twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Mungkin satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan hari ini adalah: overwhelmed.
Kalau pinjem penjelasan dari AI feeling overwhelmed ini artinya experiencing an emotional and physical state where you feel that there is too much to handle, whether from too many tasks, responsibilities, or intense emotions.

Hari ini to-do list pekerjaan banyak sekali, baru sedikit kegarap sudah harus pelayanan. Jujur dengan adanya regulasi-regulasi baru dari pusat dan mungkin karena masih masa transisi implementasi regulasi, masih adaptasi, jadi pelayanan yang kami lakukan sekarang terasa semakin menguras energi. Yang semula satu pelayanan bisa selesai sepuluh sampai dua puluh menit, sekarang melayani satu orang saja bisa tiga puluh sampai satu jam. Kami harus menjelaskan bagaimana 'aturan main' dari regulasi baru berjalan, menjelaskan perbedaan dengan aturan sebelumnya, menjelaskan apa yang harus mereka lakukan dengan dokumen yang mereka miliki di masa transisi ini, menjelaskan bahwa sistem aplikasi berbasis web yang digunakan belum sepenuhnya lancar dan masih banyak kendala. Banyak juga yang harus kami koordinasikan dengan instansi lain dan banyak yang harus kami konsultasikan ke pimpinan maupun ke kementerian si pemilik aplikasi untuk menghadapi kendala di lapangan. Memang sudah tugas kami, tapi sekali lagi mungkin karena dalam masa transisi dan adaptasi, rasanya menguras energi. Belum lagi kalau menerima komplain bahwa aturan yang sekarang dirasa semakin ribet dan semakin banyak syaratnya. Sudah biasa umbi daerah kena komplain atas aturan yang dibuat rekan-rekan di pusat dan tugas kami adalah menjelaskan sesuai aturan yang diamanahkan kepada kami, ada yang bisa menerima ada yang pergi masih menggerundel. Oiya kalau biasanya pelayanan bisa dilakukan dua tiga orang dan yang lain mengerjakan pekerjaan back office, saat ini bahkan dengan kekuatan penuh seluruh personil melaksanakan pelayanan pun rasanya masih kewalahan. Itu baru dari sisi pelayanan, belum pekerjaan-pekerjaan back office yang kadang menumpuk. Soo many things to do yet rasanya sungguh so little time. Makanya heran kalo masih ada yang pake mindset PNS malas di kantor main Zuma, ini kapan yaa aku bisa main Zuma-nya kalo kerjaan banyak gini wkwkwk

mie ayam pak din sawitan
Gambar Mie Ayam, menu hiburan murah meriah.

Hari ini, selain karena to do list lagi panjang, ketemu orang banyak, dan chat banyak orang untuk koordinasi (see, PNS WhatsApp-an itu yang dibahas kerjaan yaa bapak ibu, chat sama ayang aja seringkali slow respond) bener-bener bikin energi sosial habis. Sore menjelang pulang (telat pulang sejam karena lembur kerjaan) diri ini udah sadar kalo hari ini kepala penuh banget, takut bawa capeknya ke rumah, so...tarik nafas dulu sebelum pulang biar ketemu anak udah siap.

Sampe rumah tentu cuma punya waku singkat sebelum maghrib buat cepet-cepet mandi lalu lanjut main sama anak. Mencium aroma khas anak bayik sungguhlah meredakan lelah satu per satu. Cuma, tetep harus waspada bahwa anak yang sebentar lagi masuk umur dua tahun ini punya banyak kejutan, harus aware, harus self control supaya apapun kejutannya siap merespons dengan mindful...gak tiba-tiba jadi sumala. Alhamdulillah berhasil melalui tahap main sampai nidurin anak dengan mulus.

After nidurin anak, biasanya buka kerjaan bentar, belajar sesuatu atau doing household chores. Tapi malam ini pilih mengambil jeda dulu dari kerjaan dan household chores...biar gak makin overwhelmed. Malam ini pilih melanjutkan bikin hand-embroidery aja...dan alhamdulillah satu project kelar yaaay. Trus lanjut nulis blog. Tadi pulang kantor emang udah diniati sih, dengan pikiran yang penuh ini kayaknya harus jeda sebentar, harus nulis biar lega hehehe.

Disclaimer dulu deh, kadang dalam kerjaan memang ada saat-saat rasanya overwhelmed dan burnout juga kan? Kayak yang saya rasakan hari ini. Meski begitu tentu saja ada titik-titik dimana merasa sangat excited dengan kerjaan, ada tugas yang bikin capek tapi puas banget ketika berhasil melakukan dengan baik. Semua ada up and down-nya. Ini baru nulis dari sisi sebagai wanita karir yaa, belum sambat otak emak-emak sebagai working mom heheheh. Ndilalah yang dipotret dalam tulisan ini emang cuma sambatannya aja hehe. Semoga curhatan malam ini cukup untuk mengurai benang kusut di kepala. Cukup untuk memulai besok pagi dengan kekuatan baru. Bismillah.


Rabu, 3 Desember 2025 | 01.07 WIB

December 08, 2025 No comments
Apakah kalian pernah membaca buku legendaris karya Antonie de Saint Auxpery? Yes, Le Petite Prince. Beberapa tahun lalu saya membacanya dan ada satu kalimat dalam buku itu yang cukup membekas: "Grown ups like numbers, orang dewasa suka angka-angka." Saat itu yang ada dalam benak saya adalah bahwa kalimat itu ada benarnya dan kalimat-kalimat berikutnya membuat saya geli membacanya. Sekian tahun berlalu, ternyata sekarang kalimat itu semakin relatable. 

Saya merasa baru kali ini berada di circle yang gemar dengan angka ini. Saya tidak tau, apakah ini karena saya semakin tua dan dikeliling pula oleh para so called grown ups yang menyukai angka-angka, or it's simply just their natural character. Sebelumnya di sekolah atau kuliah, teman-teman saya adalah orang yang setidaknya saya merasa melihat diri saya dari karakter, barangkali dari motif floral cantik yang saya suka, dari ketidaksukaan saya pada warna-warna nude karena takut keliatan kusam, dari hobi saya menulis di blog, atau dari kesukaan saya pada dunia jahit menjahit dan bikin artwork hand-embroidery. Begitupun saya melihat teman-teman saya di masa itu, saya melihat si A adalah teman yg gemar bersholawat dan rajin nderes Quran, melihat si B sebagai sosok yang high-achievement di bidang akademik dengan public speaking bagus, melihat si C adalah penggemar segala sesuatu tentang Strawberry dan warna-warna pastel, melihat si D sebagai orang yang sporty banget dan punya body goals, atau juga melihat si E dari kesukaannya traveling ke berbagai tempat. Tentu saya sedikit mengetahui latar belakang keluarga dan pekerjaan teman-teman saya ini, tapi yaa cukup tau itu sebagai bagian identitas mereka dan sesekali bertukar cerita kehidupan dunia kerja.

Tapi circle satu ini berbeda....


Orang-orang dalam circle ini tidak akan tahu hobimu karena mereka sibuk dengan angka. Dalam circle ini, jika mereka bertanya tentang pekerjaan, mereka tidak bertanya apa yang kita lakukan dalam pekerjaan itu tapi berapa gaji yang kita peroleh dari pekerjaan itu. Mereka tidak akan bertanya bagaimana ibumu mengajarimu belajar membaca ketika kecil dulu karena mereka lebih tertarik pada berapa uang yang dikeluarkan ibumu untuk membiayai pesta pernikahanmu, bahkan jika orangtuamu sudah meninggal mereka tak segan bertanya seberapa besar warisan yang kau peroleh. Jika kebetulan kamu memiliki barang baru, mereka tidak akan bertanya apa keunikan barang itu yang membuat kamu memilihnya atau apakah benda itu nyaman dipakai, tapi yang mereka tanyakan pertama kali adalah harganya. Saat kamu berhasil menuliskan sebuah cerita yang dipublikasikan, mereka sama sekali tidak ingin tau isi tulisanmu, karena mereka sudah sibuk dengan mempertanyakan berapa uang yang kau peroleh dari semua itu. Saya terkadang takjub ada orang yang begitu gemarnya pada angka, karena pada lingkar-lingkar pertemanan sebelumnya saya tidak pernah menemui. Memang sesekali kami membahas angka, dan sesekali juga takjub pada angka besar atau juga angka kecil, but never be the main topic.

Tulisan ini kiranya sebagai pengingat semoga saya tidak menjadi grown ups menyebalkan seperti dalam buku Le Petite Prince. Semoga saya senantiasa bisa menjadi sosok yang melihat orang lain tak terbatas pada angka tapi juga pada value-value yang meraka.

October 15, 2025 No comments

Bulan Mei lalu, saya jajan tiga barang belanjaan yang bikin hepi. Ada eyeshadow, blush on, sama lipstick. Udah saya pake beberapa minggu, so mohon dimaklumi kalau penampakan di foto udah gak mulus hehe. Ntah kenapa pagi tadi in the mood buat ngefoto perintilan ini sekaligus bikin tulisan tentang mereka. Ya, mungkin karena seperti yang saya tuliskan di awal: benda ini bikin hepi. Thanks to PT Paragon Innovation yang udah memproduksi makeup lucu ini. Mana harganya affordable lagi.

wardah colorfit eyeshadow sunlit blaze wardah colorfit cream blush soulful brick make over color hypnose swatch review

Sebelum pake eyeshadow dari Wardah Colorfit, saya pake Make Over varian Uptown Bae yang semua shades-nya saya suka banget. Tapiii…sampe si eyeshadow Make Over ini expired, mereka tetep gak abis-abis wkwkwk. Padahal saya pake eyeshadow hampir tiap hari loh. So, buat pengganti Make Over yang udah expired saya memutuskan beli yang warnanya sesuai sama skin tone dan varian warnanya gak banyak jadi semua bisa kepake biar gak mubadzir kebuang sia-sia gara-gara expired. Setelah riset berhari-hari membandingkan palet warna berbagai merek, pilihan akhirnya jatuh sama Wardah Colorfit. I really love all the shades of this Wardah Colorfit pallete, especially warna orange-nya. 

Sebenernya saya nggak terlalu seneng pake blush on, atau lebih tepatnya: belum menguasai penempatan blush on yang tepat sehingga belum pede kalo pake blush on. Tapiii…sekali lagi si Wardah Colorfit ini menarik perhatian lewat cream blush-nya. Soalnya pemilik kulit kering kayak saya kan emang nyamannya pake cream blush yaa daripada powder, nah karena ada blush on yang wujudnya cream penasaran deh pengen coba. Setelah riset varian warna yang mereka punya, saya merasa saya paling cocok sama warna oren kecokelatan ini. Perjuangan banget loh sampe akhirnya dapet warna ini. Rasanya kayak semua toko di Shopee yang jual cream blush Wardah Colorfit saya kepoin satu2 sampe dapet warna yg diinginkan hahaha. Soalnya kalo bukan warna ini gak mau 😅 Trus sekarang kepikiran, besok kalo abis apakah akan susah nyarinya wkwk. Oiya ternyata cream blush ini bikin saya semangat belajar apply blush on yg benar. Meski bentuknya cream dia ternyata gampang di-blend loh. Jadi gak bikin kesan semacam powdery di kulit. Dia juga gak bikin makeup longsor kayak cream blush-nya Emina.

Lanjut ke lipstick, to be honest, saya gak punya banyak koleksi lipstick karena dari dulu konsisten sama satu merek dan cuma pake dua koleksi warna mereka. Nah, kedua lipstick itu pun warnanya kemerahan gitu. Kali ini ingin mencoba yang warnanya agak nude tapi gak bikin muka keliatan kusam, so pilihan jatuh ke Make Over Color Hypnose. At least menurut saya, warna ini gak gonjreng banget dan gak bikin keliatan kucel. Suka juga sama packaging-nya yang kokoh ada magnetnya. Soal keawetan Make Over Color Hypnose ini gak terlalu awet, pake makan yang berminyak dikit juga ilang. Tapi bagi saya gak masalah, tinggal re-apply aja. Soalnya aku gak suka banget lipstick awet tapi bikin bibir terasa kering dan kaku macam lipstick-nya Maybelline gitu..gak bisa banget saya tuh. Better sering2 re-apply gakpapa daripada bibirku kayak diselotip wkwk.

Random banget yaa, lama gak muncul di blog tiba-tiba upload cerita make-up. Tapi gakpapa deh, mood nulis emang harus disalurkan. Soalnya kalo ditunda-tunda keburu ilang mood-nya. Entah tulisan random apalagi yang bakal muncul di sini dan berapa tahun lagi postingmya wkwk, kita tunggu saja hehehe.

Magelang, 12 Juni 2025 | 21.08 WIB

Harusnya belajar Peraturan Pemerintah yg baru rilis

kemarin malah nulis blog wkwk


June 12, 2025 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • A Simple Words with Deep Meaning
    LUCKY Jason Mraz ft. Colbie Caillat Do you hear me? I'm talking to you Across the water across the deep blue ocean U...
  • Numbers
    Apakah kalian pernah membaca buku legendaris karya Antonie de Saint Auxpery? Yes, Le Petite Prince . Beberapa tahun lalu saya membacanya dan...
  • Overwhelmed
    Mungkin satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan hari ini adalah: overwhelmed . Kalau pinjem penjelasan dari AI feeling overwhelmed ini ar...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Drama vs Realita
    The Great Queen Seondeok adalah sebuah drama yang dibuat berdasarkan sejarah tapi dengan menyisipkan tokoh dan cerita fiksi di dalamnya. T...
  • Latifah dan Hanifah
    Judulnya kayak sinetron-sinetron di r*ti ya??? ya nggak apa-apa ya!! silakan kalian amati foto itu.... Foto yang diambil saat pra-LDKS OSIS ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • [K-Drama] Tokoh Favorit dalam Drama "The Great Queen Seondeok"
    Nonton K-Drama berjudul  The Great Queen Seondeok (QSD)   telah membuat saya begitu excited atau apalah perasaan ini namanya, saya kurang ...
  • Variety Show All The Butlers: Seru, Lawak, dan Inspiratif
    V ariety show (VS) yang saya ikuti dari awal perjalanannya adalah Jibsabu Ilche, alias All The Butlers, alias Master in The House . Bermu...
  • Review Film 'A Taxi Driver': Peran Supir Taksi dalam Membangkitkan Demokrasi di Korea Selatan
    Mumpung masih bulan April dan masih konsisten sama postingan per-korea-an, saya mau menulis tentang A Taxi Driver . Sudah lama banget saya ...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December (1)
      • Overwhelmed
    • ►  October (1)
      • Numbers
    • ►  June (1)
      • Jajan MakeUp yang Bikin Hepi
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ►  2011 (19)
    • ►  October (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose