AADC 2, Sebuah Film Beragam Kesan

by - May 09, 2016

Ehem...halo, sudah masuk bulan Mei 2016. Jadi, sudah sampai mana skripsinya? Hahahaha. Tidak tidak, saya tidak akan membahas tentang skripsi tentu saja. Setelah cukup jarang menulis karena susah banget dapetin mood buat nulis, akhirnya hari ini saya pengen bercerita suatu hal yang ada hubungannya sama film yang tengah hitz beberapa hari belakang. Tentu saja bukan Civil War yaa, karena saya takut dengan yang berbau per-civil-an *eh ups* haha, melainkan pesaing ketat Civil War di bioskop-bioskop Indonesia, yaitu sebuah film yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Yups, saya akan menulis sesuatu yang berhubungan dengan AADC 2. Bukan Ada Apa Dengan Civil lho yaa, tapi Ada Apa Dengan Cinta 2 ehehe. Udah pada nonton kaan? Hihi :D

Eh jadi, gimana? Pas nonton AADC kemarin, kamu 'kelingan' (si)apa? Hahahaiii. Yuhuu..pertanyaannya bukan tentang nonton dengan siapa, tapi tentang teringat pada (si)apa? :B

Saya nonton film ini beberapa hari lalu bersama teman-teman saya di Bioskop XXI Jogja City Mall. Secara keseluruhan film ini cukup menyenangkan untuk ditonton dan cukup mengghibur, beberapa bahkan mungkin terbawa perasaan. Mmm..apakah saya baper? Apakah saya terjebak nostalgia? Hmmm...gimana yaa, masalahnya saya sama temen nonton di sebelah kiri saya ini mungkin sudah agak kebas soal hal-hal beginian *halah*. Oh iya, saya tak akan menuliskan tentang ringkasan jalan cerita atau review film AADC 2 yaa. Dalam pembahasan kali ini saya lebih ingin mengungkapkan kesan saya secara pribadi setelah menyaksikan film yang ditonton dua juta orang dalam delapan hari penyangan ini. So, check this out....

Pertama: Para Pemeran
Baiklah, saya terkesan sama Dian Sastro, godess bangetlah mamanya Shaien sama Ishana ini. Kukira semua orang mengakui pesona sang pemeran Cinta. Pada dasarnya Geng Cinta ini emang cantik-cantik kaan yaa. Apalagi Adinia Wirasti a.k.a Karmen, ini nih favorit saya. Aktris berdarah Jawa asli yang kecantikan dan warna kulitnya eksotis sekali dan bikin saya pengen punya badan keren seperti dia haha, yaa meskipun i know it's hard to be as tall as her. Lalu  tentu saja Nicholas Saputra sebagai Rangga. Kalo penonton di sebelah kiri saya agak salah fokus ke rambut kriwilnya Rangga, saya malah ke lehernya Rangga. Mungkin, karena cukup sering pengambilan gambar secara close-up kali yaa, iya lehernya. Entahlah -_- Mmm, kalo matanya Rangga yang agak kecokelatan itu gimana, Rul? Wuups, hentikan hentikan...mari ke pembahasan selanjutnya :P

Kedua: Deep Conversation
Ada banyak percakapan mendalam yang ditampilkan di AADC 2, baik antara Cinta dengan Rangga maupun antaranggota Geng Cinta. Lokasinya pun natural menurutku, nggak terlalu dramatis, sehari-hari banget misal percakapan di mobil, sambil jalan, kedai kopi, kamar anggota geng (yaa meskipun itu vila sih). Saya jadi kangen cerita-cerita yang mendalam gitu hehe. Berbagi dengan orang yang kita percaya tentang impian kita, kegelisahan, hal-hal yang kita suka, dsb. Nggak cuma nggosip ahahah. Share something...personal. Suatu hal yang akhir-akhir ini jarang saya lakukan. Mungkin karena kadang skeptis, atau mungkin saya yang memang kurang effort membangun deep convo dengan beberapa orang yang saya temui.


Bagi saya sebuah percakapan mendalam yang positif memberi efek yang baik secara psikologis. Bikin jadi lebih semangat, lebih mengenal orang beserta pemikiran dan impiannya, lebih...'hidup'. Yes, i love that kind of convo. Kalo kata kawan saya, Risa; "personal and affectional meet up. Not just common convo as if you were strangers accidentally met in a train." Bagi saya kadang memang tak mudah, kadang sayanya yang tidak ingin orang lain masuk terlalu dalam ke pemikiran saya, atau saya yang tak mau mengenal dia terlalu dekat, atau juga kadang keinginan itu ada...but everybody just too busy with our own gadget. So saad~
Nah, dari AADC 2 ini beberapa dialognya memberi kesan tersendiri di benak saya, sekaligus teringat bahwa saya sudah cukup lama tak berbagi cerita. Oiya, ini bukan masalah status relationship kayak jomblo, berpacaran, HTS-an, atau sejenisnya lho ya. Maksud saya dengan sahabat atau kawanpun, sometimes it's hard to make that kind of convo. Deep convo is priceless nowadays. Jadi, kapan mau ngopi bareng?? *looohh*

Ketiga: Travelling
Di film garapan sutradara Riri Riza ini, si Rangga mengatakan perbedaaan liburan sama travelling. Kata Rangga kalo liburan itu cenderung memilih tempat-tempat yang nyaman, yang bagus buat foto-foto, segalanya terjadwal. Sedangkan travelling, lebih accidental, dan harus siap-siap menanggung segala risikonya. "Travelling is about the journey, not the destination." Rangga ngomong gitu pas adegan di Gereja Ayam, Magelang gaes. Magelang oii!! Nah, pas si Rangga ngomong gitu saya langsung ingin bilang; "Duhai Mz Rangga, enjiner seksi jebolan UI yang instanya penuh foto travelling, ku siap menjelajah dunia bersamamuuu." hahahaha :P
Ketika Rangga sama Cinta itu maen ke Candi Ratu Boko, Gereja Ayam, nonton pertunjukan Papermoon Puppet (eh saya pernah jadi LO-nya Mbak Ria Papermoon loh pas beliau ada agenda ke Fisipol *njuk ngopo rul*) dan terutama pas dialog liburan vs travelling itu...saya jadi ingin halan-halan ke Sulawesi Selatan. Iya, nggak tau kenapa random sekali. Tiba-tiba terpikir Sulawesi Selatan. Ingin travelling kesana, tapi tabungan mepet banget. Nggak apa-apa, impian dulu. Pengennya menjelajah sendiri, tapi pasti nggak boleh sama Ibuk :( Pengen sama kamu, tapi kamu menghilang ratusan purnama :( *halah, mulai ngelantur*



Oiya, jalan-jalan yang accidental gitu memang seru nggak sih? Saya beberapa kali mengalaminya. Mendadak tanpa rencana tapi jadinya nggak wacana. I like that. Yaa meskipun beberapa perjalanan memang perlu direncanakan secara matang dan gak bisa dadakan, pendakian gunung misalnya.

Keempat: Ratusan Purnama dan.... (?)
Soundtrack-nya bagus. Udah gitu aja. Nggak komen lebih.

Every woman wants a man that look at her like the way Rangga looks Cinta in this picture.
But sometimes, we never see when they do...just like Cinta in this pic. Maybe she doesn't realize
how much she means to Rangga.

Itulah tadi beberapa kesan atau dampak yang timbul pada diri saya pasca menyaksikan film Ada Apa Dengan Cinta 2. Sebuah tulisan yang akan semakin mewarnai demam AADC di negeri ini. Sangat personal dari sudut pandang saya. Setiap orang tentu punya kesan tersendiri setelah nonton itu. Ada yang mungkin pengen CLBK, ada yang mungkin 'sekedar' terjebak nostalgia, ada juga yang mungkin biasa aja haha. Apapun itu, yang jelas puisinya Aan Mansyur keren laah yaa hehe. Yang belum nonton AADC 2, ada baiknya kamu nonton. Insyaallah gak kecewa. Pesan saya cuma satu, kalo mau nonton 'tenangno pikirmu'.

Teras rumah | 09 Mei 2016 23:23 WIB
Sampai jumpa, pada suatu purnama.

You May Also Like

0 comments