twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

The saddest thing about nonton K-Drama adalah ketika kamu nggak ada temen buat membahasnya. Apalagi kalau genre drama yang kamu suka adalah sageuk, yang nggak umum disukai orang. Maka, pelampiasan terbaik adalah menuliskannya. Hope someone out there who has the same interest would understand how much you love it hahaha.

preview drama mr. sunshine
(sumber gambar)


Mr. Sunshine bukanlah drama yang saya tunggu-tunggu kedatangannya, seperti Asadal Chronicles yang bakal dibintangi Song Jong Ki dan Kim Ji Won. Meski saya nge-follow akun-akun K-Drama dan beberapa kali melihat unggahan tentang Mr.Sunshine dari jaman sebelum tayang, saya tidak terlalu antusias kala itu. Baru ketika akun-akun itu menceritakan betapa mempesonanya episode awal Mr. Sunshine, saya jadi penasaran. Saya berhasil mendapatkan episode 1-4 setelah drama tayang dua minggu...dan ya, saya terkesan dan memutuskan mengikuti drama on-going satu ini. Well, sebagai newbie di dunia Hallyu, saya buka tipe yang mengikuti drama on-going, saya lebih sering nonton drama yang udah tayang dari jaman kapan. Mr. Sunshine datang ketika saya mencoba nonton Why Secretary Kim, namun episode awal sudah bikin saya jengah dan silauuuu dengan pesona Mbak Park Min Young. Saya juga mencoba nonton Lawless Lawyer gara-gara suka sama suaranya Seo Ye Ji, tapi juga bosan di tengah jalan. Maka Mr. Sunshine hadir memberikan warna berbeda.



Dua episode pertama sudah luarrr biasaaa. Saya suka dengan dialog-dialognya yang sungguh dramatis hahaha. Apalagi didukung dengan musik latar yang pas, atau kadang hening sama sekali, menekankan tatapan mata para pemain dan kekuatan dialognya. Latar lokasinya juga keren, sageuk drama yang nggak jadul-jadul amat karena udah nggak murni jaman kerajaan, tapi udah memasuki masa Ekspedisi Amerika ke Joseon. Jadi, udah ada sentuhan peradaban Western bahkan percampuran budaya Jepang juga di Joseon. Perpaduan kostum yang sering ditemui di drama kolosal Korea dan period movie dari Barat. Suka! Setelah lihat dua episode awal, barulah saya cari tahu lebih banyak tentang drama ini, mulai dari liat trailernya, penulisnya, aktornya sampai ke soundtrack-nya.


Ekspresi excited sama Mr. Sunshine (sumber gambar).



Alur dan Latar Cerita



Latar cerita Mr.Sunshine adalah pada era Joseon akhir di masa kemimpinan Raja Gojong (sekitar tahun 1870-an), ketika Amerika datang ke Joseon (dikenal dengan Ekspedisi Amerika/Shingmiyangyo). Saat itu udah ada juga tentara-tentara Jepang yang menetap di Joseon (kurang tahu yaa dalam rangka apa, mungkin perang Jepang atau apa). Nah, ceritanya ada seorang budak yang karena peliknya hidup, ia harus meninggalkan Joseon ketika berusia sembilan tahun. Budak ini ikut seorang warga Amerika ke Negeri Paman Sam dan ketika dewasa bergabung dengan US Marine Army, dialah Choi Yu Jin a.k.a Eugene Choi, sang pemeran utama. Tiga puluh tahun kemudian, Eugene ditugaskan ke Joseon dalam rangka Ekspedisi Amerika. Takdir mempertemukan budak yang menyimpan dendam pada Joseon dengan seorang gadis pejuang bernama Go Ae Shin, dan...yha tentu saja doi jatuh cinta sama cucu bangsawan yang rupawan dan mahir nembak itu.


Kim Tae Ri sebagai Go Ae Shin (sumber gambar).


Ternyata mewujudkan love gak gampang, yorobun. Gak cuma Eugene yang memendam rasa ke Ae Shin. Ada seorang jagal yang tumbuh besar di Jepang dan jadi ksatria pedang bernama Go Dong Mae yang juga kepincut sama Ae Shin karena dulu pernah ditolong waktu kecil. Ada juga anak bangsawan bernama Hee Sung yang ternyata udah ditunangkan sama Ae Shin. Nah, loh...saingannya sama tunangan orang. Tapi, selama janur kuning belum melengkung, masih bisa laah ya diperjuangkan hahaha. Yha, ketebak laah nanti drama bakal muter-muter di love story empat orang itu, tapi so far nggak ngebosenin. Karena masing-masing oppa ini punya karakter unik yang minta disayang banget. Jadi, netizen udah rame tuh nge-ship DongMae-AeShin, YuJin-AeShin, dan HeeSung-AeShin. Kalian nge-ship siapa dong?

Tapi, Mr.Sunshine nggak cuma fokus ke love story. Ada juga dibahas balas dendamnya Eugene ke keluarga bangsawan yang dulu membunuh orang tuanya, Dong Mae yang abu-abu...antara kerja buat Jepang atau buat Joseon, dan perjuangan Ae Shin dan organisasi pergerakannya demi kemerdekaan Joseon. Tapi, kisah ini terlalu kompleks buat dibahas satu-satu di tulisan ini hehehe.


Screenwriter

Screenwriter Mr.Sunshine bernama Kim Eun Suk. Ibu Kim tak lain adalah penulis drama hitz Goblin dan Desecendants of The Sun (DoTS). Di dua drama sebelumnya, Ibu Kim berkolaborasi sama sutradara Lee Eung Bok dan lewat Mr.Sunshine, mereka kerja bareng lagi. Saya udah nonton Goblin dan Desecendants of The Sun. Namun, saya kurang suka sama Goblin karena genre-nya fantasi, sementara DoTS...saya lebih tertarik kisah cinta second lead couple Sersan Seo dan Letnan Yoon daripada dua tokoh utamanya, meski tak dipungkiri saya menyukai chemistry SongSongCouple di kehidupan nyata. DoTS juga bikin lelah karena pindah dari adegan happy ke sedih atau menegangkan tuh cepet banget dan endingnya hiks...kenapa hidup lagi yaak? Kan wagu hahaha.

Ibu screenwriter: Kim Eun Suk.

Oke, balik ke Ibu Kim Eun Suk dan Mr.Sunshine, saya hendak mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada engkau wahai Ibu Kim. Terima kasih telah menulis dialog-dialog dramatis di drama ini.  Kalau ada drama macam Reply 1988 menyajikan dialog yang kita temui di daily activities, Mr.Sunshine ini dialognya nggak biasa banget.....but I’m perfectly okay with that! Kalau mau lihat contoh dialognya coba klik di sini abis itu, masih ada ini geli nggak tuh hahah. Ini bakal jadi lines yang nggak terlupa dari Mr.Sunshine.


Pemeran

Mr.Sunshine nggak cuma tayang di TV Korea tvN tapi juga internationally broadcasted by Netflix, maka nggak heran dong kalo pemeran utama pria-nya adalah aktor kawakan yang udah wira-wiri di film-film Hollywood macam G.I. Joe: Retaliation, Terminator Genisys, The Magnificent Seven, dll. yaitu pakde Lee Byung Hun. Nggak ragu lagi, Lee Byung Hun ini aktingnya luar biasa lewat ekspresi mata aja emosinya udah bicara dan of course, he speaks English well. Sempet ada gosip yang beredar kalau buat maen drama ini, pakde dibayar dua miliar rupiah per episode dan total ada 24 episode. Tinggal kalikan aja jumlah bayarannya, wahai sobat misqin~ Drama kelar, bisa tuh Pakde nyalon Bupati Magelang. But...wait apakah kalian memahami kalau dua tahun lagi, Pakde Byung Hun berusia 50 tahun? Benar-benar sosok sugar daddy laah yaa hahahaha.

drama recommended 2018
Lee Byung Hun sebagai Eugene Choi (sumber gambar).
Sementara pemeran utama wanita yang jadi lawan main Pakde adalah Kim Tae Ri. Kalo saya baca sih, Mbak Tae Ri emang belum banyak main drama atau film, tapi doi sempet menang penghargaan Best New Actress di Blue Dragon Film Awards 2016 dan Busan Film Critics Awards 2016, juga meraih Best Newcomer di Asian Film Awards 2017 berkat perannya di film The Handmaiden. Dalam sebuah wawancara, Lee Byung Hun menyebutkan kalau ia terpesona sama aktingnya Kim Tae Ri. Menurutku sih, beda usia 20 tahun nggak jadi halangan buat Kim Tae Ri, si Mbak ini tetep berhasil mengimbangi Pakde dengan apik. Btw, banyak netizen yg gak setuju dg selisih usia 20 tahun antara Byung Hun dan Tae Ri, tapi saya adalah golongan netizen yang...yaudahlah, namanya juga drama. Dilihat aja sebagai karakter Eugene dan Ae Shin.

Dua cowok lain di drama ini adalah Yoo Yeon Seok sebagai Go Dong Mae dan Byun Yoo Han sebagai Hee Sung. Saya belum pernah lihat dramanya Om Yeon Seok sih, tapi saya suka dengan tampilan karakter Dong Mae yang dimainkannya, hairstyle dan kumisnya, naneun jhoa! Dong Mae banyak kebagian peran dengan dialog Japanese di drama. Sementara Mas Yo Han adalah yang bikin saya jatuh cinta lewat perang Lee Bang Ji di Six Flying Dragons, yang kalo kata seorang blogger sih: "duduk-duduk di pojokan aja doi keren" hahaha. Kalau pada era awal Joseon dalam Six Flying Dragons si Mas Yo Han jadi pendekar pedang, maka pada era akhir Joseon dalam drama ini dia bereinkarnasi jadi playboy yang bapak dan kakeknya suka kejam sama orang. Meski hubungan Eugene, Dong Mae, dan Hee Sung ini ngeri-ngeri sedap, tapi bromance diantara ketiganya pasti bakal dinanti kok.

gun, glory, sad ending
Byun Yo Han sebagai Kim Hee Sung, OMG he's so damn hot!! (sumber gambar)

Kim Min Jung sebagai Kudo Hina dan Yoo Yeon Seok sebagai Go Dong Mae (sumber gambar).
Ada satu lagi mbak-mbak bernama Kudo Hina yang diperankan oleh Kim Min Jung. Disini, dia menjadi pemilik Glory Hotel, warisan mendiang suami yang berkewarganegaraan Jepang. Kudo Hina adalah sahabatnya Dong Mae, tapi yaa gitu...sahabat yg peluk-peluk. Hmmm... persahabatan emang kadang membingungkan. Di sisi lain dia juga ngefans sama Eugene. Dia banyak berperan menghubungkan keempat aktor yang saya sebutkan sebelumnya.

Selain empat orang karakter-karakter itu, ibu Kim Eun Suk dan sutradara juga menghadirkan wajah-wajah yang sudah pernah bekerjasama dengan mereka di drama-drama sebelumnya yang bakal tampil mengerikan atau juga menghibur. Jangan lupa, Sersan Seo (Jin Goo) dan Letnan Yoon (Kim Ji Won) dari Descendants of The Sun bakal juga jadi cameo sebagai orangtuanya Go Ae Shin di Mr.Sunhine. Dua manusia itu sudah muncul di episode pertama.

Kim Ji Won dan Jin Goo, jadi cameo di episode perdana Mr.Sunshine (sumber gambar).


Sinematografi

Satu kata buat tim sinematografi Mr.Sunshine: DAEBAK!! Kayak sinematografi berperan penting untuk menciptakan suasana jadul dari Joseon, dan they did it well. Kuliatin deh foto before-after-nya drama ini, dari proses pembuatannya dan yang tertampang di drama. Bener-bener deh, bikin nonton drama serasa nonton film hahaha. Yha gimana nggak gitu kalo budget produksinya aja hampir empat ratus miliar, hampir setara kekayaannya Pak Sandiaga Uno dan dipake cuma buat bikin satu drama doang. Wajib dong hukumnya drama ini memukau. Semoga di acara penghargaan-penghargaan insan kreatif nanti, mereka bisa menang buat kategori ini. Atau mungkin dramanya sekalian dapat daesang hahaha.

Before-After CGI (sumber gambar)

Before-After CGI (sumber gambar).

Gimana? Cantik kaan?? Hiks :" (sumber gambar).

(sumber gambar)


Soundtrack

Saya baru nonton delapan episode Mr.Sunshine, dan sudah ada enamsoundtrack yang dihadirkan, namun yang paling memukai saya adalah suara Park Hyo Shin Oppa membawakan lagu The Day dan Elaine dengan lagu Sad March-nya. Coba temukan lagi, soundtrack apa lagi yang menarik dari drama ini :D


Akhir pekan ini, Mr.Sunshine bakal memasuki episode 11-12 yang artinya udah setengah jalan. Saya nggak mau menebak-nebak jalan ceritanya sih, just let it be. Tapi semoga gak ada yang mati terus hidup lagi kayak DoTS, itu terlalu maksa haha. Rating drama ini juga menjanjikan sih, udah ngalahin Why Secretary Kim yang rating tertingginya 8,665% sementara Mr.Sunshine sejauh ini rating tertingginya 13,534%, selisih hampir 5%.
So, if you love watching K-Drama or simply want something good to entertain you, watch this drama! I promise you’ll never regret :D
Atau minimal nonton trailernya dulu deh, trailer yang berhasil meraih satu juta penonton di minggu pertama rilisnya.
Klik sini kalau mau liat trailernya!

August 11, 2018 5 comments
Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seondeok pun menyisipkan kisah cinta diantara percaturan politik, perbutan tahta, dan peperangan. Kisah cinta utama yang disorot dalam QSD adalah antara tokoh utama, Deokman dengan Yushin, dan selanjutnya Deokman dengan Bidam. Mungkin karena berlatar di era Silla, kisah cinta tiga orang itu digambarkan manis and soo deep, tapi tidak berlebihan.

DEOKMAN & KIM YU SHIN
Kim Yu Shin adalah hwarang yang memimpin para nangdo dan Deokman menjadi salah satu nangdonya. Saat awal mereka bertemu, Deokman masih dalam penyamaran sebagai laki-laki. Lama kelamaan, Yu Shin mengetahui kalau Deokman sesungguhnya adalah seorang wanita. Witing tresno jalaran saka kulino, sering memimpin 'latihan militer' untuk Deokman dan nangdo lainnya, slow but sure, Yu Shin jatuh hati pada Deokman yang ceria dan gigih. Meskipun kadang memberi menu latihan militer yang keras untuk Deokman, Yu Shin sebenarnya selalu berusaha melindungi Deokman, apalagi ketika mereka sedang berada di medan perang.

Kim Yu Shin dan Deokman dalam salah satu adegan saat pelarian.
(pic source).
Ketika Mishil sang bangsawan jahat mengetahui jati diri Deokman yang sesungguhnya, yaitu bahwa Deokman adalah seorang wanita yang merupakan anak Raja Jinpyeong yang dibuang, Mishil ingin menangkap Deokman. Mendengar rencana jahat itu, Deokman lari istana dibantu Kim Yu Shin. Perasaan cinta kedua makhluk ini mulai ditunjukkan secara gamblang dalam masa-masa pelarian. Deokman bertanya kepada Yu Shin tentang apa yang membuat Yu Shin rela berjuang membantu Deokman kabur, padahal nyawa bisa jadi taruhannya. Alasan yang dikemukakan Yu Shin saat itu bagi Deokman terlalu mengada-ada, lalu Deokman to the point ke pertanyaan: "Apakah kamu membantuku karena kamu mencintaiku? Itu tidak mungkin kan?" lalu Deokman pergi setelah mengucapkan kalimat itu, tapi Yu Shin menahannya dan mengatakan: "Aku tidak pernah mengatakan aku tidak mencintaimu." Helah, Mas Yu Shin bikin para pemirsa jadi shy shy aja nih. Eh, tapi Deokman sempet bilang kalau "Semua dianggap teman, para nangdo lain dan Kim Yu Shin hanyalah sebatas teman buat Deokman." Duh, Mbak...I smell another bullshit here wkwkwk. Biasanya yang bilang kek gitu lama-lama bakal jatuh cinta loh sama temennya itu. Ye kan? Akhirnya Deokman nyadar juga kan kalo deep inside doi naksir Yu Shin ahelah, kayak anak kecil wae lho wkwk.

Dalam pelarian itu pula, Yu Shin menawarkan kepada Deokman untuk kabur aja dari Silla dan kembali hidup ke Gurun Taklamakan. Lari dari segala prahara di Silla, kembali hidup jauh dari keluarga (Raja Jinpyeong, Ratu Maya, dan Putri Cheonmyeong), lepas dari penyamaran sebagai pria, dan hidup bahagia sebagai wanita...bersama Yu Shin. Awalnya, Deokman menyetujui rencana itu, namun terbunuhnya Cheonmyeong di tangan seorang pasukan Mishil membuat Deokman ingin balas dendam dengan  cara menjadi yeowang (female king). Menjadi Yeowang berarti ia harus mendedikasikan hidupnya pada rakyat Silla dan mengesampingkan perasaan sebagai wanita. Ia bahkan memilih untuk tidak menikah demi menghindari konflik politik. Di saat Deokman memilih tahta dan mengurungkan niat untuk kabur bersama Yu Shin ke gurun itu, Yu Shin pun memilih mendukung Deokman dan menjadi orang yang bakal selalu bisa Deokman andalkan. OMG! This scene make me cry a lot.

This dialogue (pic source).
(pic source)
Ini nemu di blog orang tapi lupa alamatnya apa :(( Maafkan.
But thanks for you who write this.


Cinta Yu Shin dan Deokman lebih banyak digambarkan lewat tindakan atau percakapan-percakapan yang mengena. Misalnya ketika Yu Shin bertarung mati-matian untuk menjadi Komandan Hwarang (Pongwolju), karena hanya dengan cara memperoleh kekuasaan pongwolju itulah, Yu Shin bisa membantu Deokman mewujudkan cita-citanya. Yu Shin juga memimpin pasukan-pasukan untuk berperang melawan Baekje dan Goguryeo agar Silla tak kehilangan wilayahnya. Bahkan ketika ia dijebak Bidam dan dijebloskan ke penjara, ia tetap merancang strategi perang untuk menyelamatkan Silla. Ia rela segala kekuasaan atau idenya diambil Bidam, asal Silla selamat. Kebayang kan? Betapa itu adalah cinta yang level embuh meski tak bisa memiliki. Jangan harap akan menemukan banyak kontak fisik berlebihan pada cinta mereka. Tidak. Cinta Yu Shin dan Deokman adalah cinta yang bisa Anda rasakan ketulusannya meski tidak ditunjukkan secara gamblang. Kalau biasanya saya kena sindrom pada love story-nya second lead, kali ini saya lebih suka dengan jenis cintanya Yu Shin - Deokman.

Ketulusan, kesetiaan, dan kompetensi yang dimiliki Yu Shin dikagumi oleh Mishil dan sang tokoh antagonis ingin Yu Shin menjadi anak buahnya. Mishil mengancam pengungsi Gaya (Kim Yu Shin adalah keturunan Kerajaan Gaya yang sudah runtuh) yang berada di Silla agar Yu Shin mau bergabung dengan Mishil, tapi Kim Yu Shin menolak. Ia berlutut di hadapan Mishil, memohon agar Mishil menyelamatkan pengungsi Gaya dan merelakan dirinya tetap melayani Deokman. Mishil mengizinkan dengan satu syarat: Kim Yu Shin harus menikahi keponakan Mishil. Jaman dulu mah emang gitu, segala pernikahan untuk menguatkan kekuasaan semata. Yes, Yu Shin is kinda person who swallowing his pride for something called love. Gengsinya doi nggak lebih gede dari perasaan cintanya. Karena itu memang satu-satunya cara, menikahlah Yu Shin dengan keponakan Mishil. Betapa perih hati Deokman mendengarnya, namun di sisi lain, Deokman tetap menyadari bahwa meski Yu Shin menikah dengan wanita lain, hati Yu Shin tetap untuk Deokman seorang. This is so crazy and painful. Aku jadi inget sebuat kuwots berikut ini:

Ngeri, tapi bisa jadi begitulah realitanya (pic source).
Adegan percakapan Deokman dan Yu Shin sebelum Deokman meninggal (pic source).
Dan lagi, setelah Bidam yang sempat ingin dinikahi Deokman meninggal, sebuah percakapan terjadi antara Yu Shin dan Deokman menjelang akhir hayat Deokman. Inti percakapan itu adalah: "Yu Shin, dulu kita sempet mau kabur dari Silla kan? Tapi nggak jadi. Gimana kalau sekarang kita kabur aja?" What the h*ll, ini ratu padahal yaa udah sempet mau nikah sama Bidam dan tau kalo Yu Shin punya istri eh tetep aja yaa, deep inside hati tak bisa dibohongi. Entah kenapa cinta mereka ini begitu menyentuh hati saya.... That person who you can always trust and rely on~


DEOKMAN & BIDAM
Kalau cinta Yu Shin dan Deokman digambarkan dewasa, saling memahami, dan berlandaskan rasa percaya. Lain halnya dengan Bidam dan Deokman. Keduanya bertemu dalam masa pelarian dari Mishil dimana Bidam yang seorang pendekar pedang membantu Yu Shin melindungi Deokman. Benih-benih cinta mulai tumbuh dalam hati Bidam lewat percakapan-percakapan kecil dengan Deokman. Kalau kata guru pedangnya Bidam sih, Deokman itu berhasil mengeluarkan rasa kasih sayang dalam diri Bidam yang selama ini seolah tertutup rapat.

Awal pertemuan Bidam dengan Deokman (pic source).
Jika Yu Shin nggak pernah melakukan hal-hal cheesy sekehendak hati, maka Bidam adalah orang yang impulsively bakal menuruti kata hatinya. Ada tuh adegan dimana Bidam ngasih bunga ke Deokman yang bikin Deokman tersipu malu. Bidam nggak segan-segan melempar humor lucu kalau Deokman sedih, karena ia ingin lihat Deokman tersenyum. Di saat Deokman menyandang gelar gungju dan orang-orang berbicara sopan padanya, Bidam memilih tetep bicara santai layaknya teman kepada Deokman. Kalau Deokman lagi ragu atau khawatir dengan keputusan yang diambilnya, Bidam ini nggak ragu buat genggam tangan Deokman untuk menguatkan. Bidam tidak melihat orang yang dicintainya sebagai Ratu Silla melainkan seorang wanita bernama Deokman. Dan sikap inilah yang perlahan membuat Deokman jatuh hati.

Sebuah adegan antara Bidam dengan Deokman (pic source).
Sayangnya, Bidam ternyata merupakan anaknya Mishil alias rival politiknya Deokman. Inilah yang sering bikin Bidam galau, dia takut kalau Deokman tahu doi anaknya Mishil nanti bakal dijauhin. Dia juga gak bisa sepenuhnya mendukung Deokman, karena itu berarti melawan ibunya (yang telah menelantarkannya dan bahkan nggak mengakui Bidam sebagai anak hingga akhir hayat). Dalam hati Bidam yang terdalam, dia hanyalah seorang anak yang rindu kasih sayang ibunya tapi juga mencintai wanita yang ingin dijadikan kekasih hatinya. Namun, anxiety Bidam lama-lama makin memuncak, dia khawatir kalau-kalau Deokman suatu saat bakal membunuhnya. Bidam juga cemburu dengan kepercayaan yang diberikan Deokman pada Kim Yu Shin. Bahkan, meski jabatan-jabatan tertinggi negara diberikan Deokman pada Bidam, ia tetap merasa Deokman tak mempercayainya.

Mishil menyindir sifat Bidam (pic source).
Bidam selalu mencari cara agar Deokman melihatnya, dia selalu butuh approval dari Deokman atas segala pencapaiannya. Beragam cara dilakukan Bidam buat caper ke Deokman, mulai dari nangkepin koruptor, memenjarakan Yu Shin yang dituduh memberontak, bahkan membujuk Mishil agar bersedia menyerah kepada Deokman (dan bisa dibilang berhasil). Lama-lama Bidam caper level: pengen jadi raja biar tampak nasionalis dan patut dicintai. Padahal tuh ya, tanpa harus kakean polah, Deokman udah selalu percaya sama Bidam...sampai akhir. Deokman tahu kalau Bidam berusaha melemahkan Yu Shin, mengincar tahta, dsb...tapi dia selalu berusaha positive thinking, bahwa Bidam sebenernya nggak bermaksud jahat. Mungkin ada salah paham aja diantara mereka. Tapi Bidam sebaliknya, dia mudah dihasut orang lain untuk menjatuhkan Deokman, dia mudah kemakan omongan tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi ke Deokman. Aih, Mas Bidam yang terhormat, komunikasi itu pentin dalam cinta. Orang yang sering komunikasi aja bisa berakhir nggantung, apalagi kalau komunikasinya kurang sip.

Di tengah semua kejahatan (yang seolah tanpa sadar dilakukan) Bidam, ia masih sering mengunjungi Deokman, menanyakan kesehatannya, menghiburnya, mengkhawatirkannya. Disini Deokman seneng, ketika semua orang melihat dia sebagai Ratu yang didewakan, Bidam selalu melihatnya sebagai manusia. Mereka pun memutuskan menikah. Mendengar kabar itu, Yu Shin sedih oh ternyata tapi ia tetep mendukung pernikahan Deokman dan Bidam, karena dengan begitu ia lega bahwa Deokman akan mendapatkan sandaran hatinya, dan itu adalah Bidam yang begitu dikenalnya. Nah, ini agak bingungin sih...kayak di hati Deokman itu ada dua orang gitu. Cintanya terbagi, buat Yu Shin di sisi terdalam hati dan direlakannya plus buat Bidam yang disayanginya. Memang yha Mbak Deokman, realita cinnta kadang memang sepelik itu ahahaha.

Ini mereka berdua udah tukar cincin gitu ceritanya (pic source).
Sebelum menikah, Bidam dan Deokman bertukar perjanjian atas inisiatif Bidam. Isi perjanjian itu adalah bahwa Bidam akan menyerahkan segala jabatan politiknya saat ia menikahi Deokman kelak. Yah, namanya orang kasmaran emang suka seenaknya bikin janji, yang pastinya bakal dilanggar sendiri. Sounds familiar kan pemirsaa? Yes, karena terpengaruh omongan bawahannya, boro-boro turun dari jabatannya, Bidam malah menyusun pasukan buat mengkudeta Deokman. Seperti yang sudah saya tulis di artikel-artikel sebelumnya, Bidam ini kasihan, doi butuh psikiater buat nolong kesehatan emosionalnya tapi waktu itu belum ada profesi psikiater huhu.

Deokman tuh ya dalam hati sebenernya berniat bahwa dia bakal turun tahta dan hidup normal sebagai orang biasa setelah menikahi Bidam. Janji Deokman ini nggak sempet ia ucapkan kepada Bidam, karena Bidam keburu berbalik melancarkan aksi kudeta. Akhirnya Deokman sebagai Ratu nggak punya pilihan lain, pemberontak di Silla, siapapun itu harus dihukum mati. Maka ia memerintahkan Kim Yu Shin untuk menumpas pemberontakan dan membunuh Bidam sekaligus pengikut-pengikutnya. Dalam kondisi terdesak pasukan Yu Shin dan jelas-jelas udah kalah, Bidam ngotot ketemu ratu. Dengan kemampuan bela dirinya, ia meringsek masuk melewati blokade pengawal kerajaan. Tentu saja, pemberontak nggak boleh ketemu ratu. Akhirnya, di hadapan Sang Ratu, Kim Yu Shin menghunuskan pedang pada Bidam. Di hadapan wanita yang dicintainya, Bidam tumbang dan menghembuskan nafas terakhirnya. Doekman yang dalam hati masih cinta sama Bidam pun pingsan di lokasi karena tak kuat menahan sedih. Namun, sebagai ratu ia tak punya pilihan lain.

Bidam di hari pemberontakannya (pic source).
Itulah akhir hidup Bidam, he has no glory at all. Sejarah mengenangnya sebagai pemberontak, pun ia tak berhasil menikahi gadis yang dicintainya dan tak berhasil menjadi Raja Silla. Kalau biasanya kisah cinta second lead itu bikin nyesek nggak karuan, kali ini saya tidak. Saya sudah gemes sama inkonsistensi Bidam dari awal. Apa yang dilakukan Bidam juga banyak didasari pamrih yang justru membuat ia tak memperoleh apa-apa. Di sisi lain, saya kasihan juga sama sosok Bidam yang bisa dibilang sejak kecil nggak bahagia dan nggak mendapat kasih sayang sepenuh hati dari siapapun. 
April 08, 2018 9 comments
The Great Queen Seondeok adalah sebuah drama yang dibuat berdasarkan sejarah tapi dengan menyisipkan tokoh dan cerita fiksi di dalamnya. Tentu saja banyak sekali perbedaan antara kisah yang ditayangkan dalam drama dengan kejadian sebenarnya yang tercatat dalam sejarah. Saya menemukan artikel menarik yang membahas perebedaan itu dan saya jadikan sumber utama dalam menuli ini. Setelah menonton film dan membaca artikel tersebut, saya jadi lebih mudah memahami sejarah Korea, khususnya pada era Kerajaan Silla. Ya, bayangkan aja dalam enam puluh dua episode, QSD menceritakan empat era pemimpin Silla (Raja Jinheung, Raja Jinji, Raja Jinpyeong, Ratu Deokman) jadi yaa...bisa sekalian banyak belajar sejarah kan hehe. Yasudah, ini nih perbedaan cerita dalam drama vs real history-nya:

Real painting of Queen Seondeok (pic source).
1. Putri Kembar
Dalam drama disebutkan bahwa ada ramalan yang menyatkan bahwa jika Ratu melahirkan putri kembar, maka pewaris tahta laki-laki akan berhenti dilahirkan. Lalu dari rahim Ratu Maya (istri Raja Jinheung) lahirlah putri kembar Cheonmyeong dan Deokman. Demi menutupi kelahiran anak kembar, Deokman dilarikan dari istana dan menghabiskan masa kecil di Gurun Taklamakan. Pada kenyataanya, tidak ada rekaman sejarah yang menyatakan bahwa keduanya kembar, melainkan adalah kakak beradik. Deokman juga tidak tumbuh besar di gurun melainkan di Seorabol (ibukota Silla). Selain itu, sebenarnya ada satu lagi putri Raja Jinpyeong yang terkenal yaitu Putri Sonhwa yang sama sekali tidak disinggung dalam drama (biar nggak terlalu kompleks kali ya).


2. Raja Jinpyeong yang Lemah
Drama-drama kolosal memang kerapkali menampilkan sosok raja yang meski cerdas dan berkeinginan kuat mensejahterakan rakyat, namun secara politik mereka lemah. Ini jugalah yang tampak pada Raja Jinpyeong dalam QSD. Raja Jinpyeong begitu powerless di bawah bayang-bayang Mishil. Kenyataannya, Raja Jinpyeong merupakan salah satu raja yang kuat selama 54 tahun era pemerintahannya. Bahkan disinyalir, Deokman bisa menjadi ratu juga karena kekuasaan ayah yang begitu besar. Mungkin Raja Jinpyeong sengaja diceritakan lemah agar bisa mendramatisir kemampuan Deokman yang lebih oke daripada ayahnya dalam hal melawan Mishil.


3. Ratu Seondeok Tidak Menikah
Hwarang Kim Yu Shin sempat terjebak friendzone dengan Deokman meski lama kelamaan cintanya berbalas. Lewat painful and deep conversation, kedua orang itu memutuskan untuk tidak bersama dalam ikatan pernikahan tapi tetap bekerja sama sebagai putri/ratu dan abdinya. (that famous dialougue by Yu Shin was: "I choose you, but you decide to choose the throne.") Yu Shin akhirnya menikah (demi sebuah alasan politis) dengan keponakan Mishil yang tentu saja break my heart and Deokman's heart. Selama menjadi ratu hingga akhir hayatnya, Deokman tidak menikah. Ia memutuskan mengabaikan perasaan sebagai wanita dan mendedikasikan hidupnya demi Silla semata. Namun, dalam catatan sejarah Hwarang Segi, Ratu Seondeok diperkirakan menikah dan memiliki tiga suami dimana salah satunya bahkan menjadi Sangdaedeung (semacam perdana menteri) demi memperkuat kekuasaannya.

Bidam - Deokman - Kim Yu Shin (pic source).
Kondisi Deokman yang dalam drama diceritakan nggak menikah mungkin adalah untuk memberikan efek kontras dengan rivalnya, Mishil yang dalam drama digambarkan memiliki tiga suami. Selain itu juga agar memungkinkan sang penulis menyisipkan kisah asmara Deokman dengan Bidam yang tentu saja tak terjadi di dunia nyata.


4. Makeup Hwarang
Ketika menuntut suatu perkara yang sangat penting kepada raja, para hwarang akan merias wajahnya, menyuarakan tuntutan di istana, dan biasanya diakhiri dengan aksi bunuh diri agar tuntutan dikabulkan. 'Ritual' itu dinamakan nanjang. Itulah yang diceritakan dalam drama, ada suatu adegan hwarang Alcheon merias wajah ketika menuntut penyelidikan kematian tragis Putri Cheonmyeong. Ia tau kalau Cheonmyeong dibunuh orang dari kubu Mishil, namun raja memutuskan bahwa kematian putrinya adalah murni kecelakaan. Alcheon sebagai pengawal sang putri tak terima dan ingin si pembunuh dihukum, maka ia melakukan nanjang.

Nanjang-nya hwarang Alcheon (pic source).
Sejarah tak pernah mencatat tentang adanya nanjang, namun hwarang memang dikisahkan merias wajah saat hendak perang. Sementara dalam drama, hwarang malah nggak merias wajah ketika perang. Merias wajah yang dimaksud adalah merias biar cantik gitu, bukan coreng-coreng buat penyamaran. Oh iya, selain itu, realitanya Cheonmyeong did not death tragically, dia hidup lama dan bahagia bersama suaminya.


5. Pertempuran Benteng Sokham
Pertempuran di Benteng Sokham antara pasukan Silla dengan Baekje menjadi peperangan pertama yang dilalui Deokman. Iya, doi literally terjun ke medang perang sebagai nangdo-nya Yu Shin. Pertempuran ini dipimpin oleh kaki tangan sekaligus suami Mishil, Jenderal Seolwon yang tak lain adalah Menteri Perang Silla. Di sini ditampakkan betapa Seolwon pandai merancang taktik perang untuk mengecoh dan menglahkan Baekje. Namun, yang sesungguhnya terjadi adalah Seolwon sudah meninggal ketika Sokham Fortress diserang Baekje dan Deokman sebagai gungju tentu saja tidak terjun ke medan perang.

Jenderal Seolwon (pic source).
6. Pemberontakan Bidam
Rasa tidak percaya kepada sosok yang dicinta telah menghancurkan pikiran Bidam. Ia memutuskan memberontak demi menjadi Raja, mencintai Silla, memiliki Deokman di sampingnya, dan dikenang sepanjang masa. Namun, akhirnya keserakahan itu menelannya, ia mati dalam pertempuran, dikenang sebagai pemberontak, dan tak bisa meraih cintanya. Itulah yang dilukiskan dalam drama. Sementara yang terjadi di dunia nyata tentu berbeda, Bidam memang pernah menjadi Perdana Menteri Silla dan memimpin pemberontakan terbesar yang pernah ada di Silla, namun alasan dibalik itu semua tak jelas. Ada yang menyatakan bahwa pemberontakan didasari ketidakrelaan Bidam karena selama kepemimpinan "female king", Silla terus menerus diserang Baekje dan Goguryeo. Bidam menganggap, invasi tetangga ini tidak teratasi karena wanita tidak kompeten memimpin. Ada pula yang menerangkan bahwa ketiadaan pewaris laki-laki setelah Seondeok, membuat Bidam yang menjabat PM semestinya naik tahta, bukan malah diwariskan kepada sepupu ratu yang juga seorang wanita (Queen Jindeok).

Bidam insecurity (pic source).
Dalam drama dijelaskan, bahwa setelah Bidam dibunuh Yu Shin dan pemberontakan berhasil dihentikan, Seondeok meninggal tiga hari setelahnya. Namun, sejarah mencatat Seondeok meninggal ketika pemberontakan berlangsung, dan Bidam meninggal beberapa hari setelahnya lewat sebuah eksekusi yang diperintahkan Ratu Jindeok (penerusnya Seondeok).


7. Kisah Terkenal
Sebuah catatan sejarah berjudul Samguk Yusa merekam sebuah kisah tentang Ratu Seondoek. Konon kisah ini terkenal dalam sejarah Korea. Dan dua kisah yang menggambarkan kepekaan Sang Ratu ini sama sekali tidak disinggung dalam drama.

Pertama: suatu hari Deokman menerima bingkisan dari Dinasti T'ang (China) yang berupa benih bunga dan lukisan tiga bunga berwarna merah, putih, dan ungu. Melihat lukisan itu, Deokman berkata bahwa benih bunga dari Dinasti T'ang tidak akan mimiliki aroma wangi. Ucapan itu terbukti ketika benih yang ditanam telah mekar. Saat ditanya, bagaimana ia bisa tahu  bahwa bunga tak beraroma sebelum melihat bibit tumbuh, Ratu Seondeok menjelaskan bahwa jika bibit itu wangi, mestinya ada kupu-kupu yang juga ditulis dalam lukisan yang dikirim. Selain itu, Ratu juga mengatakan bahwa hadiah itu sebenarnya adalah sindiran dari Dinasti T'ang karena dirinya tidak (atau mungkin belum) bersuami. Tiga bunga dalam lukisan juga dipercaya merupakan 'ramalan' Kaisar T'ai-tsung bahwa Silla kelak akan dipimpin tiga wanita dan ramalan itu terbukti benar karena selanjutnya, Silla dipimpin Seondeok, Jindeok, dan Chinseong.

Beautiful Lee Yo Won portrayed Deokman very well (pic source).
Kedua: pada musim dingin, para katak biasanya berhibernasi, namun suatu fenomena aneh terjadi di Silla, ketika musim dingin tiba, katak-katak di sebuah kolam dekat Gerbang Jade justru menampakkan diri dan berkotek selama kurang lebih tiga hari. Mendapat laporan tentang kejadian aneh itu, Ratu Seondeok tiba-tiba memerintahkan Hwarang Alcheon dan Piltan untuk membawa dua ribu pasukan ke sebuah lembah di arah barat Silla (dikenal dengan anam Women's Valley) dan mencari musuh yang bersembunyi di hutan. Ternyata, pasukan itu menemukan tentara Baekje yang hendak menyerang Silla sedang bersembunyi di hutan dan musuh berhasil dikalahkan.

Konon, Ratu Seondeok memahami hal itu dari mengintepretasikan fenomena alam. Katak yang berisik ia umpamakan para tentara yang marah, warna putih salju musim dingin menggambarkan arah barat (simbol astronomi mas itu), dan Gerbang Jade menggambarkan organ kewanitaan yang selanjutnya diasosiakan sebagai nama lembahnya. Yha gini nih hasilnya kalau orang sangat memahami tanda-tanda yang dikirimkan alam.

Ya, itulah beberapa perbedaan antara drama dan sejarah yang ada dalam The Great Queen Seondeok. Sebenernya, masih ada lagi beberapa perbedaan, tapi saya rasa sekian saja yang saya tuliskan. Semoga menambah pengetahuan dan menghibur  ya :D

Magelang | 08 April 2018 00:45 WIB
April 08, 2018 1 comments
Nonton K-Drama berjudul The Great Queen Seondeok (QSD) telah membuat saya begitu excited atau apalah perasaan ini namanya, saya kurang paham. Ini tuh jenis perasaan yang pernah muncul pas habis nonton Amigos jaman saya SD dulu. Jalan cerita yang disuguhkan di QSD begitu memukau saya daripada beberapa drama sejarah Korea yang pernah saya tonton sebelumnya. Terima kasih kepada Tante Kim Young Hyun dan Om Park Sang Yeon yang telah menyajikan alur cerita dan karakter-karakter sekeren ini.
Baca Tulisan Sebelumnya:
Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok
Drama kolosal sepanjang enam puluh dua episode memiliki banyak tokoh cerita, berikut ini saya akan menuliskan tokoh dalam drama QSD yang paling memikat hati saya. Btw, semua tokoh yang saya tulis ini ada di dunia nyata dan hidup pada era Kerajaan Silla, kecuali Wol Ya (I'm not so sure is he real or not). Tapi di dalam drama QSD tentu saja karakter tokohnya udah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ada beberapa hal yang beda dengan karakter aslinya (yaaa itu pasti sih). Nah, siapa saja tokoh yang telah merebut hati saya, monggo disimak:


Deokman a.k.a Queen Seondeok


Doekman diperankan oleh dua orang sebagai Doekman kecil (Nam Ji Hyun) dan Doekman dewasa (Lee Yo Woon). Saya sangat terpesona dengan kemampuan akting Nam Ji Hyun yang berhasil menunjukkan karakter Deokman kecil yang ceria, antusias belajar, tegas, dan pantang menyerah. Sungguh bocah (yang mungkin sekarang udah gede ini) main dengan sangat super di QSD.


Deokman adalah orang yang bersemangat meski dengan kisah hidup menyedihkan hahaha. Dia punya impian-impian besar yang didukung tekad kuat untuk mewujudkannya. Setiap menginginkan sesuatu, hampir selalu dia bilang, "bagaimanapun juga (akan meraih-nya)." Rival Deokman yaitu Mishil pun dalam hati kagum dengan impian-impian dan tekad si Doekman ini.

Dalam drama, Doekman dikisahkan tidak menikah demi menghindari konflik politik. Namun, di dunia nyata, konon Ratu Seondeok ini memiliki tiga orang suami. Balik ke drama, Doekman memilih hidup sebagai Ratu dan bukan sebagai wanita. Ia mengesampingkan perasaan cinta demi Silla. Meski demikian, jauh di lubuk hati, Deokman mencintai Kim Yu Shin, jenderal kepercayaannya. Deokman lebih memilih tahta daripada Yu Shin, dan sang panglima perang juga memilih mengabdi pada Ratu daripada menjadi suami. Namun, di akhir-akhir drama, Deokman justru melabuhkan hati pada Bidam, bahkan berniat menikahinya jika saja Bidam tidak melakukan pemberontakan.


Mishil




She is the best villain ever!! Dimainkan dengan cantik oleh Go Hyun Jung.  Mishil dulunya adalah Wonhwa (semacam militer wanita) yang berjuang bareng para hwarang dalam mempertahankan atau menaklukkan sejumlah wilayah Kerajaan Silla. Makanya Mishil juga punya rasa nasionalisme yang tinggi. Selain Wonhwa, Mishil juga merupakan selir raja-raja Silla. Tak hanya selir para raja, dia bahkan digambarkan melakukan poliandri dengan dua mantan rekan seper-hwarang-an. Zaman itu, poliandri adalah wajar-wajar saja. Dua orang suaminya yang non-raja inilah, yang kemudian menjadi dasar kekuatan politiknya, dimana yang satu ia jadikan Menteri Perang dan suami satunya dijadiin Perdana Menteri. Ditambah, doi memiliki adik yang merupakan Menteri Adat gitu. Memang Mishil ini 'arsitek' politik yang jago menempatkan orang di posisi strategis.

Sebagai politikus andal, Mishil selalu main cantik (sekaligus licik) untuk mendapatkan keinginannya, tentu saja dengan cara-cara yang nggak melanggar hukum Silla kala itu. Saking piawai-nya Deokman Gungju bahkan bilang kalau semakin banyak bertemu dan berbincang dengan lawan politiknya ini, dia akan semakin banyak belajar. Ketika Mishil meninggal pun, Deokman dalam hati berterima kasih karena ia memiliki musuh hebat yang membuatnya semakin kuat.


Yang khas dari sosok Mishil adalah senyum miringnya yang sinis, lebay, terkesan mendramatisir tapi menurut saya keren banget HAHAHAH. Lewat peran Mishil ini, aktris Gong Hyun Jung panen penghargaan di sekitar tahun  2009 itu bahkan meraih Daesang Award (semacam Grand Prize gitu kali ya).


Kim Yu Shin


He is my favorite! Kalau Deokman diibaratkan Tribhuana Tunggadewi, maka Kim Yu Shin ini semacam Patih Gadjah Mada gitu.  Dia ini keturunan bangsawan, Bapaknya dari Gaya (kerajaan kuno di Korea yang udah runtuh) dan ibunya adalah salah satu putri Raja Silla. Yu Shin adalah hwarang yang gigih, loyal, jujur, dan kompeten. Karakter itu membuat Putri Cheon Myeong percaya padanya, dan begitu pula Deokman. Mishil bahkan menginginkan Yu Shin buat jadi "orangnya", tapi Yu Shin tidak mau.

Kegigihan Yu Shin ini dibuktikan ketika kompetisi penentuan Pungwolju (komandan hwarang). Yu Shin benar-benar bertarung sepenuh hati dan sekuat tenaga melawan hwarang senior Chil Suk demi mendapatkan posisi Pungwolju. Bukan karena dia haus kekuasaan, tapi karena hanya dengan posisi itulah dia bisa membantu Deokman mewujudkan impiannya. Ketika akhirnya Yu Shin berhasil mengalahkan Chil Suk dengan pertarungan yang adil, hwarang-hwarang yang selama ini menjadi 'musuh'-nya bahkan sangat salut dengan semangat Yu Shin.

Posisi Yu Shin sebagai keturunan bangsawan Gaya seringkali 'menyulitkan' dirinya. Berkali-kali pengungsi Gaya (rakyat dari runtuhan kerajaan Gaya ini disebut pengungsi) diancam Mishil untuk menggoyahkan Yu Shin dan agar Yu Shin bersedia jadi pengikutnya. Tapi, Yu Shin lebih memilih mempertaruhkan harga dirinya dengan berlutut di hadapan Mishil memohon agar rakyat Gaya dan dirinya diselamatkan, dengan begitu ia bisa tetap menjadi "orangnya Deokman". Keberanian untuk melawan gengsi demi rakyat banyak inilah yang justru dipuji Munno (sang guru besar Hwarang).

Yu Shin juga merupakan penyusun siasat perang yang mumpuni. Dalam drama QSD, akan banyak disajikan peperangan yang dipimpin langsung oleh Kim Yu Shin. Aktor Uhm Tae Woong berhasil memerankan Yu Shin dengan sangat baik dan memberi kharisma pada sosok Yu Shin. Memang Kim Yu Shin ini bukan tampan rupawan gitu, but really in love with his character.


Bidam


Bidam muncul agak belakangan dalam drama. Waktu doi muncul dengan kemampuan pedanganya yang sangar sih, saya agak berekspektasi kalau si Bidam bakal jadi ksatria hebat dan saya selalu semangat setiap kali ada scene gelutnya Bidam. Tapi ternyata, Bidam ini kalau saya bilang sih bocah galau. Dia hidup dengan menuruti emosinya semata. Ini mungkin nggak lepas dari pengaruh masa kecilnya. Ya, dulu kan dia ditelantarkan Mishil dan Raja Jinji dari bayi kemudian dibesarkan oleh seorang guru hwarang bernama Munno. Munno sendiri karena mungkin belum pernah mengasuh anak dan karena Bidam bukan anaknya sendiri maka Bidam jadi kurang kasih sayang. Bidam menghabiskan hidupnya buat caper ke Munno kalo dirinya hebat, but still...Munno baru mau mengakui bahwa Bidam muridnya adalah di akhir hayat Munno. Sebagai anak, Mishil pun tetap tidak mengakui Bidam bahkan hingga akhir hayatnya. Hal itu mungkin memberi efek kurang baik ke kondisi mental Bidam. Sayangnya waktu itu belum ada campaign-nya Kate Middleton tentang pentingnya kesehatan mental.

Bidam cerdas dan apa adanya, tapi juga mengerikan apalagi kalau sudah marah. Dia mencintai Deokman sejak awal-awal mereka ketemu. Jadilah, dia sering melakukan sesuatu untuk Deokman dengan tujuan agar diakui Deokman. Bidam ini tukang seeking approval garis keras pokokmen. Dengan kecerdasan (dan kelicikan yang diturunkan Mishil) dia banyak membantu sekaligus menyulitkan Deokman.

Kim Nam Gil (yang awalnya saya kira Jang Hyuk Oppa) begitu bagus memerankan kepribadian Bidam yang labil. Saya bener-bener dapat merasakan kelabilan dan ke-isekyur-an Bidam dalam akting Kim Nam Gil.


Kim Chun Chu



Karakter ini diperankan oleh kawan sepantaran saya HAHAHA bernama Yoo Seung Hoo Oppa hahaha. Dia muncul di episode 34 kalo nggak salah. Awal munculnya doi udah bikin ngakak dengan polah tingkahnya. Jadi ceritanya, Kim Chun Chu adalah anak dari Princess Cheon Myeong yang dibesarkan jauh dari Gyerim (Korea) yaitu di Kerajaan Sui, tujuannya adalah untuk menghindarkan Chun Chu dari percaturan politik Silla. Doi balik ke Gyerim setelah ibuknya meninggal, dengan dijemput seorang Hwarang bernama Daenambo. Dia ini lemah, manja, dan nggak bisa berkuda sehingga Daenambo harus ekstra sabar menghadapi tuan mudanya. Adegan-adegan pas ini tuh sungguh mengocok perut saking lucunya hahaha.

Sampai di Silla, Chun Chu adalah anak yang malas belajar dan sukses bikin guru-gurunya ngelus dada plus geleng kepala, hingga akhirnya dia ketemu Bidam. Jadi, Chun Chu ketemu Bidam pas dia lagi nyobek2 bukunya Munno (buku itu penting banget ceritanya) dan kertasnya dilipat-lipat jadi kubus. Bidam jengkel banget dan amarah BIdam bikin Chun Chu takut. Ditungguin Bidam yang pegang pedang, dia disuruh membuka lipatan-lipatan yang dibuatnya dan menyusun kembali jadi buku. Meski tidak ditekankan di cerita-cerita selanjutnya, pada adegan inilah digambarkan kalau Chun Chu punya ingatan fotografi.

Di balik sosoknya yang kemayu dan lemah, ternyata Chun Chu juga piawai dalam dunia politik, cuma doi emang macak polos. Dia sangat cerdas dan visioner. Bahkan, dalam upayanya naik tahta, Chun Chu bukan berkubu dengan Deokman maupun dengan Mishil, melainkan bikin kubu baru yang tidak terduga dengan memanfaatkan Mishil dan menyeret salah satu 'orangnya' Deokman. Mishil sendiri bahkan tak sadar kalau dia dimanfaatkan. Jika Mishil dan Deokman lebih sering konfrontasi terang-terangan, Chun Chu memanfaatkan mulut manisnya untuk "menguasai" orang. Meski sempet ingin naik tahta melawan Deokman dan Mishil, pada akhirnya Chun Chu ini ikut ke kubu Deokman dan menjadi think-tank-nya Deokman dalam mengambil kebijakan. Kalau di dunia nyata, Kim Chun Chu ini kelak menjadi Raja Munmu dan Silla berhasil menyatukan tiga kerajaan yaa dibawah pimpinan Raja Munmu.

Yoo Seung Ho memerankan Chun Chu mungkin pas dia masih SMP atau awal masuk SMA kali ya. Di situ dia kelihatan soo young dan suaranya juga khas anak cowok lagi puber gitu. Pas banget memerankan tuan muda apalagi dengan senyum manisnya ehehe.

Hwarang Alcheon


Alcheon adalah hwarang yang lurus dan kaku yang hanya mau memberikan kesetiaannya kepada orang yang berbuat kebajikan #halah. Maka dilabuhkanlah kesetian dia untuk Deokman dan menjadi pengawal pribadi Deokman. Dia konsisten dari awal sampai akhir dan nggak ada perubahan berarti tentang kesetiannya. Kalau nanti kalian nonton, karakter ini pasti unik dan bikin gemes juga hahaha. Sebagai orang terdekat Deokman, dia adalah yang tau banyak tentang Deokman, bahkan hingga ke hal-hal yang seringkali Bidam sama Yu Shin belum sadari.

Oh iya, dalam drama disajikan hwarang yang ber-makeup beberapa kali dan salah satunya adalah scene Alcheon yang ber-makeup saat melakukan nanjang, yaitu upaya berani mati untuk menuntut suatu hal kepada Raja. Dalam sejarah aslinya, hwarang memang digambarkan merias wajah saat berperang, karena mereka ingin mati dalam kondisi terbaik. Tapi, nanjang ini nggak pernah dijelaskan dalam sejarah. Alcheon merias dirinya dan melakukan nanjang saat menuntut penyelidikan atas kematian Putri Cheon Myeong, tapi upayanya tidak berhasil mengubah pikiran Raja dan ia diselamatkan Deokman saat akan bunuh diri. So, enjoy the scene when Alcheon put maroon lipstick on her lips. He looks beautiful yet charming at the same time haha.

Sosok yang memerankan Alcheon ini namanya Lee Seung Hyo, saya sendiri nggak banyak menyaksikan beliau tampil di drama-drama lain. Cuma ngeh ya di QSD ini dan doi mainnya bagus kok.

Wol Ya


Meski bukan tokoh inti, Wol Ya (diperankan Joo Sang Wook) ini menarik perhatian saya karena doi ini yang paling...ehem bening di antara para hwarang hahahaha. Wol Ya ini adalah wangja (pangeran) dari runtuhan Kerajaan Gaya. Semula dia memimpin pasukan pemeberontak yang anggotanya adalah orang-orang Gaya, tapi Yu Shin sebagai sesama orang Gaya merangkulnya dan meminta organisasi pemberontak Gaya jangan diadain lagi. Sebagai gantinya, Yu Shin kasih Wol Ya dan pengikutnya tanah buat digarap. Yu Shin juga meminta agar Wol Ya dkk mempertahankan tradisi Gaya yang memadukan pertanian dengan militer dalam kehidupan sehari-hari. Wol Ya dan pasukannya ini selanjutnya memiliki andil besar dalam mendukung Deokman naik tahta.

Awalnya Wol Ya ini pun bertekad menjadikan Yu Shin raja agar nama orang Gaya terselamatkan, tapi Yu Shin tentu gak mau karena cita-citanya adalah membantu Deokman menyatukan tiga kerajaan di semenanjung Korea dalam Kerajaan Silla. Selanjutnya, perbedaan tujuan hidup ini sempet bikin Wol Ya dan Yu Shin crash. Tapi berhubung Wol Ya ini wangja jadi mungkin ada tuh pikiran mementingkan rakyat, maka Wol Ya memilih berdamai dengan Yu Shin demi kemaslahatan pengungsi Gaya. Nggak ada lagi pengungsi Gaya, yang ada hanyalah rakyat Silla karena para pengungsi ini "mendapat kewarganegaraan' dari Silla.



Yay, itu tadi deretan tokoh di QSD yang memikat hati saya. Kalau teman-teman kira-kira terpikat sama yang mana nih? Hihihi.


Maret 2018
April 03, 2018 1 comments
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • Jalan-Jalan ke Banyuwangi (1): Itinerary, Transportasi, dan Biaya
    Banyuwangi adalah sebuah tempat yang ingin saya kunjungi sejak sebelum KKN. Saya bahkan sudah menggali informasi dari teman kuliah yang sud...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (3): Pendakian Gunung Ijen
    Setelah puas menikmati pesona Taman Nasional Baluran di Situbondo (seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya), saya sholat kemudian ma...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • Sekilas tentang Departemen MKP Fisipol UGM
    Saya adalah mahasiswa semester delapan yang memiliki seorang adik yang tengah menempuh tahun terakhirnya di SMA, bulan-bulan ini ia tengah ...
  • Sulam Tangan dan Beragam Peralatannya
    Sekitar bulan April 2017, saya mencoba untuk membuat prakarya yang selama ini belum pernah saya coba, berupa hand-embroidery alias sulaman...
  • Yang Tidak Akan Terlupa (Pendakian Gunung Lawu)
    " Kita tak pernah tahu apa yang sedang menanti untuk terjadi,  tapi setidaknya kita bisa belajar dari apa yang telah terjadi  ag...
  • Jalan-jalan ke Banyuwangi (2): Bacpacker ke Baluran di Musim Hujan
    Setelah kemarin menulis tentang rincian teknis jalan-jalan ke Banyuwangi, kali ini saya hendak menuliskan cerita tentang tempat wisatanya. ...
  • "Kamu Bersama Orang yang Tepat, Rul"
    Kuliah Kerja Nyata, sebuah kegiatan wajib berbobot 3 SKS yang tidak akan pernah terlupa. Official cocard KKN-PPM UGM 2015 at SMP N ...
  • Pesona Warna dan Kata di Museum Kata Andrea Hirata
    Laskar Pelangi , sebuah novel fenomenal peraih best-seller di Indonesia dan diterbitkan pula dalam berbagai bahasa di berbagai negara adal...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Drama vs Realita
    The Great Queen Seondeok adalah sebuah drama yang dibuat berdasarkan sejarah tapi dengan menyisipkan tokoh dan cerita fiksi di dalamnya. T...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose