twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life






If you get a cloudy day, 
no sunshine that will warm you,
and something you've planned is not going to 
what it should be.
You can either choose to let it destroy your mood
or dance with it!
I choose to smile and dance with it! :)
Because the earth is tooooo beautiful to just live it
with the bad mood 
and the day is too wonderful
to just trough it with an unhappy face :)
Let's be happy!

June 29, 2014 No comments

Brad Pitt about his Lady: 
"My girl got sick. She was constantly nervous because of problems at work, personal life, her failures and children. She lost 30 pounds and weighted about 90 pounds. She got very skinny and was constantly crying. She was not a happy woman. 
She had suffered from continuing headaches, heart pain and jammed nerves in her back and ribs. She did not sleep well, falling asleep only in the mornings and got tired very quickly during the day.
Our relationship was on the verge of a break up. Her beauty was leaving her somewhere, she had bags under her eyes, she was poking her head, and stopped taking care of herself. She refused to shoot the films and rejected any role. I lost hope and thought that we’ll get separated soon… 
But then I decided to act. 
After all I’ve got the MOST Beautiful Woman on earth. She is the idol of more than half of men and women on earth, and I was the one allowed to fall asleep next to her and to hug her. I began to shower her with flowers, kisses and compliments. 
I surprised and pleased her every minute. I gave her a lot of gifts and lived just for her. I spoke in public only about her. I incorporated all themes in her direction. I praised her in front of her own and our mutual friends. 
You won’t believe it, but she blossomed. She became better. She gained weight, was no longer nervous and loved me even more than ever. 
I had no clue that she CAN love that much. 
And then I realized one thing:
the woman is the reflection of her man. 
If you love her to the point of madness,
she will become it." 

-Brad Pitt


sumber: Dian Sastro's Instagram Photo
June 07, 2014 No comments

June 02, 2014 No comments
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu hari yang telah lama kita ketahui
Apakah kamu masih berbicara selembut dahulu,
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

(Kabut tipis turun pelan-pelan di lembah kasih,
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu?
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat

(Lampu-lampu berkedipan di Jakarta yang sepi
Kota kita berdua, yang tau dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita)

Apakah kau masih akan berkata kudengar derap jantungmu?
Kita begitu berbeda dalam semua,
kecuali dalam hal cinta

(Hari pun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal
berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti
Seperti kabut pagi itu)

Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru

Selasa, 1 April 1969

June 02, 2014 No comments

when you have a lot of words you want to say
but the person to whom you want talk isn't here
sometimes you decide to write that words
then become a never send letter
sometimes you decide to talk to other person
then they just say, "be patient"
or sometimes you just keep it in silence and tears
because you know silence is the loudest scream, isn't it?

baby,
sometimes, the most precious thing you can give to someone
is your heart, then your time
then how many times you'll give them your precious thing?
baby,
i know it's never easy for us
and i never give up for this
but baby,
because this is about US
i cannot do it alone
you cannot do it alone
both, baby...both
WE gonna finish this together
do not give up one and another
i'll stand here, by your side
whenever you need my help
you know where you've to look for me

love you..



May 17, 2014 No comments

Perjalanan kali ini dimulai dari area plat AB menuju area plat H. Dari area 0274 menuju area 024. Dari Tugu Jogja ke Tugu Muda. Dari Daerah Istimewa menuju Kawasan Berikat. Ya, dari Jogjakarta ke Semarang. Empat orang yang sama sekali tak tahu menahu tentang Semarang nekat berangkat. Yeah, we gonna getting lost in Semarang :D 

Berbekal Google Map dari gadget yang kecanggihannya sedang-sedang saja, Avanza hitam hasil rental itu melaju membelah jalan-jalan aspal yang lumayan sesak pada weekend seperti kala itu, mencari arah menuju tujuan yang tak kami tentukan. Beruntung kawan kami yang mengemudi adalah sesabar-sabarnya makhluk di antara kami berempat. The driver was our greatest Harry :P

Setelah perjalanan yang demikian jauh dan macet, pemberhentian pertama adalah Masjid Raya Baiturrahman yang letaknya di sekitaran Simpang Lima Semarang. Kata pertama yang keluar begitu keluar dari mobil adalah: 'panas!'. Yeah, it much hotter than Jogja :3 Kami di sini untuk melaksanakan Shalat Dhuhur, niatnya juga mau mamam namun warung di sekitar situ tutup, ternyata warung-warung di sekitar Simpang Lima itu nggak buka pas siang hari. Kami menahan lapar menuju pemberhentian berikutnya.


Lawang Sewu


Itulah tempat yang kami kunjungi selanjutnya, tak beberapa jauh dari Simpang Lima. Tepatnya di salah satu sisi Tugu Muda. Awalnya kami sempat bingung dimana pintu masuk menuju Lawang Sewu, akhirnya kami temukan setelah mengitari Tugu Muda. Ahh, FYI kawan, dari informasi yang terpampang di dekat lampu lalu lintas di Tugu Muda, kami tahu bahwa suhu di Semarang saat itu adalah 42 derajat Celcius! Oh maan, di Jogja biasanya cuma 27-30 derajat Celcius -_- Makanya jangan heran kalo wajah-wajah kami di foto sudah berminyak dan memerah kepanasan :3


Tugu Jogja sudah sering, Tugu Muda juga sudah.
Kapan ke Tugu Pahlawan :3


setelah berhasil menemukan pintu masuk dan tempat parkir (yang agak aneh), kami masuk ke area Lawang Sewu dengan tiket seharga Rp10.000,-


Lawang Sewu dibangun sekitar awal tahun 1900-an oleh Belanda. Awalnya bangunan ini digunakan sebagai Kantor Perkeretapian Pemerintah Kolonial Belanda. Ketika Indonesia merdeka kemudian dimanfaatkan untuk Kantor Perusahaan Jawatan Kereta Api. Nggak heran kalau sampai sekarang pengelolaan pun masih di bawah PT KAI. Bedanya, seratus tahun setelah bangunan itu didirikan, Lawang Sewu beralih fungsi menjadi Museum Kereta Api. Di dalamnya, banyak menyimpan foto dan lukisan kereta api di Indonesia dari waktu ke waktu, ada beberapa diorama dan komponen kereta api kuno, ada juga sebuah ruangan yang memutarkan video sejarah perkeretapian. 


Salah satu bagian dalam Museum
yang berisi foto-foto Kereta Api dari zaman ke zaman.
Plus foto narsis bareng besties XD



Aku pribadi suka dengan bangunan vintage ini. berjalan di lorongnya berasa kayak Elizabeth Swann lagi jalan-jalan di rumahnya. Hahah oke ini lebay. Tapi, aku memang suka bangunan kuno seperti itu, pintu-pintunya yang tinggi, juga jendela-jendelanya. Dindingnya yang kokoh, lantainya, langit-langitnya. Di mataku yang seorang 'old fashioned girl' bangunan kayak gitu keren banget heheh. Makanya, Lawang Sewu sering dijadikan tempat untuk foto pre-wedding. Nggak percaya? Ini buktinya....


Pasangan yang sedang take foto pre-wed
di lorong Bangunan Lawang Sewu.


Pasangan tadi melanjutkan pengambilan foto pre-wed mereka
di halaman Gedung Lawang Sewu :P

Selain terkenal buat pre-wed, berhubung bangunan ini kuno dan banyak kelelawar di atap-nya, maka Lawang Sewu juga terkenal sebagai istananya kaum lelembut. Nggak heran acara-acara televisi yang hobi berburu hantu berkali-kali shooting di sini :o Makanya jangan macem-macem kalo ke Lawang Sewu, hiiii~~



Kelenteng Sam Poo Kong


Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Kelenteng Sam Poo Kong. Sebelum masuk area kelenteng, kami sempatkan mamam dulu di warung tenda depan Kelenteng.

Konon, bangunan bernuansa merah ini adalah tempat persinggahaan Laksamana Cheng Ho dari China ketika ia berlayar di Nusantara ratusan tahun silam. Meskipun Cheng Ho beragama Islam, namun hingga kini Kelenteng ini tetap difungsikan sebagai tempat beribadah kaum Konghucu. Hal tersebut terjadi karena warga setempat kala itu menganggap Cheng Ho adalah titisan dewa. Nama Sam Poo Kong sendiri konon adalah gelar kebesaran yang diberikan masyarakat sekitar pada Cheng Ho yang berjasa memberikan pengajaran tentang berbagai hal kepada mereka. Di dalam bangunan kelenteng, terdapat patung Laksamana Cheng Ho berukuran raksasa.

Bagi kalian yang ingin tahu lebih banyak tentang Cheng Ho, mungkin bisa nyari film 'Laksamana Cheng Ho' dimana dalam film tersebut, Cheng Ho diperankan oleh Mantan Menteri sekaligus Ahli Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra :)


Pintu Gerbang Kelenteng Sam Poo Kong

Bersanatai di halaman Kelenteng yang teduh
dengan angin yang berhembus sesekali.

Sebenarnya saat itu kami ingin mengunjungi Kota Lama Semarang yang letaknya berada di dekat Polder Air Tawang. Selama perjalanan tadi kami sempat melihat poster kalau hari itu, 26 April 2014 tengah diadakan semacam Festival Mobil Tua di Kota Lama, pas sekali kami ke Semarang sekalian bisa menyaksikan event tersebut. Sayangnya, Kota Lama justru ditutup karena ada Festival Mobil Tua itu. sempat kecewa sih, tapi tak apa. Mungkin pertanda untuk kami kembali lagi ke sini suatu hari nanti heheh. 

FYI lagi, Kota Lama ini bangunannya juga vintage. Sering digunakan untuk pemotretan majalah fashion gitu. Coba kalo pemenang GoGirl! Look 2011 lalu aku dan bukannya Chelsea Elizabeth, aku pasti sering pemotretan di situ :3

Kota Lama pernah digunakan untuk shooting film 'Gie' yang dibintangi Nicholas Saputra. Gie adalah mahasiswa sastra Universitas Indonesia angkatan '60-an yang kritis terhadap pemerintah, ia adalah seorang demonstran, pecinta alam, dan penulis puisi. Iya, Gie adalah Soe Hok Gie yang pernah menulis "...kita berbeda dalam semua, kecuali dalam hal cinta..." :') Kok jadi bahas Gie..lanjut aah lanjut.


Masjid Agung Jawa Tengah


Ke Semarang tak lengkap rasanya jika tak mampir shalat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Masjid yang mungkin merupakan paling megah se-Jawa ini berarsitektur campuran Islam-Jawa-Romawi dan didesain oleh seorang arsitek bernama Ir. H. Ahmad Fanani. Pembangunannya memakan waktu sekitar enam tahun, mulai 2001-2006. yang unik dari bangunan seluas sepuluh hektare ini adalah keberadaan enam payung raksasa di serambi masjid, payung yang menyerepai payung-payung yang ada di Masjid Nabawi dan hanya di buka pada hari Jumat dan hari-hari besar agama Islam. Di bagian depannya, terdapat semacam gerbang dengan 25 pilar yang menyerupai kuil Athena. Jumlah pilar yang dua puluh lima melambangkan jumlah Nabi dan Rasul. Beberapa meter terpisah dari bangunan utama Masjid, terdapat menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna. Dari lantai tertinggi menara, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kota Semarang.

Kami sampai di MAJT menjelang waktu Shalat Ashar, kami memutuskan untuk sekalian Shalat Maghrib di situ. Usai shalat Maghrib, kami menunggu menara dibuka lagi untuk pengunjung. Dengan tiket seharga Rp7000,- kami dapat menikmati pemandangan kota Semarang di malam hari dari ketinggian 99 meter. Subhanallah :')


Landscape MAJT yang difoto sama Harry :)


Masjid Agung Jawa Tengah dan sekitarnya dari Menara 99 meter.

Pulang dari Masjid Agung Jawa Tengah, kami sempat mampir ke Kawasan Pecinan Semawis. Suatu tempat berkumpulnya etnis China yang menjual makanan dan benda-benda maupun pakaian-pakaian khas China. Ramai sekali oleh pengunjung. Setelah berjalan-jalan sebentar kami makan malam tak jauh dari situ. Harganya jauh lebih mahal dibanding Jogja :( Tapi tak apa-apa, pengalaman, kebersamaan, dan kesempatan lebih mahal dari harga makananan itu kan? 

Sampai Jogja lagi jam satu dini hari. Let us say thanks to Harry, big thanks :')


tiket dan peta....

May 17, 2014 1 comments
Punya teman yang bisa diajak berpetualang,
memang menyenangkan
Punya teman yang bisa diajak nonton konser musik,
mungkin memang asyik
Punya teman yang bisa diajak mendukung tim sepak bola yang sama,
memang bisa bikin bahagia

Tapi, aku butuh teman bukan hanya untuk itu,
aku butuh teman hidup...
untuk melalui lebih banyak hal dari semua yang di atas itu
untuk tetap memaafkan dengan tanpa meninggalkan meski telah dikecewakan




May 10, 2014 No comments

Kalian tahu Najwa Shihab kan? Jurnalis pinter lagi cantik yang punya acara talkshow berjudul Mata Najwa? Tahu kan? Tahu dong? Ada apa dengan Najwa? Begini ceritanya. Waktu aku masih awal-awal masuk kuliah, aku denger berita kalo Najwa bakal bikin talkshow live di Kampus UNS, Free! Aaak, mau banget waktu itu. Tapi berhubung aku tahunya itu cuma buat mahasiswa UNS dan UNS itu lumayan jauh dari Jogja, aku cuma bisa denger cerita dari temen-temen SMA yang dateng ke acara itu, sama lihat tayangan ulangnya di video dari Harry. #akurapopo

Nah, kemaren-kemaren ini aku denger kabar kalo Mata Najwa bakal bikin acara serupa kayak yang pernah dibikin di UNS tapi...di UGM. Denger beritanya aku langsung antusias. Tapi, aku nggak terlalu memperhatikan bakal kapan acaranya, gimana daftarnya, dimana tempatnya, dan bla bla bla. Sampai pada suatu pagi, aku iseng kepo akun twitter-nya @MataNajwa dan lihat twit tentang Mata Najwa on Stage yang bakalan digelar di Kampus UGM. Aku cuma retwit beritanya. Beberapa hari setelah itu, pas lagi lembur di kampus buat ngerjain tugas Manajemen Aset yang buanyak banget itu (yang tentu saja dikerjakan sambil twitter-an) aku melihat informasi kalo pendaftaran Mata Najwa on Stage sudah dibuka. Ternyata cara pendaftarannya kita harus kirim email kemudian nanti nunggu konfirmasi bakal dapet tiket atau nggak. Langsung deh, aku barengan sama Ucup dan Nurul Azizah mendaftarkan diri malam itu juga XD



Harap-harap cemas menunggu konfirmasi dari pihak panitia, akhirnya Ucup memberi kabar kalau kami termasuk dalam 6000 orang yang beruntung mendapatkan tiket Mata Najwa on Stage!!! Alhamdulillah, bahagianyaaa :D Kayak gini nih bentuk print-screen konfirmasi email-nya. Print-screen ini harus dicetak dan dibawa bersama kartu identitas ketika hendak menukarkan dengan tiket.


Ketika tiket Mata Najwa sudah di depan mata Nurul hahah

Oh iya, FYI kawan. Metro TV on Campus ini terdiri atas tiga rangkaian acara (seluruhnya FREE) yang dilaksanakan mulai dari tanggal 23-25 April 2014. Hari pertama acaranya adalah Open Mic, yaitu lomba Stand Up Comedy. Aku sempet nonton sebentar. Waktu itu kebetulan aku lagi ambil tiket yang lokasinya adalah di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri, UGM, tempat dimana Open Mic diselenggarakan. Setelah ambil tiket dan tentu saja foto-foto sebentar, kami menyempatkan buat nonton. Hahaha lumayan bikin ngakak. Kreatif-kreatif banget itu pesertanya. Hari kedua adalah Pelatihan Jurnalistik, sebenernya aku daftar ini juga. Sayangnya, email itu nggak kekirim dan masih di-draft jadi kami gagal ikut. Sedih siih, tapi nggak apa-apa deh kan masih punya tiket buat acara terakhir; Mata Najwa on Stage.

25 April 2014

Open gate buat acara Mata Najwa on Stage itu jam 11.30, ketika aku sama Nurul Azizah dateng jam 12 itu teras Gedung Grha Sabha Pramana udah penuh banget oleh manusia. Panas pula~ duh duh duh. Beruntung, barisan terdepan manusia yang antre tiket adalah adekadek tingkat kami heheh. Langsung deh, sambil antre di belakang kami hubungi mereka buat kalau bisa mencarikan dua seat untuk kami. Mereka menyanggupi heheh. Open gate agak molor, mungkin setengah satu baru dibuka dan kami berhasil dapet seat nomor dua dari depan berkat bantuan adek-adek tingkat kami. Aaaakk, makasih banget yaaa dek :D Rasa lelah, panas, dan bete itu ilang seketika ketika memasuki gedung GSP dan lihat panggung Mata Najwa. Ini ketiga kalinya aku masuh GSP, dan rasa merinding itu masih saja ada. Aura sakral-nya GSP :')


Crowded before open gate
 in front of Grha Sabha Pramana, UGM, Jogjakarta
Selfie duluuuuu sebelum acara dimulai wkwkwk
Sebelum acara inti dimulai, ada kegiatan flash mob bersama Kopiko 78, dan penjelasan produk dari pihak sponsor yaitu Kopiko 78 dan Bank CIMB Niaga. Ada juga penampilan dari Penta Boyz. Ada kalimat lucu yang dilontarkan MC ketika itu, "Jomblo nggak apa-apa yang penting bisa nonton Mata Najwa!" yang langsung menghebohkan GSP. Hahahah kemudian aku curiga, sepertinya yang nonton Mata Najwa ini emang jomblo semua hahaha XD

Acara dimulai sekitar pukul 15.00, Najwa Shihab muncul diiringi tepuk tangan meriah dari segenap hadirin. Yang aku maksud hadirin adalah tamu undangan, panitia, 6000 orang bertiket, dan puluhan atau mungkin ratusan yang tidak memiliki tiket yang diizinkan masuk selama kapasitas GSP mencukupi. Gaisss, Mbak Najwa ini aslinya lebih cuanteek daripada di tivi :3 Tepuk tangan semakin meriah ketika narasumber talkshow bertema "Dari Jogja untuk Bangsa" itu naik ke panggung. Mereka adalah; Sri Sultan Hamengku Buwono X, Mahfud MD, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Chairul Tanjung. Amazing! Orang hebat semua, dan aku ngefans berat sama Pak Mahfud :D

Gedung Grha Sabha Pramana sebelum acara dimulai.
a photo by Yulius Wimar, from 2nd floor GSP



Yang dibahas dalam talkshow tersebut lebih ke perjalanan mereka hingga dapat meraih kesuksesan seperti sekarang, tak lupa juga sedikit 'menyenggol' masalah politik. Terutama terkait pencalonan dua narasumber yaitu Pak Mahfud MD dan Pak Anies Baswedan sebagai Presiden RI periode 2014-2019. Di tengah-tengah acara, Mata Najwa membuat kejutan untuk penonton dengan hadirnya Sentilun alias Butet Kertarajasa dengan sentilannya yang khas. Sepanjang acara yang ada hanyalah terpukau dan terpukau. Hahah. Talkshow yang benar-benar mengisnpirasi. Bersyukur sekali bisa berada di acara tersebut :)

Ada beberapa kalimat yang sangat membekas dalam benakku ketika menyimak Talkshow "Dari Jogja untuk Bangsa" itu, diantaranya:

"...semua ini tidak ada apa-apanya tanpa doa Ibu."
_Ridwan Kamil

"...jangan mengukur apa yang dimiliki orang, tapi ukurlah seberapa banyak yang bisa kita berikan kepada orang lain."
_Chairul Tanjung

"...memilih jalan mendaki memang berat, tapi insyaallah itu akan mengantarkan ke puncak-puncak baru perjalanan kita."
_Anies Baswedan

Khas-nya Mata Najwa adalah selalu ada Catatan Najwa di akhir acara, bagi yang ingin membaca silakan klik Catatan Najwa dan monggo kalau mau menyaksikan video Mata Najwa on Stage (Kampus UGM)

Fasilitas yg didapat free dari Mata Najwa on Stage
ada seertifikat (blm ditulis namanya), notes, dan yg gak difoto ada snack.
Karena duduk di seat depan, dapet T-shirt dari Kopiko 78 juga, Thanks all!


Last, thanks Allah SWT telah memberikan kesehatan dan kesempatan, Alhamdulillah. Juga untuk Metro TV, Kru Mata Najwa, dan panitia yang ternyata adalah teman-teman se-fakultas, thanks teman-teman Komako (Korps Mahasiswa Komunikasi) dan Komap (Korps Mahasiswa Jurusan Politik Pemerintahan) Fisipol UGM. Great! :)


May 04, 2014 7 comments

Happy 3rd Anniversary, kakak-kakak kesayangan akuuuhhh :*

"When I first met Kate I knew there was something very special about her. I knew there was possibly something that I wanted to explore there. We ended up BEING FRIENDS for a while and that just sort of was a good foundation. Because I do generally believe now that BEING FRIENDS with one another is a massive advantage. And It just went from there"
__Prince William, Duke of Cambridge

"I think if you really go out with someone for quite a long time, you do get to know each other very, very well; you go through the good times, you go through the bad times. You know both personally, but also within a relationship as well."
__Catherine Middleton, Duchess of Cambridge 
April 29, 2014 No comments
thanks for everything,
especially for that city light
from 99 meters tall building
thanks for take me there~

and...
i love the way you remind me
to put my seat-belt on 
April 28, 2014 No comments
Ditakdirkan untuk hidup merupakan suatu hal yang patut kita syukuri. Hidup hanya sekali, beri itu arti. Hidupilah kehidupanmu, salah satunya dengan banyak belajar, banyak mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada.

Aku hidup di suatu tempat dimana disini aku bisa belajar agama, yah walaupun sedikit demi sedikit hal tersebut tetaplah patut untuk aku syukuri. Ada hal menarik yang beberapa saat lalu aku pelajari, tentang hidup. Bahwa ada tiga hal yang tak boleh hilang dalam kita menjalani kehidupan.

Bahwa jangan sampai kita kehilangan HARAPAN. Kehilangan harapan berarti kita berputus asa, padahal bukankah Allah telah berfirman dalam Al Qur'an yang mulia itu "...dan janganklah kamu berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum kafir." QS Yusuf (12:87). Dalam hal apapun jangan sampai kau kehilangan harapan kawan. Karena Allah itu ada, dan dia Maha Segalanya. Renungkanlah, betapa harapan akan rahmat Allah itu sesungguhnya selalu ada, bagi mereka yang mau berusaha, bagi mereka yang mau berdoa. Gusti Allah mboten sare! :)

Bahwa jangan sampai kita kehilangan KEIKHLASAN. Ketika kita sudah berharap namun kenyataan tak sesuai harapan, tolong jangan lupa bahwa yang selanjutnya tak boleh hilang dalam diri kita adalah keikhlasan. Ikhlas itu memang tak semudah melisankannya, butuh hati yang benar-benar lapang, hati yang benar-benar kuat untuk dapat melakukannya. Ikhlas ketika kita kehilangan, ikhlas ketika memaafkan, ikhlas ketika mendapat cobaan. Marilah kita berbaik sangka kepada Allah, bahwa pasti ada hikmah dan sesuatu yang lebih baik.

Bahwa jangan sampai kita kehilangan KEJUJURAN. Seperti yang seringkali dipesankan Ibu pada putra putrinya untuk selalu berlaku jujur. Pepatah Jawa mengatakan "jujur ajur" (jujur hancur). Ah bukankah itu tak selamanya? Jujur itu menenteramkan hati. Tak menimbulkan perasaan was-was. Jujur pada diri sendiri, dengan menerima apa adanya kita, jujur pada orang lain dengan mengatakan yang sebenarnya.

Kawan, aku memang tak sehebat itu. Aku pun hanya gadis biasa yang ingin berbagi padamu tentang tiga hal itu. Aku belum sepenuhnya bisa melaksanakan semua itu, tapi bukankah tak ada salahnya berbagi untuk bersama-sama kita memperbaiki diri.
April 13, 2014 No comments

And they said,
"Acts Speak Louder Than Words!"

April 12, 2014 No comments
Ibuk. Bagitulah aku biasa memanggil wanita yang dari rahimnya aku dilahirkan, yang dalam hadis Nabi disebutkan bahwa ialah orang pertama yang harus kita muliakan. Sejak kecil, aku memang lebih dekat dengan Ibu daripada Bapak. Ibuk berperan sepenuhnya dalam hidupku. Ibuk dan selalu Ibuk.

Ibuk adalah wanita yang pada usianya yang keduapuluhtujuh melahirkan aku. Beliau bercerita, pertama kali memegangku, memandikan aku adalah hal yang paling menegangkan. Beliau periksa seluruh tubuhku, memastikan semuanya baik-baik saja, memastikan jari kedua tanganku genap sepuluh, begitu juga jari kakiku. Ketika aku mulai tumbuh, dibisikan olehnya kata-kata di kedua telingaku, memastikan aku bisa mendengar. Diberilah aku mainan di atas mataku agar mataku mengikuti kemana arah mainan itu digerakkan, memastikan aku bisa melihat. Iya, Ibuk adalah wanita yang ‘segitunya’ kepadaku. Andaikata saat itu didapatinya aku cacat, aku yakin sepenuhnya Ibuk-lah satu-satunya sosok yang akan menerima keadaanku, then encourage me.


Ibuk adalah yang justru menangis melihat putri sulungnya yang nakal berdarah-darah karena menggenggam silet. Gadis kecil itu tidak menangis, hanya memandangi tangannya. Ibuk-lah yang menangis, menyesali kelalaiannya dan segera mengantarnya ke dokter, lalu merawat lukanya pada hari-hari selanjutnya. Hingga ketika gadis itu dewasa, luka itu tak meninggalkan bekas di tangannya

Ibuk adalah yang memeluk erat putri sulungnya yang berlari sambil menangis dan menjerit ketakutan karena melihat kupu-kupu. Ibuk pula yang memeluknya ketika ia takut mendengar suara gamelan dari pentas kesenian kampung sebelah. Memeluknya, hingga ia lelap tertidur.

Ibuk adalah yang mengenalkan putrinya akan nama hewan, buah, ataupun kendaraan yang belum pernah dilihat, lewat poster-poster di ruang belajar. Mengajarinya bermain lego. Dengan lembut mengajari putrinya mewarnai, membaca, menulis, atau juga bernyayi.

Ibuk juga merupakan sosok yang sangat keras ketika mengajar mengaji, mengajarkan ilmu agama. Ibuk begitu tegas, karena ilmu agama tidak bisa disepelekan. Anak-anaknya harus tahu ilmu agama.

Ibuk adalah yang menanyai putrinya, “Pelajaran apa yang sulit?” | “Bahasa Jawa, Buk.” | Lalu Ibuk datang ke sekolah, bertanya pada Bu Guru, buku apa yang bisa digunakan putrinya untuk membantu memahami pelajaran? Dibelikan-lah untukku buku Pepak Basa Jawa. Iya, Ibuk adalah yang ‘segitunya’.

Ibuk tidak pernah menuntut putra-putrinya untuk selalu menjadi yang terbaik di kelas. Tidak. Ibuk ‘hanya’ membantu kami, anak-anakanya, belajar dan merasa nyaman. Membuat kami belajar sepenuh hati. Tidak pernah menuntut untuk mendapat nilai tertinggi di kelas.

Ibuk tak pernah lelah mendengarkan kisah putrinya sepulang sekolah, semua tentang kejadian sekolah ia ceritakan, tentang temannya, gurunya, kakak kelasnya, perjalanannya. Semua. Dan Ibuk selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan, tidak pernah bosan.

Ibuk pula yang memberikan nasihat bagi putri sulungnya yang keras kepala. Mengajarkan padanya tentang hidup, tentang syukur, tentang kasih saying, tentang menerima, tentang semangat, tentang kemandirian, segalanya. Kadang lembut, kadang juga melalui bentakan, tapi semua kalimat terdengar benar.

Ibuk dan hanya Ibuk yang sepenuhnya memahami putri sulungnya, kemudian menerima apa adanya. Tak perlulah aku banyak berkata-kata menjelaskan apa yang terjadi, aku tidak nafsu makan saja Ibuk tau aku sedang jatuh cinta, aku diam saja Ibuk tahu ada yang tidak beres.

Ibuk yang selalu memanjatkan doa untuk putri sulungnya setiap habis sholat. Lalu meniup ubun-ubun putrinya, “agar merasuk doanya” ujar beliau. Dan segala keajaiban yang terjadi dalam hidupku, aku yakin pasti ada unsur doa ibu di dalamnya.

Ibuk adalah yang melihat putrinya pada keadaan sejatuh-jatuhnya, lalu menemani sepanjang ‘masa penyembuhan’, mengiringinya hingga ia benar-benar bisa bangkit lagi. Kemudian berkata, “Ibuk nggak mau lihat kamu ‘sakit’ lagi. Hati-hati.”

Kalau aku harus menuliskan segalanya tentang Ibuk, maka sungguh aku tak akan bisa. Karena Ibuk terlalu segalanya. Sebagian itu saja yang bisa aku tuliskan tentang Ibuk.  Ibuk adalah sahabat terbaik dan cinta paling tulus. Wanita sederhana dengan kharisma yang mengagumkan. Ibuk adalah yang meski terpisah oleh jarak satu jam perjalanan, tetap bisa memelukku dengan doa-doanya.

Thanks Allah, for giving me this Ibuk. Thanks.
Thanks mom, you rise me up to more than I can be *pelukibuk*
Allahummaghfirli dzunuubi waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiro



Krapyak, Yogyakarta 4 April 2014
lima puluh tiga menit lewat tengah malam
Aku sayang Ibuk :*


April 04, 2014 No comments
Adakah di antaramu yang pernah baca bukunya Tere Liye yang judulnya Rembulan Tenggelam di Wajahmu? Aku pernah, sekitar empat tahun lalu. Salah satu buku yang dari dalamnya aku bisa banyak mengambil pelajaran. Tapi, aku bukan mau mebahas isi buku itu lebih jauh tapi ada kalimat menarik dari buku yang bercerita tentang sesosok pria bernama Ray, yaitu:

"Kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi. Tak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melakasanakannya."

Kalimat itu terdengar begitu benar. Manusia sungguh hanya bisa merencanakan, berusaha mewujudkan, selebihnya sudah mutlak kuasa Allah. Seperti itulah yang terjadi pada kami, beberapa anak manusia yang merencanakan sebuah perjalanan. Beberapa anak manusia yang bernama Harry, Rizqi, Dhita, Ajik, Nurul, Ajeng, dan Zen. Kami merencanakan sebuah perjalanan, mendaki Gunung Api Purba, melihat matahari terbit dari puncaknya bersama-sama. Rencana semula, kami mestinya berkumpul di Jogja tanggal 14 Februari 2014 pada sore hari. Aku dan Zen seharusnya berangkat dari Magelang, Harry sama Dhita dari Solo, lainnya sudah stay di Jogja karena mereka emang udah masuk kuliah.

Tapi sungguh, manusia hanya bisa berencana. Kamis, 13 Februari 2014 sekitar pukul 22.00 Allah menghendaki Gunung Kelud yang terletak di Kediri, Jawa Timur meletus, “mengeluarkan beban beban berat yang dikandungnya”. Hingga Jumat dini harinya, hujan abu dari efek meletusnya Gunung Kelud sampai ke Solo, ke Jogja, ke Magelang, dan sekitarnya. Cukup tebal kawan, cukup menganggu. Hingga subuh itu, kami berkomunikasi lewat pesan singkat, memutuskan menunda perjalanan kami untuk mengejar matahari.

Beberapa teman sempet kecewa, apalagi Ajeng udah packing. Aku berusaha menghibur mereka bahwa pasti nanti ada waktu yang lebih tepat, yang lebih indah. Tapi, tidak sekarang, harus bersabar. Aku sendiri entah kenapa sudah punya firasat perjalanan hari itu bakalan batal, Harry juga demikian, dia ngerasa gak semangat buat berangkat. Jadi aku lebih siap dengan batalnya perjalanan kami. Ah, tertunda lebih tepatnya.

Keadaan Jogja memang ngeri waktu itu. Beberapa teman mengirimkan foto keadaan Jogja setelah hujan abu Gunung Kelud via pesan whatsapp, ada juga yang upload di Twitter. Keadaan diperparah dengan hujan yang tak kunjung datang. Debu vulkanik dimana-dimana. Mengerikan~ Aku bersyukur, kami belum jadi berangkat. Nggak bayangin kalau hujan abu itu terjadi pas kami di tengah pendakian misalnya. Ah iya kan? Pasti ada hikmah di balik semua peristiwa, pasti ada yang bisa disyukuri. Kudu “titen” kalau kata Ayahnya Harry.


Tugu Jogja ketika hujan abu akibat letusan Gunung Kelud 140214


Kampus Fisipol UGM ketika hujan abu akibat letusan Gunung Kelud 140214



…dan ketika Tuhan menghendaki sebuah kejadian terjadi, maka pasti terjadi

Sabtu, 8 Maret 2014
Kami memulai perjalanan itu. Sayang sekali minus Ajik dan Zen, karena mereka sedang punya kesibukan masing-masing :( 

Kami berangkat dari Jogja kota pukul 03.00 dini hari. Iya, sepagi itu demi mengejar matahari :DKatakanlah kami start dari Jalan Kaliurang KM 5. Sebenarnya diantara kami tidak ada yang tahu pasti jalan menuju obyek wisata Gunung Api Purba, hanya modal nekat sama semangat hahah. Aku cuma tahu sampai daerah Gunung Kidul, habis Polsek Patuk itu naik dikit ada plang arah menuju Gunung Api Purba. Iya, Cuma sampai situ selebihnya nggak tahu. Selepas dari plang itu kami sempat tersesat, untung nggak jauh. Kami balik lagi, berbekal insting kami mengikuti jalan yang minim penerangan, tapi cukup bagus jalannya. Sempat ragu sih bakal salah jalan... Ah bagai menemukan toilet saat kebelet pipis, lega banget waktu liat plang Selamat Datang di obyek wisata tersebut.
Sampai di pintu masuk gunung, kami parkir, beli tiket, dan memutuskan sholat subuh terlebih dahulu. Sekitar setengah lima baru kami mulai pendakian.

Trek yang harus ditempuh buat sampai puncak memang tidak terlalu tinggi, tapi lumayan menanjak dan ‘butuh perjuangan’. Jadi, aku sarankan kalian jangan pakai alas kaki yang bawahnya licin, mmm tapi aku pakai my beloved sandal Swallow biru aman kok :3 Nggak perlu takut tersesat meskipun tanpa pemandu, karena ada petunjuk jalan di sepanjang trek. Aku paling suka waktu melewati celah diantara dua batu besar heheh, rasanya kayak segolongan kaum yang hijrah ke negeri tetangga lewat celah misterius gitu hahah #lebay


Sunrise dari Puncak Utama Gunung Api Purba

Oh iyaa..jangan lupa slogan ini selama perjalanan >> "Take nothing but picture, leave nothing but footprints, kill nothing but time." :)

Sekitar empat puluh lima menit pendakian, sampai juga kami di puncak Gunung Api Purba. Ada sunrise-nya sih, tapi itu nggak se-spektakuler sunrise yang aku lihat di Selat Bali atau di Pantai Sanur beberapa tahun silam. Tapi, nggak kecewa-kecewa amat. Tetep seneng, pemandangannya bagussss njuk pengen lagi :3


Rombongan lain yang juga lagi 'Mengejar Matahari'

happy girl with her beloved sandal swallow biru~


Leren di salah satu pos dalam perjalanan turun
Selain ke Gunung Api Purba, kami juga sempat mampir ke Embung, sebuah Danau buatan yang tak jauh dari situ. Cuma sebentar. Why? Karena kami belum sarapan. Kami memutuskan sarapan di sekitaran Bukit Bintang.




mereka udah temenan sejak SMP,
sejak mereka partner-an jadi Sekretaris OSIS SMP hahah
happiness is more about journey than the destination

Begitulah, seringkali kata-kata adalah terbatas untuk menggambarkan sebuah perjalanan. Namun, bukankah sebuah perjalanan harus tetap dituliskan? Sebuah sejarah kawan, bahwa kita pernah melaluinya bersama :)





Hari itu terus bergulir..
dan terima kasih Tuhan, untuk sore yang hangat pada Sabtu delapan Maret dua ribu empat belas. I love that kind of afternoon~ So lovely and beautiful!


 Krapyak, YK. 30 Maret 2014
baru sempet nulis sekarang..

March 30, 2014 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • Variety Show Traveler: I Wanna Travel Like That
    Jika kalian suka jalan-jalan atau traveling ala-ala backpacker, variety show (VS) Traveler mungkin bisa jadi tontonan yang menyenangkan....
  • Reunian Teman Kuliah (MKP 2012)
    Hari pertama di tahun 2018 ini saya mulai dengan berkondangan ke Kebumen, mendatangi pernikahan salah seorang teman kuliah bernama Ela. San...
  • (no title)
    ...cause I want to live and not just survive... :) that's why I can't love you in the dark...
  • Dreiundzwanzig
    Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan bertemu penghujung tahun lagi. Diberi kesempatan untuk kembali melihat aktivitas saya setahun t...
  • Perkara Memasak
    Seminggu lebih berlalu setelah Hari Raya Idul Adha dan baru hari ini saya sempat memasak daging kurban. Tak lain, adalah karena pada Hari R...
  • Kondangan (Lagi)
    Jika di tahun 2015-2016 adalah masa saya mendatangi sidang skripsi atau wisudaan teman-teman saya, hingga akhirnya saya sendiri yang sidang...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • Learn to Say No
    Sometimes, it's okay to say no. Kalau kita udah tahu bahwa sesuatu itu sekiranya bakal bikin kita nggak nyaman, nggak bahagia, ...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose