twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Jika di tahun 2015-2016 adalah masa saya mendatangi sidang skripsi atau wisudaan teman-teman saya, hingga akhirnya saya sendiri yang sidang dan wisuda di penghujung 2016, maka tahun 2017-2018 ini tampaknya akan menjadi tahun dimana saya mendatangi pernikahan teman-teman saya.
Ya, semua ada masanya sendiri-sendiri, bukan?
Setelah minggu lalu saya datang ke nikahan Ela, minggu ini giliran saya datang ke nikahan Yudo, seorang teman SMA yang sempet dua tahun sekelas bareng saya di kelas Ilmu Sosial (IS) 2 Smansa Magelang lulusan 2012.

(Klik di sini kalau mau lihat kenangan-kenangan indah saya di Smansa)

Btw, jaman SMA dulu, setiap kelas punya nama unik, dan kelas kami namanya Sensor (Sensasi Sosial Loro). Sebenernya udah banyak alumni Smansa 2012 yang menikah, tapi Yudo menjadi orang pertama yang menikah diantara para penghuni Sensor lainnya. Seperti Hani dan Imad yang menikah setelah cinlok KKN, kalau tidak salah Yudo ini dipertemukan dengan jodohnya lewat momen KKN juga. Hmmm, KKN dua bulan memang yhaa.... :D

Selamat menempuh hidup baru,
Yudo dan Bianda
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah warohmah.


Grha Sabha Pramana, UGM. Sabtu, 06 Januari 2018.
Dalam pernikahan Yudo, lumayan banyak teman-teman alumni SMA N 1 Magelang lulusan 2012 yang diundang. Ya, bisa dilihat dari foto bareng di atas. Senengnya bisa ketemu lagi temen seperjuangan jaman SMA di acara nikahan yang diselenggarakan di Lantai 2 Gedung Grha Sabha Pramana, UGM ini. Saya berkesempatan untuk melakukan obrolan-obrolan singkat dengan banyak teman tentang aktivitas mereka sekarang.

Selain ngobrol, berfoto-foto ria adalah suatu keharusan. Habis, kapan lagi kan bisa ketemu temen-temen kayak gini. Saya banyak mengabadikan momen bersama teman-teman wanita kelas Sensor tentunya hehehe.

Groufie is a must!


Oh iya, sedikit selingan. Berhubung malam itu hujan, maka saya berangkat dari kosan temen bersama seorang teman lain naik Go-Car. Guess what? Saya dapet driver mas-mas kece. HAHAHA!! Trus dalam perjalanan yang lamanya sekitar setengah jam itu si mas driver ini memutar salah satu lagu favorit saya. Duh! HAHAHA. Nggak penting banget yaa, tapi ini pengalaman menyenangkan LOL.

Don't forget to take an OOTD-pic! HAHAHA.

Ini spot foto favorit para tamu, ada lampu-lampu cantiknya.
Antri banget nih kalau mau foto di sini hehehe.

Sebagian gadis-gadis Sensor Smansa12.
Kiriman blog kali ini memang diniatkan untuk mengunggah foto-foto kondangan plus reunian temen-temen Smansa 2012. Jadi, saya tidak banyak bercerita yaa hehehehe.
Terakhir nih, dulu datang ke sidangan teman-teman hingga akhirnya saya sendiri yang sidang dan didatengin. Sekarang, kondangan ke temen-temen yang nikah, nanti juga ada masanya saya nikah dan dikondangin ehehehe.




Yogyakarta, 08 Januari 2018

January 11, 2018 No comments
Hari pertama di tahun 2018 ini saya mulai dengan berkondangan ke Kebumen, mendatangi pernikahan salah seorang teman kuliah bernama Ela. Sang mempelai wanita pernah ngekos sekamar selama tiga bulan bareng saya. Sekarang sih, dia udah resmi jadi temen sekamar suaminya hahaha. Turut berbahagia buat Ela, semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warohmah dan dikaruniai keturunan yang sholeh/sholihah. Amin.




Kondangan sebenarnya adalah ajang reunian dan saya bahagia sekali bisa bertemu dengan teman-teman kuliah Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Fisipol UGM angkatan 2012 ini hahahaha. Terakhir kami ketemu berbanyak gini pada tahun 2015 ketika kami menyelenggarakan makrab angkatan di somewhere deket Pantai Glagah, Kulonprogo. Waktu itu tagline makrab kami adalah: Lupakan MPAN, Lupakan KKN, I will always love you! #Again. Ya, makrab itu diadakan di semester enam ketika kami disibukkan oleh mata kuliah Metode Penelitian Administrasi Negara (MPAN) yang isinya adalah riset-riset, yaa bisa dibilang ini pra-skripsi laah. Setiap mahasiswa wajib mengumpulkan judul riset dan menyusun proposalnya, bahkan sudah mulai dikasih dosen pembimbing. Selain itu, kami juga disibukkan dengan persiapan KKN, rapat-rapat KKN, jualan something alias danus-an buat nambah uang saku KKN, dan mungkin juga berurusan dengan LPPM. Jadi, makrab ini bener-bener sebuah short escape bagi kami kala itu. Kalau tentang I will always love you, sebenernya itu adalah nama makrab jaman kami maba dulu. Makanya di tahun 2015, makrab angkatannya dikasih tagline I will always love you #Again hahaha.

Sebagian kecil gadis-gadis MKP 2012 bersama manten.
Me? That one who wear royal blue dress.
Balik ke momen 1 Januari 2018. Hari itu ada tiga rombongan yang berangkat ke nikahan Ela. Sebenarnya kami harus berangkat jam 06.00 pagi, tapi tentu saja molor. Bahkan rombongan saya baru berangkat dari Jogja jam 09.00 pagi. Why? Tentu saja karena menunggu Lord Adam Calon Bupati Sleman bangun dari tidurnya, maklum doi tuh makhluk nocturnal yang akan lebih aktif saat malam gitu hahaha. Meski begitu, karena rombongan lain berhenti untuk sarapan dan mungkin juga dandan, jadilah tiga rombongan sampe lokasi dengan jeda waktu nggak jauh-jauh amat. Rombongan saya sih sampe sana ketika acara udah kelar hahaha.



Sampai disana, ngobrol-ngobrol-lah kami dan tentu saja foto-foto. Sama makan-makan juga, tapi saya udah nggak nafsu makan. Pada dasarnya saya udah nggak enak badan sejak dua hari sebelum berangkat, bahkan malam sebelum berangkat itu saya pusing banget dan mengandalkan pertolongan pertama dengan Tolak Angin. Ditambah rute Jalan Daendels yang penuh lubang membuat sang supir harus nyetir zig-zag demi menghidari lubang. Sungguh kombinasi yang kurang menyenangkan bagi kesehatan saya hehehe. Untungnya, saya bertahan hingga akhir meskipun dengan lemas hahaha.


Sempetin foto dulu di tengah keramaian Pantai Suwuk.

Pulang dari kondangan, seluruh rombongan memutuskan untuk mampir ke Pantai Suwuk yang hanya tiga puluh menit ditempuh dengan mobil dari lokasi nikahannya Ela. Mengingat ini adalah libur tahun baru, maka...pantai ini sungguh ramai. SANGAT RAMAI! Jadilah, kami hanya duduk-duduk sambil memesan makanan, ngobrol-ngobrol, dan nyanyi-nyanyi. Tapi meskipun "cuma" kayak gitu ternyata saya seneng hehe. Saya sendiri juga tadinya gak nyangka bakal bahagia gini hahaha. Cerita-cerita sama teman tentang aktivitas mereka sekarang, tentang perjuangan job-seeker (tentu saja) dan guyon-guyon receh ala jaman kuliah. Benar-benar bisa dibilang refreshing di tengah segala kesuntukan ini haha.

Alhamdulillah, thanks God for that amazing day!!

05 Januari 2018

January 08, 2018 No comments


Some friends graduated in August this year and I want to make something simple but hopefully meaningful for them. I was in the mood to do some DIY project that time. So I prepare those simple gifts for them.

I made that very very simple pop-up (if it can consider as a pop-up) for Athia, my KKN team-mate who had also attended the same faculty with me, a friend who always open her 'kos' door anytime I need to 'numpang bobok' hehe. I made the pop-up in ocean theme to remind her about our glorious KKN days, living a beach-life in Seliu island. I also put "KKN Seliu 2015" logo on it. And she loves it so much! I'm so happy knowing her so enthusiast with the gift :)

I also made six flower bouquet for the others friends. I bought the flower, what flower is that? I think it was chrysanthemum or what...do you have a clue? Hahaha, I do not know exactly what kind of flower is that I just go to the florist and I think this yellow flower is eye-catching so I buy it. In Jogja flower bouquet usually being wrapped using plastic but I don't like it. Meanwhile, if you order florist who provides paper to wrap it, it will little bit pricey. So I buy some black papers to make contrast color with the flower and wrap the bouquet by my self. I think my DIY flower bouquets is not so bad hehe. Of course, I put some personal message for them, a different message for each person.

One for Voila, my KKN friend who is very very kind, humble, and smart. That one person who always spread positive energy. One for A'yun, my friend in pesantren who is also hafidzoh, a kind person and who I adore so much. One for Indrawan, my partner during my internship in Media Fisipol. It is great to collaborate with him making some social media contents with hashtag #RisetFisipol. Indra is now taking his master degree in one of the best uni in Southeast Asia, Chulalongkorn University. Another bouquet is for Sabrina, my se-per-Magelang-an friend. One for Rizka, the girl who works the office is next to my office room. And also for Tita, my friend who is also my lecture's daughter.

(pic source)

Because I made six bouquets something silly yet funny happened. The bouquet for Sabrina and Rizka was tertukar....and I realize it when I wanna give the last bouquet for Sabrina. Suddenly I read the message on it and it wrote "Rizka, S.IP." instead of "Sabrina, S.Si.". Feel shocked and wanna laugh at the same time, so I contacted Rizka for apologizing and send her the right "message". The girl who shows me Baby Shark video which is the song ringing in my ears a whole day long, just laughing and forgive me. Hahaha, thank you. And the last bouquet, I change the message on it before giving it to Sabrina. So, I didn't just give the "Rizka, S.IP." bouquet for Sabrina hehehe.


So, that's all I wanna tell you about  my very very simple DIY project that I made for my friends's graduation gift. What do you think of it? Have you ever receive a DIY Project gift or...what is your latest DIY project? Share with me if you do not mind :D


Kamis, 7 Desember 2017 

December 09, 2017 No comments

"Where the flower blooms,
and so does hope."



That quote I found on Mbak Dian Pelangi's insta story hehe.
The sunflower bouquet, wrapped in the black fabric,
special for my greatest friend :)

August 2017

December 07, 2017 No comments
Setelah sekian lama libur dari menulis di blog, hari ini saya sengaja meluangkan waktu untuk kembali berbagi cerita, dan setelah sekian lama itu pula, yang akan saya bahas masih tentang KKN. Kawan, tim KKN yang sudah berkali-kali saya bahas di blog itu menghasilkan satu pasangan yang awet hingga jenjang pernikahan. Tak lain adalah sahabat dekat saya, Hani, yang sejak November tahun lalu telah resmi menjadi istri teman KKN saya, Imad. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Terkadang, dua bulan bukanlah waktu yang singkat untuk cukup memantapkan hati pada satu nama #tsaaah. Cinlok KKN adalah salah satu 'hasil' KKN yang nyata! Haha.

Saya kebagian tugas jadi among tamunya Hani,
bersama sahabat Hani yang lain, Niswah.

Awal Juli ini, Hani dan Imad melangsungkan resepsi pernikahan mereka yang tentunya sekaligus menjadi ajang reuni bagi Tim KKN BBL-11 Pulau Seliu. Resepsi diselenggarakan di Museum Haji Widayat, Magelang dengan adat Minang, mengingat Hani adalah keturunan Minang-Jawa. Saya tak akan banyak menuliskan kata-kata, hanya ingin berbagi sejumlah foto dalam agenda "Kondangan Seliu" ini. Tulisan versi agak panjang mengenai "Kondangan Seliu" ini, izinkan saya berbagi tulisan team leader KKN Seliu, Vempi Satriya yang diunggahnya dalam Facebook, berikut ini:

Reuni Tim KKN BBl-11 dalam Kondangan Seliu.
Minggu, 2 Juli 2017 
Sehari bersama keluarga KKN BBL-11 Pulau Seliu di acara walimahan Hani-Imad, yang keduanya juga merupakan bagian dari keluarga BBL-11. 
Foto-foto ini merupakan dokumentasi acara berjudul "Kondangan Seliu" yang merupakan salah satu output program kegiatan Sub-Program 5: BaPer, yaitu program "Ci(n)lok satu KKN" dan program "Gagal Move On dari kenangan masa lalu". Dimana didalam acaranya berisi walimahan itu sendiri (baik salah satu saja ataupun keduanya yang dari Tim Seliu), reunian, dan halal bi halal serta ajang telling story nostalgila baper seliu, throwback kisah lucu nan menggemaskan selama KKN tahun 2015 silam. 
Program ini dilatarbelakangi oleh rentetan kisah drama dari tiga puluh mahasiswa yang hidup dua bulan bersama di pulau bernama Pulau Seliu. Berawal dari kisah itulah muncul ikatan kekeluargaan yang erat, hingga tingkatan tertingginya adalah ikatan akad nikah antar sesama punggawa BBL-11. Tingkatan ikatan tertinggi tersebut hanya bisa dicapai oleh beberapa orang saja, salah duanya adalah Imad dan Hani ini, yang juga sekaligus menjadi yang korban program yang pertama (ga tahu nanti bakal ada lagi atau enggak wkwk). 
Batas periode penyelesaian program ini adalah tidak ada, karena tidak akan permah dipertanggungjawabkan ke LPPM, atau hingga kita tlah tua nanti kalau kata Project Pop dalam lagu "Ingatlah Hari Ini" yang juga menjadi salah satu MARS Tim Seliu. 
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim antar kita semua sekaligus ajang motivasi buat yang lain, agar segera menemukan serpihan tulang rusuk yang telah lama bersembunyi. Haha. 
Semoga acara "Kondangan Seliu" ini bisa berlanjut sampai penobatan kapal yang terakhir sekaligus mengakhiri pergiliran kepemilikan kapal, dan kemudian terus berlanjut hingga kita tua nanti. 
Hani dan Imad bersama Kapal Seliu yang jadi piala bergilir pernikahan Tim BBL-11.
Selamat dan semoga berkah untuk Hani-Imad, semoga rumah tangga kalian senantiasa tangguh mengarungi bahtera kehidupan setangguh Kapal Seliu dalam menaklukkan ombak selat Seliu-Padang Kandis, kuat sekuat Kapal Seliu yang mampu membawa muatan berat dari muatan orang, motor dan segala macam barang2 kebutuhan seluruh warga desa, serta lincah, selincah nelayan-nelayan Seliu yang hasil tangkapan ikannya selalu banyak, dan pasti enak dimasak jadi sayur gangan dan dimakan bareng-bareng dalam nampan (baca: berage).


Sejumlah kawan yang menyempatkan diri mampir ke rumah saya.

Terimakasih juga buat para sponsor, diantaranya Nurul: yang telah menyiapkan penginapan hotel bintang lima nan barakah + layanan korden sarung yang super prima, Ibunya Nurul: yang telah menyediakan konsumsi yang super enak dan melimpah buat kita semua, hingga membuat saya seharian mules kekenyangan, Okta dan Voila: yang sudah menyediakan transportasi Jogja-Magelang PP untuk ibu-ibu PKK Seliu, lalu Zakariya Ahmad Aji Pamungkas yang sudah menyediakan fasilitas gojek antar jemput + fasilitas nonton gratis tinju Pacman vs Jeff Horn (yang akhirnya dimenangkan oleh Jeff Horn), dan juga teman saya Miftakhul Arifin yang telah membantu dalam pengadaan miniatur Kapal Seliu dan setia menemani saya selama touring Magemlang dua hari ini, serta pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu. 
Selamat jumpa lagi kawan-kawanku Tim KKN BBL-11 Pulau Seliu. Jangan lupa buat Hani-Imad dan teman2 seliu semuanya, kapalnya itu digilir ya, jangan dipek dewe lho. Biar nanti yang ngepek yang paling terakhir sendiri nikah, makanya kalo pengen memilikinya secara permanen, mending terakhiran aja nikahnya. Hahaha. 
See you guys.
Sekian penjelasan singkat tentang program "Kondangan Seliu" presented by tim KKN UGM BBL-11 Desa Pulau Seliu tahun 2015.
Maturnuwun.

Itulah tulisan team leader KKN Seliu atau yang lazim disebut Kormanit (Koordinator Mahasiswa Unit). Kalau tertarik baca tulisan-tulisan beliau, boleh lho mampir ke blog-nya Vempi.

Sekedar penjalasan tambahan:

  • Lagu Projet Pop yang berjudul "Ingatlah Hari Ini" merupakan salah satu lagu yang kami nyanyikan bersama-sama pada malam perpisahan KKN. Selain itu, kami juga menyanyikan lagu darah Belitung yang berjudul "Berage", sebuah persembahan kecil untuk warga Seliu. Anak-anak Seliu-lah yang mengajari kami menyanyikan lagu tersebut :')
  • Kami membuat miniatur kapal khas Seliu untuk menjadi 'piala bergilir' pada setiap pernikahan anggota Tim KKN Seliu. Hmm...kapan yaa kra-kira kapalnya sampai rumah saya? Hahah.
Oh iya, ada tulisan lain selain dari Vempi, yaitu dari kawan saya yang lain terkait euforia Kondangan Seliu dan sebuah tangkapan layar status Facebook pribadi. Saya dibuat speechless dengan tulisan Choiri di kolom komentar unggahan foto seorang kawan (Ria) ini :') 


"Sometimes pengen kembali waktu baru kenal kalian, jaman menghadiri rentetan rapat tiap malam. Meskipun hal yg paling jauh di hidup kita adalah masa lalu, tapi setiap mengenang masa lalu kita, aku jadi merasa semakin deket sama kalian :')). Dan dalam perjalanan di kereta pulang ke mojokerto kemaren yg tidak se-excited perjalanan berangkat, aku jadi ingin mengulang hari-hari sebelum aku pergi ke magelang. Rasanya tiap hari excited bgt kek ada yg ditunggu tunggu. Setelah direnungkan ternyata yg bikin bergairah adalah harapan ya, harapan yg bikin semangat bgt buat nunggu hari sabtu brgkt ke klaten ketemu kalian. Wahai kawan kawan kuuuh, sejauh apapun nanti kita berpisah dalam jarak geografis, semoga tidak memberikan harapan palsu untuk saling bertemu wkwkwkwkw 😜. Haha semoga tetap ada harapan menjaga silaturahmi yg intim ya, yg nantinya bisa menumbuhkan kerinduan, mengalirkan dan mempertemukan kita bersama ke sebuah muara bernama : keluarga BBL-11 :')). Duh dowo nan. Alay ga sih? whatever lah yg penting ♥ kalian!"


Yaa, Kondangan Seliu ini pun menjadi suatu hari yang saya tunggu-tunggu, seperti halnya Choiri. Tetap semangat menghidupi kehidupan masing-masing, keluarga BBl-11 :)
I will miss you, till we meet again!!




Ruang tamu rumah, 05 Juli 2017
Ketika netizen sedang heboh dengan 
pengumuman pernikahan Song Joong Ki-Song Hye Kyo
Pengumuman pernikahan kita kapan?
July 05, 2017 No comments
Ini dia segerombolan kecil mahasiswa Magelang, mahasiswa gemar pulang (meski beberapa udah nggak mahasiswa lagi sih hehe). Setelah beberapa bulan terakhir sibuk dengan kehidupan masing-masing, ada yang KKN, ada yang sibuk skrispian, sibuk kerja, dan sibuk cari kerja...alhamdulillah hari ini dipertemukan kembali.

Pertemuan kali ini diselenggarakan mumpung salah seorang kawan kami sedang cuti setelah tiga bulan berada di pertambangan batu bara di Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Yaa, kapan lagi dia bisa ketemu teman-temannya kalo nggak sekarang. Mengingat dia sudah sibuk di pit, dan cuti-cuti berikutnya siapa tahu bakal sudah sibuk dengan mencari calon istrinya heheh.



Banyak hal-hal seru yang dibahas tadi siang bersama para pejuang jarak ini. Ya, pejuang jarak karena  kebanyakan dari kami memutuskan menglaju Jogja-Magelang ketika memasuki semester akhir. Saya senang, hari ini mendengar cerita tentang KKN di pedalaman Kalimantan yang belum terjamah listrik sama sekali, cerita tentang mesin-mesin tambang batubara (yang kadang bikin saya roaming haha), cerita skripsi yang belum kelar, cerita kuliah praktik, cerita koas, cerita pencarian kerja, hingga guyon-guyon receh lainnya :D

Nggak kerasa yaa, waktu cepet berlalu. Dulu, waktu sama-sama masih di Jogja kalau kami kangen yaa tinggal ngumpul sambil makan atau sesekali jalan-jalan ke pantai-pantai di Gunungkidul. Sekarang, sebagian besar udah sibuk dengan aktivitas masing-masing, beberapa bahkan sudah nggak stay di Jogja. Nggak lama lagi, mungkin bakal misah-misah di seantero Nusantara, atau bahkan sibuk dengan keluarga kecil masing-masing. Momen-momen berkumpul bersama seperti ini pasti bakal kami rindukan. Terimakasih telah meluangkan waktu untuk sejenak melepas rindu, teman-teman. Terimakasih pula buat Ikis atas traktirannya, semoga dibalas dengan kebaikan yang lebih oleh Allah SWT dan semoga rejekinya berkah. Amin :)

See you next time,

Nurul
January 07, 2017 No comments
Ramadhan tahun lalu lewat kebersamaan yang indah di pulau kecil yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, saya menemukan keluarga baru; Tim KKN BBL-11 yang sudah cukup sering saya tuliskan kisahnya di blog. Ramadhan tahun 2016 ini, Allah kembali mengizinkan saya bertemu orang-orang yang sama sekali baru dan dalam waktu dua puluh hari saja, kekeluargaan begitu terasa. Bukan di pulau kecil yang jauh dari rumah, bukan di tempat yang asing, namun di suatu tempat yang sungguh familiar dalam hidup saya-lah, saya bertemu mereka. Sebuah tempat bernama: Krapyak. Ya, bahkan pada ‘kedatangan kedua’, Krapyak masih menyambut saya sedemikian hangat :)

Bersama sebagian Mbak-Mbak PKR Komplek Q, Krapayk 2016

Dua puluh hari Ramadhan di Komplek Q Krapyak, saya kembali merasakan suasana hangat berbuka puasa sederhana, namun penuh kebersamaan. Saya kembali merasakan muqodaman yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil di Mushola Barat setiap ba’da maghrib. Kembali memegang kitab-kitab kuning, jujur setelah sekian lama tak menyentuh. Menyimak ustadz-ustadz yang menyampaikan isi kitab-kitab klasik itu dengan arif, bahkan berkesempatan ngaji dengan ustadz yang selama ini belum pernah mengajar saya, seperti Pak Ihsan dan Pak Yunan. Kembali ziarah ke makam Dongkelan, tempat bersemayamnya sesepuh pondok Krapyak. Merasakan serunya simtudduror pada malam Jumat. Bersholawat setiap malam Jumat selepas sholat tarawih ini adalah suatu kebahagiaan dan hiburan tersendiri bagi para santri. Kembali mengenakan sarung setelah setahun lebih tak memakai lagi. Kembali berbagi cerita dengan kawan-kawan lama. Tak ketinggalan tentu saja, merasakan sorogan sekali lagi :)

Kembali ke Krapyak, berarti pula kembali pada ‘rutinitas’ membeli makanan untuk lauk sebagai pendamping nasi dan sayur yang telah disediakan pondok. Gus Kholid pernah guyon, mengistilahkan perjalanan para santri yang sedang ‘mencari’ santapan dari pondok hingga Panggung Krapyak tersebut dengan “sa’i” hehe. Dan bagi saya, pondok Krapyak ini sungguhlah tempat yang di sekitarnya akan dengan sangat mudah ditemui penjualan makanan, apalagi jika bulan Ramadhan. Hanya berjalan beberapa langkah, kami dapat menemukan penjual sate yang berbaik hati mengizinkan para santri membeli sate dua atau tiga ribu, dapat tiga hingga empat tusuk. Cukuplah untuk seporsi makan. Warung makan yang berada tepat di kanan kiri Gang Cuwiri juga menjadi tempat yang selalu ramai oleh para santri setiap menjelang berbuka puasa. Angkringan samping Komplek L adalah tempat favorit saya membeli es kopi, dan masih banyak lagi. Mulai dari depan pondok ke arah selatan hingga Panggung Krapyak, akan dengan mudah menemukan orang menjajakan makanan dengan para santri yang mengantri jajan di sekelilingnya. Lalu lalang santri khas dengan sarung dan jas pondok sungguh menjadi pemandangan istimewa setiap sore di Krapyak.

Dua puluh hari Ramadhan di Krapyak kali ini sungguh berbeda. Bukan saja karena menemukan keluarga baru bersama empat belas anak lain yang satu kamar dengan saya, para Mbak-Mbak Santri PKR (Program Khusus Ramadhan), tapi saya menemukan diri saya yang sedikit lebih ‘jinak’ daripada sebelumnya yang cenderung ‘bandel’ hehe. Tanya saja Mbak Aam atau Mbak Tatik soal ini. Dua puluh hari itu jelas lebih singkat daripada kehadiran saya di Krapyak sebelumnya, tapi saya seperti lebih menghayati. Serasa lebih bermakna. Namun sama sekali tak mengurangi indahnya hari-hari saya di Krapyak sebelumnya sama sekali bukan berarti demikian. Saya sangat mensyukuri kesempatan beberapa tahun tinggal di Komplek Q, Krapyak yang diberikan Allah SWT kepada saya. Memetik sedikit ilmu dari tempat itu.

Di hari terakhir PKR, kami sowan pada Bu Nyai Khusnul Khotimah Warsun atau yang kerap dipanggi 'Ibuk’ oleh para santri, kami sowan ke kamar beliau untuk mengucapkan terimakasih atas dua puluh hari yang bermanfaat ini, mohon doa, dan sekalian berpamitan. Pada kesempatan itu, Ibuk berpesan pada kami:
“Bedo pendapat oleh, ning ojo podo olok-olokan.”
Sebuah pesan yang terasa begitu bermakna di tengah banyaknya konflik mengatasnamakan agama, seolah agama justru digunakan orang tak bertanggung jawab untuk memecah-belah sesama muslim.

Ada keharuan ketika hari itu PKR berakhir. Saya masih ingat ketika mendaftar PKR ini di kamar Mbak Zeni, ada kolom ‘alasan mengikuti PKR’ di form pendaftaran. Saat itu, saya menuliskan kutipan dari buku kumpulan cerita pendek “Surah Rindu” karya santri-santri Komplek Q, yaitu: “Karena saya rindu pada segala hal yang terserak di jalanan Krapyak!”

Tulisan ini sama sekali belum cukup untuk menggambarkan indahnya masa-masa yang saya lalui di Krapyak bersama mbak-mbak yang sungguh baik hati, para ustadz/ustadzah yang arif, dan segala kebaikan di sekeliling tempat ini. Maka lebih tepat jika tulisan ini saya katakan sebagai catatan kerinduan saya pada Krapyak, yang selalu mendapat tempat istimewa di hati. Yang selalu bikin deg-deg’an setiap mendengar kata itu. Ya, ketika memutuskan boyong, rindu pada Krapyak mungkin akan muncul sejak langkah-langkah awal kepulangan :”

Terakhir, meski terlambat sehari, izinkan saya ucapkan: Selamat Hari Santri! :)



Salam rindu dari Magelang,
23 Oktober 2016
October 23, 2016 No comments

Sebelum bernama CIVILization, grup WA kami bernama CIVILsociety. 
Entah kenapa dinamai demikian.

Meskipun perbedaan pendapat sering terjadi di antara kami,
tapi pada satu sama lain pula-lah kami selalu 'pulang'.
Curhat dari masalah akademik hingga membahas 'kabar' terbaru tentang (si)apa saja :P

Terimakasih untuk empat tahun yang begitu berwarna.
Dari jaman kuliah di Sekip karena gedungnya sedang dibangun,
hingga kuliah di Bulaksumur yang bangunannya sungguh hitz ini :')
Mulai dari jaman makan di bareng di Hollywood atau Mie Ayam Pojok Teknik,
hingga sekarang makan bareng di Fisipoint, kantin idola klaster soshum hihi.

Tetap semangat menaklukkan tantangan-tantangan di masa mendatang, Ladies!


October 21, 2016 No comments
HAPPY INTERNATIONAL WOMEN'S DAY!!!

Today, i meet this three lovely ladies. We had lunch at Warung Makan SS Monjali. We haven't been meet for long time and now, God give us this beautiful opportunity to meet each other.




I love this day! We have a random chit-chat and some nice conversations. I love talking with these lovely ladies :) And look, we accidentally wear the same stuff, two of us wearing pink and two others wear black haha (but, we didn't take an #OOTD photo :P). This day, I go home with the new spirit, happy thoughts, happy feeling, and of course happy tummy :)

Sometimes, we just need doing simple things to make us happy. I love gathering with my friends, especially when i can have a deep conversation with them. We don't need to meet in prestigious cafe, just restaurants with affordable price, and SS is enough. I am very grateful for it, I enjoy it. Thanks God for this wonderful day!

Mmm...so this day is The International Women's Day, right? Actually i have some thoughts about being woman, but it need long post to write it. Maybe, someday i'll post it here, or maybe...someday i'll tell and discuss it with someone wonderful...by doing deep conversation with her/him hehe.
Last but not least...keep being wonderful you, Ladies! :D


Magelang | March 8, 2016
when some people prepare themselves to see the total solar eclipse
that will be visible in some places in Indonesia tomorrow.
March 08, 2016 No comments
Siapa tak kenal Candi Borobudur? Sebuah candi terbesar di muka bumi yang pernah masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia versi lama. Ya, Candi Buddha ini pastinya dikenal hampir seluruh penduduk dunia (halah). Beberapa waktu lalu, aku dan ciwi-ciwi mengunjungi candi tersebut. Sebelum bercerita lebih jauh ada baiknya kenalan dulu sama profil-nya Candi Borobudur. Berikut ini sedikit keterangan mengenai berdasarkan ilmu yang saya dapatkan ketika SMP pada mata pelajaran Muatan Lokal, English for Tourism (EFT). Kalo yang SMP-nya di Kabupaten Magelang dan sekitar seangkatan sama saya pasti tau dan pernah berjuang 'mempelajari' EFT kan gaiss? :')


Source: Google

Candi Borobudur merupakan sebuah candi Buddha yang terletak di MAGELANG, JAWA TENGAH, Indonesia. Sekali lagi saya tekankan, Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, BUKAN DI YOGYAKARTA. Candi dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Arsitek pembangun candi yang terbuat dari susunan batu andesit ini adalah Gunadharma. 

Tinggi candi yang setiap hari ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal ini adalah 35 meter. Candi berisi relief dan stupa yang terbagi dalam tiga tingkatan yaitu Kamadhatu (lapisan bawah), Rupadhatu (tengah), dan Arupadhatu (atas). Pada tingkatan Kamadhatu, terdapat relief Karmawibangga yang mengisahkan hukum sebab-akibat atau hukum karma dalam kehidupan manusia. Sementara dinding Rupadhatu berisi relief Lalitavistara yang menceritakan kelahiran Sang Buddha sebagai Pangeran Sidharta dari Kerajaan Kapilawastu, relief Jataka dan Awadana yang menceritakan kehidupan Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Sidharta, dan relief Gandavyuha tentang berkelananya Raja Sudhodhana, ayah Sidharta. Selain relief-relief, tingkatan Arupadhatu juga berisi arca-arca yang diletakkan pad relung batu. Arca-arca tersebut memiliki berbagai sikap tangan (mudra) yang masing-masing memiliki arti tersendiri. Tingkatan teratas, yaitu Arupadhatu merupakan bagian yang berisi stupa-stupa dimana di dalamnya juga terdapat arca Buddha dan satu stupa induk setinggi tujuh meter dengan garis tengah 9,9 meter.

Oh iya, FYI jika mengunjungi Borobudur cara membacanya reliefnya adalah dengan Pradaksina yaitu memutar searah jarum jam.

Situs wisata Candi Borobudur dikelola oleh sebuah BUMN bernama PT Candi Brobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero). Ya, BUMN tersebut memang menangani Candi Prambanan dan Candi ratu Boko di Yogyakarta.  Untuk dapat masuk ke situs pariwasata Candi Borobudur, Jawa Tengah, tarif yang dikenakan bagi wisatawan lokal adalah Rp30.000,- Cukup murah menurutku. Karena selain dapat menikmati Candi Borobudur sebagai situs utama, kita juga dapat masuk ke beberapa museum seperti Museum Kapal Samudraraksa, Museum Karmawibangga, Museum Rekor Indonesia, dll.

Udah, lumayan cukup cerita tentang candi, berikut adalah cerita tentang kami :D Siapa kami? Kami adalah Risa, Tica, Fitri, Esti, Arifah, dan aku temen yang dua tahun sekelas pas SMA. Iyaaak, mereka adalah penghuni kelas Sensasi Sosial Loro (Sensor) tercintaaaah. Bulan Syawal tahun lalu, kami sepakat mengadakan reuni dengan mengujungi landmark-nya Kabupaten Magelang itu.




Full team: Risa, Tica, aku, Arifah, Fitri, Esti.

Ciwi-ciwi di salah satu relief candi.

Bertiga di salah satu dinding Candi.
FYI, yang di tengah itu sekarang sedang exchange di Mesir :')

Bergaya di sisi stupa. Itu saya loh, bukan arca :P

My favorite photo! Love you lads :*


Nah, gimana? Kece kan? :P
Sebelum kalian para hijabers cantik memutuskan buat mengunjungi Candi Borobudur, izinkanlah saya berbagi tips wisata heheh
  1. Gunakan alas kaki yang nyaman karena kalian bakal jalan jauh dan naik tangga banyak. Mau pake sandal, sneakers, flat shoes, atau wedges silakan yang penting dipakai nyaman. Aku pas kesana pake flat shoes sementara si Tica pake wedges dan dia nyaman-nyaman aja. Yeah, beauty is pain sometimes. FYI, jarak dari pintu masuk ke candi itu sekitar satu kilometer dan jalan keluar dari candi ke parkiran juga jauuuuhhh. Balum keliling candinya, naik tangganya, mampir-mampir ke museum juga. So, pastikan alas kakimu nyaman :)
  2. Kenakan pakaian yang nyaman. But you've to look stylish too :P
  3. Gunakan topi atau payung karena jalannya bakal panas kena terik sinar matahari. Kami memilih menggunakan bow hat daripada payung. Karena bow hat juga bisa dipakai buat foto-foto kece :P Yaa, tapi kalo kamu punya payung warna-warni atau floral atau apalah yang lucu bolehlaah dibawa biar pas dijepret tetep badaiii~ Kalo lupa bawa topi atau payung? Santai, ada penjual-penjual topi di sekitar. Cuma kamu harus pinter-pinter nawar yaa girls. Ada juga jasa persewaan payung, tapi tentu aja bukan payung-payung unyu hehe
  4. Bawa bekal minum sama makanan ringan, karena perjalanan yang jauh pasti bikin kamu capek, haus, dan lapar. Tapi tetep fun kok. Gak nyesel pokoknya :D
  5. Pake sun glasses boleh juga selain buat melindungi panas, juga buat gaya-gayaan hahah.
  6. Kunjungi aja semua wahana-wahana yang ada, maksimalkan itu tiga puluh ribu yang kamu bayarkan sebagai tiket masuk.
  7. Browsing-browsing dulu info tentang tempat wisata itu biar kamu tau esensinya. Jangan cuma foto-foto yaah -_- Bagus lagi kalau kamu menggunakan jasa pemandu wisata karena dengan bantuan mereka wisatamu jadi lebih worth it.
  8. Kalau mau beli souvenir, pandai-pandailah menawar  asal jangan keterlaluan biar kamu nggak dihajar penjualnya hehe
  9. Patuhi aturan yang ada dan jangan vandal.
  10. Jangan lupa foto di depan pohon Boddhi deket pintu keluar dengan background candi secara keseluruhan. Kece badaiii~ Kayak foto favoritku di atas ;)
Itu tadi sedikit cerita dan tips wisata ke Candi Borobudur. Kalau kamu datang pada saat-saat tertentu Borobudur bakal menawarkan paket wisata yang menarik lagi. Misalnya ketika perayaan Hari Raya Waisak bagi umat Buddha, disana bakal ada festival lampion dan Sendratari Mahakarya Borobudur. Kalau kamu mau bermalam di hotel sekitar atau rumah saudara, di seputaran candi juga banyak kok destinasi pariwisata lainnya. Ada Candi Pawon, Candi Mendut, Kafe Rumah Kamera, atau juga Museum Haji Widayat. Kalau mau wisata alam ada juga tempat melihat sunrise yang bagus banget namanya Punthuk Setumbu. Usahakan kesana pas musim kemarau biar dapet sunrise bagus. Yang lebih jauh ada Ketep Pass, tempat dimana kamu bisa lihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, menikmati teater tentang Gunung Merapi dan Museum Gunung Merapi cukup dengan Rp7.000,- Asyik kan? 
Yuuk, VISIT MAGELANG ^^


Mulai ditulis di Krapyak sekitar sebulan lalu
dan baru sempet finishing dan di-publish di Selasar Barat Fisipol
05 Januari 2015
 (sambil menunggu waktu pengumpulan paper Internship)
January 05, 2015 No comments

Sebuah kalimat untuk kita renungkan dalam-dalam.
"We don't lose friend, we just learn who the real ones are."

Tentang ini, saya punya cerita untuk dituliskan. Tentang topeng-topeng yang berjatuhan, banyak sekali. Daripada menuliskannya, akhirnya saya memilih untuk belajar dari semua kejadian itu. Kejadian-kejadian yang rasanya terlalu banyak untuk dilalui dalam waktu yang sedemikian singkat. Tapi realitanya memang begitu. Saya tak ingin menghindari, satu-satunya cara adalah dengan menghadapi. Ada orang yang sengaja Tuhan singgahkan dalam hidup kita agar kita belajar dari mereka, agar kita mengambil hikmah dari pertemuan dengan mereka.

Saya sepenuhnya menyadari, bahwa tak selamanya yang sanggup berkata manis dan memuji-muji kita itu bisa disebut teman. Tak selamanya pula yang berkata menyakitkan pada kita adalah lawan yang bermaksud melukai. Selalu ada kepentingan-kepentingan di balik setiap perkataan. Ah, tentu saja saya sangat memahami hal-hal seperti itu, saya mahasiswa Sospol, Gan!! Hahah

Saya berusaha untuk tetap berpikir positif pada setiap kejadian yang menimpa saya, pun saya tetap berbuat baik kepada setiap pemilik topeng-topeng yang jatuh. Tak peduli apapun yang meraka katakan tentang saya. Memaafkan, meski jujur memang sulit untuk melupakan. Bukankah pada hakikatnya kita hanya harus memanusiakan manusia? :)



October 11, 2014 No comments
Sore tadi, membuka pesan Line dari seorang sahabat.
Dikirimkannya kepada saya tiga foto ini:




Foto-foto itu diambil ketika ia kuliah lapangan pertengahan bulan September lalu di Beijing. Dan foto itu adalah di salah satu sisi Tembok Besar, China. Sebuah tempat yang semasa SD sering saya lihat di halaman belakang buku Atlas Indonesia dan Dunia, ketika tempat itu masih dinobatkan dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Sebuah foto dengan catatan yang dia tujukan untuk saya. Dia-lah Hani, sahabat  sejak SMA yang sedang kuliah di Jurusan Arsitektur di universitas yang sama dengan saya. Kenapa dalam tulisan itu aku dipanggil "Bu Menteri"? Itu karena pada ulang tahunnya yang ke-18 saya memberinya kado dengan ucapan yang intinya "meskipun kau mau jadi arsitek dan aku mau jadi menteri, kita tetap sahabatan" :') Hahah iya, saya sempat berkeinginan menjadi Menteri Pariwisata, RI 34 ^^

Hani ini sahabat terbaik. Dia adalah orang yang paling frontal mengkritik ketika dirasa kritik diperlukan. Dia yang pernah galak menyuruh saya ngerjain soal logaritma yang menurut saya no way sekali. Dia akan segera nge-chat saya kalo foto profil yang saya pasang di sosmed menurut dia alay atau sok imut. Heheh. Dan banyak lagi kritikan yang sering dia lontarkan. Bukankah sahabat baik adalah yang mengatakan kejelekan kita di depan kita? Bukan membicarakannya dengan orang lain di belakang kita? :)

Tapi Hani juga nggak segan memuji kalau saya lagi keren heheh. Kalo yang ini nggak usah disebutin contohnya deh yaa, takut jatuhnya sombong heheh.

Aaaahh Haniiii...sayang kamu deh :3 Doakan aku juga bisa menginjakkan kaki di tempat itu. Berpose cantik di tempat itu, dalam rangka kunjungan kenegaraan mungkin :) Saat itu aku mungkin tak se-alay sekarang, saat itu mungkin aku sudah jadi wanita anggun dan mempesona heheh. Begitu juga dirimu, Han. Saat itu mungkin kamu sedang ke Turki dengan Ghazi di perutmu, dengan sosok yang Allah hadiahkan untuk menemani hidupmu :)

Terima kasih telah 'menampung'ku di kontrakkanmu saat-saat aku pulang kemaleman, terima kasih kamu mau aku peluk saat aku masih pakai jas hujan basah kuyup, terima kasih untuk semua kritikanmu, terima kasih syemuaanyaaa... *kiss kiss* Seberapa banyak kita sering keras kepala dan beda pendapat, tapi kesamaan kita juga gak terhitung kan?

Maaf kalau sekarang kita sulit hang out bareng, jadwal kuliah kita beda siih dan aku kan nggak bisa setiap saat keluar malem. Maafkan juga semua salahku Han :') 

Han, sing tegar! Kamu cuantek dan kamu baik. Setidaknya begitulah kamu di mataku. You deserve better, baby! Fokuskan diri jadi arsitek kece dan mama terhebat buat Ghazi. Nanti bakal ada sosok sholeh yang dateng buat 'mbikinin' kamu Ghazi wkwkwk (kita udah 20+ kan Han? :p) Semoga sampai tua nanti kita tetep bisa saling cerita tentang lucunya Ghazi dan Ghaza :D Ya, kami masing-masing merencanakan nama untuk anak kami kelak..tanpa sengaja nama itu adalah Ghaza dan Ghazi hahah

Gud nite, Han..
Semoga kamu senantiasa sehat dan punya masa depan yang baik dan bahagia bersama orang yang saling menyayangimu :*
Kamu Lebaran Idul Adha besok kan? Selamat lebaran ^^
Jangan lupa kita masih punya janji buat kentjan di Ayam Geprek Bu Rum Sadhar XD
October 03, 2014 No comments
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • Nasi Goreng, Mimpi, dan Playlist
    Ide untuk membuat tulisan ini sudah terlintas sejak beberapa hari lalu, tapi sengaja saya biarkan mengendap dulu di kepala karena banyaknya...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Tentang Kerajinan Kristik
    Selain menyulam yang telah saya bahas sebelumnya, di tahun 2018 ini saya juga mulai bikin kristik lagi. Sejauh ini, sudah ada dua kristik y...
  • Perkara Memasak
    Seminggu lebih berlalu setelah Hari Raya Idul Adha dan baru hari ini saya sempat memasak daging kurban. Tak lain, adalah karena pada Hari R...
  • Sebuah Kesempatan: MDP V Net Mediatama Television
    Sabtu sore, seminggu lalu, saya mendapat email dari Net Mediatama (perusahaannya Net TV) yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi administr...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • Prangko Edisi Khusus Asian Games 2018 Jakarta-Palembang
    Halo, sudah berapa tahun cahaya saya nggak nulis blog? Ketiadaan materi membuat saya jarang nulis huhuhu, so sad . Kalau ada usulan ide bol...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose