twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Apakah kalian pernah membaca buku legendaris karya Antonie de Saint Auxpery? Yes, Le Petite Prince. Beberapa tahun lalu saya membacanya dan ada satu kalimat dalam buku itu yang cukup membekas: "Grown ups like numbers, orang dewasa suka angka-angka." Saat itu yang ada dalam benak saya adalah bahwa kalimat itu ada benarnya dan kalimat-kalimat berikutnya membuat saya geli membacanya. Sekian tahun berlalu, ternyata sekarang kalimat itu semakin relatable. 

Saya merasa baru kali ini berada di circle yang gemar dengan angka ini. Saya tidak tau, apakah ini karena saya semakin tua dan dikeliling pula oleh para so called grown ups yang menyukai angka-angka, or it's simply just their natural character. Sebelumnya di sekolah atau kuliah, teman-teman saya adalah orang yang setidaknya saya merasa melihat diri saya dari karakter, barangkali dari motif floral cantik yang saya suka, dari ketidaksukaan saya pada warna-warna nude karena takut keliatan kusam, dari hobi saya menulis di blog, atau dari kesukaan saya pada dunia jahit menjahit dan bikin artwork hand-embroidery. Begitupun saya melihat teman-teman saya di masa itu, saya melihat si A adalah teman yg gemar bersholawat dan rajin nderes Quran, melihat si B sebagai sosok yang high-achievement di bidang akademik dengan public speaking bagus, melihat si C adalah penggemar segala sesuatu tentang Strawberry dan warna-warna pastel, melihat si D sebagai orang yang sporty banget dan punya body goals, atau juga melihat si E dari kesukaannya traveling ke berbagai tempat. Tentu saya sedikit mengetahui latar belakang keluarga dan pekerjaan teman-teman saya ini, tapi yaa cukup tau itu sebagai bagian identitas mereka dan sesekali bertukar cerita kehidupan dunia kerja.

Tapi circle satu ini berbeda....


Orang-orang dalam circle ini tidak akan tahu hobimu karena mereka sibuk dengan angka. Dalam circle ini, jika mereka bertanya tentang pekerjaan, mereka tidak bertanya apa yang kita lakukan dalam pekerjaan itu tapi berapa gaji yang kita peroleh dari pekerjaan itu. Mereka tidak akan bertanya bagaimana ibumu mengajarimu belajar membaca ketika kecil dulu karena mereka lebih tertarik pada berapa uang yang dikeluarkan ibumu untuk membiayai pesta pernikahanmu, bahkan jika orangtuamu sudah meninggal mereka tak segan bertanya seberapa besar warisan yang kau peroleh. Jika kebetulan kamu memiliki barang baru, mereka tidak akan bertanya apa keunikan barang itu yang membuat kamu memilihnya atau apakah benda itu nyaman dipakai, tapi yang mereka tanyakan pertama kali adalah harganya. Saat kamu berhasil menuliskan sebuah cerita yang dipublikasikan, mereka sama sekali tidak ingin tau isi tulisanmu, karena mereka sudah sibuk dengan mempertanyakan berapa uang yang kau peroleh dari semua itu. Saya terkadang takjub ada orang yang begitu gemarnya pada angka, karena pada lingkar-lingkar pertemanan sebelumnya saya tidak pernah menemui. Memang sesekali kami membahas angka, dan sesekali juga takjub pada angka besar atau juga angka kecil, but never be the main topic.

Tulisan ini kiranya sebagai pengingat semoga saya tidak menjadi grown ups menyebalkan seperti dalam buku Le Petite Prince. Semoga saya senantiasa bisa menjadi sosok yang melihat orang lain tak terbatas pada angka tapi juga pada value-value yang meraka.

October 15, 2025 No comments
Selamat datang dua puluh tiga!
Beragam ucapan selamat ulang tahun saya dapatkan pada penghujung tahun 2016 lalu, ada yang ngucapin tanggal 23 Desember, ada yang ngasih ucapan tanggal 30 Desember, tangal 31, bahkan pada tanggal 1 Januari. Ada juga yang bikin ucapan ulang tahun untuk saya di Facebook pakai huruf kapital semua, tapi salah mention orang :B Wait…siapa tau ada yang ngucapin tanggal 10 Januari juga seperti tahun lalu. Kapan yaak ini ulang tahun saya sebenernya? Hahaha. But, that’s no problem, guys. Vielen dank für die schönen Wünsche!! :*

Sebuah foto yang diambil tepat ketika usia saya memasuki dua puluh tiga.
Taken by Koko.

Usia baru, harapan baru :) Izinkanlah saya mengutip kalimat dari Mbak Alissa Wahid. Sebuah kalimat harapan yang saya amini berikut ini:

“Semoga tahun ini, keimanan kita tumbuh subur disemai rahmat akal dan kearifan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,
agar terhindar dari kenaifan.
Dan semoga kita dilimpahi teman-teman seperjalanan hidup yang memperkuat dan memperkaya hidup kita, bukan memiskinkannya.”

Meskipun kalimat itu kutipan dari kalimat orang lain, namun harapan itu pula-lah yang ada pada benak saya untuk usia dua puluh tiga. Semoga terkabul :) Saya menanti masa belajar hal-hal baru di usia ini, dan menghidupi pengalaman-pengalaman baru pula. Tetap semangat berjuang mencari sumber rejeki, Rul. #curhat Siapa tahu di usia ini dipertemukan dengan jodoh juga #eh :P
January 03, 2017 No comments
Memasuki usia dimana teman-teman seangkatan mulai menapaki jenjang pernikahan. Pembicaraan pun beberapa kali mengarah ke tema pernikahan, entah terkait hal-hal bersifat emosional yang menyertainya hingga semacam warna gaun apa yang ingin dikenakan di hari pernikahan nanti. Yah, meski seringkali berujung kalimat; "tapi kan belum ada jodohnya" haha. Chat group juga beberapa kali ramai oleh ucapan selamat atas pernikahan seorang teman, membicarakan si A yang baru saja menikah, saling bertanya siapa saja yang mendapat undangan pernikahan si B, dan sejenisnya.

Dari beragam kisah pernikahan kawan, selalu saja ada hal yang menarik yang bisa saya jadikan pelajaran. Yang pertama jelas, bahwa jodoh itu sepenuhnya kuasa Allah SWT. Kisah orang-orang di sekitar saya yang bertemu jodohnya ini sungguh menarik. Bagaimana tidak, ada yang sebelumnya telah berpacaran lama dengan A, tiba-tiba menikahnya dengan B. Ada yang dikenal berpacaran dengan C, lalu D, lalu E, balikan lagi sama C, eh taunya menikah justru dengan si G yang baru dikenal beberapa lama. Yang bertahun-tahun menjalin kasih dengan si K, ternyata dicampakkan, lalu melabuhkan cinta pada sahabatnya sendiri. (Sorry, so much alphabet I use here hehe) Ada pula yang track record pacarannya clean sheets, alias nggak pernah pacaran lalu dijodohkan dengan seorang pilihan orangtuanya. Sungguh, suatu bukti nyata bahwa jodoh sepenuhnya rahasia Allah yang dipertemukan dengan ita melalui beragam jalan. Kita, manusia hanya bisa berdoa dan berusaha menjadikan diri terbaik untuk pasangan kita kelak.

Source: pinterest.com

Dari beragam kisah pernikahan pula, saya belajar tentang mengikhlaskan. Tentang beberapa orang yang ikhlas menerima kehendak-Nya, bahwa apa yang telah kita rencanakan kadangkala harus pupus. Ada kejutan indah dari Allah yang menanti di masa kelak.

Di usia-usia ini sering pula seorang kawan menggoda, dengan sebuah pertanyaan; kamu kapan? Cukup sering, bukan? Haha. Saat pertanyaan seperti itu ditujukan kepada saya, biasanya saya akan menjawab sambil berkelakar atau tersenyum nyengir hehehe.
Pertanyaan seperti itu, biasanya akan dilanjutkan dengan obrolan nikah-nikah yang mengalir dengan asyiknya. Saya termasuk yang sesekali membahas dengan beberapa kawan. Tapi, sejujurnya saya tak pernah benar-benar dapat mengungkapkan hal-hal yang ada dalam benak saya tentang sebuah pernikahan. Tentu saja, saya punya impian-impian untuk membangun rumah tangga kelak. Saya punya rencana, pemikiran, dan pertimbangan tersendiri atas hal bermakna besar ini. Namun saya sering merasa kurang nyaman membahasnya. Saya hanya ingin membahas pernikahan dengan orang yang sungguh saya percaya :') (That’s my introvert side, maybe…)

Ah, pernikahan. Begitu berartinya sesuatu yang dimulai dari kalimat ikrar yang diucap barang lima menit saja. Mitsaqon gholidzo. Begitu agung arti kata itu, tentang dua insan, dua keluarga besar, tentang membangun keluarga dan generasi penerusnya. Ladang ibadah, tempat kebahagiaan diperoleh dari berbagai hal sederhana di dalamnya, tapi juga sesekali kekhawatiran menyertainya. Tentang menjaga bahtera tetap kokoh berlayar ketika sesekali godaan dan cobaan menguji kekuatannya. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin untuk mempersiapkan diri mengikuti sunah Rasul dan menghidupi janji suci itu nantinya. A long live learning. Dan semoga Allah SWT mengirimkan jodoh terbaik untuk kita :)


belated birthday girl,

Nurul :)
January 01, 2017 No comments

...cause I want to live and not just survive... :)
that's why I can't love you in the dark...

December 25, 2016 No comments
Source: downloadfreepictures.com

December,
Last month in this incredible 2016.

Welcome, December!
Let's make it awesome!

P.S. I'm in love with my eyeliner today! LOL :D

December 01, 2016 No comments
Source: poems-and-words.tumblr.com

Thanks for some angels with no wings who inspire and support me.
You reveal the best of me.
You make me find the real me once again after i lost my self for a while.
Thank you.
September 20, 2016 No comments
 

Begin this month with some good news, and this is one of them
 
This lovely sunflowers are special for my dearest sister,
Khalimatu Nisa, S.IP.
Finally, you did it sis!
She is an inspiring, smart, strong, humble, and very very nice lady :)
I think you should publish your thesis as a useful book.

Really proud of you,
your S.IP soon to be lil' sister



Nation Building Corner, Perpustakaan Pusat UGM
Jogja | August 3, 2016

August 04, 2016 No comments

 

Don't let anyone ever dull your sparkle, dear! :)


July 23, 2016 No comments
Penghujung semester genap, memasuki masa-masa dimana tak lama lagi KKN UGM periode antarsemester akan diberangkatkan. Satu tahun yang lalu, saya juga terlibat dalam persiapan yang lumayan 'riweh' untuk menghadapi KKN. Nah, karena pernah merasakan repotnya mempersiapkan banyak perbekalan untuk tinggal dua bulan di tanah rantau dengan jumlah muatan yang bisa dibawa terbatas, kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman untuk menghadapi per-KKN-an yang ooh betapa indahnya itu haha.

Persiapan yang saya tuliskan ini murni berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami, mungkin beberapa hal akan berbeda antara keadaan saya dengan keadaan teman-teman. Namun, semoga hal ini akan tetap dapat membantu :)

  1. Apabila lokasi KKN jauh dan mengharuskan naik pesawat terbang, sebaiknya berikan tanda yang sama pada seluruh barang yang masuk bagasi dan tidak dibawa ke kabin. Hal ini sangat berguna untuk memudahkan mengenali barang-barang kita saat pengambilan. Waktu itu, pada seluruh koper dan kardus milik Tim BBL-11 kami memasang pita merah dan stiker KKN Seliu, sehingga kami bisa langsung mengenali ketika barang kami keluar dari something yang ada rail-nya itu (entah apa namanya hahah). Ini sangat penting, karena jika tidak dilakukan akan sangat rawan tertukar. FYI, bahkan meskipun sudah diberi tanda...koper saya sempat terbawa oleh tim KKN Padang Kandis, Belitung ketika di Bandara Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Untungnya penumpang pesawat kala itu belum meninggalkan bandara, sehingga masih da kesempatan untuk mencari dan alhamdulillah ketemu.
  2. Bawalah makanan yang awet seperti abon, kering tempe, atau bumbu pecel. Percayalah, makanan-makanan itu akan sangat berguna sebagai teman makan nasi ketika benar-benar kepepet nggak ada yang bisa dimakan hehehe. Kalau bisa setiap individu bawa seperempat atau setengah kilo dari salah satu jenis makanan itu.
  3. Sebelum berangkat, rencanakan dengan baik teknis memasak, cuci piring, piket kebersihan, teknis belanja logistik, dan semacamnya. Pastikan rencana dikomunikasikan dengan baik dan mendapat persetujuan tim. Meskipun kemungkinan apa yang sudah direncanakan akan berubah ketika berada di lapangan...tapi ingatlah failing to plan is planning to fail! Jadi, perencanaan yang matang tentang hal-hal tersebut akan sangat membantu setidaknya pada awal-awal masa beradaptasi di lokasi KKN.
  4. Kalau KKN harus melewati masa lebaran yang membuat kalian tak bisa pulang ke rumah, bawalah kue lebaran hahaha. Tahun lalu, setiap anggota Tim BBL-11 wajib membawa kue lebaran sebanyak satu atau dua toples/bungkus. Why? Biar kalau lebaran kita tetep punya kue yang ditata begitu indahnya dan dapat dinikmati sebagai cemilan atau disuguhkan kalau-kalau ada tamu. Biar feel lebarannya kerasa haha. Iya sih, mungkin kita bakal dapet banyak jamuan dari warga ketika lebaran...tapi, hendaklah kita tidak terlalu mengharap pada sesuatu yang belum pasti kan yaa? *janganbaper*
  5. Hal-hal ini jangan lupa di-packing: gunting kuku, payung, senter, kabel rol, sisir, handuk, hanger (nulisnya gimana sih? Itu lho, yang buat nggantung baju. Iya, baju bukan perasaan ahahah). Barang-barang itu rawan terlupakan tapi penting untuk mendukung kehidupan selama di tanah rantau haha.
Hmmm...sementara itu dulu yang bisa saya bagikan hari ini, untuk melengkapi tantangan #20HariMenulis. Nggak usah banyak-banyak dulu yaa, biar materi tulisannya nggak cepet habis hahah. Selain itu, juga karena waktu menulis yang dimiliki juga terbatas mengingat begitu padatnya kegiatan saya bulan ini.

Semoga tips-tips itu bermanfaat dan selamat menempuh KKN!

Bantul, Juni 2016
catatan seorang pengurus logistik dan konsumsi Tim BBL-11
June 10, 2016 No comments

Alhamdulillah masih bisa bertemu Ramadhan 1437 Hijriah.
Meskipun sedikit terlambat,
izinkanlah saya mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan :)

Ramadhan, sebuah kesempatan sekaligus harapan, mungkin juga tentang...kenangan.
Kesempatan untuk memperbaiki amalan-amalan yang masih sering lengah di bulan-bulan sebelumnya.
Harapan agar setiap perbuatan positif kita senantiasa dilimpahi keberkahan dari Allah SWT, agar kita kembali fitri selepas bulan penuh berkah ini.
Sekaligus kenangan akan momen-momen yang telah kita lalui Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tentang pengalaman puasa pertama kita saat masih anak-anak juga tentang berbagai peristiwa tak terlupakan lainnya, semoga kita bisa menarik pelajaran dari Ramadhan yang lalu.

Selamat menjalankan ibadah puasa.
Semoga Ramadhan tahun ini Allah memberi kita kekuatan lahir dan batin untuk beribadah, untuk lebih mendekat pada-Nya. 
June 08, 2016 No comments
Ehem...halo, sudah masuk bulan Mei 2016. Jadi, sudah sampai mana skripsinya? Hahahaha. Tidak tidak, saya tidak akan membahas tentang skripsi tentu saja. Setelah cukup jarang menulis karena susah banget dapetin mood buat nulis, akhirnya hari ini saya pengen bercerita suatu hal yang ada hubungannya sama film yang tengah hitz beberapa hari belakang. Tentu saja bukan Civil War yaa, karena saya takut dengan yang berbau per-civil-an *eh ups* haha, melainkan pesaing ketat Civil War di bioskop-bioskop Indonesia, yaitu sebuah film yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Yups, saya akan menulis sesuatu yang berhubungan dengan AADC 2. Bukan Ada Apa Dengan Civil lho yaa, tapi Ada Apa Dengan Cinta 2 ehehe. Udah pada nonton kaan? Hihi :D

Eh jadi, gimana? Pas nonton AADC kemarin, kamu 'kelingan' (si)apa? Hahahaiii. Yuhuu..pertanyaannya bukan tentang nonton dengan siapa, tapi tentang teringat pada (si)apa? :B

Saya nonton film ini beberapa hari lalu bersama teman-teman saya di Bioskop XXI Jogja City Mall. Secara keseluruhan film ini cukup menyenangkan untuk ditonton dan cukup mengghibur, beberapa bahkan mungkin terbawa perasaan. Mmm..apakah saya baper? Apakah saya terjebak nostalgia? Hmmm...gimana yaa, masalahnya saya sama temen nonton di sebelah kiri saya ini mungkin sudah agak kebas soal hal-hal beginian *halah*. Oh iya, saya tak akan menuliskan tentang ringkasan jalan cerita atau review film AADC 2 yaa. Dalam pembahasan kali ini saya lebih ingin mengungkapkan kesan saya secara pribadi setelah menyaksikan film yang ditonton dua juta orang dalam delapan hari penyangan ini. So, check this out....

Pertama: Para Pemeran
Baiklah, saya terkesan sama Dian Sastro, godess bangetlah mamanya Shaien sama Ishana ini. Kukira semua orang mengakui pesona sang pemeran Cinta. Pada dasarnya Geng Cinta ini emang cantik-cantik kaan yaa. Apalagi Adinia Wirasti a.k.a Karmen, ini nih favorit saya. Aktris berdarah Jawa asli yang kecantikan dan warna kulitnya eksotis sekali dan bikin saya pengen punya badan keren seperti dia haha, yaa meskipun i know it's hard to be as tall as her. Lalu  tentu saja Nicholas Saputra sebagai Rangga. Kalo penonton di sebelah kiri saya agak salah fokus ke rambut kriwilnya Rangga, saya malah ke lehernya Rangga. Mungkin, karena cukup sering pengambilan gambar secara close-up kali yaa, iya lehernya. Entahlah -_- Mmm, kalo matanya Rangga yang agak kecokelatan itu gimana, Rul? Wuups, hentikan hentikan...mari ke pembahasan selanjutnya :P

Kedua: Deep Conversation
Ada banyak percakapan mendalam yang ditampilkan di AADC 2, baik antara Cinta dengan Rangga maupun antaranggota Geng Cinta. Lokasinya pun natural menurutku, nggak terlalu dramatis, sehari-hari banget misal percakapan di mobil, sambil jalan, kedai kopi, kamar anggota geng (yaa meskipun itu vila sih). Saya jadi kangen cerita-cerita yang mendalam gitu hehe. Berbagi dengan orang yang kita percaya tentang impian kita, kegelisahan, hal-hal yang kita suka, dsb. Nggak cuma nggosip ahahah. Share something...personal. Suatu hal yang akhir-akhir ini jarang saya lakukan. Mungkin karena kadang skeptis, atau mungkin saya yang memang kurang effort membangun deep convo dengan beberapa orang yang saya temui.


Bagi saya sebuah percakapan mendalam yang positif memberi efek yang baik secara psikologis. Bikin jadi lebih semangat, lebih mengenal orang beserta pemikiran dan impiannya, lebih...'hidup'. Yes, i love that kind of convo. Kalo kata kawan saya, Risa; "personal and affectional meet up. Not just common convo as if you were strangers accidentally met in a train." Bagi saya kadang memang tak mudah, kadang sayanya yang tidak ingin orang lain masuk terlalu dalam ke pemikiran saya, atau saya yang tak mau mengenal dia terlalu dekat, atau juga kadang keinginan itu ada...but everybody just too busy with our own gadget. So saad~
Nah, dari AADC 2 ini beberapa dialognya memberi kesan tersendiri di benak saya, sekaligus teringat bahwa saya sudah cukup lama tak berbagi cerita. Oiya, ini bukan masalah status relationship kayak jomblo, berpacaran, HTS-an, atau sejenisnya lho ya. Maksud saya dengan sahabat atau kawanpun, sometimes it's hard to make that kind of convo. Deep convo is priceless nowadays. Jadi, kapan mau ngopi bareng?? *looohh*

Ketiga: Travelling
Di film garapan sutradara Riri Riza ini, si Rangga mengatakan perbedaaan liburan sama travelling. Kata Rangga kalo liburan itu cenderung memilih tempat-tempat yang nyaman, yang bagus buat foto-foto, segalanya terjadwal. Sedangkan travelling, lebih accidental, dan harus siap-siap menanggung segala risikonya. "Travelling is about the journey, not the destination." Rangga ngomong gitu pas adegan di Gereja Ayam, Magelang gaes. Magelang oii!! Nah, pas si Rangga ngomong gitu saya langsung ingin bilang; "Duhai Mz Rangga, enjiner seksi jebolan UI yang instanya penuh foto travelling, ku siap menjelajah dunia bersamamuuu." hahahaha :P
Ketika Rangga sama Cinta itu maen ke Candi Ratu Boko, Gereja Ayam, nonton pertunjukan Papermoon Puppet (eh saya pernah jadi LO-nya Mbak Ria Papermoon loh pas beliau ada agenda ke Fisipol *njuk ngopo rul*) dan terutama pas dialog liburan vs travelling itu...saya jadi ingin halan-halan ke Sulawesi Selatan. Iya, nggak tau kenapa random sekali. Tiba-tiba terpikir Sulawesi Selatan. Ingin travelling kesana, tapi tabungan mepet banget. Nggak apa-apa, impian dulu. Pengennya menjelajah sendiri, tapi pasti nggak boleh sama Ibuk :( Pengen sama kamu, tapi kamu menghilang ratusan purnama :( *halah, mulai ngelantur*



Oiya, jalan-jalan yang accidental gitu memang seru nggak sih? Saya beberapa kali mengalaminya. Mendadak tanpa rencana tapi jadinya nggak wacana. I like that. Yaa meskipun beberapa perjalanan memang perlu direncanakan secara matang dan gak bisa dadakan, pendakian gunung misalnya.

Keempat: Ratusan Purnama dan.... (?)
Soundtrack-nya bagus. Udah gitu aja. Nggak komen lebih.

Every woman wants a man that look at her like the way Rangga looks Cinta in this picture.
But sometimes, we never see when they do...just like Cinta in this pic. Maybe she doesn't realize
how much she means to Rangga.

Itulah tadi beberapa kesan atau dampak yang timbul pada diri saya pasca menyaksikan film Ada Apa Dengan Cinta 2. Sebuah tulisan yang akan semakin mewarnai demam AADC di negeri ini. Sangat personal dari sudut pandang saya. Setiap orang tentu punya kesan tersendiri setelah nonton itu. Ada yang mungkin pengen CLBK, ada yang mungkin 'sekedar' terjebak nostalgia, ada juga yang mungkin biasa aja haha. Apapun itu, yang jelas puisinya Aan Mansyur keren laah yaa hehe. Yang belum nonton AADC 2, ada baiknya kamu nonton. Insyaallah gak kecewa. Pesan saya cuma satu, kalo mau nonton 'tenangno pikirmu'.

Teras rumah | 09 Mei 2016 23:23 WIB
Sampai jumpa, pada suatu purnama.

May 09, 2016 No comments
March 26, 2016 No comments
Saya adalah mahasiswa semester delapan yang memiliki seorang adik yang tengah menempuh tahun terakhirnya di SMA, bulan-bulan ini ia tengah sibuk dengan berbagai macam ujian dan persiapan SNMPTN, juga mungkin SBMPTN. Terinspirasi dari keadaan tersebut, saya ingin sedikit berbagi. Bukan berbagi tips jitu menghadapi ujian atau mantra mujarab untuk dapat masuk perguruan tinggi idaman, saya hanya ingin berbagi pengetahuan tentang jurusan tempat saya menuntut ilmu, semoga dapat memberikan gambaran untuk adik-adik SMA yang tengah bingung sibuk memilih jurusan :)
Sebelumnya perkenalkan, saya adalah mahasiswa S-1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) angkatan 2012, yaa memang sudah cukup tua haha. Fisipol UGM memiliki enam jurusan, namun yang akan saya bahas dalam tulisan ini tentu saja jurusan saya sendiri, yaitu Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP). Fyi, berhubung sekarang kata jurusan diganti dengan kata departemen, pembahasan selanjutnya saya akan menggunakan kata departemen (so, departemen = jurusan).


Togetherness :')

Apa itu departemen MKP?
Departemen MKP merupakan nama baru dari jurusan Ilmu Administrasi Negara, pergantian nama ini terjadi pada tahun 2010 karena nama tersebut dianggap lebih menggambarkan hal-hal yang dipelajari. Nama MKP hanya ada di Fisipol UGM, di perguruan tinggi lain jurusan ini biasa disebut Administrasi Negara atau Administrasi Publik.
Apa yang dipelajari di departemen MKP Fisipol UGM secara umum?
Poin ini penting untuk diketahui, pasalnya semasa awal-awal kuliah dulu beberapa kawan saya yang merasa salah memilih jurusan. Mereka mengira nama Administrasi Negara akan mempelajari hal-hal yang mirip dengan Akuntansi, padahal sama sekali tidak. Saya tidak tahu apakah masih ada adik-adik di SMA yang beranggapan demikian, atau sudah lebih paham tentang Administrasi Negara, yang jelas pada poin ini saya akan menjelaskan mengenai yang dipelajari di MKP.
Secara umum, departemen MKP mempelajari tentang pengelolaan dan penyusunan kebijakan di organisasi sektor publik, baik dalam lingkup pemerintahan maupun swasta. Sektor publik gampangnya adalah suatu lembaga yang mengurusi pelayanan bagi masyarakat luas, misalnya kementerian, BUMN, dll. Di departemen MKP kami belajar tentang teori organisasi, teori pembangunan, sistem perencanaan pembangunan, penganggaran, ekonomi sektor publik, reformasi administrasi, e-governance, dll.
Adakah pilihan konsentrasi di departemen MKP Fisipol UGM?
Jika di SMA terdapat penjurusan IPA/IPS/Bahasa/Agama, maka departemen MKP Fisipol UGM memiliki dua konsentrasi (semacam penjurusan kalau di SMA) yaitu Manajemen Publik (MP) dan Kebijakan Publik (KP), tapi sejak angkatan yang lebih muda dari saya, konsentrasi dihapuskan. Saya akan membahas mata kuliah di kedua konsentrasi sekedar untuk memudahkan pembaca :)
Teman-teman angkatan 2012 yang memilih konsentrasi kebijakan publik mempelajari tujuh mata kuliah wajib, yaitu; Analisis Kebijakan Publik, Formulasi dan Legitimasi Kebijakan, Studi Implementasi Kebijakan, Teknik Pengambilan Keputusan, Advokasi Kebijakan, Ekonomi Politik Kebijakan, serta Monitoring dan Evaluasi Kebijakan. Sedangkan bagi konsentrasi manajeman publik, tujuh mata kuliah wajib adalah; Manajeman Sumber Daya Manusia, Manajemen Aset, Manajemen Pelayanan Publik, Perilaku Organisasi, Perubahan dan Pengembangan Organisasi, Pembangunan Kelembagaan, serta Kepemimpinan Publik.
Selain mata kuliah wajib, baik konsentrasi KP maupun MP dapat memilih mata kuliah pilihan sesuai minat masing-masing individu, seperti; manajeman dan kebijakan pariwisata, manajemen dan kebijakan transportasi, manajemen dan kebijakan perkotaan, manajemen lingkungan dan bencana, manajeman perusahaan negara, manajemen proyek, pemasaran sektor publik, tanggung jawab sosial perusahaan/corporate social responsibility (CSR), dll.
Apa yang didiskusikan di departemen MKP?
Banyak hal kami diskusikan maupun kami kerjakan sebagai tugas. Contoh kongkrit adalah reformasi birokrasi di lingkup pemerintahan kota Surabaya yang terus membaik di masa pemerintahan Ibu Risma. Perubahan signifikan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sejak masa kepemimpinan Ignasius Jonan juga pernah kami bahas. Konflik antara masyarakat dengan perusahaan/pemerintah, misalnya antara masyarakat lereng Gunung Kendeng, Blora terkait rencana pembangunan pabrik semen atau juga antara masyarakat pesisir Kulonprogo dengan pemkab dan PT JMI terkait rencana penambangan pasir besi di pesisir. Tentu saja masih banyak lagi fenomena sosial yang kami pelajari di departemen MKP.
Apa saja pilihan karir lulusan departemen MKP?
Materi yang dipelajarai di departemen MKP cukup luas, sehingga sebenarnya pilihan karirnya pun beragam. Lulusan MKP dapat bekerja di sektor pemerintahan, BUMN, BUMS, multinational corporation (MNC), aktivis pada NGO (Non-Government Organization), analis kebijakan, peneliti, diplomat, politikus, dsb.
Untuk pilihan karir ini, menurut saya tidak perlu terlalu cemas. Selama kalian berminat dan sungguh-sungguh belajar, baik belajar akademis maupun bersosialisasi, dan memiliki kualitas diri yang baik insyaallah ada jalan. Pasang target boleh, berusaha sebaik mungkin dan senantiasa berdoa jelas perlu disinergikan. Rejeki itu sudah ada yang mengatur :)
Apa saja kegiatan mahasiswa MKP di luar kuliah?
Secara spesifik, departemen MKP memiliki himpunan mahasiswa yang diberi nama Gamapi (Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik). Dulunya, ketika masih bernama Ilmu Administrasi Negara namanya KMAN (Keluarga Mahasiswa Administrasi Negara). Entah kenapa KMAN rasanya terdengar lebih gagah hehe. Gamapi memiliki beragam program kerja khususnya bagi mahasiswa MKP UGM maupun mahasiswa-mahasiswa Administrasi Negara di seluruh Indonesia melalui program tahunan Public Action. Selain berpartisipasi di Gamapi. Tentu saja teman-teman nantinya juga dapat memilih beragam organisasi baik di level fakultas ataupun universitas, bahkan organisasi di luar kampus yang paling sesuai dengan minat kalian :)


Sometimes we go to somewhere to escape from our activities.
We didn't ready yet for the shoot, but the wave behind us is amazing
.

Bagaimana dengan biaya, cara pendaftaran, jadwal pendaftaran, dan sejenisnya?
Nah, untuk hal ini karena setiap tahun berubah, maka akan lebih jelas bila dibaca di link berikut mkp.fisipol.ugm.ac.id. Oh iya, pada tahun 2015, departemen MKP mulai membuka kelas untuk teman-teman yang berminat untuk menempuh studi di kelas International Undergraduate Program (IUP), dimana pada program ini mahasiswa IUP berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di UGM dan di universitas partner di luar negeri untuk meraih double degree, yaitu satu gelar dari dalam negeri (Sarjana Ilmu Pemerintahan/S. IP) dan satu gelar dari universitas partner.
Bagaimana dengan passing grade, jumlah peminat tahun lalu, kapasitas yang diterima?
Saya sendiri dulu tidak terlalu memusingkan perihal passing grade ini ketika hendak memilih jurusan kuliah hehe. Kalau untuk jumlah peminat tahun lalu, kapasitas diterima, dsb sebaiknya adik-adik googling sendiri heheh. Jangan sampai mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan kayak yang ditulis teman saya ini yaa heheh.
MKP Angkatan 2012 :)
See you on top,guys!
Itulah sedikit gambaran yang dapat saya berikan tentang departemen MKP berdasar pengalaman selama hampir empat tahun kuliah disini. Semoga memberi manfaat terutama bagi adik-adik yang tengah browsing dan berminat dengan jurusan MKP. Tetap semangat belajar, berusaha, dan berdoa yaa. Semoga kalian berhasil meraih apa yang kalian cita-citakan. Kalaupun belum teraih, percayalah mungkin Allah SWT sedang menyiapkan rencana yang lebih pas dan lebih indah untuk kalian :)
Selamat berjuang, Calon Gamada!!


Ditulis oleh mahasiswa biasa saja yang gemar menulis di blog
dan sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir :P
Correct me if i'm wrong.
March 20, 2016 19 comments
HAPPY INTERNATIONAL WOMEN'S DAY!!!

Today, i meet this three lovely ladies. We had lunch at Warung Makan SS Monjali. We haven't been meet for long time and now, God give us this beautiful opportunity to meet each other.




I love this day! We have a random chit-chat and some nice conversations. I love talking with these lovely ladies :) And look, we accidentally wear the same stuff, two of us wearing pink and two others wear black haha (but, we didn't take an #OOTD photo :P). This day, I go home with the new spirit, happy thoughts, happy feeling, and of course happy tummy :)

Sometimes, we just need doing simple things to make us happy. I love gathering with my friends, especially when i can have a deep conversation with them. We don't need to meet in prestigious cafe, just restaurants with affordable price, and SS is enough. I am very grateful for it, I enjoy it. Thanks God for this wonderful day!

Mmm...so this day is The International Women's Day, right? Actually i have some thoughts about being woman, but it need long post to write it. Maybe, someday i'll post it here, or maybe...someday i'll tell and discuss it with someone wonderful...by doing deep conversation with her/him hehe.
Last but not least...keep being wonderful you, Ladies! :D


Magelang | March 8, 2016
when some people prepare themselves to see the total solar eclipse
that will be visible in some places in Indonesia tomorrow.
March 08, 2016 No comments
Allah selalu ada bersama kita, dalam setiap langkah kita
Termasuk langkah dalam menggapai cita....
Ini adalah sebuah kisah untuk jangan pernah berhenti mengukir impian dan cita...

Beberapa waktu lalu saya meluangkan satu hari untuk menata ulang blog, mulai dari tema blog, menggolongkan tulisan dalam label-label tertentu, dan mengedit beberapa tulisan lama. Dari situlah saya membaca kembali beberapa tulisan yang telah saya posting. Tidak terasa sudah enam tahun saya menulis di blog, meskipun tidak secara rutin. Saya menulis blog sejak tahun 2010, ketika saya masih duduk di bangku kelas X SMA. Postingan pertama di blog ini adalah perkenalan, dilanjutkan tulisan berjudul Meraih Mimpi yang menceritakan saya yang tengah mengejar impian. Postingan itulah yang menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini.

Mimpi apakah yang sedang berusaha saya raih pada Mei 2010 sehingga saya mengunggah tulisan Meraih Mimpi di blog? Kalau teman-teman klik link tersebut lalu membaca tulisan itu, pasti menemukan kalimat "belajar ke luar negeri". Ya, saya sedang berjuang untuk belajar keluar negeri. Terinspirasi dari kakak kelas saya waktu SMA, Mbak Bunga Carnadia yang baru saja pulang dari mengikuti pertukaran pelajar di Amerika Serikat. Mbak Bunga ini memicu semangat adek-adek kelas untuk mengikuti pertukaran pelajar yang diselenggarakan Bina Antarbudaya. Saya tidak ingat kapan tepatnya bertemu Mbak Bunga, atau mungkin berawal dari mendengar namanya dari teman-teman di Sibema, karena Mbak Bunga juga alumni Sibema. Entahlah~

Museum Kata Andrea Hirata.

Apa yang memotivasi saya untuk belajar keluar negeri? Jawabannya adalah: beberapa novel Teenlit terjemahan dari luar negeri yang saya baca dan novel tetralogi Laskar Pelangi. Novel-novel yang saya baca sejak SMP. Bukankah novel Laskar Pelangi begitu fenomenal kala itu? Novel yang berlatar di Belitung, tempat asal penulis Andrea Hirata, membuat saya yang jarang mendengar pulau itu menjadi tau sedikit tentang Belitung. Tapi yang paling membuat saya termotivasi adalah Edensor yang bercerita tentang perjalanan Andrea Hirata belajar di Sorbonne, Perancis. Entah berapa kali saya membaca novel-novel tetralogi itu. Terlepas dari apakah cerita-cerita itu hoax atau tidak, Edensor benar-benar membuat Nurul kecil bermimpi untuk merasakan pendidikan di luar negeri, hidup jauh dari keluarga dan kerabat.

Kembali ke seleksi pertukaran pelajar, saya mendaftarkan diri sebagai calon peserta pertukaran pelajar Bina Antarbudaya. Calon peserta yang diseleksi pad tahun 2010 ini nantinya akan diberangkatkan tahun 2011, mengingat proses seleksi yang bertahap dan lama. Ada beberapa program yang ditawarkan Bina Antarbudaya, ada JENESYS untuk summer camp di Jepang dan YES untuk pertukaran pelajar selama satu tahun di Amerika Serikat. Saya memilih program YES dalam berkas pendaftaran. Alasan saya memilih program YES adalah karena program ini mengutamakan siswa yang berasal dari negara berpenduduk mayoritas muslim, dengan mengikuti program ini saya berharap bisa memberikan gambaran akan indahnya Islam kepada pelajar asing di Amerika, bahwa mindset yang menyatakan Islam identik dengan teroris tidaklah benar, bahwa Islam adalah agama yang damai. Tidak muluk-muluk, mulai dari memberikan pemahaman itu kepada orang di sekitar saya nantinya. FYI, selain membaca novel yang saya sebutkan sebelumnya saya juga gemar membaca novel Islami, bahkan sejak SD ibu sering membelikan buku cerita Islami untuk saya :)


Kartu Peserta Seleksi Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya

Kalau tidak salah ada 12 orang dari Smansa. Jujur, sebenarnya saya sempat berkecil hati karena ada salah seorang kawan yang meremehkan. Ya, saya tau dia dengan segudang prestasi dan apalah saya siswa baru yang berasal dari SMP pelosok hehe. Tapi hal itu tidak lama, kalimat-kalimat meremehkan dari kawan saya justru menjadi pemicu semangat. Nyatanya, teman saya itu bahkan mendaftar seleksi saja tidak hehe. Saya dan sebelas teman lain mengikuti seleksi Bina Antarbudaya wilayah Jawa Tengah yaitu Chapter Semarang, atau tepatnya di SMP N 3 Semarang.

Saya mengikuti seleksi tahap pertama berupa tes tertulis, seingat saya ada tes pengetahuan umum, tes mata pelajaran, tes Bahas Inggris, psikotes, dan menulis essai. Sambil terus berdoa saya mengerjakan satu demi satu soal tes. Alhamdulillah saya termasuk dalam 155 siswa yang lolos tahap kedua dari total 677 pendaftar, dari Smansa (lagi-lagi seingat saya, maklum sudah lama sekali) ada tujuh orang yang lolos.

Brosur Bina Antarbudaya dan Pengumuman Lolos Seleksi yang masih saya simpan.
Pengumuman Lolos Seleksi Tahap Pertama

Seleksi tahap kedua adalah wawancara, ada wawancara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pada tahap ini, kami juga diperbolehkan menampilkan bakat atau keterampilan di depan pewawancara. Saat itu, ada dua orang dari Indonesia dan seorang bule wanita berkebangsaan Jerman yang mewawancara. Saya menceritakan diri saya, keseharian, dan motivasi mengikuti pertukaran pelajar. Dalam kesempatan tersebut saya menarikan Tari Merak di hadapan pewawancara, alhamdulillah di Smansa ada mata pelajaran Seni Tari sehingga saya bisa menari meskipun masih kaku. Tari Merak cukup membuat Schalke, nama si bule pewawancara bahagia hehe. Berhubung bule ini berkebangsaan Jerman, dan saya juga belajar Bahasa Jerman di sekolah, tak lupa saya sedikit mengajak bicara si bule cantik dengan Bahasa Jerman :) Sekali lagi, Allah Maha Baik, saya lolos seleksi tahap kedua dan melanjutkan seleksi tahap ketiga.

Seleksi tahap ketiga ini sekitar tiga puluhan siswa yang tersisa, tahap ini adalah tahap terakhir sebelum seleksi tahap nasional dimulai. Kami dibagi dalam beberapa kelompok kecil, di depan kami ada beberapa macam peralatan dan bahan, kami diminta membuat sesuatu dari alat dan bahan tersebut secara bersama-sama. Ya, tahap ini adalah FGD untuk menilai kekompakan kami. Sayangnya, jalan saya meraih beasiswa YES harus terhenti di tahap ketiga, satu langkah sebelum seleksi nasional. Saya tidak lolos tahap ini. Tidak apa-apa, Allah SWT mungkin tengah menyiapkan rencana lain yang lebih baik untuk saya. Hingga tahap terakhir seleksi pertukaran pelajar Bina Antarbudaya ini, hanya satu orang dari Smansa yang lolos program YES dan setahun tinggal di Amerika, yaitu Rizqika Edni Doni Achsan, yang sekarang tengah menempuh studi S1 di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik UGM.

Itu sedikit cerita tentang seleksi pertukaran pelajar yang saya ikuti bertahun-tahun lalu. Ya, saya memang belum ditakdirkan untuk belajar di luar negeri. Belakangan saya ketahui dari pengakuan Ibu sendiri, bahwa saat itu Ibu agak keberatan namun tak tega mengatakan kepada saya. Beliau belum sanggup melepas anaknya untuk belajar jauh di Amerika. Dari sini saya menyadari, the power of restu Ibu. Restu dan doa ibu adalah segalanya. Meski begitu, Allah telah benar-benar baik kepada saya dengan memberi kesempatan mengikuti seleksi hingga lolos tahap ketiga. Gusti Allah Mboten Sare (Allah Tidak Tidur) karena kuasa-Nya laah, saya mendapat begitu banyak pengalaman dari tiga tahap seleksi itu.

Masih 'satu garis' dengan pertukaran pelajar. Dulu, sambil menunggu giliran wawancara, kakak-kakak alumni Bina Antarbudaya bercerita tentang penyair Taufik Ismail dan Najwa Shihab, jurnalis senior yang juga merupakan alumni pertukaran pelajar pada masanya. Saya mengenal Taufik Ismail dari buku kumpulan puisi berjudul Tirani dan Benteng yang pernah saya baca di perpustakaan SMA, sedangkan Najwa Shihab tentu semua orang mengenal jurnalis cantik nan cerdas yang sering muncul di layar kaca ini. Dari sekian banyak alumni yang menjadi tokoh, hanya dua tokoh itu yang banyak diceritakan kepada kami. Lagi-lagi Allah SWT memberi kejutan untuk saya. Dua tahun setelah mendengar cerita itu, saya diterima di Universitas Gadjah Mada. Pada penutupan Ospek UGM 2012 itulah, saya melihat Pak Taufik Ismail menyampaikan orasi budaya di depan sekitar 10.000 maba UGM 2012. Dua tahun setelah Ospek, saya bertemu langsung dengan jurnalis senior yang diceritakan kakak-kakak alumni Bina Antarbudaya, yaitu Mbak Najwa Shihab, in person~ dalam acara Mata Najwa on Stage di Kampus UGM. Menurut saya, hal itu bukanlah suatu kebetulan, selalu ada kuasa Allah SWT. Bahkan di perpustakaan Ponpes Al Munawwir Komplek Q, Krapyak saya juga menemukan sebuah buku yang berisi kisah para alumni Bina Antarbudaya, termasuk kisah Pak Taufiq dan Mbak Najwa :')

Tak berhenti sampai disitu, saya yang dulu benar-benar terinspirasi dengan tetralogi Laskar Pelangi, diberi kesempatan oleh-Nya untuk mengunjungi Negeri Laskar Pelangi, Belitung dalam rangka KKN. Kesempatan ini datang ketika saya sudah benar-benar pasrah kepada-Nya perihal lokasi KKN, saya yakin Allah memberikan yang terbaik. Awalnya saya sangat ingin KKN di luar Jawa, lebih tepatnya Sabang atau Sulawesi, tapi selalu gagal mengikuti open recruitment. Tak menyangka justru diterima melalui close recruitment di KKN Belitung. Rencana Allah sungguh indah, tak ada penyesalan sama sekali gagal mengkuti KKN Sabang, karena Allah menggantinya dengan yang lebih pas untuk saya. Benar-benar menginjakkan kaki di Belitung, dengan tradisi ngopi yang dulu hanya sering baca di tetralogi Laskar Pelangi. Menempuh perjalanan jauh ke Tanjung Pandan yang juga diceritakan di novel best seller itu, hingga menyaksiakan sisa kejayaan PN Timah. Sekaligus berkesempatan mengunjungi replika sekolah Laskar Pelangi yang dulu hanya bisa saya lihat lewat filmnya, bahkan lebih, ya, bahkan lebih. Saya dan teman-teman diberi kesempatan oleh-Nya bertemu anak-anak Seliu, Belitung, dan mendorong mereka meraih impiannya, bahwa mereka juga generasi Laskar Pelangi yang bisa mencapai impian indah mereka.

Generasi Laskar Pelangi menceritakan "pohon impian" mereka.
Menakjubkan sekali isi pohon impian ini :')

Lewat peristiwa-peristiwa itu, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya kepada saya. Lewat peristiwa-peristiwa itu Allah menujukkan kasih sayangnya kepada saya. Setitik, dari sekian banyak kenikmatan yang diberikan-Nya. Lewat peristiwa-peristiwa itu pula, Allah seolah menegur saya, saya yang kurang maksimal dalam berjuang dan saya yang kurang berdoa sehingga impian-impian saya ada yang belum benar-benar terwujud. Namun saya sadar, saya tidak boleh berputus asa :')

Sumber foto: hand lettering by exsan_'s Intagram

Kawan, ceritaku itu mungkin tak ada apa-apanya jika dibanding kisah-kisah lain dari orang-orang yang mungkin telah benar-benar meraih impiannya, hingga mereka terus menyusun mimpi-mimpi baru selepas satu mimpi diwujudkan. Tapi, kisahku ini merupakan suatu tanda bahwa Allah selalu bersama kita, bahwa Dia ada di setiap langkah kecil kita menggapai cita. Dia selalu ada, mungkin kita yang justru masih sering lalai. Jangan berhenti bermimpi yaa! Terus semangat mewujudkan impian kita, sinergikan doa dan perjuangan tentu saja. Tentu saja, sambil terus melakukan kebaikan kecil kepada sesama setiap harinya :) Kejutan-kejutan indah dari Allah menunggumu di masa yang akan datang!

P.S. Gusti Allah Mboten Sare! ;)

Malam minggu terakhir di bulan pertama tahun 2016
Magelang | 30 Januari 2016
January 31, 2016 4 comments
this lovely handlettering is created by my besties, Icha.
Makasih chaak *hug*

Bismillahirrahmanirrahiim :)
So, here is my very first post on my twenty two, very first post in 2016 too.
Grateful and glad for reaching this age. Alhamdulillah.

Sebelumnya, izinkanlah saya flashback pada setahun lalu, pada dua-puluh-satu-nya saya. Dua puluh satu adalah angka kesukaan saya, dan di angka favorit itu begitu banyak anugerah dari Allah SWT yang dilimpahkan kepada saya. Begitu banyak hal baru dan tempat-tempat baru yang saya kunjungi, dan orang-orang hebat yang saya temui, membuat saya selalu sadar bahwa di atas langit masih ada langit, sekaligus membuat saya termotivasi untuk selalu mengembangkan diri untuk meraih mimpi-mimpi. Suka dan duka juga banyak saya temui di usia dua puluh satu, peristiwa-peristiwa jatuh bangun yang mengajarkan saya untuk lebih bijaksana menyikapi hidup. Terima kasih kepada orang-orang yang saya temui di usia dua puluh satu, yang memberikan begitu banyak pelajaran pada saya. Kini, saya harus meninggalkan angka favorit saya menuju angka baru: 22.

Dua puluh dua, umur baru di tahun baru, kalau ditanya tentang resolusi, tentu saja ada beberapa resolus... (ah, saya lebih suka menyebutnya dengan kata 'impian') impian besar dan juga impian-impian sederhana yang telah saya susun dalam benak saya. Niat kuat, kerja keras, dan doa adalah tiga hal mutlak yang harus saya sinergikan untuk mencapai impian-impian itu. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, wisuda, tentu saja menjadi salah satu hal yang ingin saya tempuh di tahun ini. Menyelesaikan satu babak kehidupan untuk segera mengukir kisah baru, bersaing di dunia yang sesungguhnya, dunia di luar nama besar Gadjah Mada.

Tentang kisah baru setelah wisuda S1, umumnya teman memilih untuk menempuh pendidikan pascasarjana baik di dalam maupun luar negeri, ada juga yang ingin cepat-cepat mencari pahala lewat bahtera pernikahan, namun banyak pula yang memilih untuk bekerja. Yaa, beberapa teman menuliskan impian mereka lewat kalimat-kalimat seperti: your future doctor, your future accountant, your future engineer, your future dentist, dan berbagai your future ... sesuai program studi yang tengah mereka tempuh. Tapi tidak dengan saya, jika harus menulis kalimat serupa itu sesuai dengan bidang pendidikan yang saya tempuh, maka your future policy maker sejujurnya terdengar berat bagi saya. Ya, menentukan kebijakan bagi orang banyak adalah amanah yang cukup berat. Meski demikian, saya tidak lantas merasa salah jurusan kuliah. Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk belajar di Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM. Begitu banyak ilmu yang saya pelajari di sini. Saya juga memiliki cita-cita yang tak jauh-jauh bidangnya dari jurusan saya. Kalau toh nanti saya dan teman-teman dari JMKP benar-benar mendapat amanah untuk menjadi pembuat kebijakan entah di birokrasi pemerintahan ataupun perusahaan-perusahaan swasta, semoga kami senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk menentukan kebijakan-kebijakan terbaik bagi umat. Amin.

Dua puluh dua. Semakin bertambahnya usia yang berarti berkurangnya jatah umur kita, akan semakin banyak hal yang berubah. Perubahan adalah keniscayaan bukan? Dan manusia diciptakan memang untuk beradaptasi dengan perubahan, karenanya jangan statis. Semoga saya ah kita tetap semangat berproses sedikit demi sedikit, menyesuaikan keadaan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sambil terus melakukan kebaikan-kebaikan kecil setiap harinya :)

Dua puluh dua. Apa yang telah lalu, biarlah berlalu dan jadikan pelajaran berharga. Apa yang menyakitkan atau mungkin menyebalkan insyaallah dimaafkan, demi hati dan pikiran yang damai. Apa yang menyenangkan dan juga mengesankan disyukuri dan biar jadi kenangan. Saya jadikan itu alasan untuk merasa bahagia dan mengukir senyum setiap kali mengingatnya :) Everything happen for a reason.

Semoga hal-hal hebat juga terjadi di usia dua puluh dua dan semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan untuk mewujudkan setiap impian. Amin.
Last...no matter how you feel,
dress up, get up, and never give up! 
January 26, 2016 No comments
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • Nasi Goreng, Mimpi, dan Playlist
    Ide untuk membuat tulisan ini sudah terlintas sejak beberapa hari lalu, tapi sengaja saya biarkan mengendap dulu di kepala karena banyaknya...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Tentang Kerajinan Kristik
    Selain menyulam yang telah saya bahas sebelumnya, di tahun 2018 ini saya juga mulai bikin kristik lagi. Sejauh ini, sudah ada dua kristik y...
  • Perkara Memasak
    Seminggu lebih berlalu setelah Hari Raya Idul Adha dan baru hari ini saya sempat memasak daging kurban. Tak lain, adalah karena pada Hari R...
  • Sebuah Kesempatan: MDP V Net Mediatama Television
    Sabtu sore, seminggu lalu, saya mendapat email dari Net Mediatama (perusahaannya Net TV) yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi administr...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • Prangko Edisi Khusus Asian Games 2018 Jakarta-Palembang
    Halo, sudah berapa tahun cahaya saya nggak nulis blog? Ketiadaan materi membuat saya jarang nulis huhuhu, so sad . Kalau ada usulan ide bol...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose