twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • ABOUT
  • CATEGORIES
    • DIY
    • TRAVEL
    • THOUGHTS
    • KOREAN WAVE
  • About
  • Contact

a wonderful life

Suatu hari, ketika aku belum cukup memahami hidup.

Seseorang bertanya padaku : Apa beda gelas setengah isi dengan gelas setengah kosong?

Aku tidak mengerti. Lalu, aku bertanya pada seseorang yang lain, seseorag yang lebih tua, lebih berpengalaman, dan lebh cerdas dariku. Aku bertanya : Apa beda gelas setengah isi dan gelas setengah kosong?
Orang yang aku tanyai, menjawab : Sama saja. Yang berbeda sudut pandangnya.
Aku merenunginya sejenak.

Suatu hari, ketika aku masih belum memahami.

Aku ngobrol sama teman. Lama-lama aku dekat dengannya. Lama-lama aku nyaman dengannya. Kami berbagi cerita, berbagi pengalaman. Membicarakan suatu masalah. Hmm...biasalah masalah-masalah remaja. Kadang juga, kami mencari jalan keluar bersama. . . .
Disinilah bermula, seiring mengenalnya lebih dalam, aku menyadari aku dan dia berbeda. Sering kudapati diriku tak sependapat dengannya. Padahal awalnya sejalan. Kadang cara berpikirnya yang membuatku berucap dalam hati : lho, ya nggak gitu! Kadang, itu terucap begitu saja. Tapi sering juga aku diam saja. Memikirkannya nanti. Karena, mungkin ada sesuatu yang luput dari perhatianku.
Lama-lama, perbedaan itu makin terasa. Membicarakan hal yang sama, menanggapi dengan berbeda. Dia tampak ngotot dengan pendapatnya. Terkesan menyalahkan pendapatku. Aku hanya tersenyum. Menyadari kalau kami berdua dibesarkan dengan cara yang berbeda, tak heran kalau pendapatnya berbeda. Tapi, semua masih terasa aneh. Aku kadang tak terima dengan pendapatnya. Namun, kuakui dari itu semua aku banyak mengambil pelajaran. Banyak, banyak dan tak ingin kuceritakan secara gamblang.

Suatu hari,
dalam perjalanan pulang sekolah. Melaju dengan motor matic-ku. Seperti biasa aku memikirkan banyak hal. Kegiatanku tadi, nanti. Pembicaraan-pembicaraan yang lalu. Berkhayal, dll.
Aku teringat pada penjalasan seseorang tentang gelas setengah isi dan gelas setengah kosong. Bahwa gelas itu sama-sama berisi sesuatu setengah. Hanya sudut pandang orang yang mengatakannya yang berbeda.
Aku teringat kasusku dengan seorang teman yang aku ceritakan di atas.

Suatu hari, ketika aku mulai memahami.
Tentang kebenaran gelas setengah isi vs gelas setengah kosong. Aku mulai bisa meengambil hikmah :
Dalam menyikapi masalah yang sama. Beberapa orang mungkin berbeda caranya. Semua merasa dirinya benar. Tapi, jangan lantas keras kepala. Jangan lantas tak mau tau sudut pandang orang lain. Jangan lantas menyalahkan orang lain. Saling menghargai saja! Kita memang lahir berbeda-beda.Kalau perbedaan itu memang harus disamakan. Kita bisa bicarakan baik-baik. Ambil jalan tengah, dan mari kita hargai keputusan bersama. Jangan egois, sekehendak hati.


Aku tau, aku tidak sempurna. Tapi, itulah yang dapat kusimpulkan. Mungkin akan ada gelas setengah isi dan gelas setengah kosong lagi. Silakan kalau ingin bernagi pendapat/
Maaf kalau tidak gamblang, tidak jelas. Tidak sengaja, hehe.

Buat temanku, terima kasih. :) kau membuatku mengerti sedikit tentang hidup. :)))






October 12, 2011 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Live in small and lovely town, Magelang. Enjoy making DIY project, especially hand-embroidery. Really love writing here, share some thoughts, experience, and everything that popping in my mind.

Follow Us

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Popular Posts

  • A Simple Words with Deep Meaning
    LUCKY Jason Mraz ft. Colbie Caillat Do you hear me? I'm talking to you Across the water across the deep blue ocean U...
  • Numbers
    Apakah kalian pernah membaca buku legendaris karya Antonie de Saint Auxpery? Yes, Le Petite Prince . Beberapa tahun lalu saya membacanya dan...
  • Overwhelmed
    Mungkin satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan hari ini adalah: overwhelmed . Kalau pinjem penjelasan dari AI feeling overwhelmed ini ar...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Drama vs Realita
    The Great Queen Seondeok adalah sebuah drama yang dibuat berdasarkan sejarah tapi dengan menyisipkan tokoh dan cerita fiksi di dalamnya. T...
  • Latifah dan Hanifah
    Judulnya kayak sinetron-sinetron di r*ti ya??? ya nggak apa-apa ya!! silakan kalian amati foto itu.... Foto yang diambil saat pra-LDKS OSIS ...
  • [K-Drama] Queen Seondeok: Kisah Cinta Deokman, Kim Yu Shin, dan Bidam
    Sebuah drama yang tanpa kisah percintaan sepertinya akan terasa hambar, sehambar hidup tanpa cinta mungkin #halah maka The Great Queen Seon...
  • [K-Drama] Ringkasan Drama The Great Queen Seondeok: Perjuangan Wanita Meraih Tahta
    [ WARNING : Tulisan ini bakal sangat panjang, karena emang banyak yang harus dibahas dan karena saya begitu antusias. Nggak tahu lagi g...
  • [K-Drama] Tokoh Favorit dalam Drama "The Great Queen Seondeok"
    Nonton K-Drama berjudul  The Great Queen Seondeok (QSD)   telah membuat saya begitu excited atau apalah perasaan ini namanya, saya kurang ...
  • Variety Show All The Butlers: Seru, Lawak, dan Inspiratif
    V ariety show (VS) yang saya ikuti dari awal perjalanannya adalah Jibsabu Ilche, alias All The Butlers, alias Master in The House . Bermu...
  • Review Film 'A Taxi Driver': Peran Supir Taksi dalam Membangkitkan Demokrasi di Korea Selatan
    Mumpung masih bulan April dan masih konsisten sama postingan per-korea-an, saya mau menulis tentang A Taxi Driver . Sudah lama banget saya ...

Labels

  • DIY Project
  • Drama Korea
  • Jalan-jalan
  • KKN
  • Korean Wave
  • Life Story
  • Something Wonderful
  • Thoughts

recent posts

Blog Archive

  • ►  2025 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2022 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (29)
    • ►  December (5)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (35)
    • ►  December (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2016 (28)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (11)
  • ►  2013 (46)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (9)
    • ►  September (8)
    • ►  August (8)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (6)
    • ►  January (2)
  • ►  2012 (7)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
  • ▼  2011 (19)
    • ▼  October (1)
      • Gelas Setengah Isi vs Gelas Setengah Kosong
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (8)
  • ►  2010 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  February (1)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose