How's 2018?

Friday, December 7, 2018

Tahun 2018 tiba-tiba aja udah sampai di bulan terakhirnya, nggak kerasa ya. Sedih banget aku tu, tau-tau udah mau ganti tahun aja. Lewat tulisan ini, saya ingin sejenak melihat perjalanan blogging selama satu tahun terakhir. Iya, perjalanan blogging aja yang ditulis. perjalanan hidup mah biar jadi cerita pribadi aja.

Selama tahun 2018 (atau setidaknya sampai saat saya menulis ini) ada 26 tulisan yang berhasil saya unggah. Jumlah yang kalah jauh kalau dibandingkan dengan tulisan yang berhasil diunggah tahun lalu sebanyak 32 tulisan. Masuk akal sih, karena Januari tahun lalu, saya memaksa diri saya sok-sokan bikin proyek #10HariMenulis jadi di bulan awalnya aja udah ada sepuluh tulisan nangkring di blog. Dari segi kuantitas, proyek semacam itu sangat membantu buat nambah entry di blog. Namun dari segi isi materi tulisan, menurut saya tulisan tahun 2018 lebih tertata dan lebih pake effort daripada tahun-tahun sebelumnya hahaha.



Beberapa postingan emang saya bikin cukup niat hahaha, mulai dari take foto-foto buat pelengkap, edit foto atau cari foto di internet kalau butuh sumber eksternal). Ngurusin foto aja udah makan waktu. Trus, setiap tulisan pasti saya bikin draft kasarnya dulu di WordPad (biar irit kuota dong yaa) lalu baca...edit. Dipindah ke laman entry blogspot, setting, edit, insert foto-foto baru posting hehehe, makanya jarang banget tulisan bisa jadi sehari. Paling-paling dua sampai tiga hari-an laah bisa fix sampai diupload.

Tantangan berat nulis blog bagi saya, selain menemukan materi buat ditulis adalah untuk konsisten dan melawan segala mood kalau misal lagi nggak ada hasrat nulis sama sekali. Saya sudah pernah bahas kan kalau saya ikut proyek bareng temen yang namanya INKspiration, sebuah proyek yang membuat para membernya setor minimal satu tulisan dalam periode dua minggu. Alhamdulillah, saya berhasil memenuhinya selama setahun ini. Well, kadang ada bolongnya juga sih, tapi saya berusaha “bayar” pakai tulisan tambahan di lain waktu biar kalau dirata-rata yaa tetep setahun bisa skitar 24 tulisan hehe. Alhamdulillah, setiap bulannya bisa paling enggak satu tulisan, kecuali bulan Juni yang nggak nulis sama sekali huhu. Paling produktif yaa di bulan April karena saya hype banget abis nonton The Great Queen Seondeok dan harus saya lampiaskan di blog hahaha. Proyek INKspiration sangat membantu buat semangat nulis, meski saya juga tidak lantas menulis semata-mata untuk proyek ini. Saya menulis karena saya ingin dan saya butuh melampiaskan apa yang ada di kepala.


Dari 26 tulisan yang saya unggah tahun 2018, tulisan favorit saya adalah Friendship in Twenty Something (klik di sini untuk membaca), karena tulisan ini saya tulis sepenuh hati. Bukan berarti tulisan lain nggak saya tulis sepenuh hati ya, tapi materi tulisan ini tuh rasanya lebih personal. Jujur. Curhatan. Manusiawi. Hehehe apa sih. Tapi yaa memang gitu. Itulah yang saya rasakan dua-tiga tahun belakangan. Yang mungkin juga dirasakan temen-temen seumuran saya. Ketika teman-teman yang dulu biasa bareng-bareng kita sudah sibuk dengan jalan hidup masing-masing, pun diri kita. Nggak bisa dihindari lagi, yaudah emang suatu saat bakal sampai ke saat ini. Saat kita mulai menghargai betapa berharganya kenangan-kenangan indah bareng temen-temen dahulu. Saat yang pada akhirnya jadi teman perjalanan, yaa teman hidup kita nantinya. Eciyeeehhh....


Friendship. Sometimes, what I love about boy group is their friendship.
They became friend since trainee, work together, receive award together,
and maybe sad together. They growing old, together :') (pic source)

Saya seneng dan puas bisa nulis Friendship in Twenty Something itu. Saya bahkan rindu bisa nulis jujur kayak gitu. Buat saya, nggak mudah mengungkapkan isi hati dan pikiran di tempat umum, seperti di blog. Saya lebih pede mengungkapkan perasaan tentang oppa-oppa koriya daripada tentang hal-hal kayak gitu hehehe.

Sementara itu, tulisan yang paling banyak dikunjungi tahun ini adalah ketika saya bercerita tentang itinerary perjalanan saya ke Banyuwangi pada Februari lalu (klik di sini untuk membaca). Saat itu, saya membagi pengalaman jalan-jalan saya dalam tiga tulisan: gambaran umum (itinerary, dll), pendakian Gunung Ijen, dan Taman Nasional Baluran. Nggak nyangka, ternyata yang paling banyak dikunjungi adalah yang tentang gambaran umumnya, bahkan banyak yang minta itinerary yang sudah saya bikin vie email, dan mereka juga berlanjut tanya-tanya via email. Well, senang bisa membantu meski cuma tahu lewat blog. Semoga apa yang saya tulis itu cukup membantu.



Hmm...ngomongin tentang jalan-jalan jadi inget kalau tahun ini tuh saya pengen banget jalan-jalan ke Taman Kyai Langgeng dan Gembira Loka Zoo hahaha random banget kan saya? Tapi emang, itu cita-cita yang bahkan saya ungkapkan ke temen-temen saya, tapi kayaknya temen saya yang sudah pada dewasa itu nggak mau maen ke tempat-tempat random kayak gitu haha. Sebenernya udah rencana mau ke Gembira Loka Zoo bareng Nana sih, tapi kami cuma bisa ketemu weekend...dan weekend udah sama-sama capek pengennya gegoleran aja wkwkwwk. Pengen sih, aku kesana sama kamu tapi ya gitu hmm.


Di tahun 2018 ini, saya banyak bikin konten tentang per-korea-an. Saya yang semakin ter-hallyu ini bahkan bikin "menu" yang saya dedikasikan khusus untuk K-Drama di bagian menu bar blog saya. Iya, saya semakin suka Koreyaan dan saya butuh wadah untuk menyalurkan itu. Temen saya bahkan bilang, sekalinya masuk ke koreyaan: there's no way back! Hahahahaha. Belakangan, saya bikin blog khusus buat koreyaan dan postingan pertama saya (klik di sini untuk membaca) isinya curhatan tentang saya dan koreya.


Saya adalah fans Kate Middleton garis keras, tapi ternyata suka koreyaan tentu saja tidak bisa dipahami semua orang. Kate Middleton is Kate Middleton, sementara Koreya terlanjur dipandang gimana gitu haha. Suatu hari, saya pernah mengunggah review film Korea di Instagram dan seseorang berkomentar: "seleramu lho" *emoticon bola mata lihat ke atas yang item2 matanya ke atas semua* Film yang dikatain "seleramu lho" itu adalah The Throne, flag bearer-nya Korea di Oscar padahal :') Tapi yaa tentu beda banget genre-nya sama film selera dia (film-film Marvel). Sempet kzl sih saya hahaha, kenapa ini bocah nggak memahami kalo selera orang beda-beda? Tapi yowis sih, saya males debat. This person is the one who also commented about "plastic"-thing when I posted about Song Heung Min in World Cup 2018, jadi yowis.... Nggak cuma itu sih, pernah juga dikomentarin "kamu sekarang beda" pas saya posting review film lain di IG. Yaudah, di-read wae haha. Bahkan temen-temen deket pun be like rolling their eyeball knowing about me and this korean thingy hahah, jadi yowis...blog (dan twitter) memang terbaik buat koreyaan hahahaha.

(pic soruce)
Konten-konten Koreya di blog ini juga merupakan konten favorit saya karena saya juga bikinnya dengan perasaan yang bahagia hehehe. Artikel tentang Queen Seondeok bahkan saya bikin pake acara baca jurnal segala saking penasarannya sama sejarah salah satu ratu terkuat di era Silla itu, chingu. Micin emang aku tu kalo udah suka sama sesuatu, apalagi suka sama kamu. Dan saya juga nggak nyangka aja, tulisan tentang Queen Seondeok, yang merupakan drama lawas banget itu ternyata masuk dalam daftar tulisan yang paling banyak dikunjungi tahun ini. Heran tapi juga seneng berarti paling nggak di luar sana masih ada yang pensaran sama Seondeok hahaha. Padahal menurut saya tulisan pertama tentang Queen Seondeok (total saya bikin empat tulisan bahas satu drama doang hiks) tuh kurang tertata, karena saya terlalu hebih dan pengen menjejalkan enam puluh episode drama dalam satu materi tulisan hahaha.

Selain Korea-an, "menu" yang saya tambahkan di menu bar blog adalah Postcrossing, sebuah proyek bertukar kartu pos yang saya mulai awal tahun 2018 ini. Sebuah proyek yang agak kuno dan tampak unfaedah tapi menyenangkan. Seru juga loh ternyata, ketika pulang kerja lalu tiba-tiba dapet kartu pos lucu dan pesan menyenangkan dari si pengirim. Atau ketika dapat ucapan terima kasih via email ketika kartu pos yang kita kirim sudah sampai ke tujuan. Iya sih, memang bisa aja kita cari gambar suatu negara di internet di era digital ini, tapi mendapatkan dari negaranya langsung dengan gambar-gambar yang nggak terduga is really something. Bahkan saya dapat beberapa DM dari temen yang tertarik juga dengan proyek ini dan memutuskan bergabung. Seorang blogger yang suka nulis per-postcrossing-an dari Kanada bahkan DM saya via Instagram karena lihat hasil foto-foto saya terkait postcrossing yang menurut dia menarik dan doi minta izin untuk me-repost-nya di blog dia, pakai nama saya tentu saja. Yay, so glad!!

Dalam setahun, belum banyak kartu pos yang saya kirim maupun saya dapatkan, karena saya cuma ngirim kalo lagi selo dan lagi ada duit hahaha. Stock postcard di rumah masih banyak sih sebenernya, perangko juga tapi lagi kurang mood aja ngurusin per-postcrossing-an. Semoga tahun depan bisa lebih banyak kirim kartu pos dan dapet beragam kisah seru dari kartu pos berbagai negara. Aamiin. Oh iya, silakan klik di sini kalau tertarik untuk join Postcrossing, saya sudah bahas caranya di artikel itu.


Eh iya, di akhir saya mau cerita terkait style nge-blog. Saya memutuskan untuk konsisten menggunakan kata "saya" di blog sejak 2015 kayaknya, alasannya waktu itu yaa karena lebih nyaman nulis pake "saya" aja. Tapi, di beberapa postingan terkahir, saya selalu otomatis nulis kata "aku" setiap kali bikin postingan dan baru nyadar setelah ngetik beberapa kalimat, lalu barulah saya ganti kata "aku" dengan "saya". Kadang, ngerasa beda aja gitu feel-nya ketika yang otomatis saya tulis dengan "aku" saya ganti dengan "saya" atas nama konsistensi. Tapi rasanya kayak jadi nggak alami. Tapi yaudah sih, bukan masalah besar juga kan ya? Atau mungkin suatu saat harus dicoba posting tulisan pake "aku" kali yaa, biar bisa dibedakan feel-nya. Yaa, sepertinya hanya "aku" dan "saya" yang bakal saya pakai, karena kalau saya pakai "gue" jatuhnya geli membayangkan logat saya dipake ngomong "gue" hahaha.


Itu tadi sedikit catatan tentang garis besar perjalanan saya nge-blog selama tahun 2018, semoga tahun depan bisa lebih banyak menghasilkan konten yang lebih bermanfaat dan lebih menyenangkan untuk dibaca hehehe. Jangan lupa mampir ke blog saya lho ya! Hihihi.

Jumat, 07 Desember 2018 | 22:03
Alhamdulillah teaser-nya Chan-Baek lebih menutup aurat
daripada Se-Kai kemaren malem hahaha 

Once Again

Monday, December 3, 2018

(pic source)

It's funny.
How can someone feels happy and sad at the same time?
It's happened for so many times.
Step back, stop, if it hurts that much.
But, for every time you want to stop,
that's little thing called hope whispers,
"try again, it will work, maybe this time".
And once again, you believe. You give it try.
 But the same reaction happens again and again.
Once again, you're in pain.


Sunday | November 20, 2018

Cara Direct Swap & Kartu Pos dari Korea

Saturday, December 1, 2018

Di Sabtu pertama bulan Desember ini saya ingin membahas lagi tentang kartu pos. Well, setelah bergabung dengan Komunitas Postcrossing (klik di sini untuk informasi cara bergabung dengan Postcrossing) selama beberapa lama, saya mencoba sebuah aktivitas yang namanya Direct Swap. Awalnya sih saya nggak terlalu tertarik sama Direct Swap, tapi karena terlalu ngebet pengen dapet postcard dari Negeri Gingseng alias negerinya Kim Jongin, tetangganya Kim Jong Un, maka saya memberanikan diri mencoba proyek Direct Swap.


cara daftar postcrossing

Apa itu direct swap?

Jadi, direct swap adalah suatu kegiatan dimana kita bisa bertukar kartu pos dengan langsung menghubungi orang yang bersangkutan. Ini artinya aktivitas kita nggak terdaftar di proyek Postcrossing dan nggak bakal dapet nomor registrasi postcard dari Postcrossing. Jadi kayak say hi langsung ke orang yang mau kita ajak tukeran, kalo doi setuju maka saling bertukar alamat, dan kirim postcard.


Bagaimana cara mendapatkan partner direct swap?

Mendapatkan partner direct swap sepertinya tak sesulit untuk mendapatkan partner untuk mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini. Saya sarankan, sebaiknya join Postcrossing dulu biar lebih mudah. Kalau saya, berhubung udah punya akun Postcrossing, maka saya langsung klik tab menu Explore, lalu pilih submenu Countries di web-nya Postcrossing, lalu cari South Korea, abis itu cari member-member Postcrossing teratas, klik profil mereka dan kalau mereka ada keterangan "Interested in direct swap" maka saya kirim pesan pribadi (memanfaatkan fitur DM dari Postcrossing) ke mereka. Kalau nggak ada keterangan interested in direct swap, berarti mereka nggak bersedia...so pastikan ada tanda itu di profil penggunanya. Atau untuk lebih jelasnya, silakan disimak gambar panduan di bawah ini :)

direct swap lewat postcrossing
Perhatikan dua tulisan yang saya beri tanda lingkaran merah. Ada keterangan "Interested in direct swap" dan fitur untuk menghubungi pengguna dengan pesan pribadi pada tab "Send message".

Well, rule yang pertama: use your common sense!! Ketika mau ngontak si calon partner dari negara lain yang tentu saja nggak kita kenal sama sekali, buatlah kalimat sesopan mungkin (in english tentu saja). Pake kalimat sapaan - perkenalkan diri kita - tujuan kita mau direct swap - kenapa pengen direct swap - tuliskan gambaran postcard yang kalian tawarkan - closing - say thanks. Well setidaknya itu yang saya tulis. Maaf, kayak gini harus saya tulis banget...karena bahkan, di urusan profesional sekalipun nggak semua orang paham urusan berkomunikasi secara tertulis hiks.

Oh iya, jangan lupa cantumkan email di pesan kalian. Biasanya, si calon partner akan langsung bales via email daripada DM-an lewat Postcrossing untuk diskusi lebih lanjut.
Kalau sudah deal dan tukeran alamat, selanjutnya kita tinggal siapkan postcard dan mengirimnya ke yang bersangkutan.


Bisakah request kartu pos tertentu?

Bisa iya, bisa tidak. Biasanya kita akan mencantumkan postcard seperti apa yang bakal kita pengen, misal nih kalau saya: saya pengan gambar Gyeongbyokgung Palace, hanok (rumah tradisional Korea), gambar baju tradisional hanbok, atau juga bangunan landmark-nya Korea. Kalau mereka ada stock pasti mereka kirimkan sesuai permintaan kita.

Tapi, jangan lupa. Ketika kita request sesuatu ke orang tesebut, berarti kita juga harus siap dengan yang mereka inginkan. Sebisa mungkin penuhilan keinginan mereka, just be kind and give the best.




Apakah ikut direct swap harus memiliki akun Postcrossing?


Untuk lebih mudahnya sih iya. Karena nyari partner lewat website postcrossing lebih mudah. Cara lain adalah lewat Instagram. Ya, di instagram ada banyak banget akun-akun direct swap. Coba aja dicarai pake #directswap. Tapi, kan bisa kecampur ya sama akun-akun postcrosser lainnya, jadi agak susah juga nemu akun yang bener-bener khusus direct swap. Serunya, pemilik akun IG direct swap biasanya bahkan mengunggah stok kartu pos yang mereka punya, jika tertarik, kita bisa DM langsung dengan menawarkan kartu pos yang kita punya. Jadi masing-masing bisa dapat sesuai keinginan :)

Oke, jadi kemarin saya mencoba direct swap ke empat orang warga negara Korea Selatan. Alhamdulillah keempatnya ramah-ramah banget dan chat saya dibales dalam waktu singkat. Setelah mengutarakan keinginan masing-masing kamipun bertukar alamat dan mengirim kartu pos. Kami sengaja nggak menunjukkan foto kartu posnya, seperti layaknya semboyan Postcrossing: keep it surprise. Tapi, biar mereka percaya kalo saya udah kirim, saya kirimkan foto bagian belakang yang ada nama+alamat mereka yang udah ada cap pos-nya.



Karena waktu itu masih dalam euforia Asian Games 2018, maka saya tempelkan Prangko Edisi Khusus Asian Games 2018 yang sudah saya bahas di tulisan ini untuk masing-masing mereka nggak lupa mengucapkna selamat buat kontingen Korea terutama sepak bolanya hehe. Tanpa kasih tau ke si calon penerima, saya kirimkan dua kartu pos buat masing-masing orang, semoga mereka seneng ya hehehe.


Berapa lama waktu pengiriman kartu pos?

Meskipun sama-sama tujuan South Korea, tapi waktu yang dibutuhkan buat sampai ke masing-masing penerima ternyata beda. Begitu juga ketika mereka ngirim ke kita, tanggal pengiriman dua partner direct swap saya cuma selisih dua hari, tapi sampai ke Indonesia selisihnya seminggu lebih. Ya, memang begitulah dunia berkirim kartu pos ini, seringkali random soal waktu penerimaan. Nggak apa-apa, disyukuri aja masih sampai, karena ada kemungkinan ilang dan gak sampai alamat juga loh. Kartu pos saya ada yang sampai dalam dua minggu tapi ada juga yang sebulan lebih, bahkan ada satu yang belum ada kabarnya hingga kini, so saad.

Dan inilah postcard yang saya dapat dari Korea. Lalala yeyeye. 
Which one is your favorite?

kartu pos dari korea

menulis kartu pos
 
Ini adalah kartu pos yang pertama sampai. Gambar hanbok dan sebuah kantong kecil gitu. Si pengirim sedikit cerita tentang hanbok dan kantongnya. Silakan baca pesan di baliknya (gambar di bawahnya). Btw, tulisan mbak-mbak bernama Yun ini rapi banget ya. Suka :D Dibutuhkan skill trsendiri buat nulis sebanyak itu di postcard, karena kalau tulisan kita gede-gede jatuhnya cuma muat sedikit informasi haha.



Yang ini foto Gyeongbukgung Palace bersama eonni-eonni yang lagi pake hanbok. Nggak dijelaskan juga ini ceritanya lagi ngapain atau emang cuma disitu buat kepentingan foto doang. Ketika pertama kali menerima kartu pos ini saya langsung kepikiran kalau ini adalah tempat yang sama yang dipakai Dian Pelangi dan Barli Asmara foto bareng pas mereka ke Korea beberapa bulan lalu hahaha. Emang cantik banget sih ini spot fotonya, mana ada danaunya juga. Semoga suatu saat bisa kesana yaa hehehe.


kartu pos hanbok korea

Ini ada semacam lukisan raja (era Joseon kayaknya) pakai jubah kebesaran warna biru. Di bawahnya ada tulisan "Iksungwan-po (King's official robe in red)". Si pengirim nggak mencantumkan keterangan apapun tentang gambarnya. Awalnya, saya mikir tulisan di bawah itu berarti: jubah raja tuh kayak gini, tapi yang resmi harusnya warna merah. Well, mungkin aja yang di gambar itu adalah lukisan Putra Mahkota. Kan kalau di drama-drama jubah putra mahkota warnanya biru, sedangkan jubah raja warna merah hahaha (korban drama banget). Tapi teman KKN saya yang pernah riset tentang kebudayaan Korea demi bikin komik (yes, let's adore her effort) menjelaskan bahwa yang membedakan jubah raja dengan jubah putra mahkota adalah jumlah cakar naganya. Kalau empat, berarti putra mahkota. Sedangkan lima kuku cakar berarti jubah raja. Sehingga saya pun berkesimpulan: yang di gambar adalah baju raja (five dragon claws) kalo lagi sante (karena biru), kalo lagi acara resmi nanti pakenya merah. Well, kalo salah mohon dikoreksi yaa :D

Nah, abis itu karena saya dan mereka mencantumkan username sosial media masing-masing, jadilah kita berteman di Instagram hehehe. Ya gitu, bertukar kartu pos memang jadi bikin kita berteman dengan banyak orang dengan hobi yang sama :)


Sabtu, 1 Desember 2018
Hujan deras diiringi alunan suara Jongdae
yang makin kusuka :') 

Nasi Goreng, Mimpi, dan Playlist

Saturday, November 17, 2018

Ide untuk membuat tulisan ini sudah terlintas sejak beberapa hari lalu, tapi sengaja saya biarkan mengendap dulu di kepala karena banyaknya hal yang harus saya lakukan yang tentu saja lebih penting dan mendesak (halah). Maka di malam yang gerimis ini, diiringi alunan shimie shimie ko ko bop saya mulai menulis kalimat-kalimat yang mungkin akan menjadi panjang. 

Sebenarnya saya tidak dalam mood terbaik untuk menulis karena beberapa hari lalu saya sedang merasakan kesedihan yang begitu menyesakkan dan masih terasa efeknya sampai saat ini. Ada satu hal yang membuat saya begitu kecewa hingga saya tidak bisa menahan air mata sekalipun saat itu tengah berada di tempat umum. I really can't, I was that upset and cried a lot...dan dari segala pilihan bantuan yang tersedia saat itu (dikira hidup macam kuis Who Wants To Be A Millionare kali ya) saya memilih phone a friend. Thanks to you, it didn't take too long until you pick up the phone. Entah apa yang sebenernya terjadi dalam benak saya, saya benar-benar tidak bisa berhenti menangis bahkan hingga beberapa jam berikutnya, sekalipun saya diam saja...tetep sih dleweran aja itu air mata hiks. Tapi yasudahlah, toh air mata tidak akan mengubah apapun. Sekarang sih saya udah nggak nangis lagi haha, so I decided to write it down, swallowing my bad mood.


Mohon maaf, ini kenapa artikel ini dibuka dengan curhat ya. Well, pada dasarnya ini isinya memang curahan hati sih. Oke, here we go:


(pic source)

Ketika kehabisan materi untuk nulis di blog, saya kadang berusaha browsing pake keyword "blog ideas" dan biasanya bakal muncul #30DaysBloggingChallange atau sekadar daftar ide simpel menulis di blog (yang sebenernya idenya yaa itu-itu aja) dan setelah browsing biasanya saya cuma download gambar yang memuat idenya tanpa benar-benar menuliskan yang disarankan di gambar itu hahaha. Nggak apa-apa, yang penting gambarnya udah diunduh biar ayem haha. Tapi beberapa hari lalu, setelah mimpi makan nasi goreng di pinggir jalan bareng Kai EXO (sekalipun saat itu saya hanya tahu Kai sekadar nama dan tyda lebih tapi entah kenapa dia muncul di mimpi dan terasa begitu nyata), saya lanjut kepo Kai, kepo EXO, dan terjerumus ke lembah per-EXO-L-an. Saya pun tiba-tiba teringat dengan salah satu blog ideas yang sering muncul ketika saya browsing: "Play your music playlist on shuffle mode, and write about 10 songs that come first." Yaa kurang lebih kayak gitu laah intinya meski kalimatnya gak sama persis banget. Maka saya putuskan untuk menulis hal serupa, meski saya nggak mau nulis 10 lagu yang diputer acak di playlist haha. Saya maunya saya sendiri yang tentukan. Saya nggak mau diatur-atur hahaha.


Sebelum lanjut, saya mau curhat dikit tentang Kai. Jadi setelah mimpi Kai dan berlanjut kepo-kepo, I really amazed by his dancing skill. CRAZY! I think he's really a charismatic dancer! Saya jadi inget kalimat yang selalu diulang-ulang oleh Pak Wid, guru tari saya jaman SMA, “Gerakannya diberi tenaga, tolehane digatekke (arah pandangannya diperhatikan), senyumnya, ekspresinya.” Si Kai ini, tiap kali nge-dance bener-bener mempraktikkan segala yang dibilang Pak Wid itu, those powerful moves, the face expression, and of course those lethal smirk! Bener-bener kayak doi larut dalam lagu dan tarian. Kesurupan. Saya jadi curiga, jangan-jangan guru tarinya Kai adalah Pak Wid hehe. Iya, saya baru tahu tentang Kai, makanya maaf saya heboh gini haha. Orang kalo baru tahu sesuatu kan biasanya heboh daripada yang udah tahu lama, ya nggak?
 
Uri Kim Jongin turns into Kai. (pic source)

Oke, balik ke tema. Sejujurnya, saya bukan orang yang mengikuti trend lagu. SAMA SEKALI BUKAN. Lagu-lagu yang ada di playlist saya adalah lagu-lagu kuno sejak zaman SMP dan bahkan SD yang udah saya dengarkan bertahun-tahun (I still have You by Ten To Five, Begitu Indah by Padi, Izinkan Aku Menyayangimu by Iwan Fals in my playlist, seriously, you can call me kuno~) mungkin ada beberapa lagu baru...tapi nggak banyak. Saya adalah tipe yang: tiba-tiba denger lagu ini di toko, atau lagi di tempat makan, gak sengaja denger di radio, soundtrack film/drama yang...eh kok ndilalah lagunya kedengaran enak dan cocok di kuping, maka akan saya masukan dalam playlist. Saya juga tidak mematok pada genre tertentu, meskipun pada dasarnya saya lebih menyukai lagu-lagu yang slow, tapi sama sekali nggak menutup kemungkinan denger lagu yang bikin semangat dan njoget-njoget haha. Makanya dalam playlist, saya punya yang slow macam Sementara-nya Float tapi ada juga yang seasyik sarangeul haetta-nya (a.k.a Love Scenario) iKon yang katanya layak buat mendapatkan predikat Song of The Year, karena memang ASYEKK SEKALEE. Soal bahasa, mau lagu pakai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau Bahasa Korea...kalau cocok yaa saya dengerin, karena ini masalah hati...saya cuma mau menerima yang cocok dan nggak mau maksain sesuatu yang saya nggak suka.


So, here 10 songs that I choose to be written here:
(setelah selesai nulis, ternyata cuma kepikiran 9 lagu yang bener2 nyantol di hati,
gapapa ya. kapan-kapan kalo selo kubikinkan lagi curhatan isi lagu-lagu kayak gini)

1. Richard Marx - Right Here Waiting


Ini adalah lagu super lawas yang saya kenal lewat drama ter-baper abad ini; Reply 1988. Tiap kali denger lagu ini, bakal terngiang adegan Jung Hwan ngebuka kotak cincin dan terngiang suaranya bilang, "Doek Sun-ah, I should give you this when I just graduated, but I give you now. Naneun joahae. I said I like you." Sebuah pernyataan cinta yang nggak terbalas, karena udah ketikung temennya. Jung Hwan kalah start, Jung Hwan terlalu banyak mikir, ragu-ragu, dan ternyata cintanya ga lebih gede daripada gengsinya...syukurin kau Jung Hwan ketikung sama sahabatnya sendiri! Saya nggak mau aja gitu nasibnya kayak Jung Hwan pada Deok Sun yang persis kayak lirik di lagu ini: I took for granted all the times, that I thought would last somehow. Saya tyda mau kayak Kim Jung Hwan, tyda siap mental hahah. Lagu ini adalah sebuah reminder bagi kita semua agar jangan bernasib kayak Kim Jung Hwan haha.

Craziest moment in K-Drama history. (pic source)

2. Ed Sheeran - Photograph


Ini lagu yang nggak pernah bosan saya dengarkan sejak zaman rilisnya kali ya. Bahkan kadang I only play this one song on repeat for the whole day hahah. Sukaaaa sekali. Saya ngerasa setiap kalimat di lagu ini tuh full of sincerity. Daripada tentang love-love-an, lagu ini lebih mengingatkan saya pada masa-masa muda yang penuh kenangan bersama konco-konco...where our eyes never closing, hearts were never broken, times forever frozen still. Bener banget sih, lewat foto... meski mungkin ada beberapa foto yang udah rusak atau ilang file-nya, tapi dalam pikiran kita ada sekilas ingatan foto bersama kawan, or just like the official MV, membawa kita pada ingatan tentang masa kecil. Karena cukup hanya dengan melihat suatu foto beberapa kali, selamanya adegan itu akan terekam di memori.

Some beautiful memories remain in a photograph will always be a beautiful memory, even people change, people getting old, the places where the photo took changes, we always leave something that never changes there...through a photograph.


3. EXO - Power


Setelah beberapa hari lalu menemukan lagu-lagunya EXO dan gak semuanya bisa ditoleransi kuping saya, ada lagu mereka yang rilis tahun lalu berjudul Power yang berhasil mencuri perhatian dalam sekali dengar. Lagunya memang asyik sekali...dance-nya juga. Coba deh didengerin. Kali aja cocok, kali aja ikutan terjerumus kayak saya hahaha. Power tuh jenis lagu yang bikin mood saya semangat dan ceria meski tidak berlaku untuk saat ini. Tapi tiap denger lagu ini saya senyum-senyum sendiri, teringat polahnya bocah-bocah EXO yang baru saya kenal beberapa hari itu. Teringat ekspresinya Kai yang alhamdulillah cukup wajar kalau di lagu ini, nggak kayak di lagu The Eve. Ya Allah, kenapa hamba mengetahui semua informasi itu? Saya ini yaa kalo disuruh learn something yang berhubungan dengan perkoreaan ini cepet banget memang, heran juga saya. Kekepoan saya sudah di level: saya tahu kalau lagu Power ini ada di repackage album The War (tolong kalau penggunaan repackage ini salah penempatan mohon dikoreksi), judul album repackage-nya adalah The Power of Music dan saya pengen beli albumnya kalo ada duit. Meski mereka baru aja rilis album Tempo dengan konsep kang-kang ojek bermotor Ducati, tapi saya justru lebih pengen beli album The Power of Music apalagi konsepnya lucu...kayak komik dan kayak kartu mainan jaman SD dulu. Apalagi rambutnya Kai menyegarkan sekali, love that kind of hair style.

Poster EXO di album repackage The War: The Power of Music. Lutju kaan, dibeliin mau aku tu. (pic source)
 

4. Lee Hi - Breathe


Saya menemukan lagu ini katika sebuah video peringatan kematian Jonghyun SHINee (who commits suicide after suffering mental illness) muncul di timeline YouTube, saya klik dan Lee Hi menyanyi lagu ini dengan sangat emosional. She even miss some lyric due to couldn't handle her tears, but still finish it graetly. Pertama denger langsung berasa deh, this song is too emotional. Lalu saya baca-baca komen di bawahnya dan nyadar kalo ternyata lagu ini adalah ciptaan mendiang Jonghyun SHINee dan Lee Hi awalnya nyanyiin lagu ini karena dia memiliki masalah dengan pernafasan ketika dia gugup atau tertekan, bahkan di sebuah wawancara Lee Hi bilang bahwa lagu ini sangat personal buat dia.

Sebuah kutipan di bagian awal video peringatan kematian Jonghyun.

Setelah saya cari tahu artinya dan lihat video klip resminya, oh I was soo touched. Menangislaah saya yang saat itu sedang dalam beban kerja luarrr biyaaasaaaa. Hahaha. Thanks to Jonghyun, this song is too beautiful and encouraging. Saya setuju sama sebuah komen di YouTube (atas nama Laila Santana) yang bilang: "...but truly, this song just shows what a beautiful person he was, he needed to hear those words from someone, but instead he focused on letting us hear them."


Ya, emang gitu...kadang orang yang kelihatannya paling care atau paling sering bikin kita tertawa adalah orang yang pada dasarnya butuh untuk diperlakukan seperti itu. They do not want someone else feels about what they feel, so they decide tho comfort others.



5. Adele - All I Ask


Saya sebenernya kurang sreg dateng ke acara konser, too crowded. Seumur hidup ini, saya baru datang ke acara konser satu kali dengan niat mulia tapi justru berakhir menyedihkan. Berbekal kenangan tidak menyenangkan itu, makin jadilah saya males dateng ke konser. Satu-satunya konser yang pengen saya datengin adalah konsernya Adele, meski mungkin untuk itu saya harus nabung dengan baik dan benar. Meski saya nggak tahu juga kapan Adele bakal dateng ke Indonesia, atau kali aja mau gelar konser berlatar Borobudur Temple macam Mariah Carey kemarin (dengan harga tiket yang uwaaauuuwww bagi saya wkwkwk, tapi semoga kelak kehidupan lebih baik hingga kau bisa afford tiket konser without too much thinking hahaha). Eh, atau jangan-jangan sebentar lagi saya bakal memiliki keinginan nonton konser EXO?

(pic source)

Saya pernah diskusi dengan seorang kawan tentang kenapa di album 25, Mbak Adele justru menjadikan Hello yang mucul duluan dan berakhir jadi meme dan parodi dimana-mana, padahal andai saja All I Ask ini dijadikan lagu andalan beliau, pasti akan sukses menghanyutkan pendengar dalam kegalauan tiada tara. Tapi mungkin emang itu tujuannya, biar albumnya dikenal dulu lewat meme dan orang menanti materi meme di lagu-lagu lainnya, tapi harus menerima kenyataan kalau nemunya adala kegalauan, kasian. Kalau Hello ngajakin yorobun sekalian galau mantan dan pengen kontak mantan lagi (yang alhamdulillah-nya ajakan berbuat kekonyolan itu diobati lewat lagu Send My Love To Your New Lover), maka All I Ask yang ternyata ditulis oleh Bruno Mars ini adalah ajakan merasakan kesedihan yang nyata (oke maaf lebay) dan ngajarin serakah, tyda bersyukur, meminta lebih haissh. Dikei ati ngrogoh rempela. Ngomong apa sih saya. Yha, pokoknya gitu...Mbak Adele, Bruno Mars dan lagu ini memang sungguh sialan. And I'm sure my esyes they speak for me, no one knows me like you do, and since this is only one that matter, tell me who do I run to~~~



6. Dan Phillipson - Your Eyes Say 


Lagu ini dipakai teman saya, Mas Rifki, sebagai backsound video KKN kami. Jadi setiap kali mendengar lagu ini, saya akan teringat momen-momen KKN. Lagu ini tuh nggak ada liriknya dan cuma instrumental gitu, coba dengarkan lagu ini entah kenapa membahagiakan, menenangkan, dan mengharukan at the same time :") Atau mungkin karena saya otomatis inget KKN aja kali yaa makanya kesan lagu ini tuh kayak gitu dalam benak saya heheh.  Thanks to Mas Rifki who insert this beautiful song to our video.


KKN chingu.

7. Boyce Avenue ft. Alex Goot - A Thousand Miles


Lagu ini sebenernya adalah punyanya Vanessa Carlton, tapi saya lebih suka versi cover oleh Boyce Avenue dan Alex Goot. Sejarah lagu ini adalah, suatu hari saya sedang makan bareng KKN chingu di Koki Joni. Sembari menunggu pesanan datang, saya menyimak lagu-lagu yang diputar di restoran itu dan saya enchanted sama lagu ini, waktu itu kalau nggak salah yang diputer juga versi cover tapi siapa yang cover saya nggak tau. Lalu saya tanya Voila, Sang Intelektual Seliu: Vo, ini judulnya apa? Dikasihtahu-lah saya kalo ini judulnya A Thousand Miles. Yaudah, pulang-pulang cari lagunya di YouTube dan nemu versi Boyce Avenue yang lebih pas buat saya. Well, sebenernya suara dan pesona masnya Boyce Avenue kalau nyanyi itu emang selalu mempesona sih. I have a lot of their songs in my playlist.



8. EXO - Tempo


Sebagai newbie EXO-L, yang sebenernya saya juga nggak agak wagu dengan predikat EXO-L (sekaligus segala kosakata per-fangirl-an), karena bisa jadi saya hanyalah fans karbitan, tapi yo luweh hahah...rasanya saya harus banget memasukkan EXO dua kali dalam daftar ini. Apalagi sih tujuan saya kalau bukan mau curhat EXO lewat tulisan ini hiks. Apalagi tulisan ini juga diilhami dari berkenalannya saya dengan mereka (lewat mimpi makan nasgor bareng Kai). So please, let me write it down happily about them :')

Kai lagi, kali ini individual photo buat album terbarunya, Tempo.
Mohon maaf nih, Kai...aku pernah baca caption katanya
Yamaha bisa menyatukan cinta.
Kalau Yamaha-mu bisa nggak nih menyatukan cinta kita? #eh (pic source)



Ini lagu terbarunya EXO dan saya suka. Apalagi bagian acapela-nya...yang selalu terngiang di telinga. The way Suho sing: saviouurr. Hahaha. Don't mess up my tempo...sebuah kalimat yang seharusnya saya ucapkan ke diri saya sendiri. I often think I'm the one who mess up my own tempo. Yes, sadly, I'm the one who did.



9. Jung Joon Young ft. Suh Young Eun - Sympathy


Pertama kali kenal bocah ini tuh, lagi-lagi gara-gara ada video di timeline. Berhubung saya sering nontonin aneka acara Koreya di yutub, jadi wajarlah kalau timeline sering berisi rekomendasi video Korea dan saat itu, yang muncul adalah Jung Joon Young nyanyi lagu Always-nya Bon Jovi. I don't know who he is, karena saat itu saya belum terjerumus sedalam ini ke dunia koreyaan, tapi saya sudah terpukau sama suaranya Jung Joon Young yang sangat namja itu. Suatu hari saya nonton drama The King in Love dan ada salah satu soundtrack yang saya duga adalah suaranya mas-mas yng nyanyi Always.... Yes, saya juga heran kenapa saya inget padahal itu jarak waktu saya denger Always sama nonton King in Love kan lamaa. Setelah saya browsing, ternyata bener dong. Jung Joon Young emang yang nyanyiin soundtrack berjudul Stay itu :') terharu aku bisa mengenali suara orang asing wkwk.

Two singers with truly powerful voices even when doing a live show.

Selanjutnya saya browsing lagu-lagu doi yang lain dan ternyata aku lebih suka lagu-lagu ballad-nya mas rocker satu ini. Sympathy was written by Jung Joon Young based on true experience about his ex. Makanya tiap kali nyanyiin lagu ini dia sangat menghayati dan suaranya...Oh GOD...SO AMAZING. MV-nya juga...duh JJY terlihat menarique disana dengan hairstyle gondrong asyik hahaha. Saya suka sama JJY :') meski ga semua lagunya cocok di saya, tapi saya suka sekali jenis-jenis suara kayak doi hahah.

Setelah ditulis dan diuraikan, ternyata saya cuma nemu sembilan lagu aja yang bisa saya bahas. Mungkin lain kali kalau saya inget lagunya atau tiba-tiba nemu lagu menarik, bakal saya bahas lagi di blog ya. Mungkin saya kudu mimpi makan nasi goreng bareng idol lagi biar nemu lagu-lagu yang bisa dibahas, kali ini bareng Kim Heechul mungkin? Hahaha. Oke, that's all that I can write for today. Hope I can back soon to write another story on my blog. See yaa!


Rabu, 14 November 2018
EXO saranghajaaa!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS