twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Ulangan Kenaikan Kelas tinggal dua hari lagi, besok dan Jum'at.

Sejauh ini perjalananku dalam menghadapi UKK alhamdulillah baik-baik saja, meskipun aku nggak tahu bakalan kayak apa nilaiku nanti.
Kendala terbesar adalah : MATEMATIKA.
Selalu. Tidak pernah tidak.

Matematika selalu menghantui tidur saya, memuramkan hari saya.
Bahkan, UKK kali ini, saya hanya dapat mengerjakan 11 soal dari total 30 pilihan ganda dan 5 essay. Itupun kalau benar. Tentu saja, aku selalu berdo'a biar nilaiku nggak jelek-jelek amat.
hihihi...
May 31, 2011 No comments
Minggu lalu, sekolah tuh rasanaya sante banget...
Lha gimana??? orang kita cuma masuk sehari dalam seminggu!!! Asyik kan??
Why??? Kenapa cuma masuk sehari dalam seminggu??

  • Senin, 16 Mei 2011 Cuti Bersama soalnya hari kecepit.
  • Selasa, 17 Mei 2011 Libur soalnya tanggal merah, sepanjang hayat, tanggal merah itu pertanda libur
  • Rabu, 18 Mei 2011 Masuk sekolah pelajaran full
  • Kamis, 19 Mei 2011 Libur lagi, soalnya guru-guru join acara pelepasan siswa kelas XII yang di sekolah gue alhamdulillah lulus 100%
  • Jum'at, 20 Mei 2011 Seluruh ruang kelas dipakai buat Tes Penerimaan Siswa Baru
  • Sabtu, 21 Mei 2011 Seluruh ruang kelas dipakai buat Tes Penerimaan Siswa Baru

Asyik kan kelihatannya???
Trus, selama itu gue ngapain?


  • Senin, bikin layout G-Magz
  • Selasa, temen SMP gue maen ke rumah jadilah nostalgia
  • Rabu, sekolah sampai capek banget
  • Kamis, dengan malangnya gue ke sekolah buat ngambil flashdisk. Setelah melalui perdebatan dengan penjaga sekolah. Gue nggak dibukain lab komputer. Pulang dengan sedihnya. Yah, gimana ya, dalam flashdisk itu isinya tugas gue yang harus segera dikirim, juga layout gmagz yang belum selesai. Rasanya pengen nangis. Nggak semangat ngapa-ngapain di rumah.
  • Jum'at, lagi-lagi dengan malangnya gue bawa sisa-sisa semangat yang mulai redup. Gue datang ke sekolah. Lalu, senyum gue merekah dengan lebarnya. Lab komputer buka, dengan ditemani guru TIK gue ambil flashdisk. Semangat kembali membara ketika gue lihat benda kotak item, merek Kingston dengan tali item merek Toshiba itu gue temukan di bawah meja komputer teronggok dengan sehat. Gue meluncur pulang. Jadi, berangkat jam 09.00, perjalanan 20 menit, di sekolah paling cuma 10 menit, ke perpustakaan paling juga 10 menit, PULANG. Sampai rumah jam 10.
  • Sabtu, gue ngelanjutin bikin layout majalah sekolah. Bikin tugas akuntansi. Bikin html TIK.

Itu secercah perjalanan gue yang penuh perjuangan selama seminggu yang penuh hura-hura liburan.
Jarang banget sekolah libur banyak begini... Hihihi....
Senin, gue sekolah dengan pengalaman indah yang bakal gue ceritakan suatu hari nanti.


dan, hari ini Selasa, 24 Mei 2011 gue pulang awal dengan muramnya.
coz besok aku ULANGAN AKHIR SEMESTER.
KENAPA AKU MALAH NGGAK BELAJAR????
KENAPA AKU MALAH POSTING BLOG???
KENAPA ?????


jujur gue masih kepikiran gmagz yang belum selesai layout'nya.
tapi, sekarang gue musti pulang. meninggalkan blog gue yang geje. gue musti belajar.
dan flashdisk nggak boleh ketinggalan.
gue punya pesen :

JANGAN MELAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA DUA KALI :)


doakan gue bisa ngerjain UAS Semester Genap :)
May 24, 2011 No comments
Saya berhasil menulis sebuah puisi dalam Bahasa Inggris.
Saya nggak tahu grammar-nya bener apa nggak....
Tapi saya seneng bisa melakukannya....



Dan inilah hasil karya saya :

sometimes you need to cry
besides your believable friend

sometimes you need to lay your head
on the strong shoulder of your friend

sometimes you need to spend all night
to share with your friend

maybe they can't solve your problems
but they will strengthen your soul

but in other time,
you must give your time for them
you must offer your shoulder
you must prepare your ears
to strengthen your friend

those are what friends are for





Cieh cieh.....
gimana???? Bagus nggak??? Aku bikinnya pas di kelas....
Ada salah, tolong dikoreksi.. Makasih
May 18, 2011 No comments

Minggu, 8 Mei 2011 lalu saya berpetualang, mendaki bukit Telomoyo. Setelah empat tahun tidak melakukannya, akhirnya Kanjeng Bunda mengizinkan saya naek bukit lagi.... Hihihi...sebenernya saya berangkat atas nama suborganisasi Redaksi Berita Smansa. Saya ditugaskan untuk meliput kegiatan besutan Pramuka Ambalan Cepaka ini. Saya berangkat bersama Sipit, kawan sebangku saya. Saya berangkat ke Telomoyo dalam keadaan sangat mengenaskan. Why??? Soalnya jempol kaki kanan saya memar gara-gara kejatuahan meja. Hehehehe...ini ceritanya puanjang. Jadi percaya aja ya! Saking mengenaskannya, saya nggak bisa naek gunung pake sepatu. Terpaksa pakai sandal jepit.. Pegel sih, tapi gimana lagi??? Udah terlanjur nafsu pengen menjamah sensasi rasa naik gunung soalnya. Saran saya...sumpah ini penting!!! Sangat disarankan untuk tidak naik gunung dalam keadaan memar di kaki. Kalaupun tidak memar, sebaiknya Anda memakai sepatu kalau tidak mau sandal jepit Anda pulang-pulang dalam keadaan "tepos"...hehe

Nah, petualangan dimulai. Saya berangkat menuju kaki Bukit Telomoyo yang berlokasi di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang naik truk. Ahh,, elok sekali. Sekian lama nggak naek truk. Kangen rasanya ketika angin berdesir di atas kepala kita...juga ketika kita berteriak-teriak geje karena bahagia naek truk (apasih????)

Saya berjalan bersama Sipit, dan seorang Bantara Cepaka, Yogi. Kami berjalan di barisan belakang bersama adek-adek kelas yang membawa bibit-bibit pohon mahoni. Ya, disamping hiking, hari ini acaranya juga tanam pohon. Panitia udah menyediakan lubang-lubang buat nanem di sepanjang jalan. Adek-adek dipersilakan buat menanam di lubang manapun yang mereka suka...

Hmmm....pemandangannya di Telomoyo itu bagus banget.... Tapi jalannya jangan tanya...aspal sih aspal...tapi rusak. Hancur... Berlubang dimana-mana. Trus kemiringannya cukup curam,,jadi meskipun dari kaki bukit sampai puncak cuma tujuh kilo. Rasanya tetep aja,,terlelahkan!!! Dulu pas naik ke Merapi, saya mendaki 15 km, tapi nggak capek-capek banget soalnya nggak curam. 
Baru beberapa ratus meter jalan, Yogi udah nggak betah menunggu saya sama Sipit yang jalannya berkecepatan sedang. So, pelari itu memutuskan untuk jalan dulu. Di tengah perjalanan, kami bertemu kembarannya si Yogi, namanya Yoga. Yoga lebih sabar jalan bareng kami. Personil tambah satu lagi, Merita. Jadilah, sepanjang jalan kami bernyanyi-nyanyi riang dengan 4Lay-nya. Abis ada Yoga sih, semua lagu jadi alay kalo dia yang nyanyi. Tapi hepi kok. Dan karena saya begitu menikmati perjalanan, jempol kaki nggak terasa sakit lagi... Yeyeyey \^^/

Kabut kayak di Forks

Saya dan Fatimaharani aka Sipit dengan Gunung Merbabu di jauh sana
Pemandangan di sepanjang jalan juga bagus, ada kabut-kabutnya gitu..trus kalo lagi nggak berkabut, sekelilingnya cuma ijo ijo ijo ijo ijo ijo dan ijo. Merita bilang berasa di Forks, hehehe. Tapi emang iya lho. Yoga sama Sipit aja pura-pura jadi warewolf, mengaum gitu. (Emang serigala mengaum ya???)

Setelah dua jam melalui medan terjal. Yang saya rasakan adalah lelah. Sampai di puncak, saya bertemu Yogi, Dias tercinta, dan Yoga. Di atas itu nggak ada apa-apa, cuma ada kayak menara-menara gitu. Kecewa T.T Akhirnya, saya cuma makan di sini. Trus foto bareng Hermansyah Family, sayangnya nggak ada Pipi Gilang, dan Tante Risa. Tapi nggak apa-apa, nama mereka tetap kami tulis di monumen yang kami buat di jalan aspal deket puncak. Hehe... Nggak terpuji banget nih perbuatannya.

Sekitar jam satu, kami turun bukit. Jalan lagi. Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hujan deras mengguyur bumi Telomoyo ketika kami menuruni bukit. Saya emang bawa jas hujan. Tapi cuma atasannya doang. Olala..... celana sayapun basah kuyup. Jangankan celana yang nggak ketutup jas hujan. Baju yang ketutup jaket, ditambah jas hujan pun basah kuyup sampai dalem dalemnya. Tapi...disinilah feel-nya, berasa berpetualang. Berasa asyik berat!!!! Sepanjang jalan yang berlubang-lubang tadi digenangi air. Rasanya kayak menyusuri sungai sepanjang 7 kilometer.... Ah suka suka suka.....

Sampai di kaki bukit, kami istirahat sebentar. Hujan udah reda, tinggal angin yang bertiup. Tau kan??? Kalau badan basah tambah kena angin tuh dinginnya kayak apa....
Nggak lama, kami kembali ke sekolah lewat Tegalrejo. Kembali naek truk dengan gagahnya.

Finish! Setelah berhujan-hujan.
Fotografer: Pak Edi, guru olahraga kami.

Sampai di sekolah jam lima dalam keadaan menjijikan. Badan yang tadinya basah oleh keringat tiba-tuba terguyur hujan. Baunya tidak luntur, tapi semakin menjadi.. Wuek!!!
Itulah kesan perjalannan saya mendaki indahnya bukit Telomoyo. Nice adventure !!!
May 18, 2011 No comments
" Kamu sangat berarti istimewa di hati
kenanglah masa ini
jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
ingatlah hari ini. . .
so sweet banget nggak tuh?
penting rak?? "
(SMS dari Ketua Kelas ke temen2, 19/04/2011)



Tiba-tiba saja aku pengen nulis ini. Mmm...mungkin karena cinta sama kalian :P (penting rak???)
Kalaupun nanti jadinya konyol, kacau, en geje. Yaaa...maaf lahir batin! :)

Sensor
yang berarti Sensasi Sosial Loro adalah nama kelasku di SMA N 1 Magelang.

Kelas kompak??? Menurutku, belum sepenuhnya. Ini menurutku, lho. Ada yang setuju atau nggak setuju?? Kalau ada yang setuju, ya ayo kita kompakkin lagi. Satukan tekad, satukan hati! Kalau ada yang nggak setuju, maaf lahir batin lagi deh!

Tapi, bagaimanapun juga, aku cinta Sensor, cinta arang wulu kucing. Apalagi kalau lagi 'menggila' togetheran, hahaha. Maklum anak IPS, sering kurang kerjaan. Ya iyalah, kita nggak sibuk ngerjain PR Kimia, kita nggak sibuk bikin video berita buat tugas Bahasa Jawa, kita nggak sibuk praktikum Biologi, kita juga nggak sibuk ngitung kecepatan buah apel yang jatuh dari pohon. Mungkinkah, kita terlantar dari dunia pendidikan ini?? Halah, melas banget keto'e...hehehe :D

Baiklah, kita hentikan pembahasan buah apel jatuh, atau tentang ganggang hijau, kembali ke tema semula, tentang kebersamaan Sensor yang nggak terlupakan, yang selalu bikin aku (semoga kalian juga) hepi,

pas kita heboh jadi suporter Pasopati waktu Liga Smansa (menang woy!!),
pas kita joget-joget diiringi musik dangdut koplo di Ruang Olahraga,
pas kita makan-makan kalau lagi ada yang syukuran,
pas kita diundang (atau menghasut supaya diundang??) makan kupat tahu di Bu Retno,
pas kita bikin kejutan buat Bu Huda,
pas kita jelajah alam atau aerobik dengan gerakan-gerakan aneh,
pas kita drama Bahasa Indonesia, ada Mischa, ada Pak Prabu, ada Anoman, ada Sinta (Purwo?? :P), ada Anang Hermansyah, ada Guru Wening, ada Patih Floren,
pas kita pengajian kelas di rumah Alfi,
pas kita maen di Malioboro, nyanyi di pinggir jalan, ada juga yang duduk di eskalator, ketemu orang yang kagum sama "tivi gede",
pas kita joget-joget di Peringatan Hari Kartini Smansa, MC bilang, "satu kata buat XI IS 2 : KEREN !!!" (haa nggih pripun nggih. . .Kartini & Kartono Favorit Smansa je),
dan masih buuuaaaanyak lagi, yang penting hepi kan??

Aku seneng banget kalau kita lagi kayak gitu. Bisa refreshing, bisa enjoy, bisa tertawa, bisa awet muda. Rasanya. . .yaah elok elok nian. Susah dikatakan, sulit dideskripsikan lewat tulisan, halah! Meskipun nggak terasa bentar lagi kita kelas XII dan setahun lagi kita lulus (amin...amin...amin....). Sekarang kita jangan sibuk mikir kelas XII dulu, hehe. Manfaatkan aja waktu yang ada di kelas XI. Kita nikmati sensasi persahabatan di XI SOS 2. Warnai hari-hari kita dengan terangnya warna persahabatan (??) Soalnya, nggak akan ada second chances buat menikmati masa SMA, it's now or never (jarene) kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli :D

. . .
bersamamu kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semua begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya
janganlah berganti
tetaplah seperti ini
. . . .
( when words fail, music speaks, hehe :P )

Ah, Sensor ide-ide luar biasa yang kayak apa lagi yang bakal ngeramein kelas kita ya?? Oh tenang, jangan khawatir, jangan galau, masih ada Malinda Diiiiuz Syahrini Hermansyah yang siap dengan ide-ide spektakuler pastinya (ojo nesu muk, damai itu indah. seindah pelangi di matamu, beb). Moga kebersamaan kita nggak cuma berakhir di Smansa, moga berlanjut sampai tua nanti kita tlah hidup masing-masing....
dan terakhir, PENTING RAK ?????

*) sorry nek rak cetha...hehehe ^^V peace!

- 2304112056 -
April 26, 2011 No comments
udah jam tujuh. Bel masuk udah bunyi dengan nyaringnya. Saya malah lari ke kantin. Makan di Bu Jum. Habis gimana, tadi nggak sempet sarapan. Tapi, saya bukan dalam rangka bolos. Bukan! Ini dalam rangka izin. Izin Olimpiade? Jelas bukan. Saya izin mau ikut Pelatihan Jurnalistik (weizz…namanya keren banget) bareng Presiden Redaksi Berita Smansa, Rista dan seorang adik kelas, Lamia. Acaranya di Kampus I Univ. Muhammadiyah Magelang (UMM). Nginep, man! Dari tanggal 12-13 Maret. Singkatnya, saya udah selesai makan. Kami ke markas dulu buat ambil tas. Trus cabut ke UMM dianter Mas Yuri (sopir sekolah) pake ‘limosin’ Smansa.

Pembukaan jam delapan. Ada sesosok makhluk yang menarik perhatian saya sama Rista. Seonggok pria. Kami menatap pria gendut itu dengan seksama, hingga Rista bilang, “Koyone aku wis tau ngerti wong iki, Rul!” (artinya: kayaknya gue pernah liat nih orang). Saya jawab, “Iki ki pegawai dinas sing nye*eli kae lho.” (artinya: ini tuh pegawai dinas yang nye*eli). Ya, kami bertemu seorang Pegawai Dinas Pendidikan yang ……….. kayak gitulah. Soalnya, si Bapak ini cukup menghambat proses perizinan Sibema Cup, event yang udah pernah saya ceritakan. Lupakan soal si Bapak, balik ke acara bertema “Merintis Media Sekolah” yang diketuai oleh Mas Fauzi, (info ga penting : namanya sama kayak Ketua OSIS di sekolah saya, Fauzi alias Uzek).

Habis pembukaan ada orientasi. Yah, kenalan2 gitu. Soalnya ini acara diikuti oleh mayoritas SMA/SMK Negeri se-Magelang. Dilanjutin materi-materi kejurnalistikkan. Sebenarnya, saya dan Rista, pernah dapet materi-materi kayak gini. Tapi masih simple, belum mendalam kayak sekarang. Awalnya saya semangat, tapi lama kelamaan, kondisi fisik saya tidak mendukung. Masalahnya Cuma satu : meriang. Dan itu adalah salah saya sendiri. Semakin malam, rasa kantuk ini tambah nggak bisa diajak kompromi. Tambah kepala berat banget (baca : pusing). Nah, pas acara motivasi dari Pimred Magelang Ekspres, (jujur, saya udah nggak konsen, saya Cuma butuh tidur saat itu. Satu jam saja wis!) Mas Salman, salah seorang panitia, tiga kali tanya ke saya, “Mbak kamu sakit?”. Saya jawab, “Nggak. Nggak apa-apa.” Saya juga minta Rista untuk bungkam. Saya nulis sesuatu di laptopnya Rista :

Sekarang, badan gue meriang banget. Gara2 tadi malem gue tidur sampe malem. Ngapain??? Soalnya gue nonton film “Satu Jam Saja”. Emang sih judulnya satu jam saja tapi filmnya lama. Apalagi sore2 ini gue kehujanan deres terus. Yah, oke. Emang salah gue sendiri . Tapi, tenang gue akan bertahan.

Sekitar jam sebelas malem, acara selesai. Bahagianya . Begitu sampai tempat penginapan (halah!), saya langsung ambil selimut. BOBOK!! Mau dikatain kebo, ato apalah. Terserah! ‘Yang tahu fisik gue ya gue sendiri. Gue lagi butuh istirahat.’ Begitulah prinsip saya waktu itu. Meskipun berkali-kali terjaga, tapi paginya saya bangun udah sumringah kok. Alhamdulillah.

Paginya, saya ngikutin kegiatan lagi. Ada game juga, jadi saya bahagia. Hehehe. (info nggak penting: saya seneng ikut game, tapi saya tidak suka kalau game itu pake hukuman nyanyi. Oke, saya suka nyanyi. Tapi nggak di depan umum, apalagi dengan suara saya yang mengharukan ini. :P )

Dari semua materi yang diberikan, saya paling seneng materi layout. Saya tertarik bikin desain-desain gitu. Aber leider (sayangnya), waktunya terbatas. Jadi materinya kurang mendalam. Sumpah! Saya jadi ingin belajar materi layout di lain waktu. Saya tertarik buanget. Tapi Mas Adit, sang pelatih mau ngajarin nggak ya?? Duh, hasrat pengen belajar nih. Saya juga suka waktu kunjungan ke markas Magelang Ekspres. Sebenernya, saya pengen liat pas Koran itu dicetak pake mesin yang katanya Mas Fauzi seharga 6 M. Aber leider, korannya pas belum dicetak. (Kalo sekarang info penting: di Magelang Ekspres, saya diliatin kertas yang nggak bisa sobek. Saya takjub! Hahaha. Baru kali ini saya liat. Ndeso??? Biarin! Emang lo pernah liat??)

Secara keseluruhan, saya seneng ikut acara ini. Sudah lama saya dan Rista pengen ngadain acara temu jurnalis. Aber leider (saya lagi suka pake kata bahasa jerman ini, nggak apa-apa ya! ^^V), dana kami terbatas. Eh, tapi ada sesuatu terjadi pas tengah-tengah acara. Ibuk saya SMS : “Mbak, pulangnya bareng Mbak Nisa ya! Mbah Ibu sedo.” Iya, Mbah saya meninggal dunia, tapi dimakamkan Senin. Ah, udah nggak usah silsilah, balik ke topik utama. Semoga acara ini jadi awal buat menjalin silaturahmi sama kawan-kawan jurnalis muda se-Magelang. Jadi awal buat Merintis Media Sekolah, bagi mereka yang belum punya. Dan jadi pengetahuan buat kami, Redaksi Berita Smansa dalam mengembangkan mading dan majalah sekolah yang udah ada. Amin
March 22, 2011 No comments

Saya udah pernah cerita kalau saya suka kegiatan semacam naik gunung kan? Yah, pokoknya yang pecinta-pecinta alam gitu. Tapi, di SMA ini Ibuk saya rada keberatan kalo saya gabung sama organisasi pecinta alam. Alasannya, saya kan fisiknya sering nggak fit tuh! Nah, mami saya nggak mau kalo pulang-pulang dari naek gunung saya KO. Nggak apa-apa, toh temen-temen pecinta alam seringkali bikin kegiatan buat seluruh warga sekolah. Misalnya, PEPAT (Pendakian Awal Tahun), teawalk, bahkan beachwalk.

Sayangnya, di SMA saya belum berpengalaman mencoba salah satunya. Waktu beachwalk ke Pantai Sundak, Jogja Mei 2010, saya udah berencana ikut. Tapi hari-H ada tes beasiswa di Semarang yang membuat saya mengurungkan niat untuk ikut. PEPAT ke Gunung Merbabu Januari 2011, saya juga pengen ikut. Tapi bersamaan dengan pelaksanaan, saya mengalami enter wind a.k.a masuk angin. Kecapekan persiapan Sibema Cup. Soalnya, waktu itu saya dapat jatah nyebar pamflet ke Purworejo, di sana siangnya terik banget. Nggak tahunya, di Magelang uadem buanget. Perubahan suhu drastis ini bikin saya drop! (Kan saya udah bilang, saya sering nggak fit.)

Terakhir, teawalk ke Wonosobo Maret 2011 saya juga nggak jadi ikut. Kenapa?? Soalnya saya ikut pelatihan jurnalistik. Itulah, kalau nggak dapat restu Bunda. Ada aja rintangannya! Waktu itu saya dilema, ikut teawalk apa pelatihan jurnalistik. Terus sahabat saya tercinta bilang, “Pilih yang terbaik buat masa depanmu!”. Halah! Saya pun memutuskan buat ikut Pelatihan Jurnalistik buat nambah pengetahuan saya, biar saya bisa lakukan yang terbaik, seenggaknya buat G-Magz. Dan, ternyata benar. Pelatihan Jurnalistik berlangsung seru!

Tapi, di sisi lain saya masih pengen ngerasain NAEK GUNUNG bareng temen-temen SMA. Pengen banget. Buat temen-temen Gladiool Pencinta Alam (Glacial), kapan meh munggah gunung meneh? Aku melu yo! Dan buat Mami, restui aku, mom! Please!
March 22, 2011 No comments
Empat bulan sudah saya dan teman-teman seperjuangan di organisasi jurnalistik disibukkan dengan mempersiapkan sebuah event akbar : Sibema Cup 2011. Sebuah acara kompetisi yang dikhususkan untuk siswa-siswi SMP se-Ekskaresidenan Kedu. Sibema Cup punya empat cabang Lomba, yaitu Lomba Pidato Elokensia, Lomba Membuat Majalah Dinding, Lomba Membaca Berita, dan Lomba Membaca Puisi. Di tengah-tengah semua persoalan yang semakin rumit di negeri ini, mulai dari bencana-bencana alam yang tengah Tuhan ujikan pada kita, pejabat-pejabat yang terpikat korupsi, bahkan kemelut di tubuh PSSI (???) kami memutuskan untuk mengusung tema “Hapus Air Mata Pertiwi”.


Setelah melalui perjuangan yang panjang (cie…) akhirnya 20 Februari 2011 kemaren acara terlaksana dengan diikuti 20 sekolah (140 undangan). Saya sebagai seksi acara awalnya rada khawatir, soalnya acara molor. Biasa, petinggi ngaret. Ada juga sekolah yang ‘bandel’, udah disepakati kalau satu sekolah ngirim 6 siswa plus satu guru pendamping, masih juga ada yang bawa lebih. Untung panitia udah menyediakan tempat duduk agak lebih dikit, jadi dapet tempat duduk semua. Masalah ada yang nggak mau duduk, itu lain lagi. Tapi, Alhamdulillah acara selesai justru lebih awal dari yang diperkirakan, acara juga berjalan sukses! Nggak ada hal yang begitu menghalangi. Alhamdulillah, hari itu semua panitia kompak and koordinasi lancar.
Lewat Sibema Cup inilah, untuk pertama kalinya saya terlibat dalam penyelenggarakan program kerja besar. Benar-benar melelahkan! Ngurus izin ke Dinas Pendidikan, nyebar pamflet, mengurus percetakan, ngurus pendaftran, nyari sponsor, nyari donatur, nyari juri, desain perlengkapan, ngurus piala ke Pemkot, dll. kami lakukan bareng-bareng.
Sibema Cup bener-bener jadi pengalaman istimewa buat saya. Saya belajar sangat banyak hal dari acara yang diketuai oleh kawan saya, Saudari Arum Risalah. Belajar sebuah realita, bahwa seringkali apa yang sudah kita rencanakan nggak sesuai sama kenyataannya. Belajar sabar, belajar untuk bijak di tengah tekanan. Belajar buat menghadapi banyak orang dengan beragam karakter. Belajar buat nggak menyerah meski udah capek banget. Tahun lalu, saya masih kelas sepuluh. Saya masih jadi panitia bayangan. Belum tau banyak. Paling-paling Cuma nyari sponsor dan garis besar acara doang. Tapi sekarang banyaaaaak, baaaaannyaaak yang bisa saya pelajari dari Sibema Cup 2011.
Nantinya, program kerja ini bakal jadi sesuatu yang berguna bagi hidup saya. Sekarang, saya dan teman-teman panitia sangat berharap Sibema Cup tahun depan bisa terlaksana dengan sukses! Lebih sukses dari tahun ini malah. Saat itu kami udah nggak jadi panitia, kami udah nggak jabat jadi Pengurus Organisasi Jurnalistik lagi. Tapi Insyaallah, kami siap dimintai bantuan adik-adik kami. J
Diposkan oleh Salazar Rowena di 3/15/2011 03:26:00 PM



March 22, 2011 No comments


Judulnya kayak sinetron-sinetron di r*ti ya???

ya nggak apa-apa ya!!




silakan kalian amati foto itu....

Foto yang diambil saat pra-LDKS OSIS 2009/2010

Yang pakai kerudung pendek itu Hani

Sedangkan yang kerudungnya panjang itu Saya Nurul



Banyak sekali yang tidak bisa membedakan kami...

Padahal menurut saya,,wajah kami berbeda...

Kasihan sekali Hani, pasti dia tidak rela disama-samakan dengan saya...

Hehehehe :D



Ya, memang banyak sekali yang menganggap kami adalah satu orang jika melihat salah satunya

atau kami ini kembar jika melihat dua-duanya....

Bahkan Pak Priyo pun menyangka kami kembar....



Oke...

Kami memang mirip,

Kami satu sekolah,

Kami sekelas,

Kami sebangku,



>>>>>> Kami juga bersahabat,,,



Meski awalnya kami nggak cocok...

Kami suka bertengkar...

(Hani galak dan saya jadi sebel)



Tapi duduk sebangku beberapa bulan membuat kami saling memahami

(halah!!!)

Kami mulai mencegah hal-hal yang bisa membuat satu sama lain bete.....



Jadilah kami sering curhat-curhatan

Sering cerita-cerita yang nggak mutu

Sering ngomentari presentasi orang di depan kelas

Sering contek-contekan Matematika (kecuali ulangan jadi saling pelit)

Sering contek-contekan Inggris (kecuali ulangan jadi saling pelit)

Sering ke parkiran bareng

Kadang-kadang jalan-jalan bareng........



dan yang paling membuat saya trenyuh sekaligus merasa aneh adalah :

Kami pernah belajar bareng!!!

Hahahahaha :D

Tapi beneran lho!

Itu terjadi

dan lumayan berhasil membantu kami menghadapi midsemester....










Ya, hani memang orang yang matching sama saya....

Meskipun dia galak,,,

Meskipun dia sok artis,,,

Meskipun tidak ada PH yang mau menerimanya,,,

Meskipun saya suka meledeknya,,,

Meskipun saya biasa-biasa saja,,,

Meskipun saya suka renang,,,

Meskipun saya tidak suka Taylor Swift,,,

Meskipun motor kami berbeda (????).....



Hani itu orang yang baik hati.....



Entah apa yang anggapan Hani tentang saya...

Tadi Hani bilang "Kamu bangga nggak ya jadi temenku?"

Sekarang saya jawab dengan : "biasa aja"

hehehehe :D

Nggak-nggak!!!



Saya senang bersahabat dengan Hani

Seperti saya senang bersahabat dengan teman-teman Spenaker09 yang gila2 itu....





Oh ya,,,

kami sama-sama "IPAH"

Latifah-Hanifah

Latif-Hanif

Ipah-ipah


Diposkan oleh Nurul Latifah di 2/09/2011 03:21:00 PM
March 22, 2011 No comments


Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Saya bergabung dengan organisasi jurnalistik sekolah. Kami memiliki beberapa program kerja. Salah satunya adalah penerbitan majalah sekolah. Angkatan saya punya target untuk menerbitkan dua majalah setiap tahun. Satu edisi setiap akhir semester. Meskipun dua kali setahun, kami berusaha menampilkan yang terbaik dan tidak mengecewakan.
Januari lalu, majalah perdana angkatan kami terbit. Sebenarnya agak telat, karena ada masalah intern di percetakan. Jelas, hal ini menghambat dan membuat beberapa materi harus diganti. Saya sudah berpesan pada teman-teman untuk menyiapkan mental ketika majalah ini diedarkan. Maksudnya, agar tidak lantas down dan patah semangat untuk mengerjakan edisi selanjutnya. Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Tapi, kami juga tidak menutup diri dari kritik saran yang membangun. Kami sangat membuka diri untuk itu.
Kamis sore, 28 Januari 2011. Seperti yang sudah dijadwalkan, saya sebagai Bagian Percetakan, ditemani Pimpinan Redaksi, Wakil Pimpinan Redaksi, dan Editor majalah Gladiool Magazine berangkat menuju percetakan yang tak jauh dari sekolah. Entah sudah keberapa kalinya saya bolak-balik percetakan. Sampai di meja resepsionis, saya mengucapkan kalimat yang seolah sudah menjadi password, "Mbak, mau ketemu Mas Totok atau Mas Jack ada?" dan si mbak pun menjawab, "Ya, masuk aja."
Saya masuk ke ruangan karyawan. Mbak-mbak yang tak lain adalah petugas administrasi percetakan tersenyum sambil menunjuk tumpukan majalah di sebelahnya. Melihat itu, rasanya saya ingin melompat, berteriak, mengeskpresikan kebahagiaan yang membuncah. Ah, saya benar-benar bersikap lebay saat itu. Kawan, butuh perjuangan yang amat sangat bagi kami untuk mewujudkan majalah serupa itu. Benar-benar perjuangan! Syukur tiada terkira ketika satu program kerja (proker) kami terlaksana. Sang petugas administrasi pun mesam-mesem melihat kelakuan empat remaja yang tak bisa menutupi kebahagian itu.
Usai membayar biaya percetakan dan mengucapkan terimaksih pada Mas Totok, pegawai percetakan yang telah membantu mempercantik layout majalah. Mas Jack, yang menawarkan kerja sama. Petugas administrasi yang sabar menerima SMS/telepon kami. Mbak Resepsionis yang menjawab password kami. Kami kembali ke sekolah membawa 425 eksemplar majalah dengan dua motor matic. (Saya sarankan lain kali pake tiga atau empat motor deh! Atau mobil sekalian.)
Di sekolah, kami berteriak kegirangan. Rasanya saya ingin mengabarkan pada siswa-siswi yang tersisa sore itu bahwa G-Magz akan terbit. Tapi, urung karena ini akan kami jadikan surprise Jum'at esok. Saya mengabarkan pada Presiden Sibema bahwa G-Magz benar-benar sudah jadi. Ya, berita ini menjadi suatu hiburan tersendiri bagi kami di tengah pusing memikirkan proker besar Sibema Cup. Saya juga mengabari Ketua MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas) yang sudah sering mempertanyakan G-Magz. Dia langsung masuk ke markas kami SOS (Studio of Sibema) dan membaca G-Magz. Ketua OSIS juga ikut melihat majalah kami. Merekalah orang diluar Redaksi pertama yang melihat majalah kami. Dan komentar mereka, "Bagus!". Alhamdulillah! :)
Keesokan harinya, G-Magz dibagikan ke kelas-kelas di tiga angkatan. Jumlahnya belum memenuhi seluruh siswa memang, baru setengahnya. Tak apalah. Bahagia sekali rasanya melihat di setiap lorong Smansa anak-anak membaca G-Magz. Di kelas-kelas juga. Saya ingin tersenyum pokoknya. Banyak yang berkomentar serupa dengan Ketua OSIS dan MPK. Kami juga mendapat pujian dari kakak kelas. Alhamdulillah. Semoga kami tidak terlena dengan pujian itu.
Kami sempat mendapat kritikan dari kakak kelas, teman, bahkan guru. Kami terima dengan senang hati. Selama itu membangun, mengapa tidak? Akan kami jadikan bahan koreksi untuk G-Magz edisi kedua. Semoga majalah selanjutnya nanti bisa terbit tepat waktu, tidak menemui banyak hambatan, dan menjadi lebih baik. Amin.
March 19, 2011 No comments

Sudah satu bulan lebih saya tidak menulis di blog. Pasalnya, saya sedang sibuk mempersiapkan sebuah event besar yang akan diselenggarakan organisasi saya pertengahan bulan Februari ini. Saya tergabung dalam sebuah organisasi jurnalistik sekolah yang setiap tahunnya meneyelenggarakan lomba ke-jurnalistik-an untuk anak-anak SMP di wilayah Ekskaresidenan Kedu. Sebagai "trisula" dari organisasi tersebut, kegiatan itu tentu menyita perhatian saya.



Baru sekarang, setelah persiapan mendekati 60%, saya bisa punya waktu luang dan benar-benar memanfaatkan liburan. Di sini saya akan bercerita pendakian. Ya, pendakian.

Sekolah saya memiliiki banyak suborganisasi di bawah OSIS. Selain suborganisasi kejurnalistikkan yang saya sebut tadi, terdapat pula suborganisasi pecinta alam. Sabtu, 29 Januari 2011 lalu, anak-anak pecinta alam mengadakan pendakian awal tahun ke Gunung Merbabu. Sudah lama saya ingin mengikuti kegiatan ini. Saya juga sempat diajak oleh salah seorang teman. Namun, apa daya saat itu fisik saya sedang tidak memungkinkan. Saya tengah kelelahan dengan banyaknya kegiatan. Jadi, dengan berat hati saya mengurungkan niat saya untuk join.

Hal itu mengingatkan saya pada kejadian beberapa tahun silam. Tepatnya Januari 2007. Saat itu saya masih SMP, Gugus Depan tempat saya bernaung memiliki kegiatan tahunan yang serupa dengan apa yang dilakukan teman-teman pecinta alam; Mendaki Gunung. Tentu saja hal itu merupakan suatu hal baru bagi saya. Apalagi yang akan kami tempuh adalah Gunung Merapi, yang tentu masih hangat di telinga masyarakat bahwa gunung itu baru saja menunjukkan kekuatannya di tahun 2006.

Demikianlah kisah pendakian perdana saya,

Minggu pagi, penghujung Januari 2007. Kami, murid-murid tahun pertama SMP N 1 Kota Mungkid berkumpul di lapangan upacara sekolah untuk mendengarkan pengarahan dari Pembina Pramuka. Di pinggir jalan sana, empat truk telah siap membawa kami ke jalur start pendakian. Setelah menyimak pengarahan dari Pak Joko, Sang Pembina kami naik ke truk. Menyusuri jalan sambil bercanda. Itulah kali pertamanya saya naik truk, dan saya pikir saya menyukainya.

Begitu sampai di sebuah tempat dimana pendakian kami akan dimulai. Hawa dingin gunung mulai terasa. Saya turun dari truk dengan masih mengenakan jaket. Sekali lagi Pak Joko mengingatkan, bahwa pendakian yang akan kami jalani adalah pendakian yang santai dan kami diharuskan bersikap ramah pada setiap warga yang kami temui.

Saya berjalan bersama kawan seregu saya. Masih pagi, kami masih semangat. Medan yang kami lalui bukanlah hutan, melainkan pemukiman dan areal perkebunan penduduk. Iseng-iseng kami menghitung jumlah masjid yang kami lalui. Ada dua belas masjid. Jika setiap kampung memiliki satu masjid maka setidaknya kami telah melalui dua belas kampung. Sampai saat ini saya masih ingat jalan-jalannya, meskipun saya lupa nama lokasinya. Rumah penduduk di sana sederhana, kebanyakan terbuat dari bambu dengan pintu-pintu kayu. Jalannya sudah enak untuk dilewati, terdapat selokan di kanan kirinya.

Semakin siang, semakin panas, kabut mulai hilang dan kami bisa menyaksikan pemandangan indah. Kami semakin dekat ke tujuan, pemukiman semakin jarang digantikan oleh perkebunan sayur, dan kami semakin lelah.
Teman-teman saya ada yang sudah KO, tidak kuat meneruskan perjalanan. Sehingga, Pak Joko membonceng mereka denagn motor. Karena saya enjoy dan bahagia dengan moment ini, alhamdulillah fisik saya mau diajak kerja sama. Hampir semua anak mengatakan ini pendakian perdana selama tiga belas tahun hidup. Saya merasa bahwa tas punggung yang saya bawa ini sangatlah berat. Saya membawa semua yang diinstruksikan pembina; jas hujan, mukena, makanan, air mineral botol besar, jaket, sandal, dan obat-obatan. Sejujurnya tas ini malah memberatkan saya, maklumlah pendakian perdana. Sementara kakak-kakak Dewan Penggalang lebih simple, mereka hanya membawa jas hujan, minum dan sedikit makanan. Tas di punggung tampak tidak mengganggu mereka.

Selama di jalan, kami berbagi makanan dan minuman. Meski begitu, tetap saja stok makanan kami habis sebelum finish. Saat itu kebetulan tengah musim panen. Sampai di kebun tomat, seperti sebelumnya kami menyapa penduduk. Si Bapak yang tengah memanen tomat itu tersenyum, beliau menawrakan tomatnya pada kami. Kami malu-malu dan hanya mengucapkan, "Nggih, maturnuwun." Tapi Bapak Tua itu ternyata serius. Beliau mendekati kami dan memberi beberapa buah tomat. Belum masak benar, tapi tak apalah daripada dehidrasi. Kami mengucapkan terima kasih. Lalu menikmatinya tanpa di cuci. Dalam kedaan normal, tomat seperti itu pasti kecut alias masam. Tapi ini lain kawan, dalam keadaan kepepet tomat itu bukan main enaknya. Saya sendiri sangat terkesan dengan kejadian 'tomat' ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak itu.

KIra-kira sudah 4 jam kami berjalan dan tak kunjung menemukan tujuan kami, Pos Pengamatan Babadan. Kami lelah sekali, saking lelahnya kami memutuskan untuk duduk di tengah jalan tanah yang tidak rata. Kami istirahat sejenak di situ. Rasanya kami adalah orang terakhir, padahal masih banyak anak lain di belakang. Tiba-tiba ada seorang berteriak, "Ayo semangat, udah dekat lho! Belok dikit sampai. Ayo semangat!" itu suara Galuh, dia menyemangati kami dengan entengnya. Pasalnya, tadi Galuh sudah dibonceng Pak Joko. Tak heran temanku yang bersuara indah itu begitu sumringah.

Kami berdiri, melanjutkan perjalanan. Ternyata benar, beberapa puluh meter dari tempat kami berhenti Pos Pengamatan sudah tampak. Kebanyakan teman cowok sudah makan-makan di sana. Empat truk yang tadi mengangkut kami juga sudah menunggu. Bahagia sekali rasanya. Kami diajak masuk ke dalam pos oleh petugas, melihat foto-foto Gunung Merapi dari tahun ke tahun. Juga melihat seismograf dari jarak dekat untuk pertama kalinya.

Pos Babadan berada 4 km sebelum puncak Merapi. dari pos ini kami seharusnya bisa melihat pemandangan puncak, tapi cuaca di puncak sedang berkabut, tak apalah. Pemandangan gunung di sekililingnya tak kalah memukau. Ada area luas bersemen di samping pos, warung makan kecil, dan bunker. Saya sempat masuk bunker, juga untuk pertama kalinya. Pintunya tebal sekali dari besi. begitu masuk ada ruangan luas berisi tabung-tabung oksigen. lalu ada lorong gelap. Saya tidak masuk ke sana, saya takut. Ada beberapa teman cowok yang masuk ke lorong. Konon, lorong itu berujung di ruangan luas yang cukup terang. Di sinilah orang-orang berlindung dari terjangan wedhus gembel. Namun seperti kita tahu, ternyata bunker tidak efektif untuk menghidari awan panas bersuhu ratusan bahkan ribuan derajat. Masih ingat kan, dua relawan yang tewas terpanggang dalam bunker ketika awan panas menerjang?

Puas melihat-lihat dan berfoto, kami meninggalkan lokasi. Di truk kami bercerita tentang perjalanan masing-masing. Seru sekali. Saya rindu sekali mendaki gunung. Dulu saya pernah bergumam pada diri sendiri untuk datang ke Babadan lain kali. Empat tahun berlalu, saya belum sempat mengunjungi Babadan. Tapi menurut cerita teman saya, Pos Pengamatan itu sudah rusak diterjang awan panas dan terkubur abu merapi pada saat letusan tahun 2010 lalu. Saya tidak tahu bagaimana pastinya keadaan Babadan sekarang. Bagaimanapun juga, Pos Pengamatan Babadan tetap mendapat temoat di hati saya, punya kennagan istimewa bagi saya dan teman-teman satu angkatan saya di SMP. Teman-teman Spenakers tercinta.
March 19, 2011 No comments
Sebenarnya saya tidak tau banyak tentang dunia sepak bola. Saya hanya senang menyaksikan jalannya pertandingan. Tentu saja pertandingan yang saya saksikan adalah antara club-club yang saya ketahui. Itu merupakan hiburan bagi saya. Saya hanya tau beberapa pemain ternama, David Beckham, Xavi Hernandez, Thomas Mueller, dll. Juga tim-tim hebat, dan beberapa kisah menarik tentang sejarah tim ataupun pemain. Dan Bambang Pamungkas, tetaplah membuat saya excited dan penasaran. Hahahaha :D

Sekarang, tahun 2010. Saya sudah SMA. Tahun lalu, saya tidak merasakan geregetnya sepak bola di sekolah saya. Liga tahunan antarkelas berhenti di tengah jalan karena suatu masalah tahun lalu. Saya menjadi saaaangngngaaattt rindu pada masa-masa SMP. Rindu futsalnya, apalagi sepak takrawnya. Tapi tahun ini, tampaknya menjadi tahunnya sepak bola lagi. Pertengahan tahun, ada Piala Dunia 2010, sekolah saya kembali menyelenggarakan Liga Smansa dengan sukses, Barclays Premier League, Piala AFF di penghujung tahun, dsb.

Piala Dunia 2010, saya mendukung Inggris dan Jerman. Saya belum mau berpaling dari keindahan negara Inggris yang sangat saya kagumi. Itulah alasan saya mendukung Inggris. Dan Jerman??? Alasannya sangat simple, tak lain karena saya sedang mempelajari bahasa asing tersebut. --Meskipun saya pusing dibuatnya karena harus membedakan kata benda berdasar kategori feminin, maskulin, dan netral sesungguhnya saya menyukai pelajaran itu. Hahaha konyol sekali. Tapi emmm, tidak juga ah.-- Saat itulah saya mulai ngefans sama David Beckham. Meskipun dia tidak bermain, dia tetap keren (Apalagi setelah saya baca biografi Beckham. Saya semakin ngefans pada Beckham. Ngefans sama sepak bola). Saya juga terpesona pada Iker Casillas. Seperti Bambang Pamungkas, dia memiliki kharisma sebagai kapten. Dan seperti Bambang Pamungkas pula, Casillas itu kerrreeennn. Heheheheh :) Hmmm, bukankah David Beckham pernah menjabat kapten The Three Lion. Oh tidak, ada apa gerangan antara saya dan kapten-kapten ini??? Hehehe....

Liga Smansa 2010, sukses membuat saya semakin mencintai sekolah. Saya yang telah rama merindukan suasana pertandingan antarkelas, kini kesampaian juga. Meskipun sedang musim hujan, saya rela pulang sore demi menonton pertandingan. Kelas saya bergabung dengan kelas XI IPA 4, kami menamai tim PASOPATI (Pasukan Sosial-2 & IPA-4 Satu Hati). Berhubung saat itu ada lomba suporter. Pasopati serius sekali menyiapkan atribut suporter. Ada ikat kepala, ada pom-pom dali tali rafia. dan tulisan besar Pasopati dari potongan kardus. --sayang sekali, kardus hanya bertahan pada babak pertama pertandingan pertama. Kardus tanpa pelindung itu basah kuyup kehujanan-- Selama pertandingan, tim bersemangat dan suporter tak kenal lelah meneriakkan yel-yel. Meski tim gugur di perempat final, tapi suporter Pasopati keluar sebagai juara. Senang sekali kami saat itu.

Final liga Smansa hampir berbarengan dengan diselenggarakannya Piala AFF. Bola memang menjadi perbincangan hangat. Apalagi Tim Garuda tampil gemilang di babak penyisihan. Meskipun Bambang Pamungkas lebih sering menjadi cadangan. Saya tetap setia ngefans sama Bambang Pamungkas. Dia tetap keren bagi saya. Saya refleks berteriak ketika Bambang membuat gol di pinalti pertama melawan Thailand. Saya tetap salut pada Bambang meskipun banyak yang bilang dia arogan sekarang, mainnya jelek. Terserah! Bambang tetap Bambang selama dia tidak membuat hal yang tercela semisal yang dilakukan seorang pelatih asing dengan artis bohai di negeri ini. (Semoga Bambang tidak dan belum terlibat hal-hal semacam itu. Amin)

Tahun ini, saya semakin jatuh cinta pada sepak bola. Prestasi Timnas tentu membangkitkan rasa nasionalisme dan bahkan saya bersemangat menjalani kegiatan karenanya. Hahaha :)
Pasca final leg pertama, saya dan kakak saya tidak bisa tidur, memikirkan kekalahan timnas. Tapi bagaimanapun juga saya tetap cinta sepak bola. Cinta TIMNAS INDONESIA !!!

Itulah kisah saya tentang bola. Dan sedikit tentang Bambang Pamungkas. Heheh...
Semoga Second leg final piala AFF berjalan lancar, tanpa tindakan memalukan, dan Indonesia menang!!! Semangat!!! :)

Akhir kata, untuk timnas indonesia ada lagu yang cocok nih :
"when you feel like hope is gone, look inside you and be strong! and you'll finally see the truth, there is a hero lies on you!!!"

Wassalamu'alaikum wr.wb.



March 19, 2011 No comments
Assalamu'alaikum wr. wb.

Sekian lama saya tidak menulis di blog saya tercinta. Sekian lama pula saya tidak aktif update status di facebook, apalagi twitter. Saya malah sudah lupa password twitter saya, hehehe. Itu semua saya lakukan karena saya suka aneh-aneh, melirik-melirik status "orang itu" yang malah bikin saya kecewa dengan dia. Jadi saya memutuskan untuk vacuum dulu. Hehehe....

Baiklah, tentu saja bukan perkara status atau ke-vacuum-an saya di jejaring sosial tersebut yang akan saya bahas di sini. Saat hangat-hangatnya Turnamen Piala AFF dibicarakan di negeri ini, saya rasa ini moment yang sesuai untuk berbagi mengenai sesuatu yang saya sukai. Ya, entah kenapa saya menyukai dunia sepak bola dibanding olah raga lain.

Kesenangan saya tersebut bermula ketika Piala Dunia 2006. Saat itu saya baru lulus SD. Saya tidak tahu banyak mengenai club-club sepak bola, apalagi pemainnya. Saya hanya menikmati nonton bareng di rumah Pakde. Ada rasa senang tersendiri saat itu. Beberapa keluarga dekat datang ke rumah Pakde yang cukup besar dan hanyut dalam siaran langsung pertandingan piala dunia. Siangnya, saya membicarakan pertandingan semalam dengan teman-teman. Begitu asyiknya.

Tahun pertama di SMP, sekolah saya menjadi tuan rumah Popda tingkat kabupaten. tentu saja sepak bola menjadi salah satu olah raga yang dipertandingkan. Berhubung SMP Negeri 1 Kota Mungkid (sekolah saya) termasuk maju dalam bidang voli. Perhatian terpusat di lapangan voli. Tidak demikian dengan saya, saya justru nonton bola di lapangan belakang bersama teman saya.

Di SMP, sepak takraw atau futsal menjadi agenda wajib saat classmeeting. Sejujurnya sepak takraw termasuk asing bagi saya, waktu SD tidak pernah ada permainan sepak takraw. Tapi begitu melihat permainan itu, saya sangat terpesona. Melihat para pemain berusaha keras menendang bola rotan, melakukan heading, suatu atraksi yang sangat menarik. Apalagi, kelas saya, VII B kala itu adalah sebuah kelas yang dihuni oleh cowok-cowok yang jago maen bola, baik itu futsal maupun takraw. Bahkan kami menjadi juara ketiga sepak takraw di classmeeting semester pertama.

Lalu, entah dalam suatu pertandingan apa saya tidak ingat. Yang jelas itu adalah pertandingan timnas Indonesia melawan negara apa juga saya lupa. Disitulah saya terpesona pada kapten Timnas Indonesia kala itu, Bambang Pamungkas. Menurut saya, Bambang punya kharisma sebagai kapten. Dan sepanjang saya tahu, dia kapten yang tenang dan . . . . . keren. Tentu saja. Sejak itulah saya semakin senang melihat pertandingan sepak bola di televisi. Apalagi jika Timnas Indonesia bermain. Hebohlah saya dibuatnya. :)

Masuk kelas VIII A, kelas saya juga dipenuhi pemain-pemain inti sekolah. Di sini saya lebih menggila. Saya turut berteriak bersama anak-anak lain memberikan support pada kelas saya yang tengah bermain futsal. Ya, meskipun saya sebenarnya juga Panitia penyelenggara. Saat itu saya menjabat sebagai Pengurus OSIS, tapi saya tak bisa tahan untuk tidak ikut berteriak, bernyanyi, dan melompat-lompat. Aaahh, saya rindu masa-masa itu.


Salah satu pertandingan futsal classmeeting semester dua, menjadi saat tak terlupakan bagi saya. Pertandingan antara kelas VIII D vs VIII E. Striker dari kedua belah pihak, adalah teman akrab saya. Dan dua orang itu naksir cewek yang sama. Pertandingan jadi seru sekali. Saya mendukung dua tim. Saya tidak bisa memilih salah satu. Berkat menyaksikan pertandingan itu pula, saya "mungkin" terlibat cinlok. Hah! Sudahlah lupakan!

Tahun 2008, saat UEFA EURO digelar. Saya turut hanyut dalam demam bola. Saya mendukung Inggris. Saya suka Inggris, saya tertarik pada sejarahnya, budayanya. Suatu saat saya ingin mengunjungi Inggris. Mengunjungi Museum Maddame Tussaud, Buckingham Palace, Big Ben, dan banyak lagi. Christiano Ronaldo, sedang booming sekali tahun itu. Teman saya bahkan memberikan banyak sekali wallpaper CR7 di flashdisk saya, dan masih saya simpan gambar-gambar itu hingga sekarang. Tapi --maaf-- saya tidak tertarik Ronaldo. Saya memang tidak terlalu tertarik pada pemain perorangan. Saya lebih menyukai tim saat itu.


To be continued. . . .    ------>>> Demam Bola 2010 (part 2)
March 19, 2011 No comments
Haiiii.....akhirnya aku bisa nge-blog lagi....

Aku pengen cerita nih tentang sesuatu yang mengingatkanku pada masa-masa indah di SMP. SMP N 1 Kota Mungkid, almamater-ku tercinta.

Rabu, 16 Juni 2010 lalu sekolahku sedang ada acara workshop bikin film. Berhubung itu adalah kegiatan pasca semesteran maka banyak murid yang masuk siang. Termasuk aku. Bahkan, sebelum berangkat menuju sekolah yang terletak sekitar 15 km di sebelah utara rumahku, aku harus mengantarkan ibukku tercinta ke kantornya, sekitar 4 km di sebelah timur rumahku. Dalam perjalanan mengantar ibuku ini, aku lewat SMA Negeri 1 Kota Mungkid. SMA yang bersebelahan dengan SMP-ku. Dan suatu pemandangan menakjubkan tampak di depan SMA, suatu pemandangan yang menurutku sangatlah amazing! Empat truk pasir parkir di tepi jalan depan SMA. Dan bagi kami, Kota Mungkid'ers empat truk parkir di depan sekolah merupakan indikasi adanya kegiatan ke-Pramuka-an.

Benar saja, di dekat truk itu ada beberapa oknum Provost Dewan Ambalan yang tampak sibuk, dan beberapa anggota Pramuka yang berlalu lalang di sekitar truk. Tentu saja aku berani menyebut mereka Pramuka karena mereka memakai sragam Pramuka. Hari itu adalah jadwal perkemahan tiga hari mereka.


Ya, pemandangan Rabu pagi yang kulihat beberapa detik itu mengingatkan aku ketika SMP, ketika aku masih aktif berorganisasi di bidang ke-Pramuka-an. Saat hari pertama menjadi anggota Gudep 12-17/18 dengan kostum yang...yah, tentu saja kalian tahu. Setelah peristiwa bersajarah yang embarassing itu, aku mendapat banyak materi kepramukaan. Aku mulai menyukai Pramuka, sampai pada awal kelas VIII dibuka pendaftaran Calon Dewan Penggalang. Dan aku mendaftar, singkatnya aku diterima.

Agenda pertama Dewan Penggalang (DP) adalah mengikuti kegiatan Perkemahan Besar se-kecamatan. Ini jadi awal kebersamaan indah kami, aku masih ingat ketika regu-ku nggak bisa tidur, gara-gara Pembina dari tenda sebelah berisik membicarakan 'cinta' sekali lagi 'CINTA' dan benar-benar jelas mereka membicarakan itu. Aku masih ingat ketika ikut wide game menjelajahi 18 pos. Oh my God, jauuuuh sekali kami berjalan hingga jam 3 sore baru kembali ke tenda. Sampai regu putra mencari kami. Lebay tapi so swit!

Aku juga masih ingat ketika malam terakhir di perkemahan stok makanan dan uang ludes, dan apa yang kami makan? Regu putri memasak sesuatu atas usulan oknum regu putra untuk dimakan bersama regu putra. (sengaja aku rumitin kok, sorry). Panaskan wajan di atas kompor (belum ada kompor gas tiga kiloan subsidi pemerintah), masukkan lembaran kubis yang sudah dipotong, beri garam. Jadi deh! Enaknya rasa kebersamaan.

Bebrapa Minggu setelah Perkemahan itu, kami baru dilantik. Kami harus menjalani wide game lagi, lewat medan yang keren! Lewat jembatan kecil nan tinggi untuk menyeberangi sungai, games seru dengan DP angkatan sebelumnya. Kebersamaan lagi.

kembali ke empat truk yang parkir tadi, mengingatkan aku ketika DP, Pembina bersama adik-adik kelas VII hiking ke Curug Silawe. Medannya sepi, miring, berbatu, di satu sisi jurang dan sisi lainnya tebing. Lebih ngeri daripada hiking ke Gunung Merapi 4 tahun lalu. Waktu itu, kami diangkut dengan truk pasir dan diturunkan di kaki gunung.

Empat truk itu juga mengingatkan aku pada Perkemahan Akhir Tahun DP bersama kawan-kawan kelas VIII di Bumi Perkemahan Gedongan, Borobudur. Dimana saat itu, medan wide game adalah di Pegunungan Menoreh, kalau tidak salah di suatu bukit bernama Watu Kendil. Dan Perkemahan ini, saaaangaaat berkesan bagiku. Kedekatan dengan teman seangkatan, kebersamaan dan lelah fisik yang meninggalkan kenangan indah.

Hhhh, it's unforgetable experience !!!
June 19, 2010 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Numbers
    Apakah kalian pernah membaca buku legendaris karya Antonie de Saint Auxpery? Yes, Le Petite Prince . Beberapa tahun lalu saya membacanya dan...
  • Review Film 'A Taxi Driver': Peran Supir Taksi dalam Membangkitkan Demokrasi di Korea Selatan
    Mumpung masih bulan April dan masih konsisten sama postingan per-korea-an, saya mau menulis tentang A Taxi Driver . Sudah lama banget saya ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Drama vs Realita
    The Great Queen Seondeok adalah sebuah drama yang dibuat berdasarkan sejarah tapi dengan menyisipkan tokoh dan cerita fiksi di dalamnya. T...
  • Wisata Mojokerto: Patung Buddha Tidur Hingga Candi-Candi Bersejarah di Trowulan
    Mojokerto mungkin bukan tujuan wisata favorit Jawa Timur layaknya Malang atau Banyuwangi,  namun Mojokerto memiliki sisi menarik dari segi ...
  • Friendship in Twenty-Something
    When I was a teenager, I often thought that friendship is something beautiful and will last forever. I love my friends so much, the way we ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • [K-Drama] Tokoh Favorit dalam Drama "The Great Queen Seondeok"
    Nonton K-Drama berjudul  The Great Queen Seondeok (QSD)   telah membuat saya begitu excited atau apalah perasaan ini namanya, saya kurang ...
  • Sekilas tentang Departemen MKP Fisipol UGM
    Saya adalah mahasiswa semester delapan yang memiliki seorang adik yang tengah menempuh tahun terakhirnya di SMA, bulan-bulan ini ia tengah ...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose