twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sudah pernah kesana. Targetnya, setelah KKN selesai saya bisa berangkat ke Banyuwangi. Niatan itu tak kunjung terlaksana, tapi keinginan untuk berkunjung kesana tak pernah padam. Setelah sidang skripsi, alhamdulillah ada rezeki yang bisa digunakan untuk ke Banyuwangi, tapi wisudaan ternyata butuh duit yang nggak sedikit maka tabungan saya dialihkan buat perkara wisudaan ini, because saya nggak mau minta duit Ibuk heheh. Sekian lama berlalu, November 2017 saya sudah pesan tiket kereta dan bikin itinerary buat main ke Banyuwangi-Bali. Sayangnya, menjelang hari keberangkatan, ada banjir di Sidoarjo yang membuat kereta yang saya pesan tidak bisa lewat. Ya sudah, mungkin belum rejekinya.

Backpacker Banyuwangi

Sekian lama saya nggak pernah main yang jauh dan cuma mengandalkan Drama Korea sebagai hiburan akhirnya Februari 2018, ketika saya rasa ada kesempatan untuk mengunjungi Banyuwangi, saya tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Maybe, this is it, time for it. Emang sih cuacanya lagi sering hujan gini, but I take the risk! Makanya saya banyak berdoa supaya pas disana dapat cuaca cerah hehe. Berbekal itinerary yang sudah saya susun berdasarkan baca banyak artikel di blog dan menyimak cerita teman-teman (itinerary ini sebenernya adalah untuk jalan-jalan November tahun lalu) saya berangkat ke Banyuwangi. Tujuan utama saya hanya dua: Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen. Sebenernya Banyuwangi hanyalah tempat transit sih, karena pada dasarnya Taman Nasional itu di Situbondo dan Gunung Ijen di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso. Kurang lebih seperti inilah gambaran wisata Banyuwangi (yang saya susun ala kadarnya).


Baca artikel selanjutnya:

Jalan-Jalan ke Banyuwangi (2): Wisata Taman Nasional 

Jalan-Jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen

Banyuwangi Tourism Map
Peta dari Google Map, lalu diolah sendiri sama saya.
Yaa, kira-kira di situlah lokasi-lokasi wisatanya hahaha.

Here, I share the journey that I experinced in Banyuwangi. Saya akan membagi cerita saya dalam tiga bagian, yaitu: tulisan ini (yang akan membahas hal-hal teknis selama perjalanan) dan dua tulisan yang membahas tempat wisatanya. Yuk, mari dimulai.


1. Itinerary

Saya siapkan itinerary-nya kayak gini meskipun pada kenyataanya tentu saja ada pergeseran jam, meski nggak jauh-jauh amat. Detail dan perubahannya, nanti saya ceritakan di postingan berikutnya yaa. Sekali lagi intinya saya ke TN Baluran dan Kawah Ijen. Sempat terpikir mau ke Teluk Hijau atau ke Pantai Pulau Merah, tapi mempertimbangkan fisik yang abis naik Ijen saya akhirnya nggak kesana. Kesehatan adalah hal yang utama dan saya begitu mengenal fisik saya hahaha. Jadi, kalau mau dikata sayang nggak ke Teluk Hijau bla bla bla. No! Saya punya dua hari disini and this is how I manage the time I have. Btw, jika ingin itinerary versi lengkap, silakan tinggalkan alamat email di kolom komentar, saya akan dengan senang hati mengirim ke teman-teman hehe. 

Tolong abaikan poin pertama karena itu dulu dibikin pas mau trip Bali-Banyuwangi.
Tapi poin selanjutnya nggak beda jauh kok heheh.





2. Transportasi

Saya berangkat dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta naik Kereta Api Sri Tanjung dengan tujuan Stasiun Karangasem (Banyuwangi). Tiket kelas ekonomi ini cukup murah yaitu Rp94.000,-/orang, namun lamanya perjalanan yang harus ditempuh juga lumayan bikin sabar yaitu empat belas jam. KA Sri Tanjung ini berangkatnya pagi-pagi sekitar pukul 07.00 dari Jogja dan sampai di Karangasem sekitar pukul 21.30. Oh iya, nantinya sekitar jam 13.00, KA Sri Tanjung ini bakalan berhenti cukup lama di Stasiun Surabaya Gubeng karena bakal putar lokomotif (atau papaunlah itu istilahnya). Nah, di Surabaya Gubeng inilah ada waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menunaikan sholat dhuhur (dijamak sholat ashar sekalian aja hehe). KA Sri Tanjung ini juga saya gunakan buat pulang kembali ke Jogja. Berangkat pagi juga dari Banyuwangi dan berhenti di Surabaya Gubeng juga sehingga waktunya bisa buat sholat.


Sewa Motor Banyuwangi
Seperti inilah motor yang saya gunakan untuk mobilisasi di Banyuwangi dan sekitarnya.

Nah, kalau selama di Banyuwangi, transportasi yang saya gunakan adalah motor Honda Vario 125. Saya menyewa motor di Rumah Singgah Banyuwangi seharga Rp75.000,-/hari. Tanpa deposit, dan cuma ninggal KTP doang. Fasilitas yang kita dapatakan hanya motor dan helm ya, jadi kalau misal perlu jas hujan harus bawa sendiri. Bisa aja tuh pakai jas hujan plastik yang murah. Kalau saya sih emang bawa jas hujan dari rumah, soalnya saya juga pengen naik ke Kawah Ijen, jadi siap-siap jas hujan. Selain itu bensin tentunya harus keluarin duit sendiri. Selama dua hari di sana, saya isi bensin (Pertalite) dua kali doang. Pertama isi Rp19.000,- lalu isi Rp25.000,-. Tapi pas kami pulang itu lumayan sisa bensinnya. Bensin segitu bisa ke Karangasem - Baluran - Karangasem - Ijen - Jagir - Karangasem -Jawatan Benculuk - Watu Dodol - Taman Sri Tanjung - Karangasem. Berapa kilo ya itu haha. Lumayan irit laah ini Vario 125.


3. Penginapan

Seorang teman pernah menyarankan bahwa jika ke Banyuwangi, bisa menginap di Rumah Singgah Banyuwangi yang letaknya tepat di depan Stasiun Karangasem. Silakan kepo instagramnya di @rumahsinggahbwi. Saya pun memilih tempat ini dengan sebelumnya sudah mengubungi nomor yang tertera di bio instagram. Ada beragam penginapan yang ditawarkan:
  • Penginapan bagus dengan kamar mandi dalam seharga Rp100.000,-/malam (bisa dihuni dua orang).
  • Penginapan yang semacam buat kelompok seharga Rp60.000,-/orang per malam.
  • Penginapan standar dengan kamar mandi luar (bisa dihuni dua orang juga). Saya memilih yang ini saja yang paling murah. Waktu itu ditawarkan dengan harga Rp50.000,-/malam. Tapi tiba-tiba si Mbah yang jaga bilang Rp40.000,-/malam. Saya nggak nawar sih, cuma udah dikasih segitu dan males nawar haha.

But, what do you expect from those price? Is it worth-it?
Buat saya sebenernya lumayan, setidaknnya ada tempat buat istirahat dan lepas jilbab. Karena kalau pakai yang buat berkelompok saya takutnya banyak orang dan jadi harus stay wearing hijab haha. Tapi, pas hari pertama di sana air di kamar mandi itu kecil sekali (sampai harus nampung air lama, baru mandi) dan kamar mandinya kotor. Untungnya, pas hari kedua, airnya sudah normal, kamar mandi sudah ada tempat sampah, dan gantungan bajunya.  Selain itu saya merasa pelayan di sini kadang slow respond. Bukan, bukan dalam hal membalas pesan haha. Tapi ketika kita bertanya atau membutuhkan sesuatu they need a little bit longer time to respond :(( Semoga ke depan pelayanannya bisa lebih baik lagi yaa, hiks.

Jadi saran saya, pastikan dulu aja penginapannya sesuai dengan yang kalian harapkan ya. FYI, di sekitar Karangasem juga ada beberapa homestay kok. Tapi yaa memang lebih jauh dari tempat saya menginap. Tapi bisalah dijangkau dengan jalan kaki lima menit. Oh ya, di sekitar tempat saya menginap ini ada beberapa warung makan juga. Tapi bukanya nggak sampai malem banget dan pagi banget juga belum buka. Mmmm mungkin buka jam 9 pagi dan tutup sekitar jam 10 malam kali ya. Kalau untuk minimarket, di sekitar stasiun ini nggak ada, tapi jalan kaki sepuluh menit ke arah berlawanan dengan stasiun (nggak tau arah mana), nanti bakal ditemui toko kecil di kanan jalan, bisa tuh kalau buat beli minum, cemilan, alat mandi, dsb. hehe.


4. Makan

Atas nama ngirit, saya bawa bekal nugget matang dan nasi dari rumah. Nugget ini setidaknya bisa dipakai makan satu hari (selama perjalanan di kereta) dan sarapan pagi (lauk doang, nasi tetep beli) berikutnya. Nah, tapi perkara makan ini saya terselamatkan. Randomly, ketika mau berangkat ke TN Baluran, nemu orang gelar dagangan di pinggir jalan. Jualan nasi bungkus model kayak yang dijualin di Koperasi Kantin Fisipol. Belilah kami buat sarapan dan makan siang, seharga Rp5.000,- per bungkus. Oh bahagia sekali nemu makanan harga segini wkwk. Rasanya juga lumayan loh, ada nasi telur sama sambal, nasi uduk sama ayam suwir, nasi suwir ayam+mie+sambel, dll. Cuma porsinya emang nggak terlalu banyak. Tapi worth-it dengan harga segitu. Hari berikutnya, saya pun kembali ke tempat ini buat njajan hahaha. Jadi, saran saya kalau masalah makan ini pinter-pinter aja ngakalinnya. Cari tempat makan murah atau bawa bekal abon misalnya. Yaa kecuali liburan Anda adalah jenis liburan yang bergelimang harta, maka bebas laah yaa hahaha.


5. Biaya

Terakhir,biaya. Ini adalah estimasi biaya yang saya susun setelah saya main ke Banyuwangi, jadi sudah berdasarkan kenyataan hahaha. Namun, ini saya hitung ala solo travel, jadi motor saya hitung Rp75.000,-/hari. Kalau teman-teman mau trip bareng temen, mungkin biaya sewa motor, bensin, dan penginapan, bisa dibagi dua dengan rekan seperjalanan biar jatuhnya lebih murah.

Oh iya, jangan lupa keperluan setiap orang beda-beda jadi bisa saja kalian akan menemukan rincian biaya yang lebih murah maupun lebih mahal dari yang saya susun ini. Semoga ini setidaknya bisa memperjelas gambaran kebutuhan biaya selama jalan-jalan, terutama jika berangkatnya dari Jogja hehe.

Estimasi biaya jalan-jalan ke Banyuwangi dan sekitarnya, dari Jogjakarta.
Disusun Februari 2018.

Baiklah, sekian dulu yang dapat saya bagikan terkait jalan-jalan ke Banyuwangi kali ini. Alhamdulillah setelah sekian lama tertunda, setelah sekian lama nggak jalan-jalan, akhirnya kesampaian juga ke Banyuwangi :) Semoga apa yang kalian cita-citakan juga bisa segera terwujud <3 span="">

Btw, I got some cynical comments about this trip :) which is I do not give any respond about that. I even don't know why they said something like that. But, I wanna say thank you for everyone who also happy for me :D
See you in the next articles!!
March 17, 2018 30 comments
Hari pertama di tahun 2018 ini saya mulai dengan berkondangan ke Kebumen, mendatangi pernikahan salah seorang teman kuliah bernama Ela. Sang mempelai wanita pernah ngekos sekamar selama tiga bulan bareng saya. Sekarang sih, dia udah resmi jadi temen sekamar suaminya hahaha. Turut berbahagia buat Ela, semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warohmah dan dikaruniai keturunan yang sholeh/sholihah. Amin.




Kondangan sebenarnya adalah ajang reunian dan saya bahagia sekali bisa bertemu dengan teman-teman kuliah Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Fisipol UGM angkatan 2012 ini hahahaha. Terakhir kami ketemu berbanyak gini pada tahun 2015 ketika kami menyelenggarakan makrab angkatan di somewhere deket Pantai Glagah, Kulonprogo. Waktu itu tagline makrab kami adalah: Lupakan MPAN, Lupakan KKN, I will always love you! #Again. Ya, makrab itu diadakan di semester enam ketika kami disibukkan oleh mata kuliah Metode Penelitian Administrasi Negara (MPAN) yang isinya adalah riset-riset, yaa bisa dibilang ini pra-skripsi laah. Setiap mahasiswa wajib mengumpulkan judul riset dan menyusun proposalnya, bahkan sudah mulai dikasih dosen pembimbing. Selain itu, kami juga disibukkan dengan persiapan KKN, rapat-rapat KKN, jualan something alias danus-an buat nambah uang saku KKN, dan mungkin juga berurusan dengan LPPM. Jadi, makrab ini bener-bener sebuah short escape bagi kami kala itu. Kalau tentang I will always love you, sebenernya itu adalah nama makrab jaman kami maba dulu. Makanya di tahun 2015, makrab angkatannya dikasih tagline I will always love you #Again hahaha.

Sebagian kecil gadis-gadis MKP 2012 bersama manten.
Me? That one who wear royal blue dress.
Balik ke momen 1 Januari 2018. Hari itu ada tiga rombongan yang berangkat ke nikahan Ela. Sebenarnya kami harus berangkat jam 06.00 pagi, tapi tentu saja molor. Bahkan rombongan saya baru berangkat dari Jogja jam 09.00 pagi. Why? Tentu saja karena menunggu Lord Adam Calon Bupati Sleman bangun dari tidurnya, maklum doi tuh makhluk nocturnal yang akan lebih aktif saat malam gitu hahaha. Meski begitu, karena rombongan lain berhenti untuk sarapan dan mungkin juga dandan, jadilah tiga rombongan sampe lokasi dengan jeda waktu nggak jauh-jauh amat. Rombongan saya sih sampe sana ketika acara udah kelar hahaha.



Sampai disana, ngobrol-ngobrol-lah kami dan tentu saja foto-foto. Sama makan-makan juga, tapi saya udah nggak nafsu makan. Pada dasarnya saya udah nggak enak badan sejak dua hari sebelum berangkat, bahkan malam sebelum berangkat itu saya pusing banget dan mengandalkan pertolongan pertama dengan Tolak Angin. Ditambah rute Jalan Daendels yang penuh lubang membuat sang supir harus nyetir zig-zag demi menghidari lubang. Sungguh kombinasi yang kurang menyenangkan bagi kesehatan saya hehehe. Untungnya, saya bertahan hingga akhir meskipun dengan lemas hahaha.


Sempetin foto dulu di tengah keramaian Pantai Suwuk.

Pulang dari kondangan, seluruh rombongan memutuskan untuk mampir ke Pantai Suwuk yang hanya tiga puluh menit ditempuh dengan mobil dari lokasi nikahannya Ela. Mengingat ini adalah libur tahun baru, maka...pantai ini sungguh ramai. SANGAT RAMAI! Jadilah, kami hanya duduk-duduk sambil memesan makanan, ngobrol-ngobrol, dan nyanyi-nyanyi. Tapi meskipun "cuma" kayak gitu ternyata saya seneng hehe. Saya sendiri juga tadinya gak nyangka bakal bahagia gini hahaha. Cerita-cerita sama teman tentang aktivitas mereka sekarang, tentang perjuangan job-seeker (tentu saja) dan guyon-guyon receh ala jaman kuliah. Benar-benar bisa dibilang refreshing di tengah segala kesuntukan ini haha.

Alhamdulillah, thanks God for that amazing day!!

05 Januari 2018

January 08, 2018 No comments
Libur panjang di penghujung tahun ini, sudah ada rencana kah hendak liburan kemana? Atau ingin merencanakan liburan di beberapa bulan ke depan? Mungkin kota kelahiran saya, Magelang, bisa manjadi pilihan untuk mengisi liburan. Mau menikmati indahnya matahari terbit, merasakan segarnya air terjun, mengagumi peninggalan situs bersejarah, hingga mendaki gunung (yang nggak terlalu tinggi), bisa Anda lakukan di Magelang. Ada tempat wisata apa sajakah yang ada di kota kecil ini yang menarik untuk dikunjungi? Saya akan merekomendasikan 10 tempat wisata berikut ini:

Candi Borobudur

This is a must! Nggak lengkap rasanya kalau mampir ke Magelang tapi nggak mengunjungi candi Buddha terbesar di dunia ini. Cara menuju kesini? Oh tinggal google maps saja, tempat ini sangat mudah ditemukan :) Terakhir saya kesana itu beberapa hari setalah lebaran Idul Fitri tahun ini,harga tiket masuknya Rp40.000,-. Mahal? Menurut saya cukup murah. Dengan biaya masuk sebesar itu, kita tak hanya bisa masuk candinya, tapi juga bisa masuk museum-museum di dalamnya. Ada Museum Samudraraksa yang berisikan replika Kapal Samudraraksa (kayak yang ada di relief candi). Ada juga Museum Karmawibangga, yang memuat relief Karmawibangga, relief tentang hukum karma dan cerita manusia ketika masih dikuasai hawa nafsu (karena pada candi relief ini ditutup, jadi kalau mau lihat harus ke museum). Ada juga Museum Rekor yang isinya berbagai keunikan-keunikan yang pastinya tak lazim kita temui di kehidupan sehar-hari gitu. Saran saya sih, kalau ke candi yaa harus sekalian masuk semua museumnya hehe.

wisata hits magelang


Perjalanan dari pintu masuk menuju candi cukup jauh dan panas, jadi...pakailah alas kaki dan pakaian yang nyaman, juga topi atau payung untuk melindungi diri hehe. Kalau mau nggak panas sih kesini pagi aja, toh Candi Borobudur sudah buka sejak jam 06.00 pagi.
Oh iya, pastikan Anda berfoto di dekat pohon bodhi sisi Selatan candi, karena disitu kamu bakal dapet background candi yang paling mantap (menurut saya) hehehe. Buktikan saja deh! :D

Gereja Ayam

Nah, tempat yang kemudian menjadi booming gara-gara menjadi lokasi syuting Mbak Cinta dan Mas Rangga ini berada tak jauh dari Candi Borobudur. Dari candi, Anda bisa lewat jalan raya depan Hotel Manohara, karena jalan selanjutnya adalah jalan desa kecil dan banyak belokan, Anda mungkin harus sesekali bertanya kepada warga selain mengandalkan google map. Tidak jauh, mungkin 10-15 menit berkendara Anda akan menemukan lokasi parkirnya. Dari tempat parkir menuju Gereja Ayam, Anda harus berjalan kaki. Harap untuk tetap semangat demi memperoleh foto seperti Dian Sastro yaa haha. Saya sudah pernah menulis cerita tentang wisata Gereja Ayam (silakan klik disini).


rute gereja ayam
Gereja Ayam, Borobudur.

wisata gereja ayam AADC
Pemandangan dari atap Gerja Ayam.
Dulu sih waktu saya kesana, masuk ke Gereja Ayam bayar seikhlasnya, tapi sekarang konon harga tiket masuknya Rp10.000,- dan nggak bisa foto-foto sepuasnya di atap jengger ayam yang fenomenal itu, melainkan diberi batas waktu tertentu. Tapi pemandangan dari atap ini nggak mengecewakan kok.


Di sekitaran Candi Borobudur banyak spot-spot 'bukit kecil' atau 'punthuk' yang merupakan spot bagus untuk melihat matahari terbit. Dari punthuk-punthuk ini, kita (seharusnya) bisa melihat sunrise dengan latar Gunung Sumbing, Gunung Andong, Bukit Telomoyo, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan di kejauhan sana tampak samar-samar Gunung Lawu. Apa saja Punthuk-punthuk itu? Mari simak:

Punthuk Setumbu

wisata punthuk setumbu magelang
Pemandangan di Punthuk Setumbu.
Jika diperhatikan, sebelah atas tangan kiri saya terlihat Candi Borobudur.
Dari semua punthuk yang pernah saya kunjungi, saya hanya melihat sunrise yang lumayan indah di Setumbu. Selain itu, jalan menuju Setumbu juga tidak sulit. Dari candi, pergilah ke arah Jalan Salaman-Purworejo. Pelan-pelan saja, setelah pertigaan dekat pom bensin Kujon Anda akan menemukan Toko Besi Lancar di kiri jalan (catnya hijau kekuningan), nah tepat setelah toko besi itu ada jalan kecil, masuk saja. Ikuti jalan sampai ketemu Hotel Plataran, Setumbu letaknya tak jauh dari Hotel Plataran, mungkin Anda bisa bertanya kepada warga sekitar untuk arah lebih jelasnya. Tapi seingat saya ada plang-plang penunjuk jalan kecil yang mengarahkan ke Setumbu. So, don't worry! :) Harga tiket masuk Punthuk Setumbu dipatok Rp15.000,-/orang.

Sekarang di Setumbu Anda tak hanya bisa menikmati matahari terbit tapi juga berfoto kekinian di salah satu spot foto berbentuk 'love' atau di ayunan yang keduanya dihiasi daun-dunan dan bunga-bunga indah :)

Punthuk Gupakan

pemandangan punthuk gupakan magelang
Salah satu "panggung" bambu di Punthuk Gupakan.
wisata hits magelang
Gunung Sumbing terlihat dari Punthuk Gupakan.

Ketika mengunjungi Punthuk Gupakan sesungguhnya kami agak kesiangan, jadi matahari udah agak tinggi dan agak berkabut. Tapi perjalanan cukup terbayar dengan pemandangan pagi yang indah. Di tempat ini banyak 'panggung' kecil yang terbuat dari bambu gitu, untuk apa lagi kalau bukan untuk spot foto. Oh iya, di tempat ini sepertinya juga bisa digunakan untuk berkemah sambil menunggu pagi. Saya melihat ada rombongan camping disini. Tapi mungkin tidak bisa memuat banyak tenda. Harga tiket masuk Punthuk Gupakan kala itu (Januari 2017) adalah Rp5.000,-. Cukup murah, bukan?

Punthuk Sukmojoyo

wisata hits puthuk sukmojoyo
Sisi lain Punthuk Sukmojoyo selain spot foto iconic di "panggung" bambu.
Saya ke Sukmojoyo memang tidak diniati untuk menyaksikan matahari terbit, tapi simply karena ingin main bersama teman-teman, refreshing dari kesibukan (yang katanya) mengerjakan skripsi kala itu. Jadi kami berangkat sekitar jam 08.00 pagi dari rumah kawan saya untuk menuju kesini. Sama dengan di Punthuk Gupakan, Sukmojoyo juga memiliki aneka 'panggung' bambu untuk mendukung eksistensi di media sosial. Punthuk ini terbilang paling luas di antara semua punthuk yang saya kunjungi. Selain panggung bambu, Punthuk Sukmojoyo juga memiliki beberapa batu besar yang cukup kukuh untuk berpijak, bisa dijadikan spot berfoto juga. Oh iya,di punthuk ini juga terdapat sebuah makam, jadi bersikap sopanlah :) Ketika saya ke Punthuk Sukmojoyo, saat itu tidak dikenakan tiket masuk dan hanya membayar parkir.

Punthuk Mongkrong

Melihat matahari terbit, sebenarnya adalah untung-untungan. Mengunjungi Mongkrong dengan berangkat subuh, saya dan teman-teman tidak mendapat pemandangan matahari terbit yang didambakan. Kabut tebal menutupi pemandangan hampir selama kami disana. Tapi tak apalah, bertemu kawan lama dan bertukar cerita telah membayar perjuangan kami untuk sampai sini. Anda akan dikenakan harga tiket masuk sekitar Rp10.000,- untuk masuk Mongkrong yang lagi-lagi memiliki panggung-panggung bambu.



Kabut begitu tebal menutupi pemandangan dari Punthuk Mongkrong.

Konon, Punthuk Mongkrong ini letaknya nggak jauh dari Sukmojoyo, tapi menurut saya jalan menuju Mongkrong adalah yang paling ekstrem dari semua punthuk yang pernah saya kunjungi. Pastikan rem kendaraan Anda dalam keadaan baik. Selain itu, rasanya punthuk ini yang terjauh (atau mungkin karena track-nya tidak bersahabat saja?". Jalannya adalah jalan beton dan sesekali jalan tanah atau berkerikil yang cukup menanjak dan berkelok, banyak-banyaklah berdoa selama perjalanan haha.

Ketep Pass

Dari sisi selatan Magelang, mari beranjak ke sisi utara yaitu di daerah Kecamatan Sawangan. Jika dari punthuk-punthuk Anda dapat melihat Gunung Merapi dan Merbabu dari jauh, di Ketep Pass kedua gunung itu akan tampak lebih dekat. Pemandangan sangat menawan akan diperoleh jika cuaca benar-benar cerah. Ada penjual jasa sewa teropong jika Anda ingin mengamati Gunung Merapi atau Merbabu lebih dekat. Ada juga penjual jagung bakar di depan pintu masuk yang lezat disantap kala cuaca dingin hehe.

ketep pass fotografi
Gunung Merapi terlihat dari Ketep Pass.
Jalan menuju kesini juga tak sulit. Anda dapat berpegang teguh pada google map hehe. Kalau dari arah Jogja, di pertigaan Palbapang Magelang, lurus saja (arah Semarang) nanti Anda akan menemukan lampu merah pertama yang di sisi kanannya ada plang Pesantren Gontor , nah disitu masuk saja lurus ikuti jalan hingga Ketep Pass terlihat di sisi kanan Anda. Jalannya agak menanjak tapi sudah diaspal halus, jadi tidak perlu khawatir :) Harga tiket masuk Ketep Pass adalah Rp7.500,-/orang dan tambah biaya parkir.

Selain menikmati pemandangan Anda juga dapat menyaksikan film dokumenter letusan Gunung Merapi dan masuk ke museumnya (semua sudah ter-cover tiket masuk, jadi nggak perlu membayar lagi). 

Air Terjun Kedung Kayang 

jalur air terjun kedung kayang magelang
Air Terjun Kedung Kayang dari sisi atas.
Turun dari Ketep Pass, Anda akan menemukan pertigaan cukup besar. Beloklah ke kiri dan ikuti jalan, niscaya Anda akan menemukan gang masuk menuju Air Terjun Kedung Kayang. Dari parkiran, Anda harus berjalan menuju lokasi air terjun setinggi sekitar 40 meter ini. Ada dua jalan yang seluruhnya berupa tangga yang dapat dipilih. Satu tangga menuju spot untuk melihat air terjun dari atas, dan satu tangga lagi menuju spot air terjun untuk melihat lebih dekat dari bawah (dengan jumlah anak tangga yang lebih banyak tentunya). Saya memutuskan untuk melihat dari atas saja karena terlalu lelah untuk turun hehehe. Pastikan Anda membawa pakaian ganti jika ingin bermain air di area air terjun dan tetap berhati-hati. 

Pinus Top Selfie

Kalau Air Terjun Kedung Kayang dapat ditempuh setelah turun dari Ketep, Pinus Top Selfie bisa ditempuh dari Ketep, naik lagi. Lurus saja, sekitar 5-10 menit Anda akan menemukan plang masuk wisata ini di kiri jalan, silakan berbelok dan Anda telah memasuki kawasan hutan pinus ini. Dulu ketika tahun 201 saya kesana, jalannya masih ada yg berupa tanah dan sangat becek ketika hujan, tapi beberapa minggu lalu seorang kawan baru saja dari sana dan katanya sekarang jalannya sudah bagus. Alhamdulillah.


wisata pinus magelang
Pinus Top Selfie sehabis hujan, kabut-kabut tipis tersisa diantara pepohonan.
Jika Anda ingin menemukan lokasi foto menarik, hutan pinus ini memiliki beberapa panggung, ayunan, dan bangku kayu yang bisa Anda manfaatkan untuk berfoto atau sekedar untuk istirahat sambil menghirup udara segar pegunungan. Jangan lupa tetap menjaga kebersihan yaa! Harga tiket masuk Pinus Top Selfie ini kala itu sekaligus mencakup biaya parkir yaitu sebesar Rp3.000,-. Sangat terjangkau, bukan?


Gunung Andong

Jika ingin mencoba wisata yang cukup menantang, Gunung Andong bisa menjadi salah satu alternatif. Terletak di daerah Kecamatan Ngablak, gunung setinggi 1726 mdpl ini bisa ditempuh dengan tik-tok (naik langsung turun), bisa pula dengan camping terlebih dahulu sambil menyaksikan matahari terbit dari ketinggian. Bersiap dengan suhu udara yang dingin yaa. Waktu yang dibutuhkan untuk naik mungkin sekitar 1,5-2 jam.


pendakian guung andong

Sebelum masuk, Anda akan dikenakan biaya masuk (seingat saya sekitar Rp10.000,-) dan melaporkan identitas. Yah, selayaknya pendakian ke gunung-gunung lain. Pastikan Anda menggunakan alas kaki yang tidak licin, membawa perbekalan yang cukup, juga senantiasa berdoa dan berhati-hati selama perjalanan.


Itulah 10 tempat wisata di Magelang yang dapat Anda kunjungi untuk melepas penat dan mengisi liburan. Bagaimana? Tempat mana yang sekiranya akan Anda pilih?
Selamat berlibur dan selamat berkunjung ke Magelang! Jangan lupa tetap berhat-hati dan tetap menjaga kebersihan tempat wisata ya! :)


Magelang, 24 Desember 2017
Happy Holiday!! :D
Diunggah ulang karena kemarin ada kesalahan hehe
December 26, 2017 4 comments
Since I have two email accounts (one for social media which is I rarely check it and the other for professional need) so several days ago I tried to check my second email. Surprisingly I got an email from my friend, I little bit surprised because friends usually send me a message in the other account. It is from Mbak Fitra, and she attached a photo that she took on Hani’s wedding in the beginning of this month. Here is the photo and…I love it so much! Thanks a lot to Mbak Fitra. Your shot just made my day :D


Location: Museum Haji Widayat, Magelang.

This photo was taken after the wedding party had done, about at 1.00 PM. What I like is because my make up still looks good hahaha. In Hani’s wedding, she asked me to be an ‘among tamu’, a person who greets the guest, that’s why I wore something like this. She asked two girl friend to be her ‘among tamu’, me and her college friend, Niswah. We paired with the groom’s boy friend, Afal and...sorry I forget your name, Mas :(. We have to set our makeup at 05.30 AM, while the wedding party begins at 11.00 AM. You know the struggle right? Hahaha. But I love this Makeup Artist Team very much, I think they are so skillful, even I consider them to dolled me up in my wedding day. They let me decide what kind of hijab I want to wear, the didn’t force me to wear a ‘too much’ hijab that people usually wear on their special day (you know what I mean? That hijab style that looks like a snail shell). So I choose this simple yet comfy hjab style :)

The bride and groom using traditional wedding costum from Minang, South Sumatera, in which Hani wore super heavy but really awesome crown called ‘suntiang’, but the ‘among tamu’ wear….oh how I have to call it? Maybe a mix traditional costum, or...what? I wear a traditional Songket as my skirt, but it paired with kebaya as my top outfit, that maybe not so Minang (because Minangese use ‘baju kurung’). Although I don’t like the kebaya color so much (I usually like a bold color than the soft one, by the way), but I think it still looks good hahaha.

I rarely take selfie or upload a selfie photo, but this time I want to upload my selfie here, cause I really love the simple make up hahaha. Sorry for this face expression haha. If you do not know me in person, maybe you often find my smiley photos on social media or blog, but if you ever meet me in person, maybe this face expression is a ‘default set’ that you’ll find, of course I do not put this much make up in my daily activities (moreover about this on point eyebrow hahaha, i even can not draw perfect eyebrow). Sorry, this is not because I mad or something, this is just my face (plus some make-up that was applied by skillful MUA of course haha) :D


I write this post because I really love
the makeup they put that day, hahaha.
Ladies, I know attitude and inner beauty is everything,
but make-up will never hurt you,
even sometimes it makes you a little bit happier.
It's always okay to put some make-up,
not for everyone else but for your own happiness :)

July 22, 2017 No comments
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Sekilas tentang Departemen MKP Fisipol UGM
    Saya adalah mahasiswa semester delapan yang memiliki seorang adik yang tengah menempuh tahun terakhirnya di SMA, bulan-bulan ini ia tengah ...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • Serunya "Berbagi" Kartu Pos Lewat Proyek Postcrossing
    Postcrossing adalah sebuah proyek online yang memfasilitasi para anggotanya untuk mengirim dan menerima kartu pos dari dan ke seluruh penj...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • Mata Najwa on Stage (Metro TV on Campus UGM)
    Kalian tahu Najwa Shihab kan? Jurnalis pinter lagi cantik yang punya acara talkshow berjudul Mata Najwa? Tahu kan? Tahu dong? Ada apa den...
  • A Drama that So Much Impress Me
    Saya tidak banyak menonton drama Korea, beberapa drama yang pernah saya tonton hanyalah Boys Over Flower , The Moon That Embraces The Sun ...
  • [K-DRAMA] Mr. Sunshine: Salah Satu Drama Recommended 2018
    The saddest thing about nonton K-Drama adalah ketika kamu nggak ada temen buat membahasnya. Apalagi kalau genre drama yang kamu suka adal...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose