Pengalaman Menulis di Hipwee

by - April 29, 2018

Beberapa hari lalu sebuah artikel yang saya tulis dimuat di situs Hipwee. Ide untuk menulis di portal online yang dekat dengan anak muda tersebut muncul secara tiba-tiba. Awalnya, saya hendak menulis untuk blog pribadi, sebuah tulisan yang bertema sageuk drama alias drama sejarah. Rencana untuk menulis tentang sageuk drama sebenarnya sudah ada sekitar sebulan yang lalu, tapi sengaja saya menundanya untuk bulan April: edisi per-korea-an. Berhubung saya begitu menggandrungi film yang mengambil latar kerajaan di abad pertengahan dan karena akhir-akhir ini saya sedang gemar nonton K-Drama, maka beberapa drama yang saya tonton adalah drama sejarah.  Saya kira bakal menarik kalau membahas sageuk drama yang menurut saya seru. Seriosuly, you can little bit learn about politics from those drama hahaha.


Email pemberitahuan kalau tulisan saya udah diunggah di Hipwee.

Membahas beberapa drama dalam satu artikel, hmm...saya kemudian berpikir sepertinya tulisan itu bakal cocok dengan tipe-tipe tulisan Hipwee. Saya pun browsing informasi tentang cara menulis di situs tersebut. Ternyata, siapa saja diizinkan untuk berpartisipasi 'menyumbang' tulisan di Hipwee dengan bergabung di Hipwee Community. Cukup mendaftar dengan alamat email. Nanti Hipwee bakal mengirim panduan menulis dalam format PDF ke email kita. Ada tiga pilihan tulisan yang dapat kita unggah di Hipwee: listicle (maybe stand from list article), narasi, dan opini.

Nah, member Hipwee Community bakal punya semacam laman dashboard kayak di blogger gitu, di situ kita bisa mengunggah tulisan yang kita inginkan sesuai jenisnya. Saya pilih yang listicle. Selain tulisan, kita juga dapat menyertakan gambar, tentu saja dengan menyertakan tautan sumbernya. Kita juga bisa menambah caption di gambar loh. Selain tulisan utama, kita juga dapat menambahkan tags yang sesuai dengan isi tulisan untuk memudahkan pembaca melacak tema tulisan yang diinginkan mereka. Kalau misal nulisnya belum kelar juga bisa disimpan dulu buat dilanjut kemudian hari. Kalau tulisan udah kelar, baru deh submit ke editor. Tulisan kita nggak bakal langsung terbit tapi nunggu approve editor dulu. Tulisan saya butuh waktu sekitar lima hari sejak diserahkan hingga diterbitkan. Kalau tulisan sudah terbit, kita bakal dapat email pemberitahuan yang juga memuat link artikel kita, kayak gambar yang saya unggah di bagian atas tulisan ini. Yay, finally my fun article is now on Hipwee. Just, in case you wanna read it, this is the link.

Tampilan artikel beberapa saat setelah dapat email pemberitahuan.
Itu adalah tampilan artikelnya beberapa saat setelah dapet email pemberitahuan. Awalnya gambar utamanya adalah foto behind the scene drama Moon Lovers yang bertabur some sooo tall princes. Namun, dua hari kemudian saya mendapat email lain dan ketika saya cek laman profil saya, artikelnya udah mengalami perubahan dari segi judul dan gambar utama. Jadi kayak gini nih:

Email pemberitahuan yang datang dua hari setelah artikel terbit.

Pasca notifikasi kedua, tampilannya berubah jadi kayak gini.

Having a fun article on Hipwee is not a big achievemnet but it makes my day
and I'm a happy about that. I watch something that I like,
I write it down passionately, and it's on public web
...and maybe being read by those who's interested in Korean-things too.
Nan haengbokhae! :)

By the way, ada pertanyaan yang ditanyakan beberapa temen ketika tahu saya nulis di Hipwee, yaitu: dibayar enggak? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut saya akan capture-kan sesuatu dari laman FAQ-nya Hipwee Community, semoga ini membantu :)



‎‎Sabtu, 28 ‎April ‎2018 | 21:16
Satu hari setelah deklarasi damai Korea Utara & Korea Selatan

You May Also Like

3 comments

  1. Yap, i feel you Mba! Bukan soal honor, tapi senangnya itu karena bisa dibaca banyak orang apa yang kita pikirkan. Heheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, kan?? Setuju sama Mbak Ajeng :D
      Tetap semangat menulis, Mbak :)

      Delete
  2. Pengalaman yang berguna... boleh saya berbagi artikel tentang Florence sepanjang Sungai Arno di https://stenote-berkata.blogspot.hk/2018/04/florence-sepanjang-sungai-arno.html
    Lihatlah juga videonya di Youtube https://youtu.be/Wzp8pgiZn7c

    ReplyDelete