ada yg berupa tanah dan sangat becek ketika hujan, tapi beberapa minggu lalu seorang kawan baru saja dari sana dan katanya sekarang jalannya sudah bagus. Alhamdulillah.


wisata pinus magelang
Pinus Top Selfie sehabis hujan, kabut-kabut tipis tersisa diantara pepohonan.
Jika Anda ingin menemukan lokasi foto menarik, hutan pinus ini memiliki beberapa panggung, ayunan, dan bangku kayu yang bisa Anda manfaatkan untuk berfoto atau sekedar untuk istirahat sambil menghirup udara segar pegunungan. Jangan lupa tetap menjaga kebersihan yaa! Harga tiket masuk Pinus Top Selfie ini kala itu sekaligus mencakup biaya parkir yaitu sebesar Rp3.000,-. Sangat terjangkau, bukan?


Gunung Andong

Jika ingin mencoba wisata yang cukup menantang, Gunung Andong bisa menjadi salah satu alternatif. Terletak di daerah Kecamatan Ngablak, gunung setinggi 1726 mdpl ini bisa ditempuh dengan tik-tok (naik langsung turun), bisa pula dengan camping terlebih dahulu sambil menyaksikan matahari terbit dari ketinggian. Bersiap dengan suhu udara yang dingin yaa. Waktu yang dibutuhkan untuk naik mungkin sekitar 1,5-2 jam.


pendakian guung andong

Sebelum masuk, Anda akan dikenakan biaya masuk (seingat saya sekitar Rp10.000,-) dan melaporkan identitas. Yah, selayaknya pendakian ke gunung-gunung lain. Pastikan Anda menggunakan alas kaki yang tidak licin, membawa perbekalan yang cukup, juga senantiasa berdoa dan berhati-hati selama perjalanan.


Itulah 10 tempat wisata di Magelang yang dapat Anda kunjungi untuk melepas penat dan mengisi liburan. Bagaimana? Tempat mana yang sekiranya akan Anda pilih?
Selamat berlibur dan selamat berkunjung ke Magelang! Jangan lupa tetap berhat-hati dan tetap menjaga kebersihan tempat wisata ya! :)


Magelang, 24 Desember 2017
Happy Holiday!! :D
Diunggah ulang karena kemarin ada kesalahan hehe
December 26, 2017 4 comments
Bulan April ini banyak long-weekend-nya. Selain minggu lalu, minggu ini juga bakal long-weekend, terus minggu depan juga ada long-weekend sampai awal Mei. So, udah punya rencana apa aja untuk ngisi long weekend-mu? Kalau saya pengen solo-travel ke Banyuwangi, udah dari kapan pengen banget tapi yaa itu, takut diculik, takut tersesat dan tak menemukan arah jalan pulang. Akhirnya cuma jadi wacana :3 Makanya saya memutuskan untuk mencoba suatu hal yang baru yang masih agak berhubungan dengan DIY Project yang pernah saya bikin. Kalau waktu itu saya bikin kristik, kali ini saya mau belajar menyulam. Meskipun saya punya proyek kristik on-going yang nggak kelar-kelar.

Sebenernya saya sudah sejak dua minggu sebelumnya belanja bahan-bahan buat menyulam ini, tapi baru sempet bikin pas libur panjang kemarin. Saya beli bahan-bahan dimana lagi kalau bukan di toko jahit hits Magelang; Hosana. Sayangnya, waktu saya kesana, hanya tersedia benang sulam dengan warna terbatas dan warna-warna yang saya inginkan nggak ada. Sebagai Capricorn sejati yang nggak mudah patah semangat, saya pun mencoba nyari benang ke salah satu toko alat jahit di Pasar Rejowinangun, dan ternyata yang saya cari pun cuma nemu beberapa...dan harganya lebih mahal hampir dua kali lipat, tapi nggak apa-apalah demi kebahagiaan haha. Akhirnya barang yang saya perlukan pun sudah ada di tangan.

Tidak seperti kristik yang saya buat berdasarkan berguru pada kanjeng mami, saya belajar nyulam ini dari liatin video tutorial di Youtube. Jadi memadukan hobi vintage dengan kemajuan teknologi digital haha. Menyulam beda sama kristik, kalo kristik benangnya 'cuma' disilang-silang dan kita bisa mengikuti pola yang kita inginkan, menyulam punya beragam macam cara menusukkan jarum dan benang hingga muncul hasil beda-beda. Yang agak susah di saya adalah, menyulam ini butuh skill menggambar pada kain yang mau disulam, bukan dibikin berdasar ngitungin kotak-kotak pada pola kayak kristik, dan karena skill menggambar saya nggak bagus, yaudah seadanya dulu aja. Kemudian...inilah hasil percobaan pertama saya menyulam. What do you think of it?

My first hand-embroidery attempt.

Dalam sulaman itu, saya pakai lima macam tusuk. Mawarnya saya nggak tau nama tusuknya, saya dapat aja gitu dari Youtube (ada banyak cara bikin mawar di Youtube). Sementara daunnya itu namanya fishbone stitch, batang coklat namanya fern stitch, yang biru-biru (sebenernya itu tosca, tapi setelah difoto jadi gitu warnanya) pake lazy daisy stitch, dan kuning-kuning di tengah saya pakai french knot stitch. Ya, ini saya cuma bilang stitches-nya sesuai pedoman Youtube dan download-in PDF lho, bukan sok english, dan bukan saya karang sendiri. Kalau temen-temen (sok-sokan blog-nya dibaca temen-temen banget sih, Rul haha) pengen nyoba yang serupa, silakan bisa gugling pake keyword nama aneka tusuk itu hehe.

Nggak kayak kristik yang bikinnya butuh waktu berbulan-bulan, karena males nggak dikerjain sih sebenernya. Menyulam gini waktunya relatif cepet. Apalagi saya pakai hoop (lingkaran kayunya itu) kecil, diameter sekitar limabelas centimeter mungkin. Saya hanya butuh waktu semalam (jadi yang nggak bener-bener ngahabisin long-weekend juga sih). Tapi, saya seneng akhirnya bisa nyobain bikin sulaman tangan, satu bucket list berhasil dilakukan :) Tentunya, saya jadi makin penasaran bikin sulaman lagi dong, dengan ukuran yang lebih gede pastinya, juga menyelesaikan proyek kristik yang mangkrak itu.

Saya rasa, cukup itu dulu yang saya bagi soal sulam-menyulam ini. Sementara ini skill saya baru bisa sulam ginian, bukan sulam bibir, atau sulam alis. Kalau ada yang jadi tertarik bikin juga, silakan buka aja tutorial di yutub atau mengunduh panduan menyulam versi PDF, ada banyak kok, tinggal pilih. Gambarnya juga bisa kamu kreasikan sendiri, sesuai keinginanmu.
Selamat mencoba, kawan! :D

Magelang, 22 April 2017
April 22, 2017 3 comments
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • Nasi Goreng, Mimpi, dan Playlist
    Ide untuk membuat tulisan ini sudah terlintas sejak beberapa hari lalu, tapi sengaja saya biarkan mengendap dulu di kepala karena banyaknya...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Tentang Kerajinan Kristik
    Selain menyulam yang telah saya bahas sebelumnya, di tahun 2018 ini saya juga mulai bikin kristik lagi. Sejauh ini, sudah ada dua kristik y...
  • Perkara Memasak
    Seminggu lebih berlalu setelah Hari Raya Idul Adha dan baru hari ini saya sempat memasak daging kurban. Tak lain, adalah karena pada Hari R...
  • Sebuah Kesempatan: MDP V Net Mediatama Television
    Sabtu sore, seminggu lalu, saya mendapat email dari Net Mediatama (perusahaannya Net TV) yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi administr...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • Prangko Edisi Khusus Asian Games 2018 Jakarta-Palembang
    Halo, sudah berapa tahun cahaya saya nggak nulis blog? Ketiadaan materi membuat saya jarang nulis huhuhu, so sad . Kalau ada usulan ide bol...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose