twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Adakah di antaramu yang pernah baca bukunya Tere Liye yang judulnya Rembulan Tenggelam di Wajahmu? Aku pernah, sekitar empat tahun lalu. Salah satu buku yang dari dalamnya aku bisa banyak mengambil pelajaran. Tapi, aku bukan mau mebahas isi buku itu lebih jauh tapi ada kalimat menarik dari buku yang bercerita tentang sesosok pria bernama Ray, yaitu:

"Kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi. Tak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melakasanakannya."

Kalimat itu terdengar begitu benar. Manusia sungguh hanya bisa merencanakan, berusaha mewujudkan, selebihnya sudah mutlak kuasa Allah. Seperti itulah yang terjadi pada kami, beberapa anak manusia yang merencanakan sebuah perjalanan. Beberapa anak manusia yang bernama Harry, Rizqi, Dhita, Ajik, Nurul, Ajeng, dan Zen. Kami merencanakan sebuah perjalanan, mendaki Gunung Api Purba, melihat matahari terbit dari puncaknya bersama-sama. Rencana semula, kami mestinya berkumpul di Jogja tanggal 14 Februari 2014 pada sore hari. Aku dan Zen seharusnya berangkat dari Magelang, Harry sama Dhita dari Solo, lainnya sudah stay di Jogja karena mereka emang udah masuk kuliah.

Tapi sungguh, manusia hanya bisa berencana. Kamis, 13 Februari 2014 sekitar pukul 22.00 Allah menghendaki Gunung Kelud yang terletak di Kediri, Jawa Timur meletus, “mengeluarkan beban beban berat yang dikandungnya”. Hingga Jumat dini harinya, hujan abu dari efek meletusnya Gunung Kelud sampai ke Solo, ke Jogja, ke Magelang, dan sekitarnya. Cukup tebal kawan, cukup menganggu. Hingga subuh itu, kami berkomunikasi lewat pesan singkat, memutuskan menunda perjalanan kami untuk mengejar matahari.

Beberapa teman sempet kecewa, apalagi Ajeng udah packing. Aku berusaha menghibur mereka bahwa pasti nanti ada waktu yang lebih tepat, yang lebih indah. Tapi, tidak sekarang, harus bersabar. Aku sendiri entah kenapa sudah punya firasat perjalanan hari itu bakalan batal, Harry juga demikian, dia ngerasa gak semangat buat berangkat. Jadi aku lebih siap dengan batalnya perjalanan kami. Ah, tertunda lebih tepatnya.

Keadaan Jogja memang ngeri waktu itu. Beberapa teman mengirimkan foto keadaan Jogja setelah hujan abu Gunung Kelud via pesan whatsapp, ada juga yang upload di Twitter. Keadaan diperparah dengan hujan yang tak kunjung datang. Debu vulkanik dimana-dimana. Mengerikan~ Aku bersyukur, kami belum jadi berangkat. Nggak bayangin kalau hujan abu itu terjadi pas kami di tengah pendakian misalnya. Ah iya kan? Pasti ada hikmah di balik semua peristiwa, pasti ada yang bisa disyukuri. Kudu “titen” kalau kata Ayahnya Harry.


Tugu Jogja ketika hujan abu akibat letusan Gunung Kelud 140214


Kampus Fisipol UGM ketika hujan abu akibat letusan Gunung Kelud 140214



…dan ketika Tuhan menghendaki sebuah kejadian terjadi, maka pasti terjadi

Sabtu, 8 Maret 2014
Kami memulai perjalanan itu. Sayang sekali minus Ajik dan Zen, karena mereka sedang punya kesibukan masing-masing :( 

Kami berangkat dari Jogja kota pukul 03.00 dini hari. Iya, sepagi itu demi mengejar matahari :DKatakanlah kami start dari Jalan Kaliurang KM 5. Sebenarnya diantara kami tidak ada yang tahu pasti jalan menuju obyek wisata Gunung Api Purba, hanya modal nekat sama semangat hahah. Aku cuma tahu sampai daerah Gunung Kidul, habis Polsek Patuk itu naik dikit ada plang arah menuju Gunung Api Purba. Iya, Cuma sampai situ selebihnya nggak tahu. Selepas dari plang itu kami sempat tersesat, untung nggak jauh. Kami balik lagi, berbekal insting kami mengikuti jalan yang minim penerangan, tapi cukup bagus jalannya. Sempat ragu sih bakal salah jalan... Ah bagai menemukan toilet saat kebelet pipis, lega banget waktu liat plang Selamat Datang di obyek wisata tersebut.
Sampai di pintu masuk gunung, kami parkir, beli tiket, dan memutuskan sholat subuh terlebih dahulu. Sekitar setengah lima baru kami mulai pendakian.

Trek yang harus ditempuh buat sampai puncak memang tidak terlalu tinggi, tapi lumayan menanjak dan ‘butuh perjuangan’. Jadi, aku sarankan kalian jangan pakai alas kaki yang bawahnya licin, mmm tapi aku pakai my beloved sandal Swallow biru aman kok :3 Nggak perlu takut tersesat meskipun tanpa pemandu, karena ada petunjuk jalan di sepanjang trek. Aku paling suka waktu melewati celah diantara dua batu besar heheh, rasanya kayak segolongan kaum yang hijrah ke negeri tetangga lewat celah misterius gitu hahah #lebay


Sunrise dari Puncak Utama Gunung Api Purba

Oh iyaa..jangan lupa slogan ini selama perjalanan >> "Take nothing but picture, leave nothing but footprints, kill nothing but time." :)

Sekitar empat puluh lima menit pendakian, sampai juga kami di puncak Gunung Api Purba. Ada sunrise-nya sih, tapi itu nggak se-spektakuler sunrise yang aku lihat di Selat Bali atau di Pantai Sanur beberapa tahun silam. Tapi, nggak kecewa-kecewa amat. Tetep seneng, pemandangannya bagussss njuk pengen lagi :3


Rombongan lain yang juga lagi 'Mengejar Matahari'

happy girl with her beloved sandal swallow biru~


Leren di salah satu pos dalam perjalanan turun
Selain ke Gunung Api Purba, kami juga sempat mampir ke Embung, sebuah Danau buatan yang tak jauh dari situ. Cuma sebentar. Why? Karena kami belum sarapan. Kami memutuskan sarapan di sekitaran Bukit Bintang.




mereka udah temenan sejak SMP,
sejak mereka partner-an jadi Sekretaris OSIS SMP hahah
happiness is more about journey than the destination

Begitulah, seringkali kata-kata adalah terbatas untuk menggambarkan sebuah perjalanan. Namun, bukankah sebuah perjalanan harus tetap dituliskan? Sebuah sejarah kawan, bahwa kita pernah melaluinya bersama :)





Hari itu terus bergulir..
dan terima kasih Tuhan, untuk sore yang hangat pada Sabtu delapan Maret dua ribu empat belas. I love that kind of afternoon~ So lovely and beautiful!


 Krapyak, YK. 30 Maret 2014
baru sempet nulis sekarang..

March 30, 2014 No comments
Setuju banget sama Raditya Dika 
yang pernah bilang, kalo
"Pacaran lagi nggak lantas berarti
udah move on!!!"

Temen aku yg beberapa waktu putus
sekarang dia milih single
tapi dia sangat menikmati hidupnya..
Itu namanya dia udah move on :D
Ada juga yang statusnya pacaran
tapi masih terjebak kenangan sama mantan,
mungkin mencari celah buat balikan.

So girls, just be happy!
Happy girl is the prettiest!:D
You'll Never Walk Alone (^^)9
March 12, 2014 No comments
LUCKY
Jason Mraz ft. Colbie Caillat


Do you hear me? I'm talking to you

Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, oh baby I'm trying


Boy I hear you in my dreams

I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when the life gets hard


I'm lucky I'm in love with my best friend

Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooh ooh ooh


They don't know how long it takes,

Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I'll wait


I'm lucky I'm in love with my best friend

Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again


Lucky we're in love in every way

Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday


And so I'm sailing through the sea

To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair


Though the breezes through the trees

Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning 'round
You hold me, right here, right now


I'm lucky I'm in love with my best friend

Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again


I'm lucky we're in love in every way

Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday


Ooh ooh ooh

Ooh ooh ooh, ooh
Ooh ooh ooh,ooh




source: MetroLyrics



March 03, 2014 No comments

i can't find any words to show you how i feel inside
i don't know how to begin to write it
but you have to know,
that the person i want to write in it is always you
yes, it always been you...
they said, "love isn't spelled, it's felt..."
you know exactly who i mean, yes you
February 27, 2014 No comments
Selamat Pagi, Nusantara :D
dari Pantai Parangtritis, Jogjakarta aku mengucapkannya....
Jumat, 24 Januari 2014


Pagi ini, bangun tidur tiba-tiba diajak temen pondok buat maen ke pantai. Awalnya males, apalagi pantainya adalah Parantritis yang tentu saja tak seelok pantai-pantai di Gunung Kidul. Tapi, daripada liburan nggak ada kerjaan aku memutuskan untuk ikut aja. Yuuuk cuus, pagi-pagi udah manataiiiii B)

Kami berenam pun berangkat. Pondok pesantrenku, PP Al Munawwir Krapyak memang tak jauh dari Pantai Parangtritis, sekitar empat puluh lima menit perjalanan menggunakan motor. Jalan menuju kesana juga nggak se-ekstrem jalan menuju pantai-pantai di Gunung Kidul. Jadi, kami para rider wanita ini nggak perlu khawatir. Mantep aja laah, yang penting baca basmallah heheheh

baru aja sampai pantai, sepi rek!
Parangtritis pagi hari nggak seramai kayak waktu terakhir aku kesini beberapa tahun lalu. Parangtritis pagi hari itu sepi. Bahkan, cuma ada kami berenam sebagai pengunjung pantai, selebihnya adalah penduduk setempat. Seneng bisa menikmati pantai di pagi hari, belum ramai dan belum panas. Nyaman :) *takeadeepbreath*



Aku - A'yun - Dyah - Farida - Halimah - Mbak Airin

Dari tempat parkiran, kami berjalan menyusuri pantai ah suasananya enak banget. Di sebuah tebing tepi pantai Parantritis, terdapat air terjun. Beberapa teman memutuskan buat mainan di air terjun, foto-foto di situ. Tapi aku enggak, aku nggak seneng basah-basahan heheh. Kalau sedang berada di pantai, cukup bagiku menikmati suasananya, keindahan alamnya. Nggak ada basah-basahan! Dan aku suka pantai saat api. Aaaak, jadi pengen nge-camp di pantai lagi :3









Berada di pantai tentu saja nggak boleh melewatkan kesempatan buat foto-foto dong :p Dengan outfit-ku yang cetar membahana dan lumayan aneh itu aku masih cukup punya kepercayaan diri yang tinggi buat foto-foto. Yaaah, namanya juga dadakan pake baju seadanya aja. Liat training yang aku pakai...is that look familiar? Yes. because itu adalah training olahraga Smansa :p Celana yang menurutku selalu eksis dipakai para alumnus hahah. Itulah 'keunggulan' celana olahraga almamater kami >> tidak mencantumkan tulisan Smansa, jadi nggak keliatan banget kalo itu seragam heheh. Trus juga my beloved swallow sandal. Aaaak, itu adalah benda yang emang selalu setia menemaniku kemanapun pergi. Cek aja posting-postingan sebelumnya kalo nggak percaya. Mulai dari Merbabu, Pantai Siung, makrab, kuliah lapangan kualitatif, bahkan jalan-jalan ke Solo aja sandal itu ngeksis diapake Mbak Nisa :D Cintaku nggak cuma sama sepatu ternyata, sama sandal japit swallow juga, dan kudu yang warna biru putih B)




Tak lupa juga aku nulis-nulis di pasir pantai kayak anak galau masa kini, Eits, tapi aku nggak lagi galau, cuma pengen nulis ini aja. Especially for you, cause you're completely accepted :) Hihihi jadi maluuu...


HAPPY HOLIDAY EVERYONE!!!
Travelling-lah selagi kamu masih muda, beda, dan berbahaya :D
Karena Soe Hok Gie pernah berkata 
"Seseorang hanya bisa mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya, dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat"




January 25, 2014 1 comments
"Yang diajarkan oleh jarak yang jauh
maupun waktu yang sempit
adalah bagaimana cara menghargai
kesempatan bertemu"

tweet-nya @falla_adinda
18 Januari 2014
January 22, 2014 No comments
Solo! Dengan tagline-nya "The Spirit of Java"
Pertama kali dateng ke tempat ini pas kelas X dan langsung jatuh cinta sama Solo.
Aaaakkk....Solo :*
Cinta keduaku setelah Magelang XP
Selalu pengen balik kesana lagi tapi belum kesampaian
sampai kemaren, Sabtu 11 Januari 2014
Aku nekat ke Solo :D
Bareng kakakku dan temen kami di pondok, Puput.
Nggak bisa banyak ngomong saking bahagianya, cuma rangkaian foto ini yang bakal cerita.

our first train ticket!!!

Iya, ini pertama kalinya kami bertiga naek kereta api, setelah dua puluh tahun hidup. Ciyee banget ini pokoknya. Pertamanya naik kereta tujuannya adalah Solo tercintaaah u,u Kami naik dari Stasiun Lempuyangan, Jogja. Beli tiket alhamdulillah tanpa antri. Dan itulah, tiket Kereta Api Madiun Jaya jurusan Solo-Jebres seharga dua puluh ribu rupiah yang telah diperiksa petugas :D

Sissy Nisa dan aku. Narsis bareng tiket KA pertama :p

Aku sama Puput sesaat sebelum KA Madiun Jaya dateng.
Kereta itu so swit yaaa gaiisss :3 Aaaakkk, suka juga nih sama kereta. Kapan aku bisa naik kereta sama cinta? Udah punya cintaa, Rul?? Ugggh -___- Semoga perkeretaapian di Indonesia semakin baik jadi bisa ngerasa save kalo naik kereta. Pemandangan sepanjang perjalanan menuju Solo juga ijooooo banget... Adeeeem :)



Turun di Stasiun Purwosari, Solo.
Dari Stasiun Purwosari, kami yang gak tau apa-apa tentang Solo baca plang di stasiun. Akhirnya kami memutuskan untuk nait Batik Trans dari Stasiun Purwosari ke PGS. Oke, aku nggak jatuh cinta sama Batik Trans! :s First imppression-nya udah jelek. Jadi ceritanya di dalam trans itu kami bertiga nggak dapat tempt duduk, nggak apa-pa sebenernya berdiri di bus soalnya cuma sekitar sepuluh menit perjalanan, yang bikin sebel itu adalah bus trans yang udah jelas-jelas penuh tapi petugasnya masih maksain penumpang buat masuk. Itu nggak manusiawi banget. -___- Itu juga salah satu yang harus diperbaiki sama calon pemimpin kayak kita, pelayanan transportasi publik yang bagus! Kan kalo pelayanan transportasi publik bagus orang nggak males pakai transportasi publik :) Ayook, katanya agent of change! :p

Dari pemberhentian Batik Trans di Bank CIMB Niaga Gladak, kami nggak ngerti harus kemana. Kami memutuskan tanya dimana letak Pasar Klewer sama seorang pelajar yang lagi nunggu angkutan. Eh, ternyata orang Solo baik-baik looh, ketika orang lewat mendengar kami bertanya Pasar Klewer. Ada Bapak-bapak yang juga ikut memberitahukan jalan menuju Pasar Klewer, bahkan ada dua orang mbak-mbak yang mengajak kami barengan karena mereka juga mau jalan-jalan ke Pasar Klewer. Hmm...cewek sih yaaa, yang dicari pertama langsung pasar :3

Kami pun jalan bareng sama mbak-mbak yang ternyata kerja di gereja deket Patung Slamet Riyadi. Kami lewat Sekaten. Yup! Ternyata Sekaten nggak cuma ada di Jogja. Seriusan aku baru tahu kalo Solo juga punya Sekaten. Di tengah perjalanan, kami bertiga yang begitu lapar memetuskan makan dulu. Mbak-mbak yang mengantar kami pun memberikan arahan kemana kami harus berjalan nantinya. Berhentilah kami di salah satu warung tenda di Sekaten untuk makan, Lontong Opor sama Es Teh :)

Dari tempat makan, kami melihat menara yang kami duga adalah menara Masjid Agung Solo. Mengunjungi Masjid Agung Solo aalah kegiatan yang selanjutnya kami lakukan setelah selesai makan :p

di depan Gerbang Masjid Agung Solo,
mungkin karena ada Sekaten jadi banyak penjual di halaman masjid.

Bareng Puput di depan Masjid Agung



Di kanan-kiri halaman Masjid Agung ada pemandangan yang menarik bagi kami. Yaitu ada semacam tempat untuk bermain gamelan ada beberapa niyaga (penabuh gamelan) juga, tapi nggak maen. Menurut informasi dari seorang pemuda yang kami tanya, selama Sekaten berlangsung ada pertunjukan gamelan di depan Masjid Agung, pertunjukan berlangsung dari pagi sampai sebelum Maghrib. Ketika kami kesana, pertunjukkan sedang terhenti. Menurut pemuda tersebut, itu karena menghormati waktu Dhuhur dan ara niyaga juga lagi pada sholat. Kami menunggu sejenak untuk menyaksikan pertunjukan. Sayangnya, waktu kami terbatas sehingga tidak bisa lama-lama hanya sampai intro saja kami melanjutkan perjalanan. Lagipula tempat pertunjukkan yang dipagari jeruji besi itu juga dikelilingi buanyak manusia, sampai-sampau mau take photo penabuh gamelan yang cakep aja syusyah :o


Jalan menuju Keraton dari Masjid Agung. Sempit dan macet.

Kami mengurungkan keinginan untuk ke Pasar Klewer, selain karena acara jalan-jalan ini tidak disponsori apapun sehingga dana kami limit juga karena kelihatannya sumpek. Kami lebih memilih jalan-jalan ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Berjalan kaki beberapa lama di tengah terik matahari, kamipun melihat ikon Keraton Solo dan tentu saja nggak lupa buat jepret-jepret di depan Keraton. Aku bilang sama kakakku, Nisa kalau aku pengen foto sama penjaga pintu Keraton. 


Ternyata boleh foto sama beliau. Aaaakkk...aku seneng banget. Bungah banget pokoknyaaa :D Suatu saat semoga juga bisa foto sama para penjaga di Istana Buckingham yaaa, Amiiin :)

Hiperbahagia bisa foto bareng beliau-beliau. Solo, men! Solo!

Membeli tiket untuk masuk ke Museum Keraton Surakarta.


Halaman depan Museum Keraton Surakarta.

Bahagia foto bareng penjaga Keraton Surakarta, kami lanjut membeli tiket untuk dapat masuk ke Museum Keraton. Sepuluh ribu adalah retribusi yang harus kami bayar untuk dapat menikmati pesona Keraton Surakarta. Kami harus berjalan beberapa ratus meter dari tempat pembelian tiket untuk mencapai lokasi Museum, dimana di tepian jalan yang kami lewati tersebut terdapat beberapa penjual souvenir dari kayu berbentuk replika kecil kendaraan, dll.


Sissy Nisa di depan singgasana Raja dan foto Raja-raja Kasunanan Surakarta.


Kesenian Tayub.

Al Qur'an dengan terjemahan Bahasa dan huruf Jawa


Museum Keraton Surakarta menyimpan benda-benda bersejarah seperti singgasana Raja terdahulu, mahkota Raja, kereta kencana, keris, tombak, bahkan alat-alat masak porsi besar, lesung, dayung perahu. Adapula miniatur manusia dengan busana-busana khas kerajaan baik dari busana rakyat jelata hingga raja. 



Puas jalan-jalan dan foto di Keraton, kami melanjutkan perjalanan. Mampir sebentar ke Pasar Grosir Solo (PGS) buat beli minum. Kami sengaja nggak masuk ke PGS karena tujuan kami adalah jalan-jalan ke Solo, jadi gak ada dana buat belanja. Apalagi namanya cewek, kalo udah liat something menarik, pasti kalap heheh. Jadi mending beli mimik ajah trus lanjut ke Taman Sriwedari.

Kami memilih transportasi becak dari PGS ke Taman Sriwedari. Saru becak bertiga hihihi. Ini menarik, aku samasekali lupa kapan terakhir kali naik becak. Saat masih TK mungkin? Entahlah yang jelas ini pengalaman naik becak setelah lama nggak naik becak daaan ini di Solo :D

Sampai di Taman Sriwedari, kami nggak ngapa-ngapain sengaja cuma foto. Niatnya juga mau mampir ke Museum Radya Pustaka yang letaknya nggak jauh dari situ. Sayangnya, museum tutup karena sedang dalam revitalisasi. Hmmm...kami pun memutuskan pulang. Berjalan kaki di sepanjang city walk dari Taman Sriwedari sampai Stasiun Purwosari sambil menikmati suasana sore di Solo yang cantiiik banget :)

Itulah ceritaku,
dalam tiga jam di Solo yang unforgettable. Solo dengan pesona dan kharismanya. Solo dengan keramahan orangnya. Solo dengan lalu lintasnya yang bagus dan kotanya yang bersih. Solo dengan akasara jawa yang selalu ada bersanding dengan nama bangunan yang berdiri dengan eloknya. Solo, aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama :*

Kereta Api Ekonomi Non-AC Sriwedari mengantar kami pulang ke Jogja.
11 Januari 2014

January 16, 2014 No comments

Rabu, 15 Januari 2013



Ada orang bilang Januari itu kependekan dari hujan sehari-hari. Hmm, mungkin itu ada benernya juga. Kayak beberapa hari terakhir yang hampir tiap hari hujan, termasuk hari ini. Hujan yang udah deres di pagi hari sempet bikin para mahasiswa yang sedang ujian males berangkat. Iya, di saat yang lain udah libur fakultasku masih ujian emmm..teknik juga masih ujian kok (njuk ngopo? -__-). Hari ini aku ada dua ujian, Teori Organisasi sama Manajemen Sumber Daya Manusia.

Tadinya, member grup WA yang nama grupnya "CIVILsociety" berencana berangkat jam delapan meskipun ujian mulai jam setengah sepuluh. Kami mau belajar bareng dulu. Lalu, hujan gerimis yang cukup deras (?) turun dengan syahdunya. Suasana menjadi sangat mendukung...mendukung untuk bobok selimutan maksudnya :3 Betapa hujan telah memadamkan bara semangat kami untuk berangkat pagi dan belajar bareng. Walhasil aku pribadi berangkat jam sembilan dengan berhujan-hujan. Mmm..pake jas hujan sih.

Kampusku yang elok.
Foto itu diambil sama Aca dan diupload di instagram tadi sore.

Aku sampai kampusku yang begitu elok jam setengah sepuluh. Ujian udah mulai, tapi aku nggak langsung masuk kelas. Aku sama beberapa teman belajar lagi, baca-baca materi dulu sekitar sepuluh menitan baru masuk kelas. Ujian pertama adalah mata kuliah Teori Organisasi. Sebenernya aku lumayan lancar ngerjain soal, tapi ada satu poin yang lupa dan aku ikhlaskan ia kosong begitu saja. Selain karena lupa juga karena waktunya tak cukup buat 'merangkai kalimat' menjadi jawaban. Pertanyaan itu sederhana sebenarnya "Jelaskan dua strategi penerapan knowledge management dalam organisasi!" Jawabannya adalah codification dan personalization. Tapi tadi aku lupa...ah sudahlah. Biarkan ia berlalu.

Setelah pusing sama Teror a.k.a Teori Organisasi, aku sama temen-temen melaksankan kegiatan yang disebut brunch  oleh para bule. Kami makan ber-brunch sekitar jam sebelas. Karena, kami nggak terlalu sreg sama kantin Fisipol, kami makan di 'Bonbin'. Gaissss, itu bukan semacam kebun hewan-hewan atau sejenisnya, 'Bonbin' adalah nama kantinnya anak FIB. Salah satu kantin di kampusku yang menunya variatif, pelayanannya oke, dan harganya assoy heheh. Kami makan cepet-cepet terus balik ke kampus.

Ujian kedua adalah Manajeman Sumber Daya Manusia (MSDM). Ujiannya bersifat terbuka, boleh liat catetan dan. . .masyaallah pertanyaannya emang 'cuma' tiga. tapi jawabannya harus nulis buanyak buanget dan waktu sembilan puluh menit itu sangat kurang.

Itulah, di hari yang begitu mendung itu dua ujian dilalui dengan tidak terlalu mulus. Sedih sebenarnya. Tapi aku bukan tipe yang menangisi ujian, buat aku yang udah ya udah. Kalo aku nggak bisa itu mungkin karena kemaren belum maksimal belajarnya, sekarang waktunya lebih serius buat ujian selanjutnya, bukan menangisi ujian yang telah lalu.

Selesai ujian, jam satu seperempat sebenernya aku punya janji sama temenku buat beli jaket. Tapi ternyata dia masih di Magelang, mennn!! -___- Oke karena aku sahabat yang baik, aku bersedia nungguin dia. Lagian temen-temen juga masih stay di kampus. Kejebak hujan sekaligus nungguin jam empat. Temen-temenku ada acara jam empat.

Tiga jam di kampus itu useless banget, kami cuma ngobrol dan bercandaan. Padahal masih ada satu ujian lagi buat Jumat mendatang. Tapi, biarlah refreshing bentar habis capek mikirin Teror sama MSDM. Kami nggak lupa buat foto alay ala anak muda jaman sekarang.


Nggak ngerti kenapa tiba-tiba pengen foto. Yasudahlah, foto aja mumpung selo banget tiga jam. Aku juga take foto tas yang kemaren aku ceritain, yang udah ngeksis lima tahun bersamaku. Iya, emang niat nge-foro tas buat dipasang di blog. Soalnya di tulisan lalu belum punya foto tas heheh.


Itulah tas ransel hitam yang setia menemaniku selama ini. Lima tahun loh! Kamu aja belum selama itu kan menemaniku? *apadeh* Tas itu tentu saja punya isi, dan dari isinya yang lumayan penuh, aku mau share beberapa diantaranya. Aku tahu ini nggak penting buat yang baca. Tapi ini seru men! Ciyus!

tempat pensil dan buku catatan kuliah

bagian dalam buku catatan dan kartu pos

Iya, itu buku catatan kuliahku di semester tiga ini. Liat deh sampulnya, itu ada tempat kosong yang harusnya dipake buat nyantumin nam kita. Tapi aku enggak, tempat kosong itu justru aku isi dengan bungkus permen jahe Gingerbon. Nggak ngerti kenapa, eh tapi cocok banget kok bungkus permen yang berwarna gading itu sama
January 16, 2014 No comments
Setiap cinta itu punya caranya masing-masing, 
punya kisahnya sendiri-sendiri
selama itu membuat rasa nyaman bagi yang merasakannya, dan percayalah
apa yang dituliskan-Nya selalu lebih indah.

Seperti yang terjadi antara aku dan kamu.
Bahwa Dia menjadikan kisah ini adalah
tentang aku dan kamu.
Meski aku tahu, aku dan kamu sungkan mengatakannya. Malu-malu.
Tapi sungguh, kalau bukan cinta, lalu apa?



January 16, 2014 No comments

Photos were taken on January 1st, 2014
Not to celebrate the New Year moment, of course.
On special event held by my family and citizen around my house,
we grateful for the mosque that had built completely by all donors.
Alhamdulillah :)


That batik skirt was made by my mother, yes she did it! :)
The unique side is that fabric, the batik fabric is from 1992.
On 1992 my mom buy a very large fabric,
she made as her dress when she was pregnant in 1993,
she also made for her batik shirt in 2008,
and she made for my skirt last year hahah

mom is the daughter's best friend :)

The white dress that's worn by my mother was also made by herself.
The outer is long white chiffon dress, with pleats on her tummy, 
and simple embroidery in the wrist.
The inner is long white satin dress.
What a simple but elegant dress!

with my beloved brother, Helmi Faizal. Yes, he is really taller than me -__-

mother and her children :*

cousin >> Jatmika (sister) - me - Helmy (brother) - Nisa (sister) - Ita (sister)

Lady in Red!

January 10, 2014 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Sekilas tentang Departemen MKP Fisipol UGM
    Saya adalah mahasiswa semester delapan yang memiliki seorang adik yang tengah menempuh tahun terakhirnya di SMA, bulan-bulan ini ia tengah ...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • Serunya "Berbagi" Kartu Pos Lewat Proyek Postcrossing
    Postcrossing adalah sebuah proyek online yang memfasilitasi para anggotanya untuk mengirim dan menerima kartu pos dari dan ke seluruh penj...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • Mata Najwa on Stage (Metro TV on Campus UGM)
    Kalian tahu Najwa Shihab kan? Jurnalis pinter lagi cantik yang punya acara talkshow berjudul Mata Najwa? Tahu kan? Tahu dong? Ada apa den...
  • A Drama that So Much Impress Me
    Saya tidak banyak menonton drama Korea, beberapa drama yang pernah saya tonton hanyalah Boys Over Flower , The Moon That Embraces The Sun ...
  • Sebuah Kesempatan: MDP V Net Mediatama Television
    Sabtu sore, seminggu lalu, saya mendapat email dari Net Mediatama (perusahaannya Net TV) yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi administr...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose