Mendut Temple, Catatan Akhir Tahun

by - June 05, 2010

Ola semua?? Gugupkah kalian hari ini??? Apakah kalian merasakan kegugupan yang sama dengan yang aku rasakan? Semoga saja tidak.

Ini gugup bukan karena aku tadi berangkat dari rumah jam 07.00 buat dateng ke sekolah, bukan karena bensinku limit juga. Bukan!! Tapi ini adalah sindrom pra-wawancara. Sepertinya ini terasa lebijh menegangkan daripada Wawancara yang aku lewati kira-kira sebulan lalu. Wawancara untuk kartu pers.. Ini bakal lain dari wawancara kartu pers, makanya aku memperbanyak berdo'a. Ya pokoknya do'ain aja deh!!

Tapi aku nggak mau cerita tentang gugup dan tidak gugup. Aku akan cerita tentang perjalanan ke Mendut Temple bareng sepuluh orang temenku tanggal 3 Juni lalu. Ngapain? Hmmm...asyik-asyikan aja. Membuat kenangan akhir tahun. dan tidak lupa merayakannya dengan foto-foto ria, narsis en happy.

Ceritanya waktu itu, 3 Juni adalah hari pertama remidi pasca test semester II. Kita (anak-anak X5) masuk sekolah. Tapi terusir dari kelas, karena kelas kita yang lokasinya sangat stragtegis itu digunakan untuk remidi.
Makanya kita berpanas-panas di teras depan kelas untuk main UNO !!! Wah, pokokmen seru tenan. (padahal aku cuma lihat). tapi seru kok!

Berhubung siang datang memanggang. FYI, Magelang itu tetap terasa panas loh!! Aku pulang, naik J1 alias Jalur Satu (wow, sory mekso tenan). Sampai Pakelan aku ganti jalur, naik bus Borobudur. Yah, jam sebelasan gitu bus jalan luambattt buanget. Sampai di suatu daerah, yang jauh dari Samudera Hindia dan jauh dari Laut Jawa atau Laut manapun, tapi dikenal dengan nama TANJUNG. (Apakah ada arti lain untuk kata tanjung selain yang semacam teluk itu?). Lanjut, bus ngetem alias nunggu penumpang dengan cukup lama.

Tapi di Tanjung ini, aku melihat sesosok kepala yang dibalut helm BMC merah, yang sangat kukenal dari perawakannya adalah HANI (jejerku, yang ikut nampang di blog ini).

Aku SMS Hani, tanya ngapain dia sampai Tanjung. Adalah suatu keajaiban bila "artis" itu melanglang buana hingga daerah ini. Tapi justru Adi, temen sekelasku yang lain yang bales SMS. Katanya mereka mau ke Mendut. Candi Mendut, tentunya. Mereka bakalan transit di rumahku. Sementara jarakku dengan rumah masih sekitar tujuh kilometer. Lancang kalian!!
Sampai di rumahku yang terletak di pedesaan terpencil, kulihat begitu banyak motor di halamannya, dan parahnya pemilik motor itu dengan pede-nya foto di depan rumahku, yang dikata Hani bak Hutan!!! (Penghinaan!!!!) Tapi nggak apa-apa asal mereka seneng.

Setelah aku mengganti rok SMA-ku yang tadi sobek (dikit). Aku berangkat nebeng Hani. Wah, konvoi kae!! Apik tenan!

Singkat cerita, samapai di pintu masuk candi mendut. tentu sja ada loket masuk, yang mematok harga Rp 3.300,- kami melakukan perundingan atau nego dengan bapak penjaga. Dan kami pun mendapat haraga fantastis untuk sebelas orang yang mau masuk. Tidak usah tanya berapa. Terima kasih saja pada kepala suku X5, Tuan Herdikatama yang bersedia mengeluarkan koceknya untuk kami.

Baru saja masuk pelataran Candi, uadah Foto, ketemu satpam minta difoto'in, masuk ke dalem, foto. Rela menahan bau dupa dan melati (kan habis Waisak to?). Mengitari candi sambil foto, manjat-manjat candi buat foto. Turun candi foto, di pelataran foto lagi. Pokomen narsis nggak ketulungan. Padahal tanyalah pada Kepala suku, Kamera yang buat foto itu punya siapa???

Kami hanya sekilas membahas perihal Candi, pembangunan dan segala filosofinya. Karena kami tergoda oleh pohon beringin rindang dengan akar bergelantungan yang nampaknya sangat cocok untuk menirukan gaya tarzan!

Puas berfoto, kami melanjutkan agenda kami untuk makan. Di warung Bakso-Mie Ayam dekat Hotel Saraswati, Borobudur. Laziss!! Dan warung makan yang hening itu langsung berubah bising oleh keberisikkan kami.

Terakhir, setelah bersenang-senang dengan hepi-nya! Kami sholat di Masjid Agung An-Nur! Wah segarnya!

Itulah perjalananku 3 Juni lalu. Asyik kan? Ada yang pengen jalan-jalan ke magelang???


You May Also Like

0 comments